Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 98


__ADS_3

"Brengsek... kamu sudah lama melakukan hal ini padaku Renita... Tega sekali kamu" ujar Refan sambil berteriak.


Kinan yang mendengar suara teriakan Refan dari ruang kerja Refan langsung keluar dari kamar Salman dan berjalan menuju ruang kerja Refan. Kinan membuka pintu dan melihat Refan menangis terisak di depan meja kerjanya sambil memengang sebuah buku.


Pelan - pelan Kinan mendekati Refan dan menyentuh bahunya.


"Maaaas" panggil Kinan.


Refan melihat ke arah Kinan, dari mata Refan Kinan bisa melihat kalau saat ini Refan benar - benar sedang terluka.


"Naaan dia.. dia.. benar - benar sudah mengkhianatiku Nan. Bahkan sudah sejak lama. Sejak tiga tahun yang lalu" Refan memeluk peluk Kinan.


Kinan saat ini sedang berdiri di samping Refan yang duduk di depan meja kerjanya.


"Astaghfirullah... " ucap Kinan.


Saat ini Kinan sadar Refan membutuhkan teman untuk curhat dan berbagi kesedihan. Bukanlah mereka sudah sepakat untuk berteman dulu. Inilah saatnya Kinan barusaha membantu Refan sebagai seorang teman. Agar Refan bisa mengeluarkan semua isi hatinya dan membuat Refan lega.


Pasti perasaan Refan sangat hancur karena perlahan demi perlahan dia menemukan bukti - bukti bahwa Renita memang sudah mengkhianatinya. Bahkan tadi Refan katakan kalau Renita sudah lama melakukannya, sudah sejak tiga tahun yang lalu.


Refan terus menangis dalam pelukan Kinan.


"Da.. dari mana Mas mengetahuinya?" tanya Kinan.


"Aku gak sengaja menemukan buku diarynya di kotak yang di simpan di gudang. Ini Nan.. aku baru membacanya beberapa lembar tapi aku sudah menemukan jawabannya. Dia.. dia.. menyukai Bos di perusahaannya. Pantas saja dia tidak mau aku ajak bergabung di perusahaanku ternyata dia ada maksud lain" ungkap Refan.


"A.. apakah Mas mau melanjutkannya? Apakah Mas siap?" tanya Kinan.


Refan melepaskan pelukannya dan menengadah keatas melihat wajah Kinan. Tampaknya kekhawatiran di wajah Kinan. Dia takut suaminya tidak kuat menerima kenyataan yang lebih menyakitkan dari ini.


"A.. aku harus kuat Nan demi Naila. Aku sudah berjanji ingin mencari siapa Papa kandungnya. Walau aku harus terluka karenanya tapi harus aku lakukan. Tolong Nan.. tolong tetaplah di sampingku seperti ini. Aku sangat membutuhkan dukungan kamu" pinta Refan.


Kinan bisa melihat dari sinar mata Refan, dia benar - benar butuh dukungan saat ini. Kinan tidak tega dan yang jelas dia memang harus menemani Refan apapun yang terjadi karena Refan adalah suaminya saat ini.


Apapun yang sedang terjadi dengan Refan, Kinan harus mendukungnya dan menemaninya karena itu salah satu tugas seorang istri.


"Iya Mas, aku tidak akan kemana - mana. Aku akan selalu disamping kamu. Menemani kamu apapun yang terjadi. Kamu yang kuat ya, kita akan lalui semua ini bersama - sama" ujar Kinan memberi semangat.


"Terimakasih Nan" jawab Refan.


Tak lama kemudian terdengar suara pintu ruang kerja Refan di ketuk dari luar.

__ADS_1


Tok.. tok..


"Ya.. " jawab Refan dari dalam.


"Anu Den.. kami sudah menemukan laptop dan handphonenya Non Renita" ujar Bik Mar dari luar.


Refan dan Kinan saling pandang.


"Hapus air mata Mas, jangan sampai mereka melihat Mas dalam keadaan seperti ini" bisik Kinan.


Bagaimanapun dia harus menjaga harga diri suaminya di depan orang lain. Itu juga tugas seorang istri.


Refan mengusap air matanya dan membersihkan hidungnya yang tersumbat dengan menggunakan tisu karena dia baru saja menangis.


