Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 315


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di dalam tahanan.


"Arga Laksamana, ada tamu yang datang menjenguk" panggil seorang petugas.


Arga yang semula sedang duduk dengan keputus asaan langsung bangkit dengan wajah cerah.


Aku tau kamu pasti datang yank, kamu kan cinta mati padaku. Gumam Arga dalam hati.


Arga keluar dari ruang tahanan dan berjalan menuju ruang terima tamu. Tebakan Arga semula benar. Dia melihat istrinya sudah duduk di bangku menunggunya datang.


Arga segera menghampiri istrinya dan hendak memeluk tubuh istrinya untuk melepaskan rindu. Tapi Febri tidak menyambutnya. Sikap Febri terlihat sangat dingin.


"Duduk dulu Mas, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Febri masih dengan nada dan tatapan yang dingin.


Arga merasa ada yang berubah dari sikap istrinya tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Karena dia sadar dia sudah tidak punya kekuatan dan kekuasaan lagi.


Arga duduk di kursi yang terletak tepat di hadapan Febri dan terus menatap wajah Febri.


"Aku merindukan kamu. Mengapa lama sekali datang menjengukku?" tanya Arga penuh harap.


Febri tersenyum sinis.


"Yakin kamu merindukan aku? Bukan selingkuhan kamu yang sudah lama pergi?" Febri balik bertanya.


Arga langsung menangkap tangan Febri dan menggenggamnya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang... saat itu kondisinya memang tidak direncanakan. Renita masuk ke dalam Perusahaan kita, kami sering kerja bareng bahkan sampai keluar kota. Dia sering curhat tentang rumah tangganya yang tidak harmonis. Suatu hari saat kami sedang tugas diluar kota, dia menangis seharian dan tidak keluar kamar. Aku mencoba membujuknya dan bertanya apa masalah yang sedang dia hadapi. Dia bilang kalau dia sedang bertengkar dengan suaminya dan dia sering mendapat kekerasan dalam rumah tangga. Saat itu Renita terlihat sangat rapuh dan terus menangis. Aku menemaninya untuk menghiburnya tapi... malam itu kami memulai kesalahan kami. Hubungan itu terus berlanjut hingga akhirnya dia katakan kalau dia sedang mengandung. Kamu tau kan sayang kalau aku sudah sangat menginginkan seorang anak. Renita juga sama, dia sudah menikah dengan suaminya selama empat tahun tapi belum memiliki keturunan. Akhirnya kami sepakat untuk merawat anak itu hingga akhirnya Renita meninggal setelah dia melahirkan" ungkap Arga.


Tangan Febri mengepal, pengakuan Arga sangat melukai perasaannya sebagai seorang wanita dan seorang istri. Dengan mudahnya Arga bercerita kalau dia khilaf dan melakukan kesalahan hingga Renita hamil anaknya.


Kata - kata Arga tentang anak juga sangat melukai hati Febri, selama pernikahan mereka Febri yang selalu berjuang untuk mendapatkan keturunan. Diajak ke dokter saja untuk memeriksakan diri Arga sangat enggan. Kini sekarang dia katakan kalau dia sangat menginginkan seorang anak.


Febri tersenyum marah menatap Arga.


"Kamu pintar sekali berbohong Mas. Kamu pikir aku bisa semudah itu percaya pada semua ucapan kamu? Kamu pikir aku tidak mencari informasi terlebih dahulu sebelum kesini menemui kamu. Aku sudah bertemu dengan Refan dan dia sudah menceritakan semua kisah tentang perselingkuhan kalian beserta semua bukti - bukti yang ada. Semua yang kamu katakan tidak ada yang benar. Refan tidak pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada Renita, justru Refan sangat mengingkan anak tapi Renita selalu minum pil KB. Tapi pada saat kalian pergi keluar kota dan melakukan honeymoon dosa versi kalian Renita lupa minum pil KB sehingga dia hamil. Kalian juga berjanji setelah Renita melahirkan kalian akan akan menggugat cerai aku dan Refan kemudian kalian menikah. Sejak kapan kamu menginginkan seorang anak Mas? Selama ini aku yang selalu membujuk kamu untuk berobat ke dokter demi seorang anak dalam rumah tangga kita. Aku tidak percaya kamu lagi Mas" ucap Febri.


Febri melemparkan berkas ke hadapan Arga.


