Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 101


__ADS_3

Setelah mendapatkan pencerahan dari Bapak penjaga makam Refan kembali ke rumahnya. Kali ini dia perasaanya lebih lega karena dia sudah bisa memastikan dua pria yang sering datang ke makam Renita.


Dugaan sementara yang mempunyai hubungan dengan Renita adalah Bos di kantornya sedangkan Riko, Refan belum menemukan apa hubungannya dengan Almarhumah Renita.


Untuk mengorek informasi dari diary Renita sepertinya Refan butuh waktu dan kekuatan. Sampai dia memang sudah siap untuk membuka semuanya. Semuanya memang butuh persiapan setidaknya persiapan hati.


Refan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Kinan baru selesai memandikan Naila.


"Mas sudah pulang?" tanya Kinan.


"Sudah" jawab Refan.


Refan meletakkan handphonenya, melepaskan jam tangannya dan membuka kemejanya. Kinan membawa Naila yang sudah selesai mandi dan sudah wangi keluar kamar dan menitipkannya pada Bik Nah.


Setelah itu Kinan kembali ke kamarnya dan melihat Refan sudah mengenakan kaos dalam.


"Mas mau mandi?" tanya Kinan.


"Iya" jawab Refan.


Kinan membuka lemari pakaian dan menyiapkan pakaian ganti untuk Refan. Refan menarik tangan Kinan dan memeluknya. Kepalanya sangat panas memikirkan Naila dan Renita. Sepertinya dia butuh sesuatu yang bisa mendinginkan kepalanya.


"Mandi bareng yuk, udah lama juga kan gak mandi bareng" ajak Refan sambil memeluk Kinan dari belakang.


Kinan tersenyum, dia mengerti kalau suaminya saat ini sedang gundah gulana. Tidak mungkin Kinan tega menolaknya. Bukankah salah satu manfaat mandi bareng pasangan adalah untuk menghilangkan stress. Kinan akan membantu meringankan pikiran Refan saat ini.


"Boleh, tapi jangan lama ya. Mas belum shalat ashar kan?" tebak Kinan.


"Iya, aku belum shalat ashar. Kamu sudah?" tanya Refan padaa Kinan.


"Belum, tadi aku ketiduran terus terbangun karena Naila nangis eh rupanya dia pup. Sekalian aja aku mandiin Naila terus Mas pulang" jawab Kinan.


"Yuuuk" Refan menarik tangan Kinan untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Mereka saling membukakan pakaian kemudian basah dibawah guyuran air yang keluar dari shower dan saling membersihkan tubuh mereka.


Refan tak kuasa menahan apa yang sedang ada dalam pikirannya. Sambil memeluk Kinan akhirnya dia bercerita.

__ADS_1


"Aku sudah tau siapa dua pria yang sering datang kemakam Renita" ujarnya.


Mungkin dengan cara seperti ini tidak begitu sakit menceritakannya kepada Kinan. Apalagi saat ini Kinan ada di dalam pelukannya. Kinan akan segera menjadi obat luka di hatinya.


Kinan menatap mata suaminya. Ada aura sendu di mata Refan tapi sepertinya Refan sudah mulai bisa berdamai dengan hal itu.


"Dari mana Mas tau? Mas baru pulang dari makam Renita?" tanya Kinan.


Refan menganggukkan kepalanya sambil membersihkan punggung Kinan.


"Aku ke makam Renita dan kembali menemukan sebuket bunga mawar merah di dekat nisannya. Lalu aku menemui Bapak penjaga makam dan menunjukkan foto Bosnya Renita kepada Bapak itu. Dia membenarkan kalau Bosnya Renita adalah salah satu dari dua pria yang sering datang ke makam" jawab Refan.


Kini Refan membersihkan tubuhnya sendiri dengan sabun mandi.


"Tapi bukan dia yang selalu datang membawa buket bunga mawar merah" sambung Refan.


"Lalu siapa Mas pria yang selalu membawa buket bunga mawar merah?" tanya Kinan penasaran.


