Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 61


__ADS_3

Pagi - pagi sekali Kinan sudah bangun, dia sudah mengerjakan aktivitas pagi seperti biasa. Setelah shalat subuh Refan kembali melanjutkan tidurnya sedangkan Kinan melangkah ke dapur untuk memasak sarapan pagi.


Sekitar jam enam pagi Kinan kembali ke kamar untuk membangunkan Refan.


"Maaas bangun sudah jam enam. Mandi sana gih" perintah Kinan.


"Mmm... " Refan bangun dan melangkah menuju kamar mandi.


Kinan segera menyiapkan pakaian kerja Refan pagi ini setelah itu dia melangkah menuju kamar Salman dan membangunkannya.


Rutinitas setiap pagi yang hampir sama. Kini mereka sudah duduk di depan meja makan untuk menikmati sarapan pagi.


Refan makan dengan lahapnya, sekarang masakan Kinan adalah masakan terbaik yang pernah dia rasakan. Setelah selesai makan Kinan dan Refan bergegas pergi ke kantor tapi sayang saat Kinan menghampiri mobilnya ternyata bannya kempes.


"Yaaah kempes.. Padahal aku mau cepat sampai ke kantor" gumam Kinan.


"Ada apa Nan?" tanya Refan yang penasaran dengan wajah Kinan.


"Ban mobilku kempes Mas, padahal aku mau pergi cepat ke kantor hari ini" jawab Kinan.


Refan tersenyum tipis tapi segera dia hapus takut ketahuan Kinan. Ntar Kinan pikir Refan sengaja ingin mengejeknya. Tertawa di atas penderitaan orang lain.


"Ya sudah kalau begitu cepat kamu naik ke mobilku, biar aku antar" perintah Refan.


Kinan segera mengambil tas dan laptopnya yang tadi sudah dia masukkan ke dalam mobil kemudian memindahkannya ke dalam mobil Refan.


"Bik kami pergi ya, jaga anak - anak" ucap Kinan.


"Iya Non" jawab Bik Nah.


"Dah sayang Mama pergi dulu, jangan nakal di rumah ya. Adiknya di jaga" pesan Kinan pada Salman.


"Oke Mama. Dah Mama.... dah Papaaaaa" balas Salam.


"Daaah" sambut Refan.


Mobil menyala dan bergerak meninggalkan rumah menuju kantor Kinan.


"Nanti sore jam berapa kamu pulang?" tanya Refan.


"Jam empat Mas" jawab Kinan.

__ADS_1


"Ya sudah tunggu saja di kantor biar aku jemput" balas Refan.


"Gak usah Mas, nanti ngerepotin. Mas kan belum pulang jam segitu. Biar aku naik ojek online aja" sambut Kinan.


"Gak apa - apa kamu tunggu saja. Sekali - sekali pulang lebih cepat kan gak apa - apa. Lagian aku mau jemput istri di kantor kok repot" ujar Refan.


Nyesss.... koo adem ya... Benarkah Mas? Batin Kinan.


"Ya sudah kalau Mas bisa. Aku tunggu di kantor" jawab Kinan.


Tak lama kemudian mobil Refan sudah sampai di depan kantor Kinan. Kinan mau turun tapi terhenti karena Refan menyodorkan tangannya.


"Tunggu aku jam empat di kantor kamu" perintah Refan.


"Iya Mas" Kinan mencium tangan suaminya dengan hormat.


"Aku turun ya Mas" Kinan segera membuka pintu mobilnya dan menjauh dari mobil Refan.


Mobil Refan bergerak melaju menuju mobilnya tepat bersamaan dengan Fadlan turun dari mobilnya.


"Tumben di antar Nan?" tanya Fadlan.


Refan masih bisa melihat jelas dari kaca spionnya di belakang Kinan dan Fadlan sedang saling menyapa. Fadlan terlihat dengan senyuman manisnya menyapa istrinya yang baru saja turun dari mobilnya.


Jadi pria kok senangnya sama istri orang. Apa gak ada wanita lain yang bisa jadi targetnya. Kenapa harus Kinan. Kinan itu istri aku, jangan coba - coba kamu ganggu. Lihat saja nanti kalau kamu terus berlanjut mendekati istriku, aku akan buat perhitungan sama kamu. Batin Refan.


Refan menggenggam kuat stir mobil yang sedang dia pegang. Pagi - pagi mata dan hatinya sudah sangat panas menyaksikan pemandangan di pagi hari.


Refan benar - benar merasa hubungannya dengan Kinan yang belum baik - baik saja terancam dengan hadirnya Fadlan di tengah - tengah mereka. Refan bisa merasakan dan melihat dengan jelas kalau Fadlan memiliki perasaan kepada Kinan.


