
Hari yang sudah di tunggu - tunggu oleh Refan akhirnya sampai juga. Hari ini Refan hanya setengah hari di kantor, begitu juga dengan Kinan. Kinan izin pulang setengah hari kemudian dia mengambil cuti satu minggu.
Sebelum shalat jumat Refan sudah menjemput Kinan ke kantor lalu mereka langsung pulang ke rumah agar Refan sempat shalat jumat di mesjid dekat rumahnya.
Papa Mama Kinan dan Mamanya Refan sudah sejak pagi datang ke rumah mereka untuk menemani Salman di rumah selama Refan dan Kinan pergi ke Bali.
Setelah Refan dan mertuanya selesai shalat jumat di Masjid mereka melaksanakan makan siang bersama di rumah.
"Salman ingat selama Mama dan Papa pergi kamu jangan nakal ya sayang. Ada Opa dan Oma yang temani kamu di rumah. Kalau kangen Mama kamu kita bisa video call" pesan Kinan.
"Iya Ma. Mama dan Papa mau kemana sih?" tanya Salman ingin tau.
"Mama dan Papa mau ke Bali sayang" jawab Refan.
"Jauh gak Bali itu?" tanya Salman bijak.
"Jauh donk, Papa dan Mama harus naik pesawat ke sana biar cepat" Refan dengan sabar menjawab semua pertanyaan Salman.
"Emangnya gak bisa pakai mobil ya ke sana?" tanya Salman penasaran.
"Bisa sayang tapi lama, bisa berhari - hari" jawab Kinan.
"Kenapa, Salman pengen ke sana?" kali ini Refan yang bertanya.
Salman menganggukkan kepalanya.
"Nanti Papa janji, lain kali kita kesana lagi bareng kamu ya.. Kali ini Mama dan Papa dulu yang ke sana, mau cari hotel untuk tempat kita nanti menginap" jawab Refan agar Salman mengerti.
"Cari hotelnya yang besar ya Pa, yang ada kolam renangnya. Biar kita bisa berenang setiap hari" pinta Salman.
"Yang dekat laut juga akan Papa cari sayang. Agar kamu lebih puas melihat lautan dari pada hanya kolam renang" sambut Refan.
"Asiiik... Janji ya Pa?" desak Salman.
"Janji" jawab Refan.
Mereka menautkan jari jentik sebagai tanda ikrar janji.
"Udah siang, nanti kalian kelamaan sampai bandara" ucap Suci.
Refan melirik jam tangannya..
"Iya yank kita berangkat yuk" ajak Refan.
Akhir - akhir ini di depan orang tua mereka Kinan merasa Refan sering memanggilnya dengan sebutan Yank.
Apa Mas Refan ingin menunjukkan kepada orang tua mereka kalau rumah tangga aku dan Mas Refan baik - baik saja ya? Batin Kinan.
__ADS_1
"Ayuk Mas, aku juga sudah selesai makannya" sambut Kinan.
"Pa.. Ma.. kami berangkat dulu ya" ucap Refan pamit.
"Pa.. Ma.. titip Salman. Kalau ada apa - apa langsung hubungi aku" pesan Kinan pada kedua orang tuanya.
"Iya, kalian hati - hati ya. Gak usah pikiran yang aneh - aneh. Fokus aja untuk liburan kalian biar kalian rileks dan santai" jawab Pak Ardhianto.
"Betul itu Mas, mudah - mudahan nanti setelah pulang bawa kabar yang menggembirakan" sambut Suci.
"Aamiin... " ujar Dhisti.
Refan dan Kinan hanya mengaminkan dalam hati dan mereka tersenyum malu menanggapi ucapan para orang tua itu.
Refan dan Kinan bersiap untuk pergi. Mereka menjabat tangan para orang tua dan juga mencium dan memeluk Salman untuk berpamitan.
"Mama pergi ya sayang.. hati - hati di rumah. Jangan nakal" pesan Kinan terakhir untuk Salman.
"Iya Ma.. Dah Mama... Papa... " jawab Salman.
Refan dan Kinan masuk ke dalam mobil yang di bawa oleh supir. Mereka akan diantar ke Bandara.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Bandara. Refan terus menggenggam tangan Kinan mesra selama di Bandara dan sampai mereka naik ke pesawat.
Di atas pesawat mereka sudah duduk dengan sangat nyaman.
"Iya Mas" jawab Kinan.
