
"Ueeeek.... ueeeeek... " pagi - pagi sekali Kinan sudah dibangunkan dengan suara seseorang yang sedang muntah di kamar mandi.
Kinan meraba sisi kanannya di tempat tidur tapi dia tidak menemukan Refan. Kinan langsung tersadar kalau orang yang baru saja muntah adalah Refan, suaminya.
Kinan langsung bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Tak berapa lama Kinan sudah berada di belakang Refan dan memijit tengkuk Refan.
"Maaaaas... " Kinan memanggil Refan dengan lembut.
Refan mengangkat tangan kanannya dan mencoba untuk menetralkan gejolak perutnya.
Kinan tau bagaimana penderitaan Refan karena dulu saat menikah dengan Bima dan mengandung Salman, Kinan yang merasakan itu.
Refan memegang perutnya, keringat dingin di keningnya. Seluruh tubuhnya rasanya sangat lemas. Dan isi perutnya manjadi kosong.
Refan membersihkan sisa - sisa muntahannya kemudian membersihkan mulutnya dan duduk diatas kloset. Sambil menarik nafas masih menenangkan dirinya.
"Masih mual?" tanya Kinan penuh kelembutan.
Refan mengangguk dan menatap Kinan.
"Nih coba cium wangi minyak kayu putih Mas mungkin bisa mengurangi rasa mual Mas" Kinan memberikan botol minyak kayu putih ke tangan Refan dan Refan meraihnya kemudian mendekatkannya ke hidungnya.
Refan menarik nafas panjang dan menghiruo wangi minyak angin tersebut.
Heeeeemmmm..... aaahh....
Ada perasaan lega. Refan mengulanginya lagi.
"Gimana?" tanya Kinan.
"Perasaanku semakin lega dan perutku sudah mulai tenang" jawab Refan.
"Yuk aku bantu ke luar kamar mandi, Mas tenangkan dulu perut Mas di atas tempat tidur. Biar sekalian aku olesi punggung dan perut Mas agar tubuh Mas hangat" ajak Kinan.
Refan menuruti perintah istrinya keluar dari kamar mandi dan duduk di pinggir tempat tidur. Kinan mengolesi punggung Refan dengan minyak kayu putih. Setelah itu Refan disuruh berbaring.
Kembali Kinan mengolesi perut Refan dengan minyak kayu putih.
"Mas rebahan aja dulu sebentar ya biar tenanh dulu. Aku mandi duluan ya, sudah adzan subuh" ucap Kinan.
"Iya, tapi jangan lama - lama ya, aku juga mau mandi. Nanti waktu subuhnya habis"jawab Refan.
" Iya" balas Kinan.
Kinan mengambil pakaiannya dan pakaian Refan dari lemari kemudian meletakkannya diatas tempat tidur. Setelah itu baru dia masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Tak begitu lama Kinan sudah keluar dengan menggunakan bathrobe wajahnya tampak segar.
Refan merasa sangat senang melihat wajah istrinya seperti itu. Seandainya yang mengalami mual dan muntah ini Kinan pasti saat ini wajah Kinan sangat menderita. Rasanya dia tak sanggup melihat pemandangan setiap pagi seperti itu. Lebih baik dia saja yang merasakan semua ini.
__ADS_1
"Udah Mas, gantian gih kamu mandi biar kita shalat jama'ah" perintah Kinan.
"Iya" Refan bangkit dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Refan keluar dari kamar mandi dan kemudian memakai pakaian shalat yang disediakan Kinan sebelumnya. Kemudian mereka melakukan shalat subuh berjamaah.
Setelah selesai shalat mereka kembali duduk di atas tempat tidur, Refan bersandar di dinding tempat tidur samb memejamkan matanya.
"Yaaaank... aku lapar" rintihan Refan sambil memegang perutnya.
"Sebentar aku masak dulu ya" jawab Kinan.
Refan menahan tubuh Kinan dan menarik tangannya.
"Aku pengen makan soto yang di dekat pasar tradisional itu. Udah buka belum pagi - pagi begini?" tanya Refan.
"Sebentar lagi aku rasa sudah buka Mas. Mas mau makan itu?" tanya Kinan sambil tersenyum.
Kinan mengerti, saat ini suaminya pasti sedang mengidam. Untung ngidamnya soto di pasar tradisional, kan gak jauh belinya ke sana.
Refan menganggukkan kepalanya dan membuka matanya kemudian menatap Kinan.
