Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 58


__ADS_3

"Cakenya Kinan sendiri lho Ma yang buat. Dia sengaja izin pulang cepat dari kantor karena ingin buat cake ini khusus untuk Mama" Refan memuji Kinan di depan Mamanya.


"Oh ya, benar Nan kamu yang buat Cake ini. Mama kira beli di toko kue. Cantik banget lho Nan Cakenya udah sama dengan yang dijual di toko kue" sambut Suci takjub dengan keahlian menantunya itu.


"Ah Mama biasa aja kok" balas Kinan merendah.


Tumben Mas Refan memujiku. Batin Kinan. Kinan melirik ke arah suaminya, tampak Refan tersenyum tulus saat memujinya tadi.


"Ayo masuk - masuk, sebentar lagi adzan maghrib. Kita shalat dulu baru setelah itu siap - siap menunggu datang tamu. Kinan bawa anak kamu ke dalam, Fan tunjukin kamar kamu ke Kinan" perintah Suci.


"Iya Ma" jawab Refan.


"Yuk Nan shalatnya di kamar aja" ajak Refan.


"Bik gantian ya, aku shalat dulu di kamar. Bibik bisa gantian shalatnya kan?" ujar Kinan kepada Bik Mar dan Bik Nah.


"Iya Non bisa. Non Kinan santai aja" jawab Bik Mar.


Kinan mengikuti Refan masuk ke kamar Refan saat masih tinggal bersama Mamanya dulu. Kinan melihat sekeliling kamar Refan. Terlihat seperti kamar anak muda hanya saja ukuran tempat tidurnya sudah ukuran besar.


Kinan melihat banyak foto - foto Refan saat remaja daaaan.. lagi - lagi ada foto Refan bersama istrinya saat masih duduk di bangku SMU.


"Maaf foto - fotonya belum sempat di simpang semua" ujar Refan.


"Gak apa - apa Mas, aku ngerti kok" jawab Kinan.


Kinan membuka jilbabnya dan beranjak berjalan ke arah kamar mandi.


"Aku duluan ambil wudhu ya Mas" ujar Kinan.


"Iya" jawab Refan.


Saat Kinan sudah masuk ke dalam kamar mandi, Refan langsung mengambil foto - foto dia bersama Renita dan menyimpannya ke dalam lemari. Refan tidak ingin Kinan tersinggung dan salah sangka lagi karena melihat foto - foto lama dia dan Renita.


Tak lama Kinan keluar dari kamar mandi.


"Buruan Mas wudhunya biar kita shalat berjamaah" desak Kinan.


"Iya Nan" jawab Refan.


Gantian kini Refan yang masuk ke kamar mandi sedangkan Kinan membentang sajadah untuk mereka pakai shalat. Tak lama Refan keluar dan mereka melaksanakan shalat maghrib berjamaah.


Seperti biasa di penghujung shalat Kinan selalu mengambil tangan Refan dan menciumnya. Entah angin dari mana tiba - tiba Refan mencium puncak kepala Kinan dan menahannya beberapa saat. Perlakuan Refan ini sempat membuat jantung Kinan berdebar.


Setelah selesai shalat Kinan langsung menyibukkan dirinya dengan melipat peralatan shalat mereka untuk menutupi sikap salah tingkahnya. Refan menyadari itu dan hanya tersenyum tipis.


Kinan kembali memakai jilbabnya, memperbaiki sedikit riasannya dan segera bergegas ke luar kamar.


"Mas aku keluar duluan ya, mau bantuin Mama" ujar Kinan.

__ADS_1


"Iya" jawab Refan.


Di luar Suci sudah sibuk bersama adiknya Refan dan asisten rumah tangganya untuk mempersiapkan semua hidangan dan beberapa perlengkapan makan untuk para tamu yang akan datang.


Bik Mar dan Bik Nah hanya bisa menyaksikan semuanya sambil menjaga Salman dan Naila. Kinan segera ikut bergabung dengan mertua dan adik iparnya.


"Nan kamu duduk saja, biar Mama dan Reni saja yang menyiapkan semuanya" larang Suci.


"Gak apa - apa Ma, aku kan juga anak Mama. Jadi biarin aku bantuin Mama ya" ujar Kinan.


