
"Mas Bima... " Kinan terjatuh dan langsung tak sadarkan diri. Refan sangat terkejut melihat Kinan sudah tergeletak di lantai.
Refan segera menangkap Kinan dan menggendongnya. Untung saja mobil Refan tidak jauh menunggu.
"Pak tolooong" Refan memanggil supirnya.
Supir Refan langsung sigap untuk membantu Refan membukakan pintu. Refan langsung membawa Kinan masuk ke dalam mobil. Sedangkan supir menyusun semua barang ke dalam bagasi mobil.
"Pak cepat Pak" teriak Refan.
"Iya Den" jawab Sang Supir.
Tak lama kemudian Supir masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobil.
"Pak cepat ke rumah sakit terdekat" perintah Refan.
"Baik Den" jawab supir.
Mobil melaju dengan kencang dan menuju ke Rumah Sakit terdekat dari Bandara.
"Naaaan.. kamu kenapa Nan... Tadi aku lihat kamu baik - baik saja, mengapa tiba - tiba bisa pingsan seperti ini?" Ujar Refan sambil memeluk istrinya dalam pangkuannya.
Kinan tak bergumam dia masih tak sadarkan diri. Refan menggenggam tangan Kinan dan menggosok - gosoknya dan mencoba untuk menyadarkan Kinan.
"Yank.. bangun yank. Kamu jangan membuat aku takut seperti ini" gumam Refan.
Kinan masih tidak bereaksi.
"Pak cepat Pak" perintah Refan.
"Iya Den, sebentar lagi kita sampai" jawab sang Supir.
Mobil masuk ke halaman rumah sakit dan langsung berhenti di depan pintu masuk Rumah Sakit. Sesampainya di rumah sakit Refan langsung membawa Kinan ke UGD.
"Tolong istri saya" pinta Refan.
"Baik Pak" jawab seorang perawat
Kinan langsung diletakkan di atas tempat tidur dan diperiksa oleh dokter dan beberapa perawat. Tak lama kemudian Kinan sadar.
"Maaa... maaaas" panggil Kinan.
"Ya sayang.. Mas ada di sini" jawab Refan.
__ADS_1
Refan langsung menggenggam tangan Kinan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Refan melihat Dokter sudah selesai memeriksa Kinan. Refan segera menatap ke arah dokter dan bertanya.
"Gimana Dok? Apa yang terjadi dengan istri saya? Mengapa tadi dia pingsan?" tanya Refan.
Dokter tersenyum ramah kepada Refan.
"Istri Bapak baik - baik saja, dia sangat sehat. Hanya kelelahan, jadi mulai saat ini istrinya di jaga ya Pak, tidak boleh terlalu banyak kerja dan tidak boleh kecapkena karena istri Bapak saat ini sedang hamil" ungkap Dokter.
Sontak Refan terkejut dan menatap Dokter tidak percaya.
"I.. istri saya hamil Dok? Benarkah?" tanya Refan lagi.
"Benar Pak. Selamat ya Pak, Bu.. sebentar lagi kalian akan mendapatkan seorang bayi" ujar sang Dokter.
Refan menatap istrinya penuh haru, tanpa Refan sadari air matanya jatuh dengan deras. Keinginan yang telah bertahun - tahun dia rasakan, memiliki seorang anak, darah dagingnya sendiri.
"Kamu hamil sayang, kamu hamil.. terimakasih.. Terimakasih ya Allah" Refan terus mengucap syukur.
Dokter tersenyum menyaksikan aksi Refan.
"Apa yang harus kami lakukan dokter, apakah istri saya harus di rawat disini?" tanya Refan.
"Baik Dok, kalau begitu terimakasih banyak" jawab Refan.
Dokter pergi meninggalkan Refan dan Kinan. Kinan perlahan bangun dari tidurnya dan pindah ke kursi roda. Refan mendorong Kinan untuk keluar dari UGD. Setelah membayar administrasi Rumah Sakit Kinan dan menebus resep obat yang diberikan Dokter kepada Refan, Kinan bisa dibawa Refan pulang ke rumah mereka.
Refan mendorong kursi roda Kinan sampai ke mobil setelah itu membantu Kinan masuk ke dalam mobil. Baru kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah.
