Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 76


__ADS_3

Setelah selesai shalat maghrib berjamaah Kinan segera berdandan untuk menyambut kedatangan teman - teman suaminya.


"Udah gak usah dandan - dandan lagi. Mereka semua laki - laki. Aku tidak mau mereka membuat keributan" cegah Refan, padahal dulu Renita dandannya lebih menor dari Kinan malam ini tapi baginya tidak masalah. Dia malah bangga bisa memperlihatkan pada semua orang betapa cantiknya istrinya.


Tapi mengapa dengan Kinan berbeda ya, dia malah ingin menyembunyikan kecantikan Kinan agar hanya dia sendiri yang bisa menikmatinya. Dia takut teman - temannya melihat kecantikan Kinan dan tertarik pada Kinan. Apalagi tiga diantara teman - temannya itu masih single, belum menikah.


"Lho kenapa Mas, aku gak mau teman - teman kamu melihat aku kucel entar mereka kira aku asisten rumah tangga kamu lagi" jawab Kinan.


Aku kan juga mau terlihat cantik Mas seperti Almarhumah Renita. Aku takut mereka mengejekku. Batin Kinan.


"Mereka sudah kenal sama kamu kok. Waktu syukuran pernikahan kita kemarin kan mereka datang dan sudah bertemu kamu. Udah gak usah menor dandannya mereka itu single. Cuma satu orang yang udah nikah. Nanti pada ngelirik kamu" ungkap Refan.


Kinan tersenyum mendengar jawaban Refan. Kamu cemburu atau kenapa sih Mas? Apa iya kamu cemburu pada teman - teman kamu. Tapi kenapa kamu takut mereka melirikku bukanlah istri kamu sebelumnya jauh lebih cantik dari aku dan aku yakin pasti banyak cowok yang meliriknya. Batin Kinan.


"Udah yuk, kita keluar. Sebentar lagi mereka akan datang" ajak Refan.


Kinan menyudahi dandanannya dan menyusul Refan keluar kamar. Kinan menyiapkan meja makan bersama Bik Mar dan Bik Nah. Sedangkan Refan masih asik bermain dengan Naila dan Salman.


Ting... tong...


Bunyi bel pagar rumah Refan.


"Sepertinya tamunya sudah datang Non" ucap Bik Mar di dapur.


"Ya sudah Bik, lanjutkan ya tinggal sedikit lagi ini. Aku ke depan sebentar mau menyambut tamu bareng Mas Refan" jawab Kinan.


Kinan menghampiri Refan dan mengambil Naila lalu menggendongnya. Mereka berjalan bersama ke depan untuk menyambut tamu. Refan membuka pintu rumah.


"Assalamu'alaikum" sapa sepasang suami istri bersama seorang anak laki - laki seumuran Salman.


"Masuk Gus" ajak Refan.


Sahabat Refan yang datang adalah yang sudah berumah tangga. Kinan berkenalan dengan Bagus dan istrinya.


"Ini Bagus, satu - satunya temanku yang sudah menikah Nan. Kemarin dia gak bisa datang pas acara syukuran pernikahan kita karena sedang keluar kota" ucap Refan mengenalkan.


"Kinan" ucap Kinan sambil berjabat tangan kepada istrinya Bagus


"Ayu" jawab istri Bagus.


Kinan tersenyum menyambut wanita yang tampak cantik dan modus tapi tidak memakai jilbab. Sepertinya dia baik. Batin Kinan.

__ADS_1


"Silahkan masuk ke rumah kami" ucap Kinan ramah.


Mereka masuk ke dalam rumah.


"Salman temannya ajak kenalan donk dan ajak main bareng" perintah Kinan saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.


Namanya anak - anak awalnya mereka malu - malu berkenalan tapi setelah itu sudah asik bermain.


Tak lama datang lagi teman - teman Refan yang lain. Yaitu Romi, Aril dan Riko.


"Nan kenalin nih teman - teman aku Romi, Arik dan Riko" ucap Refan ketika mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


"Salam kenal Mas, maaf mungkin kemarin pas acara syukuran gak sempat menyapa" sambut Kinan.


"Gak apa, waktu acara syukuran pernikahan kalian kan banyak tamu dan keluarga yang lain. Kami mengerti kok" balas Aril.


"Yuk Mas ajak makan aja langsung, nanti kemalaman" ajak Kinan.


"Iya Nan. Yuk langsung makan aja kita" Refan mengajak teman - temannya makan.


Mereka duduk di meja makan.


"Katanya Kinan ini pinter masak lho" ujar Aril.


"Kamu kok tau Ril, waaah jangan - jangan kamu mata - mata ya" goda Bagus.


"Kemarin Refan cerita lho Nan dia muji - muji masakan kamu enak katanya" jawab Aril.


Refan tersenyum sambil melirik ke arah istrinya. Kinan menanggapinya dengan senyum lebarnya.


Mereka mulai makan malam.


"Ih ada petai? Enak sekali ini?" ujar Riko.


"Iya di sambel pakai sambel hati dan kentang seperti ini aku suka sekali" sambut Romi.


"Apalagi jadi lalapan bro pakai sambel terasi wuiiih enak banget" ujar Aril.


Refan melirik kearah Kinan lagi, Kinan masih tersenyum mendengar kata - kata teman - temannya.


Gak nyangka aku semuanya pada suka padahal aku yang protes kemarin waktu di pasar.

__ADS_1


"Mas Refan takut kalian gak suka, kemarin dia ngelarang aku beli ini" ujar Kinan.


"Aku kira mereka gak suka soalnya aku juga gak suka" sambut Refan.


"Makanya Fan dimakan biar kamu tau rasanya gimana" ujar Bagus.


"Enak banget masakan kamu Nan, benar ternyata apa yang dikatakan Refan" puji Aril.


"Alhamdulillah kalau semuanya suka" jawab Kinan ramah.


Refan mulai menyicipi sambel hati pakai petai.


"Nanti malam kalau mau ***** Kinan jangan lupa gosok gigi dulu ya Fan" sindit Riko.


"Hahaha iya... soalnya perdana bro makan petai" goda Aril.


Refan hanya tersenyum malu. Malam ini Refan