
Assalamu'alaikum...
Terimakasih buat suami tercinta dan anak - anakku yang selalu setia menemaniku dalam menghasilkan karya ketujuh iniππ
Terimakasih buat keluarga besar yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk terciptanya hasil karya ini. Papa, Mama dan adik - adikku semuanya π₯°π₯°
Terimakasih buat teman teman dan pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca novel ketujuh sayaππ
Buat sahabat setia yang membaca semua novel-novelku, terimakasih yang tak terhingga buat kalian semua ya...
Doakan agar aku mendapatkan ide-ide untuk menghasilkan karya-karyaku berikutnya. Senang rasanya bisa bermanfaat bagi orang lain.
Mudah-mudahan disetiap novelku kalian bisa memetik hikmah dari ceritanya, sebisa mungkin aku akan menuliskan cerita yang bermanfaat, bukan hanya menghibur kalian tapi bisa menyajikan novel yang kaya dengan pengalaman dan pelajaran hidup.
Akhir kata... maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, kesamaan nama, tempat dan kejadian bukan unsur kesengajaan.
Ide cerita murni dari fikiran saya sendiri dan saya mohon maaf jika ada novel yang isi ceritanya hampir sama dengan novel ini.
Kesempurnaan hanya Milik Allah, kekhilafan adalah milik saya.
Nantikan karya-karya saya selanjutnya ya....
Jangan bosan-bosan untuk mampir ke novel saya.
Terimakasih
by
__ADS_1
Winda Siregar
Bismillah... Hai para readers semua... Hari ini lounching novelku terbaru. Mungkin kisahnya sedikit berbeda dengan novel - novel sebelumnya tapi aku yakin pasti diantara para readers ada yang memiliki pengalaman yang sama dengan kisah dalam novelku ini.
Semoga novel kesembilan ini juga bisa memberikan manfaat bagi kalian para pembaca setia novelku.
Mohon dukungannya ya.. apalagi di 20 bab pertama karena semua dukungan kalian akan mempercepat novelku ini di kontrak π₯°π₯°.
Jangan lupa like, vote, komentar dan kutunggu hadiah dari kalian semua. Boleh bunga, kopi, hati, kursi pijat juga boleh atau piala ππ.
Selamat membaca semoga kalian semua suka.
Wassalam
Prolog
"Yah... Ayaaaah.... " aku memanggil suamiku.
"Ada apa Bun?" jawab suamiku dari luar kamar.
"Yaaaah tolooong" panggilku semakin lemah.
Tak lama kemudian suamiku datang menghampiri. Dia terlihat terkejut begitu membuka pintu dan mendapatiku duduk di pinggiran tempat tidur.
"Bunda kenapa?" tanyanya mulai khawatir.
__ADS_1
"Yaaah bunda merasa sesak nafas. Coba deh pegang dada Bunda" ucapku lemah.
Dia langsung memegang dadaku sebelah kiri.
"Bun mengapa jantung kamu kencang sekali berdetak?" tanya suamiku mulai panik.
"Tolong yaaah... tolong bawa aku ke rumah sakit" pintaku semakin lemah.
"Iya.. iya.. ayo kita segera ke rumah sakit" sambut suamiku.
"Jangan lupa bawa tas Bunda yah, jilbab Bunda tolong ambilkan" perintahku.
Suamiku dengan sigap mengambil tas, cardigan dan jilbabku dan membantuku memakainya. Kemudian dia membantu aku berdiri dan berjalan pelan - pelan keluar kamar.
"Lho Yah, Bunda kenapa? Ayah sama Bunda mau kemana?" tanya putri sulungku yang masih berusia sepuluh tahun. Saat ini dia masih duduk dikelas empat sekolah dasar.
"Ayah sama Bunda mau ke Rumah Sakit sayang" jawab suamiku.
"Bunda sakita yah, sakit apa?" tanyanya lagi.
"Bunda.. Bunda.. " panggil si Bungsu sambil memeluk tubuhku. Tingginya masih dibawah dadaku. Tahun ini usianya masih genap lima tahun dan sebentar lagi dia akan masuk sekolah taman kanak-kanak.
Dadaku rasanya semakin sakit dan sesak. Aku semakin lemas.
Ya Allah.. apakah aku akan mati? Bagaimana dengan kedua anak - anakku yang masih kecil - kecil ini? Kuatkan aku ya Allah, aku belum siap meninggalkan mereka semua.
Aku memandangi suamiku dan dua anakku satu persatu.
__ADS_1
BERSAMBUNG