Selama di dalam mobil Refan tidak melepaskan tangan Kinan sedikitpun. Dia bahkan berulang kali mencium tangan Kinan.
"Makasih yank.. makasih.. kamu sudah mau mengadung anakku. Terimakasih ya Allah atas amanahMU yang telah KAU titipkan pada kami" Refan terus mengucapkan syukur tanpa henti.
Kinan tersenyum melihat wajah bahagia suaminya. Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke rumah dan disambut gembira oleh Mama dan Papa Kinan, Mama Refan dan juga Salman.
"Assalamu'alaikum" Ujar Kinan lemah. Kinan berdiri dan jalan tetap rangkul oleh Refan.
"Wa'alaikumsalam... " sambut keluarga mereka.
"Lho katanya Refan yang sakit, tapi kok Kinan yang lemas?" tanya Mama Kinan.
"Iya, tadi katanya berangkat pagi tapi kok telat sampainya?" tanya suci penasaran.
__ADS_1
"Kami baru pulang dari rumah sakit Ma, tadi di Bandara Kinan pingsan" jawab Refan.
"Kinan pingsan, lho kenapa? Nih pasti kamu nih Fan yang punya kerja. Pasti selama kalian honeymoon kamu porsi Kinan sampai dia kecapekan, ya kan? Pasti Kinan juga kurang istirahat tidur larut malam terus kamu buat" omel Suci Mamanya Refan.
Refan tersenyum bahagia.
"Iya Ma memang aku yang buat Kinan jadi seperti itu. Kata dokter Kinan memang kecapekan dan mulai sekarang dia gak boleh terlalu banyak kerja karena saat ini Kinan sedang hamil" ungkap Refan.
"Apa? Kinan hamil?" tanya Suci.
Kinan dan Refan tersenyum bahagia.
"Oh Ya Allah... alhamdulillah.. terimakasih ya Allah. Akhirnya aku punya cucu dari Refan" Suci langsung sujud syukur.
Rasa sakit hatinya pada Renita karena telah mengkhianati putranya bahkan Renita sampai mempunyai anak dengan pria lain akhirnya terbayar sudah. Suci sangat lega ternyata putranya sehat. Selama ini dia sangat gundah apakah Refan tak sehat sehingga Renita selingkuh dengan pria lain.
Kini semua prasangka buruk itu hilang sudah. Suci sangat senang Refan sebentar lagi akan mempunyai anak dan Suci sangat yakin anak yang ada di dalam kandungan pasti anaknya Refan. Karena Kinan adalah wanita baik - baik. Dia tidak mungkin mengkhianati Refan selingkuh dengan pria lain.
Setelah bangun dari sujudnya Suci langsung memeluk Kinan. Dia sangat bahagia sekali.
"Selamat sayang akhirnya kamu hamil anaknya Refan. Mama sangat senang sekali, akhirnya Refan punya anak" ujar Suci.
Kemudian bergantian Suci memeluk putranya.
"Selamat ya Nak, akhirnya kamu punya anak. Selama beberapa tahun kamu sudah menantikan hal ini. Mama sangat senang Kinan lah Ibu dari anak - anak kamu" ucap Suci kepada Refan.
Refan membalas pelukan Mamanya.
"Iya Ma aku juga sangat bersyukur sekali akhirnya semua yang aku inginkan terkabul. Allah mendengar doa - doaku" sambut Refan.
"Selamat ya Nan, Fan akhirnya kalian mendapatkan keturunan yang nanti akan menjadi penguat dalam kehidupan rumah tangga kalian. Semua ada hikmahnya dan yakinlah dibalik kesulitan Allah pasti akan beri kemudahan. Kalian sudah sama - sama bersabar menjalani semua persoalan rumah tangga kalian masing - masing. Kini saatnya kalian bahagia dengan kehidupan kalian sekarang" ujar Pak Ardianto.
"Selamat sayang semoga kamu dan kandungan kamu sehat - sehat sampai lahiran. Dan semoga Allah melindungi rumah tangga kalian" sambut Dhisti.
"Terimakasi ya Ma.. Pa.. " jawab Refan dan Kinan.
Mereka saling tatap dan senyum penuh bahagia.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1