
Satu jam kemudian..
"Halo Pak.. maaf kami harus melaporkan. Mobil Pak Reno Subrata mengalami kecelakaan.... " lapor si penelepon.
"Apaaa? Kalian yakin mobil mereka itu?" tanya Bimo terkejut.
Refan langsung terkejut melihat perubahan wajah Bimo. Dia segera menghampiri Bimo.
"Ada apa Bim?" bisik Refan.
Bimo mengaktifkan speaker ponselnya.
"Yakin Pak, saat ini Pak Subrata, istri dan cucunya sedang dilarikan ke Rumah Sakit untuk pertolongan pertama" jawab sang penelepon.
"Tolong kamu urus dan pantau, lakukan yang terbaik untuk mereka. Kami akan segera berangkat kesana" perintah Bimo.
"Baik Pak" telepon terputus.
"Ada apa dengan mereka Bim?" tanya Refan sangat penasaran.
"Pak Reno, istri dan cucunya barusan kecelakaan Fan, dan saat ini sedang dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama" jawab Bimo.
"Apa? Kamu yakin itu mereka?" tanya Refan belum percaya.
"Anak buahku sudah memastikannya Fan. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bimo.
"Aku akan langsung kesana Fan. Aku pulang ke rumah sebentar pamit pada Kinan dan bawa beberapa pakaian selama di sana" jawab Refan.
"Baik, aku akan temani kamu" ujar Bimo.
"Aku ikut Fan" sambut Riko.
Refan dan Riko saling pandang sesaat.
"Ya sudah kita berangkat ke Labuhan Bajo dua jam dari sekarang. Kita bertemu di Bandara ya" ucap Refan.
"Baik" jawab Bimo dan Riko.
"Maaf Fan, aku tidak bisa temani kalian" ucap Bagus.
"Tidak apa, kami bertiga saja sudah cukup" sambut Refan
"Hati - hati Fan, kami bantu dari sini ya. Aku dan Romi akan pantau keadaan Arga dari sini" ujar Aril.
"Iya Ril, tolong ya kalian bantu" balas Refan.
Romi menepuk bahu Refan untuk memberikan semangat.
"Kami pasti akan bantu" jawab Romi.
Mereka langsung bubar menuju rumah masing - masing. Refan segera menghubungi istrinya saat di dalam perjalanan pulang.
"Assalamu'alaikum Mas" ucap Kinan.
"Wa'alaikumsalam. Yank tolong siapkan bajuku untuk beberapa hari. Aku, Bimo dan Riko akan pergi ke Labuhan Bajo. Bimo baru saja mendapat kabar dari anak buahnya kalau Papa Reno, Mama dan Naila kecelakaan" ungkap Refan.
"Innalillahi.. gimana keadaan mereka Mas?" tanya Kinan panik.
"Aku tidak tau bagaimana keadaan mereka. Katanya mereka sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama" jawab Refan.
"Mas aku ikut" pinta Kinan.
__ADS_1
"Jangan sayang, anak - anak kita masih terlalu kecil untuk ditinggal. Biar kami aja yang pergi. Mudah - mudahan mereka baik - baik saja. Aku akan mengurus mereka" balas Refan.
Kinan menarik nafas dengan berat.
"Ya sudah Mas, biar aku siapkan semua baju dan semua kebutuhan Mas selama disana" ungkap Kinan.
"Makasih sayang, sebentar lagi aku akan sampai rumah kemudian bareng Bimo ke Bandara" ujar Refan.
"Iya Mas aku akan segera menyiapkan semuanya" balas Kinan.
"Udah dulu ya sayang. Assalamu'alaikum" tutup Refan
"Wa'alaikumsalam" jawab Kinan.
Refan melajukan mobil dengan kecepatan kencang agar bisa segera sampai di rumah. Tak lama kemudian dia sampai di rumahnya dan disambut Kinan.
"Gimana Mas ada kabar baru?" tanya Kinan begitu Refan tiba.
"Belum, ponsel Papa dan Mama tidak aktif aku hubungi" jawab Refan.
Refan segera mengganti pakaiannya, memeriksa barang - barang yang dibutuhkannya selama di Labuhan Bajo.
"Mas berapa hari di sana?" tanya Kinan.
"Belum tau yank. Lihat keadaan di sana" jawab Refan.
"Mas mau makan dulu?" tanya Kinan.
"Boleh yank, Bimo masih belum gerak dari rumahnya" jawab Refan.
Mereka berjalan menuju dapur. Kinan mempersiapkan makan malam untuk Refan dan menemaninya makan. Mereka makan dengan cepat.
"Mas jangan lupa terus kasih kabar ya" ujar Kinan.
