Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 328


__ADS_3

"Aisyah.... " panggil Salman


Seorang wanita cantik berhijab berbalik arah dan melihat kearah meja Salman dan para saudaranya.


"Salmaaan.... " ucap wanita itu.


"Sama siapa ke sini?" tanya Salman.


"Sendiri, tadi janjian sama teman aku tapi ternyata dia gak bisa datang. Nih aku mau pulang" jawab Aisyah kenalan Salman.


"Kalau begitu gabung aja bersama kami. Dari pada kamu pulang. Kamu belum makan kan?" tanya Salman ramah.


Aisyah tersenyum lembut hingga terlihat lesung pipi di pipi kanannya. Salman tak behenti menatap wajah Aisya dan hal itu diperhatikan oleh Naila.


Aisyah tampak sedang berfikir.


"Ayolah Aisyah, kita kan sudah lama tak bertemu. Bisa sekalian ngobrol dan berkenalan dengan para saudaraku" bujuk Salman.


Aisyah melirik kearah Naila. Naila berusaha memberikan senyuman ramahnya.


"Baiklah" jawab Aisyah.


Salman tersenyum melihat Aisyah duduk disamping Naila.


"Nai kenalin ini Aisyah teman SMU kakak, Aisyah ini Naila adikku" ucap Salman mengenalkan Naila kepada Aisya.


Naila dan Aisyah saling berjabat tangan.


"Aisyah" ucap Aisyah sambil tersenyum ramah.


"Naila" jawab Naila.


"Dan ini Jeta sepupu aku" sambung Salman.


Jeta dan Aisyah juga saling berkenalan.


"Kamu kemana aja selama ini Sal, kok gak pernah kelihatan. Sekolah kita sering lho ngadain reuni. Tapi aku tidak pernah melihat kamu?" tanya Aisyah.


"Aku baru seminggu pulang dari luar negeri. Aku tiga tahun di sana setelah tamat kuliah dan melanjutkan S2 di sana" jawab Salman.


"Oooh pantas saja" sambut Aisyah.


Salman tak henti menatap wajah Aisyah sambil tersenyum, entah mengapa hal itu membuat Naila jengkel. Mungkin karena baru kali dia melihat perhatian kakaknya terpecah dan baru kali ini juga Salman begitu memperhatikan wanita selain dia dan Khansa.


"Eh iya kamu mau pesan apa Ai, ayo silahkan pesan makanan kamu" perintah Salman.


Salman memanggil pelayan dan Aisyah memesan makanan untuknya karena Salman dan yang lainnya sudah lebih dulu memesan makanan.


"Boleh minta nomor kamu Sal? Nanti kalau sekolah reuni lagi aku bisa hubungi kamu" pinta Aisyah.


"Boleh.. boleh.. nih" Salman memberikan kartu namanya.

__ADS_1


"Lho kamu CEO di PT. Adinata?" tanya Aisyah tak percaya.


Salman tersenyum membalas pertanyaan Aisyah.


"Iya, Alhamdulillah baru hari ini pelantikannya. Itu Perusahaan orang tuaku" jawab Salman.


"Bukannya kamu dari keluarga Akarsana?" tanya Aisyah.


"Adinata keluarga Papa tiriku. Setelah Papaku meninggal, Mama menikah lagi dengan Papa Refan Adinata. Dia adalah Papanya Naila" ungkap Salman.


"Oh jadi Naila ini saudara tiri kamu?" tanya Aisyah.


"Iya, Mamanya Naila meninggal saat melahirkan Naila, beberapa bulan usia Naila Mama menikah dengan Papa Refan. Saat itu aku berumur tiga tahun. Dan kami sudah dibesarkan Papa dan Mama sedari kami kecil" jawab Salman.


"Ooh begitu.. Maaf ya, bukan maksudku ingin tau kisah keluarga kalian" ungkap Aisyah merasa sungkan.


"Tidak apa kok Ai, Naila adalah adikku. Walau kami bukan berasal dari Papa dan Mama yang sama" jawab Salman.


Naila langsung tertunduk sedih.


Kamu tidak tau Kak kalau aku juga bukan anak Papa Refan. Kita bukan saudara tiri, kita tidak punya hubungan apapun. Aku hanya anak asing yang beruntung mendapat kasih sayang dari kalian semua di rumah. Seandainya kalian tau kalau aku bukan anak kandung Papa Refan, apakah kalian akan tetap menyayangiku? Batin Naila.


Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Mereka mulai menikmati hidangan makan siang bersama - sama.


Jeta tak henti - hentinya menatap gadis yang ada di hadapannya. Ada makanan yang menempel diatas bibir Naila. Tanpa sadar Jeta langsung membersihkan wajah Jeta.


