Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 97


__ADS_3

Setelah selesai makan Refan kembali ke kamarnya sedangkan Kinan menggendong Naila dan memberikannya susu tak lama kemudian Naila tertidur dan Kinan membawanya ke kamar dan meletakkan Naila ke dalam box bayinya.


Kinan melihat Refan sedang mencari sesuatu di dalam lemari pakaian, nakas dekat tempat tidur dan laci meja hias.


"Mas sedang mencari apa?" tanya Kinan penasaran.


"Aku sedang mencari handphone Renita. Aku lupa kalau aku sudah melewatkan hal yang penting. Sejak Renita meninggal aku sibuk mengurus Naila sehingga aku tidak pernah membuka handphone dan laptopnya. Sekarang baru aku ingat dan aku ingin memeriksanya" jawab Refan.


Kinan menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya.


"Kenapa?" tanya Refan balik.


"Kamu itu cinta atau gak sih Mas sama Renita? Katanya dulu cinta banget sampai gak bisa move on tapi kok di tinggal Renita jadi pelupa. Dimana - mana kalau pasangan kita meninggal pasti kita akan membuka barang - barang pribadi miliknya siapa tau ada yang penting atau jadi kenang - kenangan. Kok bisa sih kamu lewatkan?" tanya Kinan heran.


Refan terdiam sesaat.


"Aku begitu kehilangan Renita saat itu tapi aku juga di sibukkan dengan mengurus Naila dan perusahaanku. Saat baru - baru kehilangan Renita aku sempat lama tidak ke kantor sehingga pekerjaan menumpuk dan akhirnya aku jadi sibuk dan melupakan hal penting ini" ungkap Refan.


Kinan duduk di atas tempat tidur.


"Kamu pernah gak lihat handphone atau laptop di lemari atau di kamar ini?" tanya Refan.


"Nggak Mas, aku gak pernah melihatnya" jawab Kinan jujur.


"Ya sudah kalau begitu" balas Refan.


"Mau aku bantu?" ucap Kinan menawarkan.


"Gak perlu, kamu istirahat aja. Kamu kan capek jagain Naila saat di rumah sakit. Biar aku cari sendiri dan aku akan meminta bantuan Bik Mar dan Bik Nah buat bongkar barang - barang Naila di gudang" jawab Refan.


"Baiklah, kalau begitu aku mau temani Salman tidur siang dulu ya Mas. Beberapa hari ini kasihan dia di tinggal terus" ujar Kinan.


"Iya" jawab Refan singkat.


Kinan segera berjalan keluar kamar dan menghampiri Salman. Mengajaknya ke kamar kemudian menemaninya tidur siang di kamarnya. Sedangkan Refan melanjutkan pencariannya.

__ADS_1


Refan segera keluar kamar dan menghampiri Bik Nah dan Bik Mar.


"Bik, yuk temani aku membongkar barang - barang Renita di gudang" ajak Refan.


Bik Mar dan Bik Nah saling pandang.


"Baik Den" jawab mereka berdua. Refan dan kedua asisten rumah tangganya berjalan menuju gudang.


Mereka membuka satu persatu kotak tempat penyimpanan semua barang - barang Renita.


"Den Refan mau cari apa?" tanya Bik Mar.


"Aku mau cari laptop dan handphone Renita Bik" jawab Refan.


"Oh baiklah Den, biar kami coba bantu" jawab Bik Mar.


Saat membuka kotak yang ada di hadapan Refan, dia menemukan sebuah buku. Saat dia membukanya Refan melihat tulisan tangan Renita dan membacanya sekilas.


Ini adalah diary Renita. Mungkin barang ini bisa membantuku. Batin Refan.


"Bik tolong bongkar dan cari dua barang itu ya.. laptop dan handphone Renita, sekalian sama cargernya ya tolong di cari. Aku akan ke ruang kerjaku. Kalau kalian menemukannya tolong bawa ke ruang kerjaku" pinta Refan.


"Baik Den" jawab Bik Mar dan Bik Nah bareng.


Refan segera bergegas meninggalkan Bik Mar dan Bik Nah di gudang kemudian dia berjalan menuju ruang kerjanya. Kini Refan duduk di belakang meja kerjanya dan mulai membuka buku diary Renita.


Ternyata buku diary ini sudah berumur tiga tahun. Saat Refan membaca lembaran pertama adalah pengalaman Renita bekerja di kantornya yang baru. Refan mengingat - ingat, di tahun itu memang Renita baru pindah kerja ke perusahaan tempat dia bekerja terakhir.


Karena pengalaman kerjanya Renita di terima di perusahaan tempat dia bekerja terakhir sebagai manajer perencanaan bisnis. Kepintarannya dalam berbisnis membuat dia diterima di perusahaan besar. Refan sudah berulang kali mengajar Renita untuk bekerja di perusahaannya tapi Renita selalu menolak alasannya dia bosan bekerja di tempat yang sama. Sehari - hari baik di tempat kerja ataupun di rumah mereka selalu bertemu.


Refan mengalah karena cintanya kepada Renita dan membebaskan Renita bekerja di perusahaan lain dan meniti karirnya di perusahaan besar tempat dia bekerja terakhir


XXX, Januari 2018


Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di Perusahaan ABC. Perusahaan besar yang sudah lama aku incar. Kata teman - temanku pemilik perusahaan ini sangat tampan dan kekar. Banyak teman - teman wanita di kantorku membicarakan ke gagahannya. Aku jadi penasaran dengan cerita mereka.

__ADS_1


Di hari pertama ini juga aku langsung bertemu dengannya. Hari ini dia mengadakan rapat dengan para manager di perusahaan ini. Saat bertemu dengannya untuk pertama kalinya entah mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku tidak bisa pastikan itu apa tapi aku merasa seperti kembali berada pada masa - masa remajaku.


Benar kata teman - teman wanita di kantorku, dia terlihat sangat gagah. Dengan warna kulit yang lebih gelap dari Mas Refan entah mengapa aku merasa dia lebih... perkasa. Dipertemukan pertama kami dia selalu melihat ke arahku. Aku yakin ini bukan hanya perasaanku sendiri, dia memang sedang memperhatikanku.


Dan entah mengapa untuk pertama kali jantungku berdetak kencang. Aku seperti merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Perasaan yang sudah lama hilang saat aku berada berasama Mas Refan.


Refan mengepalkan tangannya emosi ketika membaca diary Renita. Berarti cerita ini dimulai sudah sejak tiga tahun yang lalu. Batin Refan.


Refan memukul meja kerjanya karena sangat kesal dan emosi. Hatinya sangat panas membaca curahan hati Renita yang dia tuliskan dalam diarynya.


Mengapa selama ini dia tidak pernah melihat buku ini? Eh tidak.. tidak.. Refan pernah melihat buku ini selalu berada di dalam tas kerja Renita. Tapi dia tidak pernah membukanya karena Refan kira ini hanya buku agenda pekerjaan milik Renita. Sehingga Refan tidak pernah menaruh curiga bahkan berusaha untuk membuka apalagi membacanya.


Refan kembali membaca lembar berikutnya.


XXXX, Februari 2018


Hari ini kami terbang ke Surabaya untuk melakukan perjalanan bisnis. Karena aku adalah manager perencanaan bisnis di perusahaan ini aku di tugaskan pergi bersama Bosku.


Hatiku sangat senang dan aku sudah tidak sabar untuk melakukan perjalanan berdua saja dengan dia. Kami berada di dalam pesawat dan duduk berdekatan.


Jantungku rasanya tidak karuan karena berada begitu dekat dengannya. Tapi aku tidak ingin dia melihat kegugupanku. Aku segera menutup mataku dan mencoba untuk tidur di sampingnya. Rasanya sangat nyaman sekali berada di dekatnya.


Saat aku hampir saja terlelap dalam tidur dan mimpi indahku tiba - tiba aku merasakan tanganku di sentuh oleh benda hangat. Benda itu menarik tanganku lembut dan menggenggam dan juga meremasnya lembut sekali.


Sontak aku terbangun dan melihat dia menatapku dengan tatapan mendamba...


"Brengsek... kamu sudah lama melakukan hal ini padaku Renita... Tega sekali kamu" ujar Refan sambil berteriak.


Hatinya kembali terluka tanpa terasa air matanya mengalir.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2