
Sesampainya di rumah Refan segera meneruskan pesan Kinan ke nomor Aril. Pesan tersebut berisikan alamat rumah Bima di Surabaya dan tak lupa Refan juga mengirimkan foto Bima ke pada Aril.
Refan
Ril ini fotonya Bima dan alamat rumah orang tuanya di Surabaya. Tolong di bantu ya 🙏🙏
Aril
Wah kerena juga almarhum suami Kinan yang pertama Bro. Sepertinya kamu punya saingan yang berat bro untuk mendapatkan hati Kinan.
Refan
Saingan? Gak salah kamu? Dia sudah meninggal
Refan sedikit kesal ketika membaca pesan balasan dari Aril.
Aril
Eh iya ya dia kan sudah gak ada. Kalau begitu berat juga bayang - bayang saingan kamu. Walau dia sudah meninggal aku rasa Kinan pasti sulit melupakan pria setampan ini. Pantas saja anak tiri kamu tampan. Aku kira turun dari wajah Kinan yang cantik ternyata Salman mempunyai Papa yang tampan juga. Kalau wajah pria ini kembali mucul dalam rumah tangga kamu bisa bahaya bro..
Refan
Itu dia makanya sejak awal aku katakan pada kalian rumah tanggaku sedang mengalami permasalahan yang serius dan bisa mengancam kelangsungan pernikahan kami. Mana aku belum tau lagi isi hati Kinan. Apakah dia sudah mencintaiku atau tidak.
Aril
Kamu tanyakan saja padanya langsung?
Refan
Masalahnya aku juga belum pernah mengungkapkan perasaanku padanya
Aril
Serius kamu Fan? Gila kamu? Kinan sudah mengandung anak kamu tapi sekalipun kamu tidak pernah bilang cinta pada istri kamu? Emang waktu buatnya kamu lagi merem ya.. Ah kamu gak romantis. Harusnya saat kamu dan Kinan ada di puncak kamu ucapkan kata - kata cinta. Nih anak bodoh apa lugu ya.. Secara sudah dua kali menikah tapi kelakuannya masih seperti ini 😡
Refan
Itu yang belakangan ini sangat mengganggu fikiranku Ril. Aku takut sekali kehilangan Kinan saat ini. Apalagi aku sudah sangat mencintainya dan tak bisa kehilangan dia. Mana dia lagi hamil anakku, aku tidak ingin mereka pergi dariku dan meninggalkan aku sendiri.
Aril
Sebaiknya kamu ungkapkan secepatnya perasaan kamu pada Kinan agar hatinya tidak sempat direbut pria lain. Menurut aku bisa jadi Kinan sudah mempunyai perasaan kepada kamu. Wanita itu setiap bertindak dan melakukan sesuatu pasti menggunakan perasaan bro. Gak mungkin dia hamil anak kamu tapi hatinya masih ke pria lain.
Refan
Bisa saja kan, contohnya Renita. Bukan hanya hatinya saja yang sudah punya pria lain, malah bayi yang ada di kandungannya pun benih dari pria lain.
Aril
__ADS_1
Tapi Kinan sangat berbeda dengan Renita Fan. Renita tidak pantas dibandingkan dengan Kinan sudah jauh lebih baik darinya.
Refan
Aku tau ril tapi aku masih belum bisa berkata jujur kepada Kinan tentang perasaanku.
Ari
Kenapa gak bisa?
Refan
Karena di awal pernikahan kami, aku sudah tegaskan kepadanya kalau aku masih mencintai Renita. Saat memperbaiki hubungan rumah tangga kami, aku mengajaknya dia berteman dulu dan menjadi patner hidup. Kami belum membawa perasaan kami dalam hubungan ini.
Aril
Aku semakin tidak mengerti jalan pikiran kamu. Sudah... secepatnya lah kamu pikirkan bagaimana cara kamu mengungkapkan perasaan kamu kepada Kinan. Keburu Bima bangkit dari kubur dan merebut Kinan kembali dari pelukan kamu.
Refan
Astaghfirullah.. jangan sampai Ril. Baiklah aku akan memikirkan bagaimana nanti aku mengatakan pada Kinan tentang perasaanku yang sebenarnya kepadanya
Aril
Goodluck bro semoga berhasil
Refan
Aril
Oke, seeep 👌
Refan menutup ponselnya dan memijit kepalanya. Tiba - tiba saja pesan Aril membuat kepalanya pusing dan hatinya resah.
Kinan yang baru selesai mandi memperhatikan tingkah laku Refan.
"Kamu kenapa Mas, pusing?" tanya Kinan.
"Nggak cuma sedikit berat aja" jawab Refan.