"Aku ingat dulu saat aku masih pacaran dengan Renita saat di kampus, aku selalu memberikannya setangkai bunga mawar merah dan para sahabatku tau itu. Karena aku selalu mengajak Renita kumpul bareng mereka. Kecurigaanku jatuh pada salah satu dari mereka. Aku tak berani menuduh siapa orangnya aku hanya menunjukkan fotoku dengan semua sahabatku dan Bapak penjaga makam menunjuk kepada satu orang. Kamu tau? kecurigaanku ternyata benar. Riko adalah pria yang satu lagi yang selalu datang ke makam Renita sambil membawa buket bunga mawar merah" jawab Refan.


Kini giliran Kinan yang membersihkan punggung Refan. Dia mengelusnya lembut, punggung pria yang saat ini sedang rapuh.


"Lho kalau dia mengganggu Renita bukankah dia yang sudah merusak persahabatan kami?" sambut Refan.


"Kalau kamu tidak menemukan bukti perselingkuhan Renita dengan Riko bisa jadi dia Riko hanya penggemar rahasia Mas" ujar Kinan.


Refan terdiam mendengar perkataan istrinya. Benar juga apa yang Kinan katakan, bisa saja itu terjadi. Refan berusaha mengingat - ingat sikap Riko kepada Renita sejak dulu.


Tapi Refan tidak merasakan keanehan dari sikap mereka berdua. Apa mereka sangat pinter bersandiwara di depanku? Batin Refan.


Riko, Romi dan Aril sejak dulu memang suka gonta ganti pacar. Hanya dia dan Bagus yang tipe setia. Terlebih Refan sejak zaman SMU sampai menikah dengan Renita pacarnya hanya satu yaitu Renita.


Tidak ada wanita lain dalam hidup Refan kecuali setelah dia menikah dengan Kinan, itupun karena Renita sudah meninggal dan juga karena desakan orang tuanya.


"Kenapa kamu diam Mas?" tanya Kinan.


"Aku sedang memikirkan sikap Riko dan Renita dulu tapi tidak ada yang mencurigakan" jawab Refan.

__ADS_1


"Sebelum kamu menemukan bukti jangan kamu tuduh dia ya Mas nanti bisa fitnah jadinya" sambut Kinan.


"Iya Nan" balas Refan.


"Udahan yuk, udah sore nanti waktu shalat Asharnya habis" ajak Kinan.


Kinan mengambil handuk mereka dan mengeringkan tubuhnya lalu keluar dari toilet. Setelah mereka selesai mandi dan berganti pakaian Refan dan Kinan shalat Ashar berjamaah.


Setelah shalat Refan mengucapkan doa. Meminta kepada Allah agar dia diberi kekuatan untuk membuka rahasia perselingkuhan istrinya. Refan membenahi niatnya, dia tulus ingin memperjuangkan nasib Naila.


Sementara dia akan mencoba berdamai dengan perselingkuhan Renita. Dia berusaha untuk mengendalikan sakit hatinya dan menenangkan perasaannya.


Setelah shalat Kinan mencium tangan Refan dan seperti biasa Refan membalasnya dengan mengecup kening Kinan. Kali ini sedikit lebih lama sehingga membuat Kinan bertanya tanya dalam hati.


Ya Allah ridhoilah rumah tanggaku kali ini, jadikan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah. Berikan kami keturunan yang soleh dan solehah ya Allah. Amiin.


Tiba - tiba Refan teringat tentang keturunan.


"Nan" panggil Refan.


"Ya Mas" jawab Kinan sambil melipat mukena.


"Kamu tidak sedang meminum pil KB kan?" tanya Refan tiba - tiba.


Kinan terkejut dengan pertanyaan Refan.


"Nggak Mas, kenapa Mas bertanya seperti itu?" tanya Kinan bingung.


Refan menggenggam tangan Kinan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Aku ingin punya anak dari kamu. A.. aku sudah lama ingin sekali punya keturunan. Kamu mau kan mengandung anak dari benihku?" tanya Refan.


Refan menatap dalam ke mata Kinan penuh dengan keseriusan. Kinan dengan lemah lembut sambil tersenyum berkata.


"Aku mau Mas, bukankah kita sudah menjadi sepasang suami istri. Dalam rumah tangga anak adalah rezeki yang paling besar jadi tidak mungkin aku menolaknya" jawab Kinan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2