Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 253


__ADS_3

Dikamar anak - anak Refan dan Kinan.


Refan baru saja selesai membacakan dongeng sebelum tidur kepada Salman, sedangkan Kinan masih sibuk memberikan ASI untuk Khalid dan Khansa secara bergantian.


Setelah semua anak - anak mereka tidur dengan nyenyaknya baru Refan dan Kinan pindah ke kamar mereka. Sambil merangkul lembut tubuh Kinan, mereka berjalan menuju kamar mereka.


"Aku lega Mas akhirnya Mama memberikan restu kepada Reni dan Mas Bimo. Padahal sebelumnya aku udah takut lho Mama akan melarangnya" ucap Kinan.


"Mama belajar dari hidup anak - anaknya. Mama takut melarang Reni karena takut akan terjadi hal yang sama seperti rumah tanggaku dulu bersama Renita tanpa restu orang tua. Toh akhirnya kalau Allah sudah menjodohkan mereka kita tidak akan bisa menentangnya. Sebagai orang tua hanya bisa merestui dan mendoakan agar rumah tangga anak - anaknya baik - baik saja dan bahagia. Kita juga bisa mengambil pelajaran itu untuk anak - anak kita kelak sayang" Refan mencium puncak kepala Kinan.


Mereka sama - sama naik ke atas tempat tidur dan bersiap - siap hendak tidur.


"Reni pasti sangat takut sekali tadi. Aku bisa melihat ketegangan di wajahnya. Aku sampai tak tega dan ingin sekali membantunya tapi setelah aku pikir - pikir masalah ini harus bisa dia selesaikan sendiri" ujar Kinan.


"Itu adalah proses pendewasaannya sayang. Kalau apa - apa dibantu nanti dia akan manja. Biarkan dia berjuang sendiri untuk masa depannya. Dia yang akan menjalaninya dan dia juga nanti yang akan merasakannya. Apakah bahagia atau tidak tergantung bagaimana dia menjalani rumah tangganya" balas Refan.


Refan memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku bisa melihatnya Mas, mereka saling mencintai. InsyaAllah mereka akan bahagia" ucap Kinan.


"Aku harap begitu. Kita saja yang di awal pernikahan kita saling menyakiti akhirnya bisa bahagia. Masak mereka yang sudah saling mencintai tidak" sambut Refan.


"Ih siapa ya yang saling menyakiti? Kamu aja kok yang suka nyakitin aku. Aku kayaknya nggak tuh" sindir Kinan.


"Iya.. iya.. aku yang salah. Aku yang selalu menyakiti kamu. Kamunya tetap sabar dan mencintai aku dengan tulus" jawab Refan.


Refan semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Apa kamu iri melihat mereka akan menikah dan saling mencintai sejak awal pernikahan mereka? Sementara awal pernikahan kita tidak seperti itu?" tanya Refan.


Kinan menatap lembut wajah suaminya dan membelai mesra wajah Refan.


"Ngapain aku harus iri Mas. Tiap - tiap manusia kan memang punya cerita hidup yang berbeda - beda, itulah yang membuat kehidupan ini lebih berwarna. Kalau semua tercipta hanya satu warna saja pasti kita bosan menatanya. Begitu juga dengan kisah hidup. Kisah kira berbeda dengan mereka tetapi tujuannya sama. Sama - sama mencari kebahagian rumah tangga dengan cara yang berbeda - beda juga. Allah akan memberikan cobaan sesuai dengan kekuatan kita. Nah kekuatan aku, Mas, Mas Bimo dan Reni berbeda makanya cobaannya juga beda - beda. Aku, Mas dan Mas Bimo sama - sama dua kali menikah tapi kisah masa lalu kita berbeda kan?" jawab Kinan.


"Istriku ini memang paling bisa ya mencerna sebuah masalah dengan hati yang tenang dan dengan kata - kata yang bijak. Jadi makin cinta deh sama kamu. Sayang aku masih puasa, kalau tidak udah aku makan kamu dari tadi" ujar Refan gemas.


"Hahaha... kamu mah emang rakus Mas. Belum cinta aja aku udah di makan apalagi sekarang udah cinta. Maunya makan aku tiap malam" goda Kinan.