"Iya sayang, Mas pergi ya dan jaga anak - anak" pesan Refan.
"Mas juga hati - hati di sana ya" balas Kinan.
Refan masuk ke dalam mobil dan mereka langsung berangkat ke Bandara bersama Bimo. Sesampainya di Bandara Riko sudah tiba lebih dahulu.
Tidak menunggu waktu lama mereka langsung berangkat menuju Labuhan Bajo. Sesampainya di Labuhan Bajo mereka langsung di jemput oleh anggota Bimo.
"Kita kemana nih Fan?" tanya Bimo.
"Langsung aja ke rumah sakit Bim. Aku ingin lihat keadaan mereka" jawab Refan.
"Baik. Langsung ke rumah sakit" perintah Bimo pada bawahannya.
Mobil melaju menuju Rumah Sakit. Sesampainya mereka di sana Refan baru tau keadaan kedua mantan mertuanya yang saat ini sedang kritis. Sedangkan Naila hanya luka ringan karena saat kecelakaan posisi Naila aman di atas car seat.
Naila sedang tidur nyenyak di dalam kamar rawat inap. Ada seorang karyawan hotel yang menjaga Naila atas intruksi Bimo.
Refan pelan - pelan menciun kening Naila yang sedang nyenyak tertidur.
"Ya Allah Nak, mengapa malangnya nasibmu.. Kamu harus kuat ya sayang.. kamu anak yang kuat anak hebat. Papa sayang kamu" bisik Refan sambil meneteskan air matanya.
"Fan... " tegur Riko.
Tubuh Refan terlihat bergetar karena menahan tangisnya pecah.
"Aku kasihan melihatnya Ko. Mengapa begitu malang nasibnya?" ucap Refan.
__ADS_1
"Allah beri Naila cobaan seperti ini agar kelak dia tumbuh menjadi anak yang kuat Fan" hibur Riko.
"Tapi dia masih terlalu kecil Ko" ujar Refan.
"Pasti ada hikmah dibalik ini semua Fan" sambung Bimo.
Refan terdiam sambil memandang wajah mungil Naila tanpa dosa.
"Pak ... Pak Reno sedang kritis. Apakah Bapak tidak ingin bertemu dengan beliau" ujar bawahan Bimo.
Bimo dan Riko menatap Refan. Wajah Refan tampak sangat kacau.
"Ya saya akan melihat mereka" jawab Refan.
Refan, Bimo dan Riko segera berjalan menuju ruang ICU dimana Pak Reno dan Bu Thalita berada. Mereka memakai pakaian khusus sebelum masuk ke dalam ruangan.
Pelan - pelan mereka masuk dan berjalan mendekat tempat tidur Pak Reno dan Bu Thalita. Terdengar suara layar monitor berbunyi.
Tit... tit... Tiiiiiiiiit.....
Refan segera memanggil dokter ketika melihat tubuh Bu Thalita bergetar hebat. Dokter segera datang bersama beberapa perawat.
"Silahkan keluar Pak kami akan memberikan pertolongan pada pasien" ujar seorang perawat.
Refan, Bimo dan Riko keluar dan melihat dari luar ruangan, sambil menunggu kabar. Refan melihat dokter memberikan kejut jantung beberapa kali di dada Bu Thalita dan akhirnya ia melihat Dokter berhenti melakukan tindakan dan mengusap wajah Bu Thalita.
"Innalillahi... " ucap Bimo dan Riko dari balik pintu.
"Ya Allah.. Ma... " sambut Refan.
Tiba - tiba seorang perawat keluar dari ruang ICU.
"Gimana Sus?" sambut Refan langsung.
"Mohon maaf Pak, pasien sudah meninggal dunia. Dokter memanggil Bapak masuk" jawab Perawat.
Refan, Bimo dan Riko kembali masuk ruangan.
"Mohon maaf Pak kami sudah melakukan semampu kami Pak, tapi Allah berkata lain. Ibu anda sudah meninggal dunia dan Bapak Anda meminta untuk bertemu Bapak" ucap Dokter.
"Terimakasih Dokter" jawab Refan.
Refan segera menghampiri Pak Reno.
"Pa.... " sapa Refan lembut. Refan berusaha tegar di depan Pak Reno.
"Fa...aaan... Papa min... ta.. ma.. af.. to.. long.. ti.. tip.. Nai.... la... " ucap Pak Reno dengan terbata - bata.
"Pa jangan banyak bicara dulu" ujar Refan.
"Ti.. dak.. Fa.. aaan.. Pa.. pa.. a.. kan.. per.. gi.. to.. long... ja.. ga.. nai.. la.. " sambung Pak Reno.
Tiiiiiiiiit.......
"Papaaaaaa..... " teriak Refan akhirnya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1