Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 243


__ADS_3

Selama perjalanan pulang Bimo lebih banyak diam dan wajahnya tampak tegang. Membuat Reni bertanya - tanya apa yang sedang terjadi dengan pria itu.


"Mas Bimo kenapa?" tanya Reni bingung.


"Aku merasa tersinggung sama kamu" jawab Bimo terbuka.


"Lho tersinggung kenapa?" tanya Reni terkejut.


"Kenapa tadi pada saat aku mau bayar kamu bertahan dan ngotot gak mau sedangkan Gery semudah itu dia bisa membayar makanan kita?" tanya Bimo sedikit emosi.


"Ya Allah Maaas... kan tadi kita sibuk saling tolak tolakan dan karena posisi Gery yang paling dekat dengan pelayan jadi dengan mudah pelayan menerima kartunya Gery dan aku gak bisa menolaknya lagi karena kartu Gery sudah dipegang sama pelayan Cafe. Masak karena itu Mas marah sih?" tanya Reni.


"Ya aku kan lebih tua diantara kalian, aku merasa tersinggung aja kalau kalian apalagi Gery yang harus membayar tagihan makan kita tadi. Lagian kan sejak awal kami lebih dulu mengajak aku makan bareng baru setelah itu Gery. Dari sudut pandang manapun harusnya aku yang layak membayar tagihan makan kita tadi" jawab Bimo kesal.


Reni tersadar kalau saat ini Bimo sedang marah. Harusnya Reni takut melihat wajah Bimo yang tegang dan seram seperti itu tapi Reni malah tertawa senang di dalam hatinya.


Kamu kenapa marah banget sih Mas, cuma gara - gara bayar tagihan makan kita itu bukan kamu. Dan kamu marah banget karena Gery yang berhasil membayar semua tagihan makan kita. Kamu marah padaku atau marah pada Gery? Lagian kenapa kamu marah? Kamu cemburu sama Gery? Karena aku sudah memperlakukan kamu dan Gery berbeda gitu? Ah yang benar Mas? Kamu beneran cemburu sama Gery? Kenapa kamu cemburu? Apakah kamu sudah ada rasa padaku? Kalau memang benar alangkah senangnya aku Mas. Teriak Reni dalam hati.


"Maaf Mas kalau itu tadi membuat Mas tersinggung. Jadi sekarang gimana donk? Apa aku harus kembalikan uang Gery?" tanya Reni.


"Ya nggak juga cuma lain kali jangan pernah kamu lakukan hal itu lagi. Kapanpun juga saat kita makan lagi tidak ada yang boleh membayar, harus Mas yang membayarnya" tegas Bimo.


"Ooh maksud Mas lain kali kita akan makan siang lagi?" tanya Reni sambil tersenyum tipis dalam hati sudah jerit - jerit tuh.


"Ya iyalah mana mungkin cuma hari ini saja" jawab Bimo.


"Kenapa gak mungkin?" tanya Reni.


"Ya karena.. karena... kamu kan adiknya Refan dan temannya Bela. Pasti lain waktu kita bisa saja kan makan bareng lagi" jawab Bimo salah tingkah.


Duh kenapa aku jadi bingung gini jawabnya ya? Batin Bimo.


"Oooh kirain Mas Bimo mau ajak aku makan siang lagi besok trus teraktir aku lagi. Siapa tau mau balas yang tadi" ucap Reni.

__ADS_1


"Boleh, bagus juga usul kamu itu. Besok siang aku jemput ya kita makan siang bareng dan aku gak mau kalau Gery ikut" sambut Bimo.


"Kenapa Gery gak boleh ikut? Dia kan teman aku dan Mas Bimo juga sudah kenal baik sama Gery bahkan sampai mau ngajak kerja sama buat Perusahaan Property?" tanya Reni.


Ayo Mas jawab.. karena kamu gak mau ada yang mengganggu makan siang kita. Batin Reni bersorak.


"Kamu kan janjinya kemarin cuma makan siang bareng aku aja, dari kemarin kamu gak bilang mau ajak orang lain. Tiba - tiba setelah sampai di tempat kamu baru bilang Gery ikut makan siang bareng kita. Aku kan ada persiapan" jawab Bimo.


Aduuuh... kenapa jawaban aku ribet banget ya.


"Mas.. Mas.. mau makan siang bareng Gery aja harus pakai persiapan. Kayak mau makan siang sama pacar aja harus pakai persiapan? Emangnya Mas suka sama Gery?" tanya Reni menjebak.


"Aku suka sama Gery? Enak aja kamu Ren, jangan ngaco ah. Gini - gini aku masih pria normal" protes Bimo.


"Kalau gak suka sama Gery berarti suka sama aku donk?" tanya Reni sambil tersenyum manis.


Yes.. akhirnya kamu kena jebakan aku Mas. Teriak Reni dalam hati.


Bimo terdiam dan gak bisa bicara sepatah kata pun. Kata - kata Reni benar - benar diluar ekspektasinya. Suasana jadi hening dan canggung.


Saat mengatakan hal itu ada terasa nyeri di dalam hati Reni. Tiba - tiba saja dia ingin menangis. Reni segera membuang mukanya ke arah jendela.


"Maaf Ren bukan seperti itu maksud Mas. Mas cuma gak enak saja sama Gery. Kamu mengerti kan harga diri seorang laki - laki. Mas ngerasa kalah aja sama Gery. Harusnya tadi Mas yang bayar makan siang kita bukan Gery. Mas kan malu sama dia, entar dikira gak punya modal nunggu traktirannya kamu" Jawab Bimo melembut.


Apa sih jawaban aku. Umpat Bimo dalam hati.


"Ya sudah sebagai gantinya besok Mas traktir kamu secara benar ya, besok Mas jemput kamu sepet tadi di jam makan siang. Kita makan siang berdua aja kali ini. Gak usah ajak Gery lagi" sambung Bimo.


"Ya sudah terserah Mas Bimo aja deh" jawab Reni.


Sebenarnya sebagian hari Reni ingin bersorak senang tapi sebagian lagi melarangnya untuk berbuat seperti itu. Reni gak mau terlalu berharap takutnya nanti jadi makin sakit. Biar saja berjalan seperti ini sampai kemana Allah mentakdirkan nasib mereka berdua.


Tak lama kemudian mobil Bimo sudah sampai di depan kantor Refan.

__ADS_1


"Makasih ya Mas" ucap Reni sebelum turun.


"Iya, tapi besok jangan lupa. Mas beneran mau traktir kamu yang benar" balas Bimo.


"Siap Bos" Reni mengangkat tangannya memberi hormat kepada Bimo.


Membuat Bimo akhirnya tersenyum kembali melihat tingkah Reni. Walau hanya senyuman tipis tapi sudah membuat wajah Bimo terlihat tampan di hadapan Reni. Reni keluar dari mobil Bimo.


"Sampai ketemu besok ya" ucap Bimo.


"Oke Mas, daah hati - hati ya" Reni melambaikan tangannya ke arah mobil Bimo.


Bimo kembali menyalakan mobilnya dan berlalu dari area kantor Reni.


****


Sore harinya Bimo menjemput Bela ke kantor Aril. Karena Bela masih ada kerjaan sedikit lagi alhasil Bimo harus menunggu lagi. Saat Bela masuk ke dalam mobil wajah Bimo tampak cemberut.


"Maaf Mas menunggu lama. Nanggung kerjaku tinggal sedikit lagi. Jadi besok pagi aku gak perlu buru - buru ngerjainnya lagi" ucap Bela merasa bersalah.


"Lain kali kabari Mas kalau masih lama selesainya" sambut Bimo.


"Iya.. iya.. jangan marah donk nanti gantengnya hilang. Reni bisa gak mau sama Mas" goda Bela.


"Bel" ucap Bimo.


"Yup" jawab Bela.


"Reni dan Gery pacaran ya?" tanya Bimo tiba - tiba.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2