Kinan mengambil posisi nyaman untuk tidur. Kepalanya sengaja ia sandarkan di bahu Refan. Refan tetap menggenggam tangan Kinan mesra. Tak lama kemudian Kinan pun tertidur.
Tanpa terasa kini mereka sudah tiba di Bali. Di Bandara mereka langsung di jemput oleh pihak hotel dan dibawa ke sebuah Villa yang juga milik hotel yang sudah di pesan Refan sebelumnya.
Letak villa tersebut tak jauh dari pusat kota tapi suasana sangat nyaman sedikit terpencil dan agak jauh dari keramaian.
Dari balkon kamar langsung terlihat pemandangan pantai Kuta. Kamar mereka berada di lantai dua dimana di balkon tersebut ada kolam renang yang sangat besar. Kalau dari dalam kamar antara kolam dengan pantai terlihat seperti menyatu.
"MasyaAllah.. Indah sekali pemandangan di Villa ini" puji Kinan.
"Kamu suka?" tanya Refan sambil memeluk mesra tubuh istrinya dari belakang. Kini mereka menatap pemandangan pantai dari ketinggian kamar mereka yang terletak di lantai dua.
"Suka Mas, aku suka sekali" jawab Kinan sambil tersenyum.
"Walau sudah berlalu beberapa bulan dan sudah banyak yang kita lalui dalam biduk rumah tangga kita. Tidak ada kata terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Selamat datang di Bali untuk honeymoon kita yang tertunda" ujar Refan.
Refan membalikkan tubuh istrinya, kini tubuh mereka berhadapan. Refan langsung mencium kening Kinan lama sekali dan Kinan menutup matanya untuk meresapi suasana ini.
"Terimakasih Mas, kamu sudah merencanakan semua ini dengan sangat baik. Aku sangat suka" sambut Kinan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Sekarang kita bersiap - siap untuk mandi, shalat trus makan malam romantis di bawah" perintah Refan dengan lembut.
"Oke Mas.. Mas duluan mandi ya, biar aku siapkan pakaian kita untuk kita pakai malam ini" jawab Kinan.
"Baik istriku... " balas Refan penuh kelembutan.
Membuat perasaan hangat mengalir di dada Kinan. Apakah rasa pertemanan mereka sudah berubah menjadi cinta di hati Kinan? Hanya Kinan yang tau.
Tak lama kemudian Refan sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobes yang disediakan pihak hotel.
"Mas baju kamu sudah aku siapkan diatas tempat tidur" pesan Kinan.
"Oke, makasih Nan.. " jawab Refan.
"Sekarang giliran aku yang mandi ya" ujar Kinan.
"Mandilah, semua sudah aku siapkan di dalam untuk kamu" sambut Refan.
Jantung Kinan berdetak kencang, apa yang sudah Mas Refan persiapkan untuknya. Jadi penasaran? Batin Kinan.
Ternyata Refan sudah mengisi bathup dengan air hangat, diatasnya ditaburi pelepah bunga mawar merah. Refan juga meneteskan aroma terapi ke dalam bathup sehingga aroma airnya terasa sangat wangi.
Kinan tersenyum melihat semua perlakuan manis Refan untuknya.
"Ah ternyata Mas Refan romantis juga" gumam Kinan.
Terdengar suara ketukan dari luar.
"Naaaan.. " panggil Refan.
"Ya Mas.. " jawab Kinan.
"Selamat menikmati tapi jangan sampai ketiduran ya dan jangan lama - lama sebentar lagi adzan Isya plus perutku sudah sangat lapar" pesan Refan.
Kata - kata Refan barusan membuat Kinan tertawa apalagi penekan Refan pada kata lapar.
Kinan segera memulai acara mandinya. Walau tidak bisa berlama - lama tapi Kinan cukup menikmati mandi malam ini. Tubuhnya terasa ringan dan segar.
Refan memang pintar membuatnya merasa nyaman dan rileks. Hari ini Kinan sangat senang sekali karena banyak sekali kejutan - kejutan yang diberikan Refan untuknya.
Kinan menatap air di bathup yang penuh dengan kelopak bunga. Aaah hatinya saat ini juga tengah ditaburi banyak bunga yang bermekaran indah di taman hatinya. Senyum Kinan tak bisa lepas dari bibirnya.
"Terimakasih Mas Refan... " gumam Kinan di dalam kamar mandi.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG