Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 310


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Pintu ruangan Refan diketuk dari luar.


"Masuk" perintah Refan.


Seorang pria masuk ke dalam ruang kerja Refan.


"Rendy? Kapan kamu keluar dari penjara?" tanya Refan terkejut.


"Kemarin Fan, aku ingin menyampaikan rasa terimakasihku langsung kepada kamu" jawab Rendy.


"Ah sudahlah.. bagaimanapun kita pernah menjadi keluarga. Kamu adalah ponakan Papa Reno, itu artinya kamu adalah keluarga Naila" sambut Refan.


"Aku sangat menyesal Fan, telah melakujan kesalahan yang merugikan perusahaan Om Reno. Pada saat itu aku akui, aku terbujuk rayuan Arga" ungkap Rendy.


"Tak apa Ren, aku sudah memaafkan kamu. Ayo silahkan duduk" Refan mengajak Rendy duduk di sofa.


Kini mereka berdua sudah duduk santai di sofa ruangan Refan.


"Aku ingin menawarkan jabatan baru pada kamu di perusahaan ini" ujar Refan.


"Benarkah? Apa kamu masih mempercayaiku?" tanya Rendy tak percaya.


"Aku akan kasih kamu kesempatan sekali lagi. Aku memberikannya karena kamu adalah keluarga Papa Reno" jawab Refan.


Rendy terdiam sesaat, sebenarnya dia sangat malu saat ini. Tapi dia memang butuh pekerjaan. Di zaman sekarang ini jadi pengangguran apalagi pernah menjadi tahanan polisi pasti sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan kembali.


"Aku akan sangat senang sekali menerimanya Fan" sambut Rendy akhirnya.


"Kamu akan menjadi wakil CEO. Maaf hanya itu yang bisa aku tawarkan. Karena aku sudah punya calon CEO yang akan mengurus perusahaan ini. Aku tidak bisa mengurus dua perusahaan sekaligus. Aku juga harus mengurus Perusahaanku" ujar Refan.


"Aku akan memanfaatkan kesempatan yang kamu berikan dengan sebaik mungkin Fan. Aku akan memperbaiki sikapku dan membalas kebaikan kamu. Aku janji, aku akan bekerja dengan baik mengurus Perusahaan ini" sambut Rendy.


"Aku harap kamu bisa menepati janji kamu" balas Refan.


"Aku janji Fan" tegas Rendy.


Dia sangat bersyukur Refan memberikannya kesempatan kedua.


"Besok kita akan meeting dengan CEO PT. ABC" ucap Refan.

__ADS_1


"Lho bukannya Arga sudah dipenjara?" tanya Rendy terkejut.


"Ya Arga sudah dipenjara, tinggal menunggu sidangnya, setelah itu dia akan menjalani hari - harinya di sana. PT. ABC bukan milik Arga melainkan milik keluarga istrinya. Setelah kebusukan Arga terbongkar perusahaan diambil alih oleh istrinya. Kita akan kembali menyusun kerjasama seperti semula" ungkap Refan.


"Baik Fan, aku mengerti" jawab Rendy.


"Kali ini aku tidak mau ada kekeliruan lagi Ren, kamu coba pelajari dengan baik nanti isi perjanjiannya" perintah Refan.


"Baik Fan. Kapan aku bisa mulai bekerja?" tanya Rendy.


"Kalau kamu siap, kamu bisa bekerja mulai hari ini" jawab Refan.


"Apakah ada bahan yang bisa aku pelajari untuk meeting besok dengan PT. ABC?" tanya Rendy lagi.


"Ada, kamu bisa memintanya pada Sari" jawab Refan.


"Baiklah Fan, kalau begitu aku pamit. Aku akan minta bahan meeting besok pada Sari" ujar Rendy.


"Oke Ren, selamat bergabung kembali di Perusahaan ini. Silahkan kamu gunakan ruangan wakil CEO yang tersedia di kantor ini" sambut Refan.


"Iya Fan, terimakasih" jawab Rendy.


Rendy segera bergegas meninggalkan ruangan Refan kemudian menemui Sari, Sekretaris Refan di Perusahaan ini. Setelah meminta bahan meeting besok dengan PT. ABC, Rendy segera masuk ke dalam ruangan kantornya yang baru. Karena sebelumnya ruangan Refan itu adalah ruangannya saat dia menjabat menjadi CEO Perusahaan ini.


