
Tiiiiiiiiiiiiit...... suara mesin yang ada di dekat tempat tidur Arga.
"Innalillahi.. wa innailaihi rojiun.... " ucap Refan dan Kinan dengan wajah sedih, bahkan Kinan sampai meneteskan air mata.
"Ayah kenapa Papa?" tanya Naila.
"Ayah kamu sudah pergi sayang" jawab Refan.
"Pergi ke surga" jawab Refan lagi.
"Surga? Dimana itu?" tanya Naila ingin tau.
"Tempat yang jauh dan sangat indah" balas Kinan.
"Yuk kita ke sana Pa" ajak Naila.
"Nanti ya sayang, belum waktunya. InsyaAllah nanti kita semua juga akan ke sana" jawab Refan
Tak lama dokter dan para perawat datang karena sebelumnya Refan menekan bel panggilan darurat. Dokter memeriksa keadaan Arga.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun.. Waktu kematian pukul 9.30 Wib" ucap sang dokter.
Refan menyerahkan Naila kepada Kinan, dia kemudian menghubungi mantan istri Arga melalui panggilan telepon.
"Assalamu'alaikum Bu Febri" ucap Refan memulai panggilannya.
"Wa'alaikumsalam. Ya Pak Refan, ada yang bisa saya bantu" jawab Febri.
"Saat ini saya sedang berada di RS. XXX, saya mendapat kabar kalau Arga Laksamana sedang sakit dan keadaannya kritis jadi saya dan istri saya datang menjenguk. Dan kabar buruknya baru saja Arga meninggal dunia" ungkap Refan.
"Ya Allah.. Innalillahi.. Mas Arga" sambut Febri terkejut.
"Mungkin Bu Febri ingin melihatnya juga dan siapa tau Bu Febri mengetahui keluarganya. Ada baiknya segera dikabari agar proses pemakanannya bisa di segerakan" lapor Refan.
"Iya.. iya Pak Refan, saya akan segera ke Rumah Sakit dan saya juga akan kabari keluarga terdekat Mas Arga. Terimakasih atas informasinya" balas Febri.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu di sini" ujar Refan.
Telepon terputus, Refan segera melirik Kinan dan Naila.
"Yank sebaiknya kamu dan Naila tunggu di dalam mobil ya. Aku gak mau ada orang yang melihat Naila di sini. Sebentar lagi akan banyak orang yang datang. Baik itu Febri atau keluarganya Arga. Aku takut ada wartawan atau orang yang tidak dikenal memanfaatkan situasi ini. Aku takut terjadi hal - hal yang tidak kita inginkan " pesan Refan.
"Baiklah Mas, aku akan bawa Naila ke mobil segera" jawab Kinan.
"Aku menunggu Febri datang ya, bagaimanapun kan kita yang terakhir bertemu dengannya. Tidak mungkin kita membiarkan jenazah Arga seperti ini" ungkap Refan.
"Iya Mas, aku mengerti" balas Kinan.
Kinan segera menutup kepala Naila agar tidak dikenali dan menggendongnya keluar dari kamar rawat inap Arga. Kemudian Kinan pergi membawa Naila menuju parkiran dan menunggu Refan di dalam mobil bersama Naila.
Sementara Refan mengurus semua proses yang dibutuhkan untuk pemakaman Arga. Tak lama kemudian Febri beserta keluarga Arga datang ke Rumah Sakit.
Saat Febri melihat wajah Arga untuk terakhir kalinya, dia juga tak kuasa menahan air matanya jatuh di pipi.
"Ya Allah Maaaas... aku tak menyangka beginilah akhir hidup kamu. Mengapa kamu tidak memberi kabar padaku" ucap Febri.
"Walau kamu sudah banyak menyakitiku Mas tapi bagaimanapun kamu adalah cinta pertamaku. Semoga Allah menerima taubat kamu" ucap Febri.
Jenazah Arga segera disemayamkan di rumah duka keluarga Arga yaitu adik kandungnya. Sedangkan Refan pamit kepada keluarga Arga dan juga Febri untuk kembali pulang karena harus mengantar istrinya pulang.
