
Setelah selesai shalat maghrib Refan dan Kinan sudah bersiap - siap. Kinan menyiapkan pakaian Refan yang senada dengan warna gaunnya. Setelah Refan bersiap dia keluar bermain dengan Naila dan Salman sambil menunggu Kinan bermake-up.
Kinan merias wajahnya dengan dandanan sederhana. Karena ini bukan acara resmi Kinan berpenampilan lebih natural. Tapi dia sengaja berdandan lebih dari pada biasanya agar Refan tidak merasa malu memperkenalkannya sebagai istrinya di depan para clientnya.
Kinan keluar dari kamarnya dengan memakai gaun yang dibelikan Refan. Dia memakai tas kecil senada dan sepatu senada.
"Yuk Mas kita pergi" ajak Kinan.
Refan terdiam dan terpesona dengan penampilan Kinan malam ini. Gaun yang dia beli sungguh sesuai sekali di tubuh Kinan. Warna yang dia pilih membuat kulit Kinan terlihat lebih bersinar.
"Maaas" panggil Kinan.
"Eh iya ayok kita pergi" sambut Refan.
"Bik, kami pergi dulu ya, tolong Salman di kasih makan ya dan Naila juga jangan lupa susunya" perintah Kinan.
"Iya Non, eh Non Kinan cantik sekali malam ini" puji Bik Mar yang takjub melihat penampilan Kinan malam ini.
"Ah Bibik biasa aja kok, hanya berias sedikit aja" balas Kinan.
Refan berjalan lebih dulu masuk ke dalam mobil, dari dalam mobil dia memperhatikan gerak gerik Kinan yang berjalan ayu menuju ke mobil.
Sial.. kenapa bisa jadi panas begini ya. Ternyata dia pintar juga berdandan dan dia cantik sekali malam ini. Puji Refan tanpa sadar.
Kinan naik ke dalam mobil.
"Yuk Mas jalan" perintah Kinan.
Refan yang masih terpesona dengan penampilan Kinan langsung tersadar dan segera menyalakan mobilnya.
Kenapa Mas matanya gak bisa di kondisikan? Makanya jangan suka menyepelekan penampilan seorang wanita Mas. Selama ini aku memang tidak suka berdandan yang berlebihan tapi malam ini aku merasa tak apalah kalau aku berhias untuk kamu. Kan aku dapat pahala menyegarkan mata suamiku. Batin Kinan sambil tersenyum tipis.
Tak sampai satu jam mereka sudah sampai di lokasi tujuan. Refan keluar dari mobil dan berjalan bersama Kinan masuk ke dalam Restoran.
Saat berjalan tiba - tiba Refan menggenggam tangan Kinan erat. Sontak membuat Kinan terkejut dan menegang.
"Mm.. Mas" ujar Kinan.
"Biar orang tidak curiga dengan rumah tangga kita" balas Refan dingin.
Dari tadi aku gak bisa menahan gejolak hatiku untuk tidak menyentuh kamu Nan. Lagian kan kita sudah sah menjadi pasangan suami istri jadi bukanlah dosa jika melakukan tindakan seperti ini. Batin Refan.
__ADS_1
Ternyata kamu takut juga ya Mas jika orang lain mengetahui kalau rumah tangga kita tidaklah seindah sekarang ini? Tapi ya sudah lah, toh menutupi aib rumah tangga kita merupakan sebuah kebaikan agar tidak terjadi fitnah. Batin Kinan.
"Selamat Malam Pak Suwiryo, maaf membuat Anda dan istri lama menunggu" ucap Refan ketika mereka sampai di meja yang telah dipesan khusus untuk pertemuan ini.
"Ah tidak kami juga baru datang kok Refan. Silahkan duduk" sambut Pak Suwiryo.
"Hai Kinan, kamu cantik sekali malam ini" sapa Ibu Suwiryo. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Terimakasih Bu Suwiryo, senang bertemu dengan anda lagi" balas Kinan.
Refan dan Kinan kini sudah duduk di hadapan Bapak dan Ibu Suwiryo.
Tak lama seorang pelayanan datang membawa menu makanan. Mereka memesan makanan yang mereka suka untuk hidangan malam ini.
Setelah itu pelayan tersebut mencatat dan membawanya ke dapur.
Refan dan clientnya menunggu makanan datang sambil berbincang-bincang.
"Bagaimana? Sudah isi belum?" tanya Ibu Suwiryo.
Kinan dan Refan saling lirik.
"Eh belum bu, lagian masih fokus ngurus dan besarin anak - anak dulu Bu" jawab Kinan.
Kinan tertunduk sambil tersenyum. Sedangkan Refan merasa telak di sindir seperti itu langsung di depan Kinan.
"Ah Bapak bisa saja" ujar Refan.
Refan melirik wajah Kinan yang tersipu malu dia pun ikut tersenyum. Bangga rasanya dipuji seperti itu.
"Kinan bekerja?" tanya Bu Suwiryo.
"Iya Bu" jawab Kinan sopan.
"Dimana?" tanya Bu Suwiryo.
"Di Departemen XXX" lanjut Kinan.
"PNS toh. Hebat banget ya, bekerja sambil mengurus anak. Saya aja dulu begitu anak pertama lahir langsung berhenti bekerja karena repot" balas Bu Suwiryo.
"Saya juga gak bekerja sendiri kok Bu, ada baby sitter dan asisten rumah tangga di rumah" jawab Kinan.
__ADS_1
"Tapi kalau dia pulang semua dia kerjakan sendiri Bu, dia masih sempat masak makan malam dan ngurus anak - anak kalau sudah di rumah" Sambut Refan bangga.
Kinan terkejut, gak menyangka Refan berkata seperti itu kepada rekan bisnisnya.
"Pantesan Refan makin cinta ya, wajahnya itu bersinar-bersinar persis anak remaja yang lagi kasmaran hahaha" goda Pak Suwiryo.
Kinan melirik wajah suaminya.
Andai saja itu benar Pak? Tapi sayang kenyataannya sangat jauh. Batin Kinan.
Refan tersenyum mendengar ucapan Pak Suwiryo, entah mengapa dia sangat senang di goda Pak Suwiryo seperti itu.
Tak lama pelayan datang dengan membawa pesanan mereka, setelah itu mereka makan malam sambil berbincang-bincang. Refan dan Pak Suwiryo membahas urusan pekerjaan mereka sedangkan Kinan dan Istrinya Pak Suwiryo berbincang-bincang tentang urusan rumah tangga dan wanita.
"Kamu biasanya beli gaun di mana Nan?" tanya Bu Suwiryo.
"Ada butik langganan saya Bu di Jalan XXX" jawab Kinan.
"Termasuk gaun yang kamu pakai ini? Cantik saya suka lihatnya" puji Bu Suwiryo.
"Kalau gaun yang saya pakai ini dibeliin Mas Refan" jawab Kinan.
"Waaaaah pinter ya Refan pilih gaun. Denger gak Pa" ujar Bu Suwiryo pada suaminya.
"Ada apa Ma?" tanya Pak Suwiryo.
"Gaun yang di pakai Kinan malam ini gaun yang dibelikan Refan Pa. Ternyata Refan selera Refan boleh juga" jawab Bu Suwiryo.
"Ya jelas donk Ma selera Refan bagus, dalam memilih istri aja dia pinter banget" sambut Pak Suwiryo.
"Refan romantis juga ya ternyata. Seumur - umur menikah dengan Bapak, Ibu gak pernah lho di beliin baju, Bapak cuma kasih Ibu kartu dan menyuruh Ibu pilih sendiri baju yang Ibu inginkan. Refan baru menikah beberapa bulan saja sudah romantis seperti ini. Pasti Kinan senang sekali ya dapat suami seperti Refan?" tanya Bu Suwiryo.
"Alhamdulillah Bu" jawab Kinan sambil tersenyum.
Refan melirik wajah Kinan saat menjawab pertanyaan Bu Suwiryo.
Benarkah kamu bersyukur menikah denganku? Tapi kemarin aku sudah membuat kamu menangis? Aku tau pasti saat itu kamu sangat sedih karena perlakuanku. Maaf Nan, mulai kini aku akan berubah kepada kamu. Aku akan menghargai kamu. Tapi sabar ya Nan mungkin aku belum bisa mengekspresikannya dengan kata - kata tapi aku sadar hatiku sudah berubah kepada kamu.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG