
Mereka saling berpelukan di atas tempat tidur. Kemudian menatap ke arah box bayi. Pikiran mereka sama - sama memikirkan bagaimana nanti masa depan Naila.
"Sudah malam Nan, yuk kita tidur" ajak Refan.
Tiba - tiba Kinan teringat sesuatu.
"Mas sudah melihat semua isi file di laptop dan handphone Renita?" tanya Kinan.
"Sudah" jawab Refan.
"Mas menemukan sesuatu tentang Riko?" tanya Kinan.
Refan berpikir sejenak, benar kata Kinan. Dia terlupa dengan Riko karena memang dia tidak menemukan sebuah bukti tentang hubungan Renita dengan Riko.
Entah mengapa Refan merasa sedikit lega ternyata sahabatnya itu tidak ada bermain dengan istrinya di belakngnya
"Tidak, aku tidak menemukan apapun tentang Riko" jawab Refan.
"Apakah dia sudah bisa di coret dari daftar pria yang kamu curigai? Karena sudah jelaskan siapa orang tua kandungnya Naila" tanya Kinan lagi.
"Kalau kecurigaan tentang orang tua Naila, Riko memang sudah terhapus dari daftar orang yang dicurigai. Tapi aku masih penasaran apa hubungannya dengan Renita. Mengapa dia sering datang ke makam Renita dan membawakan buket bunga mawar favorit Renita?" Jawab Refan.
Mereka saling diam dan memikirkan sesuatu di kepala mereka masing - masing.
"Diary Renita sudah Mas baca sampai selesai?" tanya Kinan.
"Belum Nan, aku gak sanggup melanjutkannya. Rasanya dadaku sangat sesak. Aku butuh pasokan oksigen agar tetap hidup. Seperti saat ini, kamulah oksigen dalam hidupku sekarang" Refan memeluk Kinan dengan erat.
Mereka berbaring diatas tempat tidur dan saling berhadapan.
"Bagaimana kalau aku intip terus makam Renita? Siapa tau aku bertemu dengan Riko secara langsung. Aku bisa menanyakan semuanya" ucap Refan sambil berpikir.
"Mmm... kalau aku boleh kasih saran ya Mas. Kamu baca diary Renita sampai selesai, siapa tau di situ ada menyinggung tentang Riko. Jadi kalau kamu bertemu dengan Riko di makam, kamu tidak berburuk sangka atau menebak apa yang membuat Riko berada di makam Renita" sambut Kinan memberi usul.
Refan kembali memikirkan saran Kinan. Dan memeluk Kinan lagi, rasanya hangat sekali dalam keadaan seperti ini. Refan memejamkan matanya dan tertidur.
__ADS_1
"Mas... " panggil Kinan karena tidak mendengar jawaban dari suaminya. Saat Kinan menatap ke wajah Refan ternyata Refan sudah tertidur. Kinan mempererat pelukannya dan ikutan memejamkan mata. Mereka berdua tertidur dengan posisi saling berpelukan.
******
Seminggu berlalu Refan kini ingin memikirkan masa depannya bersama Kinan. Setelah hasil tes DNA Naila keluar dia bertekad akan membicarakan semuanya dengan keluarganya dan juga keluarga Renita.
Dia ingin menyelesaikan semua masalah juga hubungan dia dengan keluarga Renita. Tidak ada yang perlu dia jaga lagi, Refan sudah muak berhubungan dengan keluarga itu. Yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal.
Refan segera memanggil asister pribadinya.
"Ya Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pria yang tak lain adalah asisten pribadi Refan.
"Rud, tolong carikan saya brosur perumahan. Saya ingin membeli rumah" perintah Refan.
"Bapak ingin pindah rumah?" tanya asisten pribadi Refan yang bernama Rudi.
"Iya, rumah yang lama kan rumah saya dengan almarhumah istri saya. Saya ingin berbuat adil, istri saya yang sekarang juga bersedia meninggalkan rumahnya bersama almarhum suaminya. Masak saya yang seorang laki - laki kalah dengannya dan tidak bisa move on dari masa lalu. Bagaimanapun yang sudah pergi hanyalah tinggal masa lalu. Hidup terus berjalan, saya ingin rumah tangga saya benar - benar dimulai dari awal tanpa ada bayang - bayang masa lalu saya ataupun masa lalu istri saya" jawab Refan.
