Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 312


__ADS_3

Refan dan teman - temannya kini sudah berada di dalam ruangan kerjanya. Setelah rapat hari ini dia dan Bimo akan berpamitan kepada Ela dan Dini. Mereka akan kembali ke Perusahaan mereka masing - masing.


"Ngapain kalian datang?" tanya Refan kepada Romi dan Riko, dia pura - pura tidak tau maksud kedatangan para sahabatnya ke Perusahaan ini.


"Tentu saja mau ngucapin selamat kepada calon bidadari surga kami" jawab Riko.


"Halaaaah... bilang saja kalian takut kan?" goda Refan.


"Takut apa?" tanya Romi.


"Takut mereka digodain Rendy" jawab Bimo ikutan.


"Siapa bilang? Sama Rendy ngapain takut. Dilihat dari segi manapun kami ini menang banyak dari dia" potong Riko.


"Betul, dia aja mantan napi. Wajah cakepan kami, pekerjaan kerenan kami. Apa coba yang kami takutkan?" tanya Romi.


"Kalian takut Ela dan Dini di rayu sama Rendy" ledek Refan.


"Tidak... kami gak takut. Ela gak mempan kena rayuan gombal" sambar Romi.


"Tapi kamu takut kalau Ela kena rayuan pulau kelapa? Mereka cantik amat ku sukaaa" jawab Refan sambil bernyanyi.


Membuat Ela dan Dini tersenyum melihat pembicaraan para lelaki.


"Sudah.. Rendy gak akan berani gangguin mereka" potong Riko.


"Yakin banget kamu?" tanya Refan.


"Ya yakin donk, aku udah kirim surat somasi di meja kerjanya" jawab Riko menang.


"Serius kamu?" tanya Bimo terkejut dan tidak percaya dengan perkataan Riko.


Riko menganggukkan kepalanya.


"Somasi gimana? Apa isinya?" tanya Bimo penasaran.


"Surat ancaman. Isinya kalau Rendy menggoda Ela dan Dini, dia akan kami kembalikan ke penjara dengan tunturan pencemaran nama baik" potong Romi.


"Pencemaran gimana?" tanya Bimo.


"Lah kalau calon kami bisa diembat sama Rendy nama baik kami sebagai mantan Casanova tercemar donk. Masa iya calon istri bisa direbut orang. Mau disimpan dimana muka kami" jawab Romi.


Ela dan Dini tersenyum lucu mendengar jawaban Romi.


"Ya elaaaaah... aku kira pencemaran nama baik yang gimana gitu Rom" sambut Bimo.


"Hahaha... nama mantan Casanova nya yang tercemar" ledek Refan.


"Kamu gak naksir Rendy kan Shel?" tanya Romi.


"Tergantung Mas" jawab Ela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Waah gawat ni Rom" sindir Refan.


"Tergantung apanya nih Shel?" tanya Romi mulai kesal.


"Tergantung Mas Romi nya, percaya gak sama aku?" jawab Ela.


Romi bernafas lega.


"Percaya donk.. aku kira tadi tergantung apaan" sambut Romi.


"Ya sudah El, Din. Kami akan segera pamit dari kantor ini. Mas percayakan Perusahaan ini kepada kalian. Walau Rendy berjanji untuk berubah, Mas harap kalian tetap waspada. Bisa saja dia mengulang kesalahan yang sama" pesan Refan.


"Baik Mas" jawab Ela dan Dini serentak.


"Aku request donk, calon bidadariku jangan dibuat repot. Sebentar lagi kan kami akan menikah" potong Riko.


"Mas" sambut Dini dengan tatapan mata mengancam.


"Ya kan, aku gak mau kamu kecapekan" ujar Riko.


"Tenang aja Mas Riko, Dini gak akan aku buat capek kok. Semua masalah InsyaAllah sudah kami atasi. Saat ini hanya tinggal melanjutkan saja. Paling agak repot sedikit karena kerjasama kembali dengan PT. ABC" balas Ela.


"Tapi kan sudah di handle Rendy" potong Refan.


"Iya sudah ada yang pegang. Dini gak akan repot kok" jawab Ela meyakinkan Riko.


"Syukurlah.. Terimakasih El" balas Riko.


"Kemana?" tanya Riko.


"Ya kemana aja, yang penting jangan di sini. Kita bisa ganggu kerja Ela dan Dini nanti" jawab Bimo.


"Nggak ah, kalian saja. Aku masih mau disini" ujar Romi.


Bimo melirik Refan, Refan tersenyum membalas tatapan Bimo.


"Dasar bucin" ejek Refan.