Setelah itu Refan kembali menuju mobil dan pulang ke rumah bersama Kinan dan Naila.
"Sungguh akhir cerita yang indah ya Mas. Di saat - saat terakhir hidupnya Mas Arga sempat bersyahadat. Semoga dia husnul khatimah" ucap Kinan.
Refan menarik nafas panjang.
"Begitulah kehidupan, semua yang hidup pasti mati. Tinggal bagaimana kita mengakhiri hidup ini. Apakah dengan cara yang bagus atau malah sebaliknya. Beruntung di saat - saat terkahir Arga dia sempat bertemu dengan Naila ya.. Kalau tidak aku pasti akan merasa bersalah kepadanya" ungkap Refan.
Kinan menyentuh bahu suaminya.
"Kamu pria yang baik Mas. Aku tau bagaimana luka hati kamu dulu. Tapi kamu dengan lapang hati memaafkannya" sambut Kinan.
__ADS_1
"Semua berkat dukungan kamu sayang. Kamu yang mengajarkan aku untuk selalu bisa memaafkan kesalahan orang lain. Kamu juga menyadarkan aku untuk tidak dendam karena semua orang pasti punya kesalahan. Allah saja Maha Pemaaf, apalagi kita yang hanya manusia biasa yang juga tak luput dari salah dan dosa" ucap Refan.
Kinan tersenyum menatap wajah suaminya.
"Begitulah rumah tangga Mas, saling dukung dan saling mengingatkan. Aku juga kan tidak sempurna, suatu saat jika aku melakukan kesalahan tolong tegur dan ingatkan ya" pinta Kinan.
Refan membelai lembut kepala istrinya.
"Iya sayang, aku akan melakukannya tapi aku yakin kamu adalah istri solehah, walau kamu mungkin akan berbuat kesalahan tanpa di sengaja tapi kamu pasti segera membenahinya dan satu sifat kamu yang sangat aku banggakan. Kamu tidak malu untuk meminta maaf, kamu hebat sayang. Kalau aku malah lebih egois dari kamu" ujar Refan.
"Wajar Mas kamu itu laki - laki dan kepala keluarga. Tapi jangan sering - sering ya jadi pria egois" canda Kinan.
"Siap istriku... " sambut Refan lega.
"Eh Mas, gimana keadaan Rumah Sakit? Apakah aman?" tanya Kinan yang baru saja ingat akan hal itu
"Alhamdulillah aman. Pihak Rumah Sakit mau diajak kerjasama dan menutup akses informasi untuk para wartawan. Biar saja nanti pihak kepolisian yang memberi laporan. Karena bagaimana pun Arga kan seorang narapidana yang masih menjalani hukumannya" jawab Refan.
"Aku tidak menyangka umur Mas Arga sesingkat itu Mas, padahal beberapa bulan yang lalu dia masih terlihat gagah dan tidak ada tanda - tanda kalau dia menderita penyakit yang berbahaya" ucap Kinan.
Refan kembali menarik nafas panjang sambil mulai menjalankan mobilnya keluar area Rumah Sakit.
"Itulah umur sayang, tidak ada yang tau kapan ajal itu akan datang. Hari ini Arga, siapa tau besok giliran kita. Kita hanya tinggal menunggu waktu panggilan, kapan Allah menagih janji kepada kita. Dan tidak ada yang bisa lari atau mangkir dari janji kita kepada Allah" sambut Refan.
"Iya Mas.. dan hari ini kita benar - benar mendapatkan pelajaran yang sangat baik dalam hidup ini. Sebesar apapun kesalahan seseorang asalkan dia serius bertaubat Allah pasti akan menerimanya. Melihat bagaimana cara Mas Arga meninggal tadi, aku yakin Allah menerima taubatnya. Aku sampai merinding melihat bagaimana Mas Arga menghembuskan nafas terakhirnya Mas" ungkap Kinan.
"Iya sayang.. semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi NYA untuk Arga. Aku berharap semoga Renita juga seperti itu" ucap Refan.
"Aamiin ya Allah.... " sambut Kinan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1