"Baik Pak, apa ada permintaan khusus mengenai rumahnya Pak?" tanya Rudi.
"Oke Pak, mengenai letak lokasi rumahnya Pak?" tanya Rudi lagi.
"Tolong cari lokasinya yang tidak jauh dari kantor istri saya. Agar tidak perlu capek setiap pergi dan pulang kerja" jawab Refan.
"Baik Pak, segera akan saya cari" balas Rudi.
"Rud, kalau bisa rumahnya langsung siap dan bisa ditempati ya. Saya butuh waktu satu minggu untuk mencarinya dan minggu depannya saya berencana untuk pindah ke rumah itu" ujar Refan kepada Rudi.
"Oke Pak, secepatnya saya cari" jawab Rudi.
"Terimakasih" ucap Refan.
Setelah Rudi pergi, Refan merasa lega dan lebih bersemangat karena kini dia mempunyai tujuan hidup baru. Bahagia bersama istri dan anak - anaknya.
Dia akan membangun rumah tangga yang baru bersama Kinan. Tentu saja rumah tangga yang berbeda dengan Renita dulu. Refan sudah berjanji dalam dirinya untuk hidup lebih baik lagi ke depan.
__ADS_1
Kisah rumah tangganya yang lalu bersama Renita telah banyak memberinya pelajaran dan membuka pikirannya bagaimana harus mengurus rumah tangga yang baik dan benar.
Hari ini Refan lebih bersemangat kerja. Dia seperti sudah mendapatkan kekuatan baru untuk melangkah bersama Kinan dalam menjalani rumah tangga mereka.
Setelah pulang kerja seperti biasa Refan terlebih dahulu menjemput Kinan di kantornya setelah itu mereka pulang ke rumah.
"Nan" panggil Refan sambil dia tetap fokus menyertir mobilnya.
"Ya Mas" jawab Kinan.
"Kita pindah ya, aku sedang mencari rumah yang sesuai dengan keluarga kita" ujar Refan.
"Lho kenapa pindah Mas?" tanya Kinan.
"Aku tidak mau lagi tinggal di rumah itu, setelah hasil tes DNA Naila keluar aku ingin bicara dengan keluargaku dan keluarga Renita. Aku ingin secepatnya putus hubungan dengan mereka. Aku sudah muak bertemu dengan Mamanya. Mengenai rumah biarlah nanti di pikirkan ulang apakah rumah itu diberikan kepada Naila atau di jual saja" jawab Refan.
"Mending di jual aja Mas trus di infakkan atas nama Renita. Itu kan bisa membantu Renita di dalam kubur. Amal yang terus berjalan dari harta yang di infakkan di jalan agama" saran Kinan.
Refan tersenyum kemudian membelai kepala Kinan yang tertutup jilbab dengan penuh kelembutan.
"Kamu memang wanita yang baik ya.. Sudah tau gimana kejahatan Renita tapi kamu tetap memikirkan bagaimana bisa membantunya" puji Refan.
"Aku hanya memikirkan bagaimana kalau seandainya aku yang berada di posisinya Mas. Kemana lagi aku akan meminta pertolongan sementara waktu untuk beramal sudah habis. Makanya selama kita masih bisa membantunya lebih baik kita bantu ya Mas. Aku yakin harta Mas tidak akan berkurang hanya karena menginfakkan rumah itu" ujar Kinan.
"Aamiin... Ya Allah terimakasih sekali KAU telah mengirimkan bidadari cantik ini dalam hidupku" ujar Refan sambil menarik tangan Kinan dan menciumnya.
"Maaaas jangan terlalu berlebihan aaah... " Wajah Kinan jadi merah karena menahan malu.
"Serius Nan, aku memang sangat bersyukur ada kamu sekarang di dalam hidupku" tegas Refan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1