"Halaaah kamu juga dulu sama Kinan gitu kok. Sampai Kinan diantar dan di jemput ke kantornya gara - gara takut di culik Fadlan" ungkap Romi.


"Lain cerita bro.. Kinan udah jadi istriku. Lah kalian?" tanya Refan.


"Kami kan juga gak jauh beda. Mereka adalah calon istri kami" jawab Romi.


"Jauh donk bedanya. Masih calon istri juga. Iya kalau jodoh, kalau nggak? Hayo... gimana?" tanya Refan.


"Astaghfirullah.. ih doa kamu Fan. Jangan sampai ada malaikat yang dengar. Kalau diaminkan mereka bisa bahaya. Aku sudah banyak berjuang" ujar Romi.


"Hahaha.. panik dia" ejak Refan.


"Udah Rom, Ela gak akan kemana-mana dan aku jamin Rendy juga tidak akan berani macam - macam pada Ela. Bisa di hajar Ela dia sampai babak belur" sambut Bimo.

__ADS_1


"Eh iya.. aku lupa kalau kamu pinter bela diri. Kalau Rendy godain kamu langsung aja di smackdown ya" pesan Romi.


"Aku juga titip Dini ya El. Tolong dijagain, kalau Rendy godain dia laporkan padaku" potong Riko.


"Maaaaas" sambut Dini malu.


"Iya Mas, akan aku ingat pesan kalian. Ya sudah lebih baik kalian pergi bersama Mas Refan dan Mas Bimo. Biar kami bisa bekerja dengan tenang" ucap Ela.


"Ya sudah kami cabut ya. Yuk Fan, Bim" ajak Romi.


"Shel jangan lupa pesanku" ucap Romi.


"Iya Maas" jawab Ela kepada Romi.


Refan dan kawan - kawannya beranjak pergi dari ruangan Refan yang kini sudah menjadi ruangan kerja Ela. Sementara Ela dan Dini sudah mulai bekerja menjalankan tugas mereka untuk mengelola Perusahaan Pak Reno.


*******


Refan dan teman - temannya berkumpul di sebuah Restoran sambil menikmati makan siang bersama.


"Gimana perkembangan kasus Arga Fan?" tanya Riko.


"Sebentar lagi akan sidang Ko" jawab Refan.


"Kalau sudah keluar jadwalny kabari aku ya.. aku mau datang ke sidang itu. Mau lihat gimana wajah Arga. Apakah dia akan tetap sombong seperti dulu" ujar Riko.


"Aku rasa kalau dia tidak berubah dan menyesali perbuatannya dia benar - benar kelewatan Ko" komentar Bimo.


"Kamu belum kenal siapa Arga. Dia pria yang sangat sombong" sambut Riko.


"Aku kenal dia juga, sempat beberapa kali dulu ketemu di Labuhan Bajo" jawab Bimo.


"Yah kamu kan hanya lihat luar dia saja. Pria itu sangat ambisius dan tamak. Lihatlah apa yang dia dapatkan karena ketamakannya itu. Akhirnya dia hancur dan kembali menjadi gembel" balas Riko.


"Begitulah kehidupan, setiap saat pasti selalu ada masalah, rintangan yang kita hadapi. Masalah yang datang bisa jadi itu ujian atau juga hukuman. Tergantung bagaimana kita menerimanya dan juga menjalaninya. Kalau kita segera sadar dan tak lupa bersyukur dalam hidup ini InsyaAllah kita akan selamat. Karena sejatinya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Maha Pemaaf dan Pengampun segala dosa - dosa manusia. Kalau kita salah kita mohon ampunan dan berusaha untuk memperbaikinya, InsyaAllah Allah akan menggantinya dengan kebahagiaan setelah itu. Contohnya jangan ditanya lagi. Berkacalah pada kehidupan kita semua. Aku rasa kita sama- sama bisa mengambil contoh yang nyata. Semoga Allah melihat dan menerima permintaan maaf kita dan memberi kebahagiaan bagi kita semua" ungkap Refan.


"Aamiin... " jawab semuanya.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.. mohon maaf kalau selama bulan Ramadhan slow respon ya.. karena aku harus membagi waktu dengan baik. Kerja, ibadah, tugas ibu rumah tangga, usaha kecil - kecilan dan menulis.


Aku harap kalian semua bisa memaklumi dan mengerti keadaanku. Sebisa mungkin aku akan tetap update dan doakan semoga kita semua sehat selalu. Aamiin ya Rabb..


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Mohon maaf lahir dan batin.


Terimakasih 🙏💕🙏💕

__ADS_1


__ADS_2