Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 159


__ADS_3

"Kamu serius Nan? Nan... ini sudah masalah serius Nan" ujar Anita.


"Iya Nit, mana mungkin aku main - main untuk masalah ini" jawab Kinan.


"Apa kamu yakin Mas Bima di bunuh?" tanya Anita.


"Aku gak tau Nit, berulang kali aku berpikir dan mengingat - ingat apakah Mas Bima mempunyai musuh tapi aku tidak pernah mendapat jawabnya" jawab Kinan.


"Mas Bima kan orang yang baik, dia juga dewasa dan sabar, mustahil dia mempunyai musuh. Tapi kamu bilang kamu sudah dua kali melihat orang yang mirip Mas Bima dan Salman juga pernah melihatnya. Apa jangan.. jangan... " Anita terdiam.


"Jangan - jangan apa Nit?" tanya Kinan.


"Jangan - jangan Mas Bima belum meninggal. Ya Tuhaaan... bagaimana kalau Mas Bima masih hidup Nan? Kamu dan Refan kan sudah menikah? Kamu juga sedang hamil anak Mas Refan?" tanya Anita.


Kinan reflek memukul lengan Anita.


"Ih kamu ini ada - ada saja. Gimana mungkin Mas Bima bisa masih hidup. Aku menyaksikan sendiri wajah pria yang terbaring kaku di rumah sakit. Papa dan Mama juga ada Nit. Itu Mas Bima, beneran Mas Bima. Aku sangat yakin itu Mas Bima" tegas Kinan.


"Jadi siapa pria yang mirip Mas Bima itu? iiiih aku jadi merinding Nan" ujar Anita.


"Itu yang sedang menjadi pikiran aku beberapa hari ini. Siapa pria itu? Aku dan Salman tidak mungkin berhalusinasi. Dan entah mengapa aku punya firasat ini berhubungan dengan orang yang menaburi bunga di makam Mas Bima. Tapi siapa dia?" Kinan memegang kepalanya. Kepalanya terasa sangat berat karena kurang tidur.


"Nan.. Nan.. udah jangan terlalu kamu fikirkan nanti kamu sakit lagi. Refan tau semua cerita ini kan?" tanya Anita.


"Iya dia tau semua, dia sudah mencari informasi pemilik nomor handphone yang mengirim pesan kepadaku tapi sulit untuk menemukannya.


"Udah Nan biarkan Refan yang menyelesaikannya. Aku yakin dia pasti tidak akan tinggal diam. Saat ini aku sangat yakin dia pasti takut sekali kehilangan kamu dan Salman. Apalagi kamu sedang mengandung anak - anaknya dan setelah masa lalunya yang tidak baik dengan Renita aku sangat yakin dia pasti akan mempertahankan rumah tangga kalian. Dari yang aku lihat dia sudah sangat banyak berubah Nan dan dia sangat perhatian dengan kamu" nasehat Anita.


"Aaah aku gak tau Nit. Apakah dia perhatian karena saat ini aku mengandung anaknya atau.... " kata - kata Kinan terputus.


"Aku yakin dia sudah mencintai kamu Nan. Laki - laki kalau dia sudah mencintai seorang wanita dia pasti akan melakukan apapun untuk wanita itu. Aku melihat semua itu pada diri Refan" ujar Anita.


"Tapi dia tidak pernah mengungkapkannya Nit. Aku tidak tau apakah dia sudah mencintai aku atau masih mencintai Renita" jawab Kinan sedih.


"Kalau dia masih mencintai Renita yang sudah jelas terang - terangan mengkhianatinya bahkan Renita sampai melahirkan anak dari benih pria lain, itu namanya Refan bodoh Nan" balas Anita.


"Dan aku akan benar - benar menyebutnya bodoh kalau dia tidak bisa mencintai kamu. Kamu menemaninya dengan penuh kesabaran di saat - saat terberat dalam hidupnya. Kamu melayaninya dengan sepenuh hati, kamu merawatnya dengan baik bahkan kamu bersedia mengandung anak - anaknya" sambung Anita.


Kinan menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Udah Nan... jangan terlalu berpikir keras. Ingat kamu sedang hamil. Serahkan semuanya kepada Allah dan biarkan Refan yang menyelidikinya. Sekarang kita lanjutkan perjalanan ya, sebentar lagi sudah waktunya kita pengajian" ajak Anita.


"Iya Nit, makasih ya Nit atas nasehat dan saran kamu. Aku merasa sedikit lega, walau masalah ini belum selesai" ujar Kinan.


Anita kembali menyalakan mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju tempat pengajian mereka. Seperti biasa Ayu juga sudah sampai dan sedang menunggu kedatangan mereka.


"Nit, gimana kabarnya perjodohan kemarin?" tanya Ayu gak sabar.


"Eh iya Nit, aku jadi lupa" sambut Kinan.


Wajah Kinan berubah jadi lebih bersemangat.


"Kata Dini, Mas Riko sudah mulai menghubunginya. Mereka sudah saling bertukar informasi" ungkap Anita.


"Yes... berarti ta'arufnya berjalan. Aseeeeek" sambut Ayu senang.


"Mudah - mudahan mereka cocok ya.. dan berlanjut ke jenjang yang lebih serius" ujar Kinan


"Aamiin.. " sambut Ayu dan Anita.


"Kita siap - siap yuk sebentar lagi pengajian akan di mulai" ajak Anita.


Setelah satu jam berlalu pengajian akhirnya selesai. Karena ustadzah mereka ada acara lain jadinya setelah pengajian Ustadzah langsung pulang biasanya mereka akan berbincang-bincang dan tanya jawab setelah pengajian.


Refan belum datang menjemput Kinan, jadinya Ayu dan Anita ikut menemani Kinan menunggu Refan.


"Eh Nit hari sabtu ini datang ya ke rumah aku, bawa Dini juga" undang Ayu.


"Ada acara apa Yu?" tanya Anita.


"Mas Bagus ulang tahun tapi bukan karena itu juga kok. Udah tua juga masak di rayain ultahnya. Cuma buat acara makan bersama aja, kumpul teman - temannya Mas Bagus" jawab Ayu.


"Aku sepertinya gak bisa. Ada arisan keluarganya Mas Galuh. Maaf ya Yu.." ujar Anita.


"Kalau Dininya bisa datang gak? Nanti kan bisa sekalian di jemput Kinan. Ya Nan ya.. Nanti kan disana ada Mas Riko juga jadi bisa lebih akrab gitu" sambung Ayu.


"Nanti aku tanya Dini dulu ya, kalau dia bisa aku kabari Kinan" balas Anita.


"Aku kok gak diundang" canda Kinan.

__ADS_1


"Kamu kan udah sekalian sama Mas Refan. Mas Bagus udah kabari teman - temannya kok" sambut Ayu.


"Butuh bantuan gak?" tanya Kinan.


"Gak usah deh Nan, kasihan kamu lagi hamil. Lagian kan yang datang cuma kita - kita saja" tolak Ayu.


"Ya sudah nanti kabari aku ya Nit kalau Dini mau ikut. Eh itu Mas Refan udah datang" Kinan menunjuk ke arah mobil Refan yang baru saja sampai.


"Sampai ketemu minggu depan ya" ujar Anita.


"Kalau kita sampai ketemu hari sabtu ya Nan. Hati - hati" sambut Ayu.


"Aku duluan ya teman - teman" Kinan berpelukan dengan dua sahabatnya itu kemudian dia berjalan menuju mobil Refan.


Sebelum mereka berangkat Kinan melambaikan tangannya ke arah Ayu dan Anita.


"Mas katanya hari sabtu Mas Bagus ngundang kita makan siang di rumah mereka ya?" tanya Kinan.


"Iya, aku baru di kabari Bagus tadi siang" jawab Refan.


Refan mengemudikan mobilnya dengan santai karena memang mereka sedang santai dan tidak terburu - buru.


"Emang kenapa yank?" tanya Refan.


"Ayu tadi undang Anita dan Dini. Tapi Anita gak bisa karena ada arisan keluarganya Mas Galuh, jadi rencananya kami mau ajak Dini biar bisa lebih akrab dengan Mas Riko" jawab Kinan semangat.


"Wah bagus juga ide kalian. Pasti si Riko senang banget dapat kabar gembira begini" sambut Refan.


"Mas jangan bilang - bilang Mas Riko dulu biar aja jadi kejutan. Tiba - tiba saat di rumah Mas Bagus ada Dini di sana" pinta Kinan.


"Beres yank, kalau perlu kita kerjain Riko habis - habisan sampai dia gregetan" ucap Refan antusias.


Refan dan Kinan tertawa membayangkan gimana wajah Riko nanti saat bertemu Dini. Riko pasti sangat senang bertemu dengan pujaan hatinya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2