Reni dan Suci saling pandang. Mereka tidak menyangka Kinan akan melakukan semua ini dengan tulus. Ingatan mereka kembali kepada Renita yang selalu datang terpaksa ke rumah Suci dan datang hanya sebagai tamu tidak pernah mau ikut bantu - bantu.


Tak lama satu persatu tamu sudah mulai berdatangan dan Refan menerima semua tamu di depan rumah.


"Silahkan masuk Om.. Tante... " ujar Refan.


Suci juga maju ke rumah tamu untuk menerima seluruh tamu arisan.


"Ayo masuk semua ke dalam yuk.... " sambut Suci.


Acara dimulai tepat jam tujuh malam dan langsung dilanjutkan dengan acara makan malam bersama. Kinan tampak sibuk menyiapkan semua makanan yang di hidangkan.


Sementara Refan sedang asik berbincang dengan para saudaranya.


"Refan Tante dengar kemarin kamu sudah menikah lagi? Mana istri kamu?" tanya seorang tamu.


"Kenalin donk ke Tante" pinta tamu itu..


"Sebentar ya Tante" Refan berdiri dan segera berjalan ke arah dapur.


"Nan kedepan yuk, ada yang mau kenalan sama kamu" ajak Refan.


"Sebentar ya Mas" Kinan langsung mencuci tangannya yang kotor dan mengeringkannya.


Refan menggenggam tangan Kinan dan membawanya ke depan. Membuat Kinan terkejut dan terbengong melihat sikap Refan yang seperti ini. Refan tersenyum menatap Kinan.


"Ayo ke depan" ajak Refan lembut.


"I.. iya Mas" jawab Kinan.


Mereka saling berpegangan tangan menghampiri para tamu.


"Kenalkan Om, Tante ini istri Refan" ucap Refan.


Kinan terkejut melihat sikap Refan malam ini. Refan mengenalkan Kinan kepada seluruh tamu sebagai istrinya. Kinan menjabat tangan tamu dengan hormat satu persatu.


"Kinan Om.. Tante... " ujar Kinan menyebutkan namanya.


"Oh ayune istrimu Fan" puji seorang tamu.

__ADS_1


Refan tersenyum bangga mendengar pujian dari keluarganya.


"Eh jeng dimakan cakenya.. ini buatan mantuku lho" Suci membagikan cake yang dibuat Kinan.


"Kinan yang buat?" tanya salah satu tamu undangan.


"Iya Tante, istri saya yang buat tadi sore sebelum ke sini" jawab Refan.


"Selain ayu, pinter masak juga" puji mereka.


Kinan hanya tertunduk malu.


"Anak kamu mana Fan?" tanya tamu yang lain.


"Yank Naila mana?" tanya Refan ke Kinan.


Apa? Barusan Mas Refan panggil aku Yank. Apa aku gak salah dengar? tanya Kinan dalam hati.


Kinan terkejut saat Refan menyenggol tubuhnya.


"Ha.. ah iya Mas ada sama Bik Nah. Sebentar ya aku ambil" jawab Kinan.


Kinan berjalan ke belakang mengambil Naila dari Bik Nah dan juga mengajak Salman putranya sendiri.


"Gimana sikapnya sama anak kamu Fan?" tanya tamu undangan.


"Baik Tante, dia sangat sayang sama Naila" jawab Refan.


"Syukurlah, susah lho Nan cari wanita yang sayang sama anak tiri. Kamu beruntung dapat istri baik seperti Kina, sepertinya istri kamu itu penurut dan solehah" ujar keluarga Refan.


"Alhamdulillah Tante" jawab Refan sambil tersenyum bangga.


Kinan datang dari arah belakang dan sempat mendengar pembicaraan Refan dengan para tamu undangan.


"Nih Tante anakku. Yang ini Salman dan ini Naila. Salman salim nak sama Oma" perintah Refan. Refan memperkenalkan anak - anaknya pada keluarganya.


"Ih ganteng banget nih cucumu Ci, yang bayi juga cantik" puji mereka.


Refan tersenyum lebar karena semua keluarganya memuji keluarga kecilnya.


"Jeng Suci.. maaf ya kami datang terlambat" ujar seorang tamu yang datang bersama anak laki - lakinya.


"Kinaaaaan"...


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2