Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 276


__ADS_3

Seminggu kemudian...


"Mas hari ini jadwal imunisasi si Kembar. Kita ke rumah sakit ya nanti sore setelah kamu pulang kerja" ajak Kinan.


"Oke sayang. Kakak Salman ikut gak nanti?" tanya Refan.


"Ikut donk Pa. Kakak Salman mau jaga adek" jawab Salman.


"Kalau begitu makan yang banyak ya biar kuat dan cepat besar. Kalau kakak Salman kuat baru bisa jagain adeknya" sambut Refan.


"Oke Papa" jawab Salman.


Sore hari nya Refan bersama istri dan anak - anaknya berangkat menuju rumah sakit tempat si kembar di lahirkan. Dengan membawa kereta dorong si Kembar mereka mendorong bayi kembar itu dan berjalan ke dalam Rumah Sakit menuju ke tempat praktek dokter anak.


Bersamaan dengan mereka masuk tiba - tiba terdengar keributan dari arah UGD.


"Tolooong... tolong istri saya" teriak seorang pria.


Karena suaranya begitu kuat Refan melirik ke arah datangnya suara dan alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang dia lihat.


"Arga... " ucap Refan.


Kinan langsung melihat ke arah tatapan Refan. Mereka melihat Arga sedang membuka pintu mobilnya sambil berteriak. Tak lama dokter dan perawat datang dengan membawa tempat tidur dorong.


Mereka mengeluarkan tubuh istri Arga yang penuh dengan darah. Saat itu istri Arga sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Ada apa ini Pak? Mengapa istri Bapak bisa seperti ini?" tanya Dokter.


"Tolong dok istri saya tadi terjatuh dikamar mandi. Kepala dan perutnya terbentur ke lantai" jawab Arga.


Refan dan Kinan menyaksikan semua itu tanpa berkata apa - apa.


"Astaghfirullah ya Allah.. selamatkanlah wanita itu dan anaknya" gumam Kinan pelan.


"Yuk yank kita pergi dari sini. Aku tidak ingin melihat wajahnya" ajak Refan.


Walau sesaat tapi Arga sempat menatap wajah Refan tapi dia langsung mengikuti dokter yang membawa istrinya ke ruangan UGD.

__ADS_1


Sementara Refan dan Kinan melanjutkan langkah mereka menuju praktek dokter anak.


Dua jam kemudian Refan dan keluarga kecilnya hendak keluar dari Rumah Sakit. Mereka berjalan dari klinik anak menuju pintu keluar Rumah Sakit dan melewati ruangan operasi.


Refan dan Kinan sangat terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Arga sedang duduk di depan ruang operasi dan bersamanya ada sepasang suami istri yang sudah berumur sedang menangis berpelukan.


Wajah Arga terlihat sangat kacau dan pipinya terlihat basah.


"Apa yang terjadi dengan dia Mas?" tanya Kinan.


"Aku tak peduli apa yang sedang dia alami. Mungkin dia sedang menjalani hukumannya" jawab Refan dengan rahang yang mengeras.


Arga segera berlari mendekati Refan. Tapi Refan segera mengajak Kinan untuk pergi.


"Refan tunggu... " ucap Arga.


"Ayo yank kita pergi. Aku tidak mengenalnya" ujar Refan kepada Kinan.


"Fan tolong... " ucap Arga.


Refan terdiam kemudian membalikkan badannya.


"Maafkan aku Fan.. tolong maafkan aku. Saat ini istri dan anakku sedang dalam bahaya.. aku tidak tau apakah mereka berdua akan selamat" ungkap Arga.


"Jadi kamu mau minta tolong apa? Minta tolong agar aku mengutuk hidupmu? Agar kamu merasakan apa yang aku rasakan dulu hahaha... Terima saja Arga. Mengapa sekarang kamu baru mau meminta tolong dengan memelas seperti ini. Seminggu yang lalu kamu masih saja angkuh dan berpura - pura di hadapan istri kamu. Aku akan mendoakan agar istri kamu selamat agar istri kamu mengetahui sebejat apa suaminya ini" umpat Refan.


"Maafkan aku Fan, maafkan aku" pinta Arga dengan memelas.


"Sudah terlambat Renita sudah tiada. Dan mengapa kamu meminta maaf padaku. Minta maaf sana sama Renita. Bukan padaku, aku juga sudah bahagia dengan keluargaku yang baru" tolak Refan.


Arga melihat anak - anak Refan.


"Mana anakku Fan? Anakku mana Fan?" tanya Arga.


"Anak kamu yang mana? Kamu punya anak? Bukannya anak dan istri kamu sedang berjuang untuk hidup diruang operasi?" tanya Refan.


"A.. anak aku dan Renita Fan" jawab Arga.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu punya anak dengan Renita. Kamu suaminya?" bentak Refan.


"A.. aku.. aku minta maaf Fan. Renita mengandung anakku. Dia meninggal karena melahirkan putri kami" jawab Arga.


"Owh.. aku tidak tau soal itu. Kamu tanya saja pada makan Renita mungkin kamu akan mendapat jawabnya. Lagian saat istri sedang kritis kamu malah membicarakan istri orang lain. Kamu itu memang laki - laki brengsek" umpat Refan.


"Aku tau.. aku tau.. aku memang brengsek Fan. Oleh sebab itu aku meminta maaf kepada kamu. Istri dan anakku tidah salah, aku yang salah. Jangan mereka yang menebus kesalahanku. Biar aku saja.. " ungkap Arga.


"Kalau soal itu tanyakan kepada Allah Ga. Aku bukan Tuhan yang bisa menentukan siapa yang patut dihukum atas dosa - dosanya. Semoga nasib kamu lebih beruntung dariku" Refan menepuk bahu Arga dengan geram tapi bukan tepukannya bukan sebuah pukulan hanya sentuhan agar Arga semakin sadar kesalahannya sudah sangat besar.


"Ayo sayang kita pergi sekarang. Pemandangan seperti ini tidak baik untuk anak - anak kita" ucap Refan kepada Kinan.


Refan dan Kinan mendoronh kereta dorong si Kembar secara bersama - sama. Arga menangis menatap kepergian Refan dan keluarga kecilnya.


Dia kini sadar apa yang dialami istrinya adalah karena kesalahannya dimasa lalu. Istrinya terjatuh di kamar mandi dan mengalami benturan di kepala dan perutnya.


Dokter harus segera mengoperasi perut istrinya untuk menyelamatkan salah satu dari keduanya dan Arga memilih istrinya. Saat melihat Refan dia teringat akan anaknya dengan Renita.


Kalau nanti anaknya tidak bisa terselamatkan setidaknya dia masih mempunyai anak dari hubungannya dengan Renita. Karena Arga tau bagaimana perjuangan dia dan istrinya untuk mendapatkan bayi mereka saat ini.


Mereka sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. Istrinya menjalani program kehamilan bayi tabung sudah tiga kali dan baru kali ini berhasil. Kalau anaknya meninggal saat ini peluang dia untuk mendapatkan keturunan sangat sulit sekali.


Sementara tidak mungkin dia menceraikan istrinya karena semua harta yang dia miliki semua berasal dari istrinya. Semua kekayaan dan perusahaannya dibawah pengaruh keluarga istrinya.


Arga hanya berharap jika nanti istrinya selamat, pelan - pelan dia akan bercerita kepada istrinya kalau dia mempunyai anak mungkin istrinya mau menerima dan mengasuh anaknya menjadi anak mereka.


Makanya begitu melihat Refan tadi Arga mulai menyusun rencana sejak awal agar dia bisa mengetahui keberadaan anaknya dengan Renita.


Entah mengapa ide itu datang begitu saja saat dia melihat Refan dan dia tetap akan menjalankan rencananya itu setelah istrinya nanti pulih.


Arga kembali duduk di depan ruang operasi menunggu hasil dari pihak dokter Apakah istri dan anaknya bisa sama - sama selamat atau hanya istrinya saja yang selamat.


Dia sangat berharap istrinya selamat karena jika tidak pasti dia akan diusir oleh keluarga istrinya. Itu artinya dia akan menjadi pria miskin.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2