"Masuk Bik" jawab Refan.


Tak lama pintu ruangan Refan terbuka dan muncullah Bik Mar dengan membawa tas laptop dan handphone yang Refan yakin itu adalah milik Renita lengkap dengan chargernya.


"Ini Den" ujar Bik Mar. Dia meletakkan laptop dan handphone Renita di atas meja kerja Refa.


"Terimakasih Bik" jawab Refan.


"Baik Non, akan saya sampaikan" balas Bik Mar.


"Terimakasih Bik" jawab Kinan.


"Bibik permisi Den, Non Kinan" ujar Bik Mar.


"Iya" jawab Refan.


Refan segera mengambil tas laptop dan handphone Renita. Karena handphone tersebut sudah lama tidak di pakai sehingga baterainya habis. Refan segera mengisi baterai handphone dan laptop Renita.


Kinan duduk di depan Refan, mereka terpisah oleh meja kerja Refan. Kinan memperhatikan semua aktifitas Refan di depannya.


Dengan tak sabar Refan langsung membuka laptop Renita mencari file yang mungkin bisa memberikan informasi. Kinan mencari dan terus mencari hingga dia menemukan satu file yang dia curigai.


Tapi saat Refan ingin membuka file tersebut ternyata Renita menguncinya. Di layar tertera permintaan password untuk membuka file tersebut.


"Sial.. dia menguncinya. Filenya meminta kata sandi" ujar Refan.


Refan mencoba mengerti beberapa kemungkinan kata sandi untuk membuka password file tersebut. Refan memakai tanggal lahir Renita, tidak bisa.

__ADS_1


Dia menggantinya dengan tanggal lahirnya, tidak bisa juga. Kemudian tanggal pernikahan mereka, tetap tidak bisa. Refan mencoba dengan berbagai kata sandi tapi tetap tidak bisa terbuka.


"Gimana Mas?" tanya Kinan penasaran.


"Gak bisa Nan" jawab Refan.


"Jadi gimana?" tanya Kinan.


"Besok aku akan membawa laptop Renita ini ke kantor dan meminta bagian IT untuk membobolnya. Aku yakin mereka pasti bisa karena tim IT ku sangat ahli di bidangnya" jawab Refan.


Kini pandangan Refan beralih kepada handphone Renita. Tidak menunggu sampai baterai handphone tersebut penuh. Refan sudah sangat tidak sabar dan penasaran. Akhirnya dia menyalakan ponsel Renita tersebut.


Tak butuh waktu lama akhirnya ponsel Renita juga bisa di buka. Refan segera membuka beberapa aplikasi di handphone mulai dari galeri, pesan, kontak dan aplikasi whatsapp.


Di aplikasi galeri ada stu file yang tidak bisa di buka karena terkunci.


"Sial.. lagi - lagi dia mengunci filenya" ujar Refan.


Refan sudah mencoba membukanya dengan berbagai kata sandi tapi tetap tidak bisa terbuka.


Refan mencoba membuka aplikasi kontak di handphone dan coba memanggil nomornya tertera di layar handphone nama dengan tulisan My husband.


Refan membuka aplikasi pesan tidak ada yang mencurigakan. Refan membuka aplikasi whatsapp. Alangkah terkejutnya Refan melihat satu nama yang di simpan Renita dengan sebutan My Love.


Refan membuka foto profilenya dan menyimpan foto pria itu kemudian mengirimkannya ke handphonenya.


Refan membuka pesan pria itu melalui aplikasi whatsapp dan membacanya. Sepertinya pesan dari pria itu tidak banyak atau mungkin Renita sering menghapus isi pesannya karena riwayat pengirimannya tidak panjang. Hanya pesan terakhir yang di kirim Renita kepada pria itu berisi kabar bahwa Renita akan melahirkan.


Refan kembali lagi membuka galeri Renita dan pelan - pelan membuka foto - foto Renita satu persatu. Hingga sampai pada foto yang mendekati batas akhir alangkah terkejutnya Refan ketika melihat foto Renita dan pria yang Refan kenal sebagai Bos Renita berpelukan mesra di dalam sebuah hotel.


Deg.... bruuuuk...


Ponsel Renita jatuh dari genggaman tangan Refan.


"Maaaaaas" panggil Kinan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2