Yang membuat dia geram, mengapa harus Kinan? Fadlan adalah pria muda, mapan dan masih single. Mengapa dia harus melirik Kinan wanita yang sudah menikah bahkan sudah dia kali. Dan saat ini status Kinan adalah istrinya. Refan harus menjaga Kinan agar rumah tangga yang baru mereka bangun bebas dari gangguannya orang ketiga.


Walaupun kamu saudara jauh aku. Aku tidak akan tinggal diam kalau kamu mengganggu istriku dan merusak rumah tanggaku. Lihat saja Fadlan aku akan buat perhitungan dengan kamu. Refan memukul stir mobil karena menahan kekesalannya.


Kinan dan Fadlan berjalan beriringan dan masuk ke dalam kantor bersama - sama.


"Aku gak nyangka ternyata aku dan Mas Refan ada hubungan sodara" ucap Fadlan.


"Mas Refan juga gak kenal kamu sebelumnya. Mungkin itulah manfaat arisan keluarga ya, kumpul semua keluarga dan saling kenal. Kalau tidak ya seperti kalian ini contohnya. Sudah besar tapi tidak saling kenal dan gak tau kalau kalian punya hubungan saudara" sambut Kinan.


Mereka masuk ke dalam ruangan masing - masing dan bekerja seperti biasanya. Refan di kantor juga sedang sibuk bekerja karena hari ini dia ingin cepat pulang untuk menjemput Kinan di kantornya nanti sore.

__ADS_1


Waktu terus berjalan tanpa disadari sudah hampir sore.


Tok.. tok..


"Masuk" ucap Refan ketika pintu ruangannya di ketuk dari luar.


Pintu terbuka dan muncullah Tomy sahabat Refan.


"Hay bro, lama gak ketemu kamu" sapa Romi ketika dia masuk.


"Romi, masuk Rom" jawab Refan.


Refan berdiri dan keluar dari meja kerjanya, kemudian dia dan Romi saling berjabat tangan ala anak muda. Kebiasaan mereka sejak remaja.


"Weisssh... kamu kok agak berubah ya sekarang, rada gendutan aku lihat. Sepertinya Istri baru kamu pinter ya ngurus kamu?" sindir Romy.


"Yah begitulah" jawab Refan sambil tersenyum.


"What's?? serius kamu? Dan apa - apaan wajah kamu itu? Wajah pria yang sedang berseri - seri karena jatuh cinta?" tanya Romi terkejut.


Refan merebahkan tubuhnya duduk di sofa tepat di depan Romi.


"Mungkin kamu tidak percaya, lima tahun menikah baru kali ini aku merasa berumah tangga. Aku di urus dan di layani bajk seorang raja di rumahku" ungkap Refan.


"Ow yah... gimana ceritanya? Bocorin donk padaku siapa tau gara - gara kamu cerita aku jadi tergerak untuk menikah?" desak Romi.


Refan tampak sedang membayangkan sesuatu sambil tersenyum bahagia.


"Renita dan Kinan berbeda. Kalau dilihat dari tampilan luar Renita lebih menggoda, lebih menarik dan lebih cantik. Tapi kenyataannya terbalik bro. Awalnya aku buta dan tidak melihatnya tapi lama - kelamaan aku menyadari banyak sekali perbedaan diantara mereka. Kinan tampilannya lebih sederhana tapi dia lebih perhatian, lebih peduli dengan sekitarnya dengan aku, anak - anak, rumah bahkan keluargaku" Refan mulai bercerita dan Romi mendengarkannya dengan serius.


"Setiap pagi aku selalu mendapati pakaianku sudah tersedia di atas tempat tidur. Kalau sedang makan, makanan sudah terjadi di atas piringku. Dia akan bertanya apa yang aku mau. Saat aku pergi kerja dia akan menunggu aku pergi lebih dulu, sebelum pergi dia akan mencium tanganku hormat, begitu juga saat aku pulang. Jujur aku sempat pisah ranjang dengannya beberapa minggu setelah pernikahan kami sampai pada malam syukuran pernikahan kami dan orang tua dan mertuaku memberikan kami hadiah pernikahan satu malam menginap di hotel untuk menikmati honeymoon kami. Walau hanya satu malam tapi aku berasa seperti kembali menikmati malam pengantin untuk pernikahan yang pertama. Kamu tau, walau dia sudah pernah menikah dan melahirkan aku terus ketagihan dengan tubuhnya. Aku tidak tau apa yang bisa membuat aku seperti itu yang jelas dengannya aku merasa bahwa aku lebih berharga dan berarti. Aku merasa aku lebih perkasa dan lebih tangguh" ungkap Refan dengan semangat membara.


"Waaah aku jadi iri Fan melihat kamu bahagia seperti ini" sambut Romi.


"Makanya bro segeralah menikah dan kalau kamu mau mendengarkan nasehat aku. Jangan lihat dan nilai wanita itu dari luarnya saja. Apa yang kamu lihat di luar belum tentu sama dengan apa yang akan kamu dapatkan" nasehat Refan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2