"Habis kamu selalu berhasil membuat aku laper setiap malam. Kalau lagi puasa gini senyum kamu itu godaan banget yank buat aku" ungkap Refan.


"Jadi ceritanya aku gak boleh senyum nih... karena suamiku nanti bisa batal puasanya?" tanya Kinan.


"Jangan.. jangan... aku tak bisa sehari ajak kalau gak lihat senyum kamu. Senyum kamu itu adalah moodbooster buat aku. Vitamin cinta yang selalu membuat aku semangat berjuang untuk kamu dan anak - anak kita" jawab Refan.


"Terimakasih sayang.. dengan segala kedewasaan kamu, kamu selalu mendampingi aku dengan tenang dan selalu membuat aku nyaman. Kamu tidak pernah menuntut aku untuk menjadi pria yang sempurna tapi kamu bisa membuat aku merasa aku adalah pria yang sempurna. Bersama kamu, aku merasa aku sangat berarti untuk kamu dan keluarga kita" sambung Refan.


"Memang tidak manusia yang sempurna Mas, apalagi kita hanya manusia biasa. Makanya manusia diciptakan untuk berpasangan - pasangan agar bisa saling menyempurnakan" ujar Kinan.


"Selain kepada Allah.. aku juga selalu mengucap terimakasih kepada Papa dan Mamaku yang sudah menjodohkan aku dengan kamu. Mereka memang tau apa yang dibutuhkan anak - anaknya. Kita jadikan pelajaran bagi anak - anak kita nanti sayang. Kita kan sudah menjadi orang tua. Pada saatnya nanti kita juga akan mengalami seperti yang dialami orang tua kita sekarang. Akan tiba masanya kita akan melepas anak - anak kita menikah" sambut Refan.


"Biarkan mereka memilih jodohnya sendiri Mas jangan dipaksakan" potong Kinan.


"Iya, aku juga sependapat dengan kamu tapi kalau kita melihat anak kita salah pilih pasangan gimana? Seperti aku dulu. Mungkin Papa dan Mamaku sudah punya feeling kalau Renita bukanlah istri yang baik untukku makanya Papa dan Mama menjodohkan aku dengan kamu" jawab Refan.


"Kita harus memberikan bekal agama dan ilmu untuk mereka hidup. Kita hanya bisa mengingatkan mereka Mas tentang yang baik dan buruknya apa yang akan mereka hadapi agar mereka lebih siap untuk menjalaninya. Yang terpenting doa dan restu kita agar tidak ada hambatan mereka untuk menjalani hidupnya. InsyaAllah mereka akan hidup bahagia" ujar Kinan.

__ADS_1


"Terkadang aku sering berpikir bagaimana di posisi Mama, Mama dan Papa kamu juga Bapak dan Ibu Akarsana. Memiliki anak - anak seperti kita yang mempunyai lika liku hidup lebih ruwet daripada rumah tangga mereka. Apakah nanti kelak aku akan sanggup menjadi orang tua yang kuat?" Refan menatap. langit - langit kamarnya.


"Kita harus sanggup Mas, semua akan tertempa karena keadaan. Tidak ada orang yang siap sejak awal. Semuanya pakai proses belajar. Tau kan Mas proses belajar manusia itu sudah dimulai sejak lahir dan sampai akhir hayat, kita akan tetap belajar?" tanya Kinan.


"Ya, Mas tau sayang. Bahkan saat kita mau meninggal kita tetap harus belajar bagaimana cara meninggal dan menghembuskan nafas terakhir dengan baik. Semoga kita semua meninggal dalam husnul khatimah ya" jawab Refan.


"Aamiin.... " sambut Refan.


Kinan menutup mulutnya karena menguap akibat ngantuk.


"Kamu sudah ngantuk ya?" tanya Refan.


"Iya Mas, aku udah ngantuk banget. Ngobrolnya sambung besok aja ya Mas" pinta Kinan.


"Iya sayang" Refan menggenggam kedua tangan Kinan dan menariknya kemudian menciumnya.


"Kita tidur ya... " sambung Refan.


Refan segera mencium kening istrinya penuh kasih sayang.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah ya" ucap Refan sambil memeluk mesra tubuh istrinya dan mereka berdua mulai terlelap.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2