Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 102


__ADS_3

Dua minggu berlalu, kini Refan sudah semakin memantapkan hatinya untuk mengetahui dengan jelas semua rahasia Renita.


Laptop Renita sudah dibuka passwordnya begitu juga dengan handphone Renita. Kini di hadapan Refan sudah ada tiga barang bukti yang selama dua minggu ini tidak pernah Refan sentuh lagi.


Refan menarik nafasnya panjang. Kemudian di mulai membuka satu persatu barang bukti perselingkuhan Renita.


"Bismillah.. kuatkan hatiku ya Allah apapun yang aku lihat di dalam ini" ujarnya sendiri di dalam ruang kerjanya.


Refan memulai penyelidikannya dengan membuka isi laptop Renita. Dia membuka file yang telah berhasil di buka kata sandinya.


Begitu banyak foto Renita bersama Bos di perusahaan tempat dia bekerja. Ingin rasanya Refan meninju layar monitor itu kalau dia tidak ingat bukti ini sangat penting untuk dia perlihatkan kepada kedua orang tua Renita dan juga kepada Bos Renita.


Refan membuka satu persatu gambar itu. Foto mesra Renita bersama Bosnya di setiap kota tempat mereka pergi. Terkadang memang untuk dinas luar kota tapi ada juga ternyata kepergian mereka khusus untuk liburan.


Refan melihat sisi istrinya yang selama ini tidak dia ketahui. Yah selama ini Renita memang selalu manja dan sangat pintar menarik perhatian lawan jenis. Tapi Refan mengira Renita hanya memperlihatkan tubuhnya hanya untuknya suaminya.


Ternyata Refan salah, banyak sekali foto - foto Renita bergaya mesra seperti pasangan suami istri yang sedang honeymoon.


Seketika dada Refan sesak karena menahan perihnya sakit hatinya tapi dia sudah bertekad untuk kuat demi masa depan Naila. Anak yang telah menjadi korban dari asmara terlarang sepasang manusia.


Refan meneguk air minum di dalam gelas sampai kandas. Tenggorokannya benar - benar kering karena melihat beberapa rahasia Renita selama tiga tahun ini.


Refan mengambil flashdisk dan mengcopy semua foto - foto Renita itu untuk dijadikannya barang bukti pertama.


Kini Refan kembali membuka barang bukti yang kedua yaitu handphone Renita. Refan membuka file galeri yang kemarin juga terkunci kata sandi.


Alangkah terkejutnya Refan ketika mihat dengan mata kepalanya sendiri video mesum Renita bersama Bosnya.


"Ya Allah.. ampunkan aku yang telah gagal mendidik dan menjaga istriku, sehingga dia berani berbuat sejauh ini" Tanpa terasa air mata Refan mengalir deras.

__ADS_1


Dia tidak sanggup melihat video itu lagi. Hatinya sangat sakit karena pengkhianatan Renita yang tak bisa dia balas dengan sebuah kemarahan dan caci maki. Dia ingat pesan Kinan dan penjaga kubur agar dia mengikhlaskan dan memaafkan Renita agar Renita tidak disiksa di dalam kubur.


Refan segera menyambungkan data dari handphone Renita ke dalam laptop. Setelah tersambung Refan kembali menyimpan video yang ada di handphone Renita ke dalam flashdisk miliknya dan menyimpannya sebagai bukti kedua.


Refan menarik nafas panjang dan rasanya sangat berat. Dia mencoba kuat dan menghapus air mata di pipinya.


Kini tinggal bukti yang ke tiga yaitu u diary Renita. Refan ingin membaca kembali diary Renita yang kemarin sempat terputus.


Peluh membasahi kening Refan ketika membaca setiap lembar kisah perselingkuhan Renita dengan Bosnya. Dia benar - benar melakukannya dengan sempurna di belakang Refan.


Sungguh dia tidak menyangka Renita benar - benar telah membohonginya selama ini. Betapa bodohnya dia begitu mempercayai istrinya seratus persen hingga dia tertipu seperti ini.


Hingga tiba - tiba mata Refan terbelalak ketika membaca lembaran diary Renita.


XXX, Oktober 2020


Akhir - akhir ini aku sering merasa pusing dan mual. Ada apa dengan tubuhku. Saat berada di dekat Mas Refan dan mencium wangi parfumnya aku langsung mual.


Kalau Mas Refan aku yakin pasti akan kegirangan sampai lompat - lompat karena mengetahui aku hamil. Akhirnya empat tahun pernikahanku dengan Mas Refan kami dikaruniai anak. Tapi aku tidak rela kalau anak ini menjadi anak Mas Refan.


Aku maunya anak ini menjadi anak My Love karena ini adalah hasil dari buah cintaku dengannya. Besok aku harus beli test pack untuk memastikan apakah aku hamil atau tidak.


Refan terus membuka lembaran berikutnya dan melanjutkan membaca. Walau dadanya sudah naik turun dari tadi karena emosi.


XXX, Oktober 2020


Ya Tuhan aku benar - benar hamil. Aku tidak percaya ini. Apakah aku bisa menjalani semua ini? Bagaimana dengan tubuhku, dan karirku nanti? Apakah My Love mau menerima anak ini? Tapi aku jadi tidak enak dengan Mas Refan, saat dia mengetahui kalau aku hamil dia benar - benar sangat senang. Dia bahkan menghadiahiku ciuman di seluruh wajahku.


Maaf Mas, perasaanmu padamu sudah lama berubah. Aku tidak bisa pastikan itu sejak kapan tapi debaran cintaku kepadamu sudah padam. Keberadaan kamu hanyalah sebagai suatu kebiasaan bagiku. Terbiasa bangun pagi dengan kamu, terbiasa di manja kamu dan diladeni semuanya saat di rumah dengan kamu.

__ADS_1


Sekarang aku hanya menganggap kamu sahabat Mas, sama seperti Riko, Romi, Bagas dan Aril teman - teman kamu yang kini sudah menjadi teman - temanku. Bedanya bersahabat dengan kamu pakai surat nikah sedang dengan mereka tidak.


Kembali lagi dengan kehamilanku. Besok aku akan menyampaikan berita ini kepada My Love. Semoga dia percaya dan mau menerima kehamilanku karena anak yang ada di dalam kandunganku ini adalah anaknya.


Saat dua minggu aku dan My Love di luar pulau itu, itu adalah masa suburku dan aku tidak minum pil KB. Sudah pasti itu hasil cinta kami, apalagi kami melakukannya setiap hari seperti pengantin baru yang sedang honeymoon.


Semoga My Love bisa menerimanya.


Refan menutup sesaat diary Renita. Rasanya hampir tak kuat membaca isinya. Hatinya sangat marah sekaligus sedih. Ternyata Renita hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat dengan surat nikah.


"Astaghfirullah... " ucap Refan untuk menenangkan hatinya. Refan kembali menarik nafas dengan sangat dalam.


Dia membuka kembali buku diary Renita dan menyambung membaca kelanjutan cerita tentang kehamilan Renita.


XXX, Oktober 2020.


My Love akhirnya mau menerima kabar gembira ini. Akhirnya aku bisa meyakinkannya kalau anak yang ada di dalam kandunganku ini adalah anaknya. Dan dia akan bertanggung jawab dengan aku dan anak ini kelak.


Tapi saat ini aku sedang hamil, kalau aku menuntut cerai Mas Refan sudah pasti tidak akan di kabulkan karena aku dalam keadaan hamil. Aku dan My Love sepakat. Kami harus bersabar untuk bersatu.


Aku harus menjalani kehamilan ini bersama Mas Refan, nanti setelah aku melahirkan baru aku kan menuntut cerai Mas Refan. Baru setelah itu aku dan My Love bisa bersatu. Dia akan menikahiku.


Refan menutup diary Renita dan memukul meja berulang kali. Air matanya kembali mengalir deras.


"Brengsek kalian... "


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2