"Bang Jeta" protes Naila.


"Sorry Nai, aku refleks" jawab Jeta.


"Kamu sih sudah besar makannya masih aja sembrono. Celemotan kayak anak kecil" ujar Jeta.


"Biarin" jawab Naila ketus.


Aisyah sedikit terganggu dengan sikap Naila dan Jeta yang terkesan bermusuhan.


"Ai jangan diambil hati ya.. mereka emang suka begini. Kalau sudah ketemu kerjanya bertengkar terus. Gak pernah akur" ucap Salman.


"Eh iya gak apa - apa kok Sal" sambut Aisyah.


"Nai ada es krim tuh. Kamu mau?" tanya Jeta penuh perhatian.


"Mau.. mau.. " Naila langsung menjawab dengan semangat dan ceria seolah - olah melupakan permusuhan mereka selama ini.


Jeta tersenyum senang melihat sambutan Naila yang seperti itu.


"Ternyata aku masih belum lupa ya kalau kamu suka banget sama es krim" ujar Jeta.


Naila langsung tersadar dan wajahnya merah merona karena malu. Jeta benar - benar sudah membuatnya lupa kalau mereka sedang musuhan.


Huh... semua gara - gara es krim. Umpat Naila dalam hati.

__ADS_1


Jeta memanggil pelayan dan memesan es krim strawberry.


"Rasa strawberry kan Nai?" tanya Jeta.


Naila hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Kamu mau es krim juga Ai?" tanya Salman.


"Mm.. boleh Sal, tapi aku rasa vanilla aja ya" jawab Aisyah.


"Ya sudah Mas, es krim strawberry satu, vanilla satu dan coklatnya dua ya.. " pinta Jeta untuk hidangan penutup mereka.


"Baik Pak" sahut pelayan Restoran.


Akhirnya mereka selesai juga menikmati hidangan makan siang dan dilanjutkan dengan hidangan penutup yaitu es krim.


"Kamu bekerja dimana Ai?" tanya Salman.


"Aku tidak bekerja kantoran Sal. Aku hanya mengelola butik kecil - kecilan yang menjual pakaian Muslimah" jawab Aisyah.


"Wah hebat itu, kamu sudah punya usaha sendiri, aku aja hanya meneruskan apa yang sudah dibangun orang tuaku selama ini. Boleh donk minta alamat butik kamu. Nanti aku rekomendasikan sama Mama dan adik - adikku biar mereka datang ke Butik kamu. Siapa tau sesuai dengan selera mereka" ungkap Salman.


"Oh boleh.. boleh.. nih kartu nama aku" jawab Aisyah sambil menyerahkan kartu namanya.


"Wah gak jauh ni dari kantor kami. Oke deh Ai kapan - kapan aku akan mampir bawa Naila ya. Terkadang adikku ini harus di dandanin. Maklum keseringan main sama aku dulu. Jadinya dia tomboy, nanti kalau dia butuh gaun aku akan ajak dia ke Butik kamu" ujar Salman penuh semangat.


"Kakaaaak" protes Naila.


Salman mengedipkan sebelah matanya kepada Naila sebagai isyarat agar Naila mau bekerjasama dengannya.


"Iya silahkan. Datang aja Nai ke Butik aku. InsyaAllah banyak yang sesuai dengan ukuran kamu. Pasti pas banget deh secara kamu kan cantik dan badan kamu bagus. Pakai gaun apa aja pasti cantik" puji Aisyah.


"Betul itu Aisyah, aku setuju dengan penilaian kamu. Kalau saja Naila mau jadi model gadis muslimah pasti akan laku keras" sambung Jeta.


"Bang Jetaaa... aku bisa dimarahin sama Papa dan Mama" protes Naila.


"Hehehe... iya ya. Tugas kamu kan banyak, sebentar lagi juga akan pindah ke PT. Subrata" jawab Jeta.


Salman melirik jam tangan yang melingkar di tangan kanannya.


"Ai, maaf ya kami gak bisa lama - lama. Ada meeting lagi nih jam dua nanti. Kami harus kembali ke kantor" ungkap Salman pamit.


"Iya Sal gak apa - apa. Aku ngerti kok, makasih ya atas makan siangnya" balas Aisyah.


"Ah ini kan hanya kebetulan saja kita bertemu. Lain waktu kita atur khusus ya makan siang bersama" ujar Salman.


"Boleh" jawab Aisyah ramah.


Mereka saling berpamitan dan berpisah di area parkir Restoran. Aisyah lebih dulu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Salman dan yang lainnya. Salman menatap kepergian Aisyah dengan senyum tipis yang terbit di wajahnya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2