Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 314


__ADS_3

Pagi ini Refan, Kinan dan Bu Suci sudah bersiap - siap untuk menghadiri sidang pertama Arga Laksamana terkait kecelakaan Pak Reno Subrata yang mengakibatkan kematian beliau dan istrinya.


"Pa, Ma, kami berangkat dulu ya, titip anak - anak" ucap Kinan pada kedua orangtuanya.


"Iya Nan, kalian hati - hati ya" jawab Mama Kinan.


"Kami pergi ya besan" ujar Bu Suci.


Refan sudah menunggu didalam mobil, kemudian Kinan dan Bu Suci masuk. Setelah itu mobil melaju menuju ke Kantor Pengadilan Negeri.


Disana mereka disambut oleh para sahabat Refan. Terlihat juga Febri yang datang bersama Rendy.


"Lho mengapa mereka datang barengan?" tanya Riko bingung kepada Refan dan Bimo.


"Mana aku tau" jawab Refan tak kalah terkejutnya.


"Mungkin mereka udah janjian. Kan keduanya berhubungan dengan masalah Arga. Yang satu teman hidupnya sedangkan yang satu lagi teman bisnis" sambut Bimo berusaha berpikiran positif.


Rendy dan Febri berjalan menghampiri Refan dan teman - temannya.


"Pagi, kalian ternyata sudah datang lebih dulu" sapa Febri.


Refan membalasnya dengan senyuman.


"Kalian dari mana Ren? Kok bisa bareng?" bisik Romi kepada Rendy.


"Kemarin aku dan Febri bertemu saat mengurus proyek kerjasama dan kami janjian untuk datang hari ini" jawab Rendy.


"Oooo.... " sambut Romi dan teman - teman.


"Yuk kita masuk" ajak Refan.


Mereka masuk ke dalam ruangan pengadilan dan mengambil posisi tempat duduk masing - masing.


Acara dimulai tepat jam delapan pagi. Arga muncul dengan memakai baju tahanan. Dia menatap ke arah tamu yang menonton sidang pertamanya.


Arga melihat ada Refan dan teman - temannya, juga istrinya bersamaaaa...

__ADS_1


Sejak kapan Febri mengenal Rendy? Kurang ajar kamu Rendy, setelah rencana kamu gagal merebut harta Reno Subrata kamu beralih ke istriku? Aku tidak akan tinggal diam. Umpat Arga dalam hati.


Arga terus menatap ke arah istri dan Rendy duduk.


Sidang berjalan dengan lancar, para saksi memberikan kesaksian mereka. Pelaku pembunuhan yang sudah di tahan di Labuhan Bajo juga sudah di datangkan ke Jakarta dan mengaku kalau dia memang mendapatkan perintah untuk mengejar dan menculik cucunya Pak Reno.


"Sidang akan kita lanjutkan minggu depan" ucap Hakim.


Arga kembali dibawa ke ruang tahanan tapi sebelum dia keluar dari ruangan sidang Arga berteriak.


"Yaaank.. kamu mengapa tidak pernah menjengukku sekalipun. Aku selalu menunggumu" ucap Arga kepada Febri.


Febri hanya menatap Arga dengan tatapan dingin.


"Yank.. kamu masih mencintaiku kan? Mengapa kamu bisa datang bersama Rendy, apa hubungan kalian? Ren... kamu jangan berbuat macam - macam ya pada istriku. Aku tidak akan tinggal diam" ancam Arga.


"Kamu bisa berbuat apa di tahanan Ga, sebentar lagi kamu akan mendekam sampai tua dipenjara. Lebih baik kamu memikirkan nasib kamu. Kesetiaan ada batasnya. Kamu sudah mengkhianati istri kamu selama bertahun - tahun. Kamu yakin istri kamu akan tetap setia menunggu kamu bebas sampai tua?" jawab Rendy.


"Siala* kamu. Bisa - bisanya kamu berkata seperti itu. Yank.. maafkan aku, aku mengaku salah tapi semua hanya masa lalu yank. Kini yang paling penting dalam hidupku hanya kamu. Jangan tinggalkan aku" teriak Arga panik melihat istrinya tidak berkata sedikitpun.


Febri memakai kaca mata hitamnya dan berjalan menuju pintu keluar dan meninggalkan ruang persidangan. Membuat Arga semakin panik dengan sikap istrinya.


Dua polisi langsung membawa paksa Arga kembali ke ruang tahanan sementara sebelum hukuman Arga ditetapkan.


Refan dan teman - temannya menatap semua kejadian itu.


"Cih... sekarang baru bilang cinta, selama ini kemana aja bro.. khilaf kok sampai bertahun - tahun" ucap Aril.


"Dasar manusia serakah. Dia pasti akan melakukan apapun untuk mempertahankan apa yang sudah dia raih dengan kebusukannya" sambut Riko.


"Dia akan menerima ganjaran atas semua perbuatannya selama ini. Ini masih hukum dunia belum lagi hukum akhirat" ujar Refan.


Kinan menggenggam tangan suaminya dengan erat. Kinan tau amarah yang sudah sejak lama dipendam Refan kepada Arga. Kinan sangat bersyukur Refan bisa mengatasi amarahnya dengan baik.


"Kita kumpul di rumahku saja, disana kita akan lanjutkan pembicaraan" ucap Refan pada teman - temannya.


"Oke Fan" jawab yang lainnya serempak.

__ADS_1


"Kalau begitu aku jemput Reni dulu ya Fan, baru bawa dia ke rumah kamu. Kasihan dia sendirian di rumah" ucap Bimo.


"Baik Bim, kami tunggu ya" sambut Refan.


Mereka segera keluar dari ruangan persidangan dan berjalan menuju mobil masing - masing. Rombongan berjalan beriringan menuju rumah Refan. Hari ini mereka semua tidak bekerja karena baru melewatkan satu peristiwa penting.


Sesampainya di rumah Refan mereka berkumpul di teras belakang rumah Refan. Refan sengaja memilih tempat di situ agar mereka bisa leluasa mengobrol santai sambil mengisap rokok. Kalau di dalam ada anak - anak Refan sedang asik bermain.


"Menurut aku sepertinya Arga mencium sesuatu antara Febri dan Rendy. Jujur aku sebagai laki - laki juga merasa aneh dengan kedekatan mereka. Padahal kan kerjasama Perusahaan Subrata dengan PT. ABC masih baru, tapi mereka sudah sedekat itu" ungkap Aril curiga.


"Benar kamu Ril, kita aja yang orang lain di luar Arga dan istrinya merasa curiga apalagi Arga yang merupakan suaminya. Dia pasti punya feeling kalau istrinya sudah mulai berubah padanya. Buktinya tadi dari kata - katanya dia bilang istrinya tidak pernah menjenguknya selama dalam tahanan" sambut Romi.


"Syukurlah Febri bisa move on dengan cepat. Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya dan masih melihat wajah putus asanya karena kandasnya rumah tangganya dengan Arga" ujar Refan.


"Kesalahan Arga memang tidak bisa dimaafkan. Sudah diangkat derajatnya oleh istrinya. Diberikan pekerjaan dan jabatan, hidup dengan nyaman dan serba berkecukupan eh malah selingkuh dengan wanita lain, bertahun - tahun lagi bahkan sampai menghasilkan seorang anak" komentar Bagus


"Kalau aku jadi istrinya Arga, aku juga tidak akan mau menunggu Arga bebas dan menerimanya kembali. Mending cari suami baru. Apalagi dia masih muda, kaya dan cantik. Pasti masih bisa menggaet pria - pria tampan" sambut Aril.


"Kamu aja yang gaet dia Ril. Kan kamu saat ini masih jomblo" ledek Romi.


"Enak aja, diluar sana masih banyak anak gadis ngapain aku cari janda. Bimo aja yang seorang duda masih bisa dapatin anak gadis. Masak aku yang single dapat janda" protes Aril.


"Ya siapa tau berminat" potong Romi.


"Aku masih setia memperjuangkan cinta adek Belaaa.. Belaaaa aku mencintaimu" ucap Aril dengan gaya lebay.


"Ehm.. ehm... " gumam Bimo dari belakang, dia baru saja sampai ke rumah Refan karena sebelumnya menjemput istrinya dulu ke rumah baru ke sini.


"Eeeh ada calon kakak ipar rupanya. Mari duduk sini.... " goda Aril pada Bimo.


"Kalau kamu bukan temanku, tak sudi aku merestui hubungan kamu dengan Bela. Aku do'ain deh Bela beneran tidak suka sama kamu" sambut Bimo.


"Jangaaaaaaaan.. Tega amat sih Kakak Ipaaaar.. aku sudah cinta mati sama Bela... " balas Aril.


Yang lain tertawa melihat tingkah kocak Aril.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2