
"Dari mana kamu Ko?" tanya Aril.
"Dari surga bro" jawab Riko tanpa sadar. Riko masih terpesona dengan senyuman wanita yang tadi dia temui di dapur.
"Surga, maksud lho? Apaan sih Ko jangan buat kita merinding nih" tanya Aril bingung.
"Eh aku baru dari dapur, cuci tangan" jawab Riko.
"Di dapur ada Surga?" tanya Romi.
"Ada Rom cantik banget" jawab Riko tanpa sadar.
"Gimana bentuknya? Aku pengen lihat" sambut Aril.
"Cantik deh pokoknya" balas Riko tanpa sadar sambil tersenyum.
"Waaah dari senyumannya saja sudah mencurigakan Rom. Bahaya ini.. Bisa - bisa dia ke Surga sendiri nih gak ngajak - ngajak kita" goda Aril.
Aril dan Romi saling lirik dan bermain mata. Mereka tau pasti Riko baru saja melihat seorang wanita. Dan pasti cewek itu cantik makanya Riko sampai terpesona seperti itu.
Tapi Riko langsung terdiam dan terlihat sedih.
"Kenapa lagi wajah kamu itu Ko?" tanya Romi.
"Surganya udah ada yang punya bro, bidadarinya udah punya anak" jawab Riko.
"Hahahaha.... " Romi dan Aril kompakan tertawa.
"Jangan sampai kamu jadi pebinor Ko" ledek Romi.
"Apes deeeeh" ejek Aril.
"Woi makan yuk" ajak Bagus.
"Lebih baik kita makan Ko siapa tau ketemu surga yang lain" goda Romi.
"Betul, sepertinya banyak surga di sini. Aku mulai pasang radar deh" sambut Aril.
"Apaan sih cerita surga?" tanya Bagus gak mengerti.
"Udah kamu gak perlu ikutan Gus, kamu udah punya surga sendiri" potong Riko.
Mereka bertiga pergi meninggalkan Bagus yang terdiam karena tidak mengerti dengan ucapan teman - temannya.
"Lho aku yang ngajak mereka makan kok malah aku yang di tinggal" gumam Bagus.
Bagus segera berjalan menyusul teman - temannya. Setelah mengambil makanan mereka sengaja mengambil tempat duduk di ruang tamu.
Refan dan Kinan menemui para keluarga satu persatu. Ternyata Fadlan dan Mamanya juga datang ke acara Kinan.
"Selamat ya Mas Refan, Kinan atas kehamilan anak kembar kalian" ucap Fadlan tulus.
"Terimakasih ya Fad" balas Kinan. Kinan menyenggol lengan suaminya.
"Terimakasih" sambut Refan.
"Ayo Fad silahkan makan" Kinan mempersilahkan Fadlan untuk makan.
__ADS_1
"Iya Nan" jawab Fadlan.
Fadlan bergabung dengan keluarganya. Tiba - tiba ada seorang wanita yang menghampiri Refan dan Kinan.
"Naila mana Fan?" tanya wanita itu. Tak tau apakah dia memang tulus bertanya atau mulai mencari celah untuk mengejek Refan.
"Naila sekarang sudah tinggal bersama Mama dan Papanya Renita" jawab Refan enggan. Hal ini yang sebenarnya dia takutkan.
Saat Refan keberatan Mamanya mengundang keluarga besarnya, karena dia tidak ingin dijadikan bahan gunjingan. Sering kali orang - orang hanya mendengar informasi yang tak lengkap tapi sudah di sebar kemana - mana.
Bahkan ada yang menambahinya dengan bumbu - bumbu lainnya. Atau ada juga yang menguranginya. Refan tak ingin dia menjadi bahan pembicaraan keluarga.
Suci yang melihat wajah putranya sudah mulai berubah segera mendekati mereka dan menarik wanita yang bertanya kepada Refan.
"Jeng yuk coba masakan aku yang itu yuk.. Aku sengaja buat untuk acara ini lho" ajak Suci. Dia segera menarik tangan saudaranya itu untuk menjauh dari Refan dan Kinan.
Kinan segera mendekati suaminya dan menggenggam tangan Refan untuk memberi kekuatan.
"Mas makan dulu yuk, aku lapar" ajak Kinan.
"Eh iya, kamu sudah lapar ya. Kasihan anak - anak Papa udah lapar berat" Refan langsung mengelus perut Kinan dengan lembut.
Refan dan Kinan berjalan mendekati meja hidangan dan mengambil makanan yang mereka inginkan kemudian duduk di dekat teman - teman Refan yang lainnya.
"Ayu mana Mas?" tanya Kinan saat baru duduk di dekat teman - temannya Refan.
"Dibelakang sedang suapin Bayu makan" jawab Bagus.
"Eh Fan tadi Riko lihat surga lho di belakang" ujar Romi.
"Surga di belakang rumah kamu, tapi sayang surganya sudah ada pemiliknya. Alias istri orang" jawab Romi.
"Hahaha... " sambut Aril.
"Ooo.. jadi ini yang kalian maksud tadi? Aku kira apaan sih cerita surga - surgaan" potong Bagus.
