Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 264


__ADS_3

Seluruh keluarga dan sahabat sudah berkumpul di loby hotel dengan membawa koper mereka masing-masing. Reni turun dari kamarnya sambil bergandengan tangan mesra dengan Bimo.


Bimo terlihat sangat menjaga Reni yang saat ini sudah menjaga istrinya sedangkan Reni tampak malu - malu karena semua mata menatap mereka.


"Cie... yang udah bisa mesra - mesraan" goda Aril.


"Iri bilang Bos" balas Reni.


"Ya.. gitu deeeh" Aril menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Makanya garcep donk, jangan jalan di tempat doank" potong Refan.


"Iya nih Mbak lihat ada tiga gadis cantik di sini masak satu pun gak ada yang nyantol sama kalian" sambut Jelita.


"Ya ada sih Mbak tapi jalannya belum mulus, do'ain ya" ujar Riko.


"Waaah hebat kamu Kori.. lebih terbuka dari pada Rombeng dan Airin. Ingat umur kalian sudah gak muda lagi. Tuh Refan dan Kapur Bagus udah punya buntut masak kalian kalah" sambung Jelita.


"Santai Mbak Ta.. do'ain aja adek Mbak ini" sahut Romi.


Tak lama bus pariwisata sudah tiba untuk menjemput para rombongan.


"Nah busnya sudah datang, ayo semua siap - siap" ucap Bimo.


Satu persatu masuk ke dalam bus dan siap untuk perjalanan selanjutnya.


"Bim kita mau kemana sih?" tanya Pak Akarsana penasaran.


"Ada deh Pak, yang jelas kalian semua pasti senang" jawab Bimo santai.


"Dinikmati aja Pak" sambut Bela.


Bus mulai berjalan keliling kota Labuhan Bajo dan menuju ke pelabuhan.


"Waaah lauuut.. apakah kita akan ke pantai?" tanya Bela senang.


"Tadi siapa ya yang bilang nikmati aja? Sekarang malah teriak kesenangan kayak anak - anak" goda Aril.


"Mas Aril... " protes Bela.


"Cie... udah gak panggil Bapak lagi nih ye... " ledek Ela.


"Kan bukan di kantor El. Kamu juga gitu kan sama Mas Romi?" tanya Bela gantian.


"Iya sih.. " jawab Ela.


"Halaaaah nasib kalian sama aja saling ledek" ujar Gery.


Sementara Dini dan Riko duduk satu kursi tapi di halangi Yoga di tengah - tengah mereka. Riko terus menatap wajah lembut bidadari surganya.

__ADS_1


"Kamu suka pantai?" tanya Riko.


"Suka Mas" jawab Dini sambil tersenyum lembut.


"Kalau sama Om Riko suka gak Tante?" tanya Yoga polos.


"Sayaaang kita kan emang gak boleh benci sama seseorang jadi gak ada alasan Tante untuk gak suka sama Om Riko" jawab Dini.


"Jawaban yang bijak ya" sindir Riko sambil tersenyum manis.


Dini membalas senyuman Riko dengan senyuman juga membuat Riko semakin gemas.


Sementara pengantin baru duduk paling depan dan terus saling berpegangan tangan mesra tanpa mendengarkan ocehan para jomblo dari belakang yang suka menggoda mereka.


Akhirnya sampai juga merek di pelabuhan dan tampaklah kapal pesiar yang sedang menunggu kedatangan mereka.


Seluruh anggota keluarga sebanyak dua puluh empat orang dewasa dan enam orang anak - anak cukup di tampung di dalamnya.


Mereka masuk ke kamar masing - masing. Yang sudah berkeluarga menempati kamar masing - masing sedangkan yang masih jomblo kamarnya bergabung dengan yang lainnya. Dini, Bela dan Ela satu kamar sedangkan Aril, Romi dan Riko juga satu kamar, kemudian Gery dan Rizal satu kamar. Sedangkan Bu Suci sekamar dengan cucunya Jeta dan Salman.


Begitu pembagian kamar dari panitia yang tak lain adalah pihak hotel yang merupakan karyawan Bimo. Sebelum naik ke atas kapal pesiar mereka diberikan waktu selama satu jam untuk berkeliling di pelabuhan dan pantai.


Kesempatan ini mereka pergunakan untuk foto - foto bersama. Refan dan keluarga kecilnya tampak bahagia. Mereka berfoto bersama. Kemudian bareng Mama Refan dan orang tua Kinan. Setelah itu bersama para asisten rumah tangga mereka, bersama para sahabat dan juga dengan pengantin baru.