****


Keesokan harinya sesuai dengan kesepakatan Refan dan Febri istrinya Arga. Mereka melaksanakan perjanjian kerjasama yang baru antara dua Perusahaan mereka.


"Baiklah karena semua sudah datang dan waktu yang kita tetapkan sudag tiba. Kita langsung saja membuka rapat ini dengan mengucap Bismillah.. " ucap Refan.


"Sontak Febri dan Rendy merasa aneh dengan perkataan Refan. Sedangkan Ela, Bimo dan Dini mengikuti ucapan Refan dengan ucapan Basmalah.


"Langsung saja Bu Febri. Saya perkenalkan ini adalah Rendy yang semula adalah pejabat sementara CEO menggantikan Pak Reno selaku ponakan Pak Reno. Beliau kini menjaga sebagai wakil CEO selama saya mengurus perusahaan ini. Beliau cukup tau banyak tentang perjanjian kerjasama sebelumnya yang dilakukan dengan Pak Arga" ucap Refan memperkenalkan Rendy kepada Febri.


Febri segera menjabat tangan Rendy dan tersenyum hormat.


"Rendy" ucap Rendy.


"Febri" sambut Febri.


"Ini adalah Cishela Budianto Manajer Keuangan sementara sedangkan di sebelahnya adalah Dini Dharmawan, asistennya. Setelah perjanjian kerjasama perusahaan ini berjalan dengan lancar saya akan menyerahkan jabatan CEO kepada Cishela. Jadi selanjutnya Bu Febri akan berhubungan langsung dengan Cishela dan Rendy" ujar Refan.

__ADS_1


Rendy sekilas melirik wajah Cishela karena dia terkejut dengan perkataan Refan barusan. Tetapi Rendy tak berani berbuat macam - macam. Bisa diterima kembali di perusahaan ini saja dia sangat bersyukur.


Rendy sudah bertekad akan bekerja dengan sebaik mungkin di perusahaan ini.


"Cishela" ucap Cishela ramah.


"Febri" jawab Febri.


Begitu juga dengan Dini, dia juga turut memperkenalkan dirinya.


"Dan ini adalah Pak Sitompul Pengacara Perusahaan kami Bu Febri. Beliau yang sudah menyusun perjanjian ulang untuk kerjasama perusahaan kita" sambung Refan.


Febri dan Pak Sitompul saling berjabat tangan. Febri tidak datang sendiri. Dia datang bersama asisten pribadinya dan juga Pengacara Perusahaannya.


Meeting berjalan dengan sangat serius. Semua dibahas ulang dalam perjanjian kerjasama yang baru. Ela sudah menyusun dengan baik perhitungan laba rugi kedua perusahaan. Febri terlihat puas dan menyambutnya dengan sangat baik juga.


"Saya setuju dengan perjanjian ini. Menguntungkan untuk kedua belah pihak" sambut Febri.


"Selanjutnya proyek ini akan di urus oleh Rendy di lapangan. Anda bisa bertanya kepada beliau mengenai proyek" ujar Refan.


"Baik Pak Refan, saya mengerti. Kelihatannya anda benar - benar sudah mempersiapkan semua ini dengan baik ya Pak Refan?" puji Febri.


Refan tersenyum menang.


"Kondisi Perusahaan ini harus segera diatasi dengan baik Bu Febri. Saya harus menyelamatkan perusahaan ini karena itu adalah amanah terakhir Pak Reno kepada saya. Saya harus menjaga Perusahaan ini dengan baik sampai nanti cucunya Pak Reno sudah cukup umur untuk mengelola langsung perusahaan ini sendiri" jawab Refan.


"Saya mengerti. Pak Reno sungguh beruntung mempunyai menantu seperti Anda" sambung Febri.


Refan hanya bisa membalasnya dengan senyuman.


"Kalau begitu apakah sudah selesai semuanya?" tanya Febri.


"Sudah.. semua sudah selesai" sambut Febri.


"Kalau begitu saya pamit undur diri Pak Refan dan yang lainnya. Maaf kalau ada prilaku saya yang kurang berkenan" ucap Febri dengan sangat sopan.


"Ah tidak ada yang perlu dimaafkan Bu Febri. Kami sangat mengerti. Anda wanita yang hebat" balas Refan.


Febri dan para utusannya saling berjabat tangan dengan Refan dan teamnya. Setelah itu Febri melangkah keluar dari perusahaan Refan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2