"Apaan sih?" tanya Refan tak mengerti.
"Riko lihat cewek cantik tadi di belakang tapi sayang ternyata istri orang" jawab Romi.
"Oooh ya banyak lah di sini istri orang, tapi apa kamu udah ganti gaya bro? Sekarang malah sukanya istri orang gitu?" tanya Refan.
"Ih ya nggaklah.. aku gak mau di cap pebinor (Pengganggu Bini Orang)" jawab Riko.
"Tenang Mas Riko, sebentar lagi Mas Riko akan aku kenalkan dengan wanita yang pernah aku bilang dulu itu lho, adiknya sahabat aku. Kebetulan dia baru saja selesai kuliah dan wisuda. Jadi memang lagi butuh pekerjaan" potong Kinan.
"Jadi maksud kamu dia mau melamar di perusahaan aku gitu? Bukannya cari suami tapi cari pekerjaan?" tanya Riko bingung.
"Hahaha.. ya Mas Riko donk yang kasih pekerjaan, sebelumnya kan pekerjaannya di KTP sebagai mahasiswi. Kalau sudah di lamar sama Mas Riko, kan pekerjaannya berubah jadi Ibu Rumah Tangga" jawab Kinan sambil tersenyum.
"Wah cakeeeep tuh jawaban kamu Nan. Aku suka" sambut Aril.
"Hus.. enak aja suka sama Kinan. Dia istriku" potong Refan.
Kinan tersenyum mendengar suaminya membela dia sampai segitunya.
"Apalagi Ko? ketemuan aja dulu, nanti kan kamu bisa lihat apakah wanita itu wanita yang baik, cocok atau nggak" ujar Bagus.
__ADS_1
"Kalau istriku yang ngenalin udah pasti dia wanita yang baik - baik. Kamu nilainya jangan pakai mata kamu yang ini" Refan menunjuk mata Riko.
Ya tentu saja Refan mengingatkan Riko seperti itu, Riko kan mantan play boy pasti lihat wanita pakai mata tentu saja harus cantik dan sexy.
"Kamu lihatnya pakai mata hati. Cantik bukan hanya dari luarnya saja tapi yang paling penting itu cantik hatinya" sambung Refan.
"Betuuuul" sambut Bagus.
Riko terdiam sesaat, mengapa dia masih terbayang - bayang wajah wanita tadi ya? Pikirnya dalam hati.
Tapi itu mustahil, wanita itu sudah jadi istri orang. Benar kata Refan, sepertinya aku kali ini aku harus melihat pakai mata hati. Bismillah ya Allah aku ingin mencari jodoh karenaMU, tolong beri aku kelancaran. Doa Riko dalam hati.
"Baiklah Nan, kalau begitu aku bersedia kamu kenalkan dengan wanita itu" jawab Riko.
"Nah itu baru teman kami" Romi dan Aril merangkul bahu Riko memberi semangat.
Satu persatu keluarga sudah pamit pulang, para tetangga dan anak - anak panti juga sudah pamit lebih dahulu. Kini hanya tinggal Refan bersama keluarga intinya dan para sahabat terdekatnya saja yang ada di rumah Refan.
Kinan memberi kode kepada Refan agar membawa para sahabatnya ke ruang keluarga karena sebentar lagi dia akan membawa Dini untuk berkenalan dengan Riko.
"Guys.. kita pindah ke ruang keluarga yuk. Masih ada acara selanjutnya" ajak Refan.
"Acara apaan?" tanya Aril bingung.
"Perjodohan semprul... " potong Romi.
"Eh iya ya, masih ada acara terakhir. Sampai lupa" sambut Bagus.
"Kuylah.. " ajak Aril.
Refan dan teman - temannya masuk ke dalam ruang keluarga Refan. Mereka duduk tepat di depan TV dimana Salman, Bayu dan anak lelaki yang tadi Riko lihat bermain di taman dengan Salam dan Bayu.
Lho bukankah anak laki - laki itu adalah anaknya wanita itu? Duh berarti wanita itu masih di rumah ini? Mengapa jantungku berdetak lebih kencang ya? Riko kembali meraba dadanya dan mencoba duduk dengan tenang walau aslinya dia sangat tegang.
Tak lama kemudian Kinan keluar dari kamar Salman bersama Ayu dan dua orang wanita di belakangnya.
Mereka duduk tepat di hadapan Refan dan teman - temannya plus suaminya Anita.
"Ehm.. jadi Mas Riko perkenalkan ini Dini yang tadi aku ceritakan kepada Mas Riko" ujar Kinan sambil memperkenalkan Dini.
"Lho dia kan sudah menikah Nan?" tanya Riko.
Sontak Kinan, Ayu, Anita dan Dini sendiripun terkejut mendengar pertanyaan Riko.
"Dia surga yang sudah dimiliki orang lain itu Rom" ucap Riko kepada Romi dan Aril.
Bagus, Refan, Aril dan Romi saling pandang.
"Ma.. maksudnya Mas?" tanya Kinan untuk memastikan pertanyaan Riko.
"Bukankah anak laki - laki itu adalah putranya?" tanya Riko.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1