"Ya sudah yuk kita ke sana. Semoga saat kita sampai di sana si Bapak sudah buka" ajak Kinan.
"Ayuuk.. " sambut Refan.
Kinan segera memasang jilbabnya sedangkan Refan segera meraih ponsel, dompet dan kunci mobil di nakas yang ada di dekat tempat tidurnya.
"Bik pagi ini gak usah masak ya, aku dan Mas Refan mau beli soto yang ada di pasar tradisional. Nanti aku beli aja sotonya untuk sarapan kita semua" ujar Kinan kepada dua asisten rumah tangganya.
"Iya Non" jawab Bik Mar.
"Mama sudah bangun?" tanya Kinan lagi.
"Sudah Non tapi kembali ke kamarnya, mungkin Nyonya mandi" jawab Bik Mar.
Mertua Kinan memang akan tinggal di rumah mereka selama Kinan hamil sesuai dengan ucapannya kemarin. Sedangkan kedua orang tua Kinan sudah pulang ke rumah mereka.
"Kalau Mama tanya bilang aku pergi sama Mas Refan beli soto pagi ya" ujar Kinan.
"Iya Non" jawab Bik Mar.
Kinan meninggalkan dapur dan segera menyusul suaminya di garasi mobil. Tak lama kemudian mobil mulai keluar dari garasi dan berangkat menuju pasar tradisional.
Sesampainya di pasar tradisional Kinan melihat grobak soto sudah ada di kios tempat mangkalnya penjual soto.
"Alhamdulillah sudah datang Mas" ujar Kinan.
"Syukurlah, aku laper sekali" sambut Refan semangat.
__ADS_1
"Eh aku lupa bawa obat mualku" ujar Refan terkejut.
Kina tersenyum menatap suaminya dan mengangkat tangannya menunjukkan bungkusan obat yang mereka tebus dua hari yang lalu.
"Niiiiih aku bawa Mas" jawab Kinan.
Refan langsung bernafas lega.
"Aaaah syukurlah kamu ingat. Kalau tidak kan sayang makanan yang aku makan bisa keluar lagi" sambut Refan.
"Turun yuk" ajak Kinan.
"Yuk" jawab Refan. Refan memarkirkan mobilnya di area parkir setelah itu mereka berjalan menuju kios penjual soto
"Lho Non Kinan pagi sekali datangnya? Gak kerja?" tanya Penjual Soto.
"Kerja Pak setelah pulang dari sini. Tiba - tiba pagi ini pengan makan sotonya Bapak" jawab Kinan dengan ramah.
"Waaaah sepertinya ada kabar gembira ini, pagi - pagi datang ke warung soto Bapak. Non Kinan hamil?" tanya Bapak penjual soto.
Kinan tersenyum menanggapi pertanyaan si Bapak.
"Alhamdulillah iya Pak" jawab Kinan.
"Alhamdulillah... semoga sehat - sehat sampai lahiran ya Non" ucap si Bapak tulus.
"Aamiin.. makasih Pak. Pesan sotonya dua mangkok ya Pak, makan di sini aja. 4 porsi di bungkus untuk dibawa pulang" pinta Kinan.
"Baik Non, sebentar ya.. silahkan duduk dulu" jawab si Bapak.
Refan duduk dengan tidak sabar, wangi soto membuat perutnya terasa semakin lapar. Refan mendekati Kinan dan berbisik.
"Masih lama? Aku udah lapar sekali" tanya Refan.
Kinan tersenyum melihat wajah suaminya yang seperti anak - anak yang merengek menahan lapar saat puasa.
"Sabar ya Mas" jawab Kinan.
Tak lama kemudian sotonya datang, si Bapak langsung menghidangkannya untuk Kinan dan Refan. Refan langsung menyambutnya dengan senang dan mulai makan dengan lahap.
"Mas gak lupa baca doa kan?" goda Kinan sambil tersenyum.
"Yaaaaank" jawab Refan.
Kinan tertawa melihat tingkah Refan mereka akhirnya mulai menyantap soto untuk sarapan mereka pagi itu sebelum memulai aktivitas pagi hari ini. Pemandangan yang sangat manis, melihat sepasang pasutri yang belum saling menyatakan cinta itu terlihat sangat romantis.
Walau perasaan mereka belum tersambungkan tapi benih - benih cinta diantara mereka sudah berkembang pesat dalam hati mereka masing - masing.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG