
Setelah selesai dari kantor pengacara, siangnya Refan dan Bimo janjian bertemu dengan teman - teman yang lain sambil bertukar pikiran tentang masalah yang saat ini sedang dihadapi Refan.
Mereka kini sudah berkumpul di sebuah Restoran yang sengaja di pesan Aril. Tempat biasa mereka bertemu. Aril sengaja memesan tempat yang lebih tertutup agar mereka lebih leluasa membicarakan langkah - langkah mereka dalam memecahkan masalah yang membuat tewasnya Pak Reno Subrata dan istrinya Ibu Thalita.
"Bagaimana tadi Fan di kantor pengacara?" tanya Bagus.
"Aku sudah cerita sama Pengacara itu tentang kecelakaan yang dialami Papa Reno sehingga mengakibatkan kematian Papa dan Mama. Pengacara itu bersedia membantu dan ikut menyelidiki" jawab Refan.
"Apakah dia bisa dipercaya?" tanya Romi.
"InsyaAllah bisa. Kita tidak boleh su'udzon Rom" sahut Refan.
"Bukan su'udzon hanya mencoba waspada" balas Romi.
"Waspada boleh saja tapi jangan sampai kita berpikiran buruk. Dia kan pengacara, tau hukum lebih baik dari kita. Aku yakin dia tidak akan berbuat sejahat itu. Lagian aku tau pengacara itu sudah sejak dulu menjadi pengacara kepercayaan Papa Reno. Bahkan sampai Papa Reno berani menitipkan surat wasiatnya kepada pengacara itu" ungkap Refan.
"Iya Refan benar, dari yang aku lihat. Pengacara itu sangat bijaksana. Dia akan menyelidiki kecurigaan kita di perusahaan Om Reno. Mudah - mudahan kecurigaan kita salah dan semua akan terarah pada satu orang saja" sambut Bimo.
"Aamin... " sahut yang lain.
Tak lama ponsel Bimo berdering tanda panggilan masuk.
"Assalamu'alaikum sayang" ucap Bimo.
"Aku lagi makan siang bareng Refan dan teman - teman yang lain. Iya ada Bagus, Riko, Romi dan Aril. Apa kamu mau dibawain sesuatu? Baik.. baik.. nanti aku bawain ya. Iya sayang nanti sore kita kedokternya. Kamu sabar ya.. Udah dulu aku lagi membahas sesuatu yang serius dengan yang lainnya. Dah sayaaang Assalamu'alaikum... " Bimo menutup teleponnya.
"Reni sakit Bim?" tanya Bagus.
"Nggak" jawab Bimo.
"Lho tapi tadi aku dengar mau ke dokter" sambung Bagus.
"Alhamdulillah badan Reni dalam keadaan sangat baik saat ini" sahut Bimo.
"Lho kalau sangat baik ngapain ke dokter?" tanya Aril bingung.
Bimo tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah Reni lagi hamil" ungkap Bimo.
"What's??? Tokcer banget kalian. Baru nikah udah langsung belendung alias tek dung" sambut Aril.
"Iri bilang Bos" sindir Refan.
__ADS_1
"Iya dia sendiri lagi patah hati" ledek Romi.
Bimo melirik Aril dengan tatapan yang tak bisa dilukiskan.
"Udah Bim, kamu gak usah menatapku seperti itu. Aku sudah menyerah dengan adik kamu. Aku sudah di tolak, mungkin Bela memang bukan untukku. Aku ikhlas" Aril membenturkan kepalanya ke meja.
Refan dan teman - temannya yang lain tersenyum melihat tingkah kocak Aril
"Maaf Ril, aku tidak bisa banyak membantu kamu. Aku tidak bisa memaksa Bela kalau dia tidak punya perasaan apapun pada kamu" ujar Bimo kepada Aril.
"Tidak apa Bim, aku mengerti. Mungkin kita memang tak bisa jadi saudara" balas Aril dengan wajah sedih.
"Kasihan banget nasib kamu" sahut Bagus
"Mau aku kenalin sama sepupu Kinan gak?" tanya Refan.
Mata Aril langsung melotot dan bercahaya penuh semangat.
"Apakah solehah seperti Kinan?" tanya Aril.
"Ya aku gak tau, tapi waktu ketemu kemarin aku lihat dia gadis yang santun dan solehah" jawab Refan.
"Tapi hatiku sudah diikat Bela. Gimana cara melepasnya" sambut Aril sedih.
"Ril sepuluh kali kamu seperti itu aku yakin kamu akan berakhir di rumah sakit jiwa karena geger otak" goda Romi.
"Biar saja, mungkin itu lebih baik. Aku bisa melupakan Bela. Namanya bisa terhapus di dalam hatiku" ungkap Aril putus asa.
"Cie.. yang lagi patah hati. Gak nyangka seorang playboy bisa patah hati" ejek Riko.
Tiba - tiba ponsel Bimo berdering lagi. Bimo segera menjawabnya karena itu panggilan dari istrinya.
"Ya sayang... apa? Kamu mau Aril yang mengantarkan makanan itu ke rumah Refan? Tapi yank sepertinya Aril tidak bisa saat ini. Dia sedang patah... oke.. oke.. sayang jangan nangis. Aku akan suruh Aril antar makanan yang kamu mau saat ini juga. Sudah ya sayang jangan nangis. Sampai jumpa nanti sore" ucap Bimo.
Aril langsung mengangkat kepalanya dan menatap wajah Bimo penuh curiga saat Bimo menyebut - nyebut namanya. Perasaannya langsung gak karuan.
"Ada apa Bim?" tanya Aril.
"Sorry Ril jadi ngerepotin kamu. Reni minta dibeliin es krim sekarang juga dan harus kamu yang antar. Karena saat ini aku tidak bisa dekat - dekat dengan Reni. Setiap aku dekat Reni, dia pasti akan muntah - muntah" ungkap Bimo.
Sekali lagi Aril kembali membenturkan kepalanya ke meja.
"Ya Tuhaaaan.. apa salahku sampai aku harus menjalani kehidupan yang berat ini. Udah aku di tolak sama gadis pujaan hatiku. Aku malah disiksa sama istri dari Calon Kakak Iparku" komentar Aril.
__ADS_1
Refan dan yang lainnya tertawa melihat tingkah putus asanya Aril.
"Salah kamu sih suka gangguin Si Setan Kecil. Makanya anaknya balas dendam. Udah sana gih beliin Reni es krim. Aku gak mau ponakan aku ileran gara - gara keinginannya tidak terpenuhi" perintah Refan.
"Sial.. sial.. siaaaal... Sial banget nasib ku. Ya Tuhaaan... semoga aku ketemu sama sepupu Kinan ya saat antar es krim buat Si Setan Kecil" doa Aril.
"Ye.. sempat - sempatnya ya ngarep ketemu bidadari surga" ledek Bagus.
Walau masih kesal Aril tetap berdiri.
"Bim, istri kamu minta beli es krim apa?" tanya Aril.
"Strawberry Gelato yang ada di Cafe Gelato Secret" jawab Bimo.
"Allahu Akbar, Biiim.... permintaan anakmu. Jauh Bim tempatnya dari sini" protes Aril.
"Hahaha... nikmati saja. Mungkin anak Bimo ingin berkenalan dengan kamu selaku orang yang paling mengganggu saat proses dia tercipta di dunia ini" ejek Romi.
"Bener tuh, kan kemarin kamu yang paling semangat gangguin mereka belah duren" sambut Refan.
Aril menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Maaf Ril, permintaan istriku sungguh memberatkan kamu" ujar Bimo dengan rasa serba salah.
"Tak apalah.. saat ini aku akan terus berdoa sepanjang perjalanan agar Bela mau menerimaku. Katanya doa orang teraniaya pasti terkabul" ungkap Aril pura - pura sedih.
"Hahahaha... kamu dianiaya sama anak Bimo" tawa Romi dan teman - temannya pecah.
"Sekarang kalian senang banget lihat aku menderita" gumam Aril.
"Kalau kata pepatah apa yang kamu tanam itu yang akan kamu panen. Kemarin kamu kan yang paling semangat gangguin Reni dan Bimo, sekarang anak mereka balas dendam hahaha" tawa Romi pecah.
"Nikmati aja Ril" sambut Refan.
"Ya Allah aku ikhlas... semoga dengan begini cintaku berbalas" Aril segera pergi meninggalkan teman - temannya.
"Gak nyambung do'anya hahaha" ledek yang lain sambil menatap kepergian Aril dengan galaunya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1