"Berat? Apanya yang berat? Kepala kamu Mas?" tanya Kinan bingung.
Bukan Nan, hatiku yang begitu berat memikirkan perasaan aku dan juga perasaan kamu. Aku benar - benar tidak mau kehilangan kamu. Aku tidak akan mengalah kali ini, dan tidak mau kecolongan oleh pria lain lagi. Cukuplah Renita dan aku sudah melupakannya. Tapi kamu dan anak - anak kita, aku tidak mau melepaskan kalian. Apapun yang terjadi. Batin Refan.
Refan memandang wajah Kinan dengan perasaan sedih.
"Sini Mas.. " Kinan mengajak Refan duduk di pinggir tempat tidur.
Refan segera merebahkan tubuhnya dan tiduran di samping Kinan. Kepalanya berada di kedua paha Kinan.
__ADS_1
Kinan kemudian memijit kepala Refan dengan penuh kasih sayang.
"Mau aku olesin minyak kayu putih?" tanya Kinan.
"Nggak usah, begini saja. Aku mau beberapa saat seperti ini dengan kamu. Rasanya beban di kepalaku berkurang perlahan. Rasanya sangat nyaman sekali" ungkap Refan.
Refan memejamkan matanya sesaat. Kinan tersenyum menatap wajah suaminya. Kemudian tangannya yang satu lagi membelai rambut Refan dengan penuh kasih sayang.
Kamu tau Mas aku juga sangat senang seperti ini bersama kamu. Walau hanya sesaat tapi saat ini aku merasa aku adalah dunia kamu.
Seandainya aku tau aku juga ada di hati kamu aku pasti sangat senang sekali. Tapi aku malu Mas menanyakannya kepada kamu.
Mungkin karena aku pernah dua kali terluka dan berharap kepada kamu sehingga hatiku tidak berani berharap lagi pada kamu. Lebih baik kita seperti ini saja. Berteman dan berpacaran ala kamu, tak mengapa asalkan kamu senang, kamu bahagia.
Mudah - mudah Allah mendengarkan doa di setiap sujudku. Kamu bisa membalas perasaanku, membalas cintaku dan kita akan bersatu untuk selamanya.
Tak sengaja Kinan menatap ke arah jam dinding, sudah hampit tiga puluh menit mereka seperti ini. Pantas saja punggung Kinan yang hampir memasuki usia lima bulan kehamilannya merasa pegal dan kakinya juga keram karena dari tadi tidak bergerak. Takut membuat Refan terganggu dan tidak nyaman.
Ternyata tanpa sadar Refan tertidur di atas pangkuan Kinan. Kinan tersenyum memandang wajah teduh suaminya itu.
Dulu... menatap wajah kamu saja aku tidak berani Mas saat tanpa sengaja kamu datang ke rumah orang tua kamu bersama Renita dan aku melihatnya.
Kamu tau Mas seberapa hancurnya perasaanku saat itu? Sakit Mas sangat sakit melihat kamu membawa wanita yang menyebabkan kamu membatalkan pernikahan kita dulu.
Satu tahun aku berjuang melawan rasa sakit ku. Hingga aku bertemu dan berkenalan dengan Mas Bima. Kemudian dia melamarku dan perlahan - lahan mengobati rasa sakitku.
Tapi beberapa tahun awal pernikahan kami aku masih berjuang untuk menghilangkan perasaanku padamu. Kamu sering datang ke dalam mimpiku membuatku selalu merasa bersalah kepada Mas Bima.
Setelah aku benar - benar bisa melupakan kamu dan menerima Mas Bima sepenuhnya menjadi suamiku ternyata Allah berencana lain Mas.
Kamu dan keluarga kamu datang sendiri kepadaku. Kalian kembali ingin menyambung perjodohan yang dulu sempat gagal dan kini seperti inilah kita.
Semua rahasia Allah Mas, tidak ada yang tau bahkan aku tidak pernah membayangkan kalau akhirnya aku benar - benar menjadi istri kamu dan ibu dari anak - anak kamu. Batin Kinan.
Kinan kembali membelai lembut rambut Refan.
"Maaaas sudah hampir masuk waktu maghrib, sebentar lagi adzan. Bangun dan mandi biar bisa shalat maghrib di mesjid" ucap Kinan lembut.
Refan membuka matanya.
"Ah aku tertidur rupanya, habis pangkuan kamu empuk banget membuat aku ngantuk" jawab Refan.
"Mandi gih biar aku siapkan pakaian shalat kamu" perintah Kinan.
"Baik Buuuuuu" sambut Refan sambil tersenyum.
Refan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap - siap akan melaksanakan shalat ke mesjid.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG