Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 57


__ADS_3

Kinan membuat dua loyang cake marmer untuk dibawa ke rumah mertuanya. Setelah selesai mengadon bahannya dan tinggal memanggang Kinan dibantu oleh kedua asisten rumah tangganya menyiapkan anak - anak dan semua perlengkapan barang - barang kedua anaknya yang akan dibawa ke rumah mertuanya nanti.


"Bibik berdua ikut ya, nanti disana takutnya aku sibuk bantuin Mama gak ada yang bisa jagain Naila dan Salman" pinta Kinan.


"Iya Non" jawab Bik Mar dan Bik Nah.


Kinan masuk ke kamarnya.


"Kamu tau Nah, dulu istrinya Den Refan yang pertama gak pernah serepot ini lho kalau mau ke rumah mertuanya. Non Renita itu cuek banget sama keluarga Den Refan. Makanya Bu Suci gak begitu dekat dengannya dan aku dengar perniakah Den Refan dengan Non Renita memang di tentang keluarganya" ungkap Bik Mar.


"Oh ya? Aku kan gak sempat kenal sama Non Renita hanya tau orangnya dari fotonya saja" sambut Bik Nah.


"Den Refan beruntung sekali dapat istri seperti Non Kinan ini, sudah baik, dewasa, cekatan dan telaten ngurusin anak - anak juga pinter ngurus rumah tangganya. Kalau Non Renita dulu muanjaanya luar biasa. Selalu Den Refan yang mengalah dengan semua kemauannya" sambung Bik Mar.


"Bik Mar tolong liatin cakenya di oven" teriak Kinan dari dalam kamar.


"Iya Non" jawab Bik Mar sigap. Dia segera berlari menuju dapur dan mengeluarkan cake yang tadi di masak Kinan.


Non Kinan serba bisa, pintar masak kue lagi. Puji Bik Mar dalam hati.


Kinan tiba - tiba muncul di dapur.


"Sudah masak Bik?" tanya Kinan.


"Sudah Non" jawab Bik Mar.


Kinan mengeluarkan cake dari dalam loyang.


"Bibik mandi sana gih, biar gantian. Sebentar lagi Mas Refan pulang" perintah Kinan.


"Iya Non, Bibik mandi ya" balas Bik Mar.


Kinan segera memasukkan cake kedua kedalam kotak kue, tinggal mendinginkan cakenya saja. Nanti saat mau berangkat baru kotaknya di tutup.


Kinan segera masuk ke dalam kamar, menyiapkan pakaiannya dan pakaian Refan yang akan di pakai untuk ke rumah mertuanya kemudian meletakkannya di atas tempat tidur. Setelah itu Kinan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja.


Benar dugaan Kinan tak lama kemudian Refan sudah sampai di rumahnya. Saat masuk ke dalam rumahnya dia mencium wangi yang sangat menggugah selera. Rasanya manis dan wangi sekali.

__ADS_1


"Wangi apa ini Bik?" tanya Refan kepada Bik Mar yang sedang asik bermain dengan Naila dan Salman. Kedua anaknya itu sudah cantik dan tampan dan siap untuk bepergian. Begitu juga Bik Mar yang sudah berdandan padahal biasanya dia hanya memakai daster saja untuk bekerja di rumah Refan.


"Wangi kue yang dimasak Non Kinan Den" jawab Bik Mar.


Refan penasaran dengan kue yang di masak Kinan, dia segera berjalan ke dapur dan melihat dua cake marmer yang sudah tertata di dalam kotak tapi masih terbuka.


Ternyata dia juga pinter memasak kue seperti ini, tampilannya tak kalah seperti cake yang di jual di toko kue. Batin Refan.


Refan kembali ke ruang TV.


"Kinan dan Bik Nah mana?" tanya Refan.


"Bik Nah lagi mandi Den dan bersiap - siap. Kata Non Kinan kami berdua ikut ke rumah nyonya untuk jagain Naila dan Salman nanti saat di sana" ungkap Bik Mar.


"Ooo.. Kinan?" tanya Refan lagi.


"Non Kinan di kamar Den, mungkin sedang bersiap juga" jawab Bik Mar.


Refan segera masuk ke kamarnya setelah menghampiri kedua anaknya dan mencium puncak kepala mereka.


Refan tersenyum melihat istrinya itu sangat bersemangat sekali mau pergi ke rumah Mamanya. Tidak seperti Renita yang dulu selalu ogah - ogahan setiap di ajak ke rumah Mama Refan. Lagi - lagi Refan menemukan perbedaan diantara mereka dan entah mengapa selalu Kinan yang terbaik.


Kinan keluar dari kamarnya dengan menggulung rambutnya dengan handuk dan melilitkannya ke atas.


"Lho Mas sudah pulang?" Kinan melirik ke arah jam dinding.


"Mandi sana Mas sudah sore. Biar kita gak telat sampai di rumah Mama. Maunya kita sampai sebelum acara di mulai. Kan gak enak orang sudah ramai datang kita baru datang. Udah sama aja kayak tamu. Padahal kan kita bisa dibilang tuan rumah juga" ujar Kinan.


Benar juga yang Kinan katakan, selama ini setiap di rumah Mamanya ada acara dia dan Renita selalu datang layaknya tamu. Kali ini biarlah berbeda. Refan tersenyum tipis, semangat Kinan sepertinya menular kepadanya.


Refan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Kinan melaksankan shalat ashar karena dia sudah bersih sore ini.


Saat Refan keluar dari kamar mandi Kinan sedang melipat mukenanya dah Refan bisa melihat itu dengan jelas.


Kinan sudah bersih dan sudah bisa shalat sore ini. Batin Refan senang.


Refan memakai pakaian yang disediakan Kinan di atas tempat tidur sedangkan Kinan sedang berdandan di depan meja rias.

__ADS_1


"Mas aku ajak Bik Mar dan Bik Nah ikut ke rumah Mama ya" ujar Kinan


"Hemm.. " jawab Refan.


"Nanti di sana kan pasti ramai, kasian Mama repot. Kalau aku bawa Bik Mar dan Bik Nah lho, mereka bisa jagain Salman dan Naila di sana jadi aku bisa bantu - bantu di rumah Mama" ujar Kinan.


Waaah kemajuan yang hebat ini buatku. Istriku mau bantu - bantu di rumah Mama, Renita jangankan membantu datang saja dia selalu terpaksa. Ucap Refan dalam hati.


"Iya terserah kamu saja" balas Refan.


Kinan dan Refan sudah selesai berpakaian, mereka segera keluar kamar. Bik Mar dan Bik Nah juga sudah siap sambil memegang kedua anak mereka.


"Ayo Bik bawa anak - anak masuk ke dalam mobil" ajak Refan.


Refan membawa tas perlengakapan anak - anak dan mengambil kunci mobil kemudian menyalakannya. Sedangkan Kinan menutup kotak kue dan membawanya ke depan.


"Mas cakenya" ujar Kinan.


Refan menyambut kotak kue yang dibawa Kinan dari dalam dan meletakkannya di bagasi mobil. Sedangkan Kinan mengunci rumahnya. Mereka sudah siap untuk segera meluncur menuju rumah Suci Mamanya Refan.


Sebelum maghrib mereka sudah sampai di rumah Suci. Benar kata Kinan, mereka tidak datang terlambat. Belum ada tamu yang datang ke rumah Suci.


"Assalamu'alaikum Ma" ucap Kinan ketika masuk ke rumah Suci.


"Wa'alaikumsalam. Kalian sudah datang?" jawab Suci terkejut sekaligus senang melihat kedatangan Refan dan seluruh keluarga kecilnya lengkap dengan dua asisten rumah tangganya.


"Iya Ma.. Ma aku gak bisa bawa apa - apa hanya ini" Kinan menyerahkan dua kotak kue buatannya. Kemudian Kinan mencium tangan mertuanya dengan hormat.


"Gak apa - apa sayang, kalian datang saja Mama sudah sangat senang" jawab Suci.


"Cakenya Kinan sendiri lho Ma yang buat. Dia sengaja izin pulang cepat dari kantor karena ingin buat cake ini khusus untuk Mama" Refan memuji Kinan di depan Mamanya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2