"A.. apa ini yank?" tanya Arga bingung.


"Surat cerai, aku menggugat kamu. Aku ingin kita bercerai" jawab Febri


"Kamu hanya mencintai harta kekayaan orang tuaku dan jabatan yang kamu tempati. Kamu melakukan segala cara demi sebuah kekuasaan. Kamu tidak sadar dari mana asal kamu. Aku sudah lelah Mas.. selama ini aku berjuang di hadapan keluargaku agar mereka mau menerima kamu, aku merengek dan mengemis kepada Papa agar kamu dikasih kesempatan untuk bekerja di Perusahaan Papa. Dan aku juga yang meminta kepada Papa setiap kali kamu naik jabatan. Setelah keluargaku bisa menerima kamu, ini yang kamu lakukan padaku? Kamu jahat Mas, jahaaat" teriak Febri penuh amarah.


"Maafkan aku sayaaang... aku memang salah, sangat salah.. tapi tolong kasih aku kesempatan sekali lagi, please.... " Arga meraih tangan istirnya dan menggenggamnya erat sehingga Febri tidak bisa melepaskan tangannya.


"Aku saja tidak percaya pada kamu lagi. Kamu pikir keluargaku mau percaya sama kamu lagi setelah apa yang kamu lakukan padaku? Bodoh kalau aku terima kamu kembali Mas, aku akan kembali ke titik awal memperjuangkan kamu di hadapan keluargaku sementara kamu sudah tidak berharga lagi" tegas Febri.


Arga melihat keyakinan dimata istrinya itu artinya tekad Febri memang benar - benar sudah bulat untuk bercerai dengannya.


"Sayaaang tolong aku.. jangan lakukan itu. Aku mohon jangan tinggalkan aku dalam posisi seperti ini" Arga memohon dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Kamu yang menempatkan sendiri dimana posisi kamu Mas. Kamu memang pantas di posisi ini. Kotoran dimanapun dia berada pasti akan tercium juga bau busuknya. Kamu tidak lebih hanya sebuah kotoran dalam hidupku. Untuk apa aku menampung kotoran yang ada aku juga bisa terimbas busuknya seperti sekarang ini" umpat Febri.


"Yank... " panggil Arga.


"Sudahlah Mas kamu terima saja kenyataannya. Kamu mau atau tidak tanda tangan, perceraian kita akan tetap terjadi. Alasan aku menggugat cerai sudah sangat jelas dan aku rasa hakim akan menerima semua tuntutanku dalam perceraian ini" potong Febri.


Febri menarik paksa tangannya yang masih dalam genggaman tangan Arga.


"Satu hal lagi Mas. Jangan harap kamu dapatkan sepeser pun harta orang tuaku. Rumah dan mobil harta gono gini kita juga tidak akan kamu dapatkan karen itu dianggap untuk membayar dana yang sudah banyak kamu gelapkan selama ini untuk foya - foya bersama selingkuhan kamu. Bersiaplah hancur Mas.. kamu akan kembali menjadi gembel. Tapi kali ini lebih parah, kamu akan mendekam lama di penjara" sambung Febri.


Febri segera berdiri.


"Yank jangan pergi, jangan tinggalkan aku.. jangan lakukan ini padaku" Ucap Arga putus asa.


Dia tau sifat Febri. Febri wanita berhati lembut tapi sekali dia marah akan sangat sulit untuk membujuknya.


"Waktuku tidak banyak, aku masih harus meeting dengan Perusahaan Subrata. Aku ada janji dengan Rendy. Kedatanganku ke sini hanya untuk menyampaikan surat perceraian kita. Selamat tinggal Mas, aku harap dimasa yang akan datang kita tidak akan pernah bertemu lagi. Aku sudah memaafkan kesalahan kamu selama ini tapi hukumannya adalah kamu tidak boleh menemuiku lagi. Kamu mengerti kan Mas maksud dari ucapanku. Selamat siang" Febri melangkah keluar dari ruang tunggu tahanan meninggalkan Arga sendiri.


"Feb... Yank... sayaaaaaang jangan pergi. Jangan tinggalkan aku..." Arga mulai menangis dan menyesali akhir rumah tangganya yang seperti ini.


Sial..... bangsa*.... teriak Arga marah tapi airmatanya terus mengalir di pipinya.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2