"Waaah kejutan yang sangat luar biasa.. " ucap Pak Ardianto Papanya Kinan.


"Apakah kita akan berlayar? Berapa lama?" tanya Pak Akarsana.


"Mas kamu hebat sekali, ini sangat luar biasa" puji Bela.


Bimo tersenyum bahagia melihat seluruh keluarga besarnya bisa sebahagia ini. Akhirnya dia bisa mewujudkan cita-citanya sejak dulu.


Terkadang saat dia sedang sendirian datang ke pulau ini dia sering membayangkan akan membawa keluarganya ke sini. Tapi apa daya pada saat itu hubungan dia dengan keluarganya masih terputus.


Sehingga Bimo mengubur impiannya itu tapi siapa sangka akhirnya semua bisa terwujud dihari bahagianya bersama bidadari surganya.


Memang pulau ini, tempat ini punya kenangan lain di dalam hati Bimo bersama almarhumah istrinya dulu tapi dia sudah berjanji untuk melupakan semua.


Setelah nasehat Ustadz di pengajian dulu, Bimo benar - benar menghapus semua kenangannya bersama almarhumah istrinya dan siap menyambut masa depan bersama bidadari surganya.


"Kamu bahagia?" tanya Bimo lembut kepada Reni.


"Bahagia Mas, sangat bahagia. Makasih ya Mas kamu sudah membuat kejutan seperti ini. Aku benar - benar tidak pernah membayangkan hal ini semua" jawab Reni.


"Aku bahagia kalau kamu juga bahagia sayang" sambut Bimo sambil terus menggenggam tangan istrinya dengan mesra.


Mereka menatap seluruh keluarga satu persatu yang sedang bergembira karena akan dibawa berlayar beberapa hari. Mereka mengekspresikan kebahagiaan mereka secara berbeda - beda.


Ada yang asik bermain pasir, berkejar - kejadian di tepi pantai, berfoto ria di pinggir laut dan ada juga yang jalan - jalan di sekitar pelabuhan.

__ADS_1


Salah satunya adalah Refan dan Kinan yang sedang menikmati waktu berdua mereka. Anak - anak mereka titipkan pada keluarga dan asisten rumah tangganya.


Dengan mesra mereka berjalan di pinggiran pantai sambil bergandengan tangan menatap ke tengah lautan.


"Kalau bisa dihitung rasa cintaku lebih luas dari lautan ini" ujar Refan.


Kinan memukul lembut lengan suaminya.


"Mas lebay ah" sambut Kinan.


"Sepertinya aku harus berterimakasih kepada Bimo nanti" ungkap Refan.


Kinan melirik ke arah suaminya. Apalagi ini? Batin Kinan.


"Kenapa Mas?" tanya Kinan.


"Malam ini si kembar kita titip sama bibik bisa gak yank? Aku pengen honeymoon kedua sama kamu di kapal pesiar" ungkap Refan.


"Maaaas gak mau ah. Masak si kembar di titip. Nanti kalau nangis gimana?" tanya Kinan.


"Iya ya.. malu juga sama yang lain kalau niat kita ketahuan. Apalagi kalau Aril dan Romi tau bisa habis kita yank di bully sama mereka" jawab Refan.


"Makanya yang biasa aja, ada anak - anak kita tetap bisa honeymoon kok" sambut Kinan dengan wajah tersenyum malu.


"Benar ya... nanti si kembar kamu tidurin cepat, setelah itu kita beraksi" bisik Refan.


"Ih Mas Refan gak malu gitu sama anak" bantah Kinan.


"Dua bulan ini aku kurang perhatian yank. Semua waktu kamu hanya untuk anak - anak" jawab Refan.


"Masak sama anak sendiri cemburu" balas Kinan.


"Aku gak cemburu, aku sangat bahagia dengan adanya mereka tapi waktu untuk kita berdua tolong kamu luangkan sedikit aja ya" pinta Refan.


"Iya.. kamu tenang aja Mas" balas Kinan.


"Yes... kamu memang istriku yang puaaaaling pengertian" puji Refan.


"Halaaah ada maunya baru gombal" protes Kinan.


"Hahaha... " Refan menyambut perkataan Kinan dengan tawa.


Tiba - tiba langkah mereka terhenti ketika melihat pemandangan di hadapan mereka.


"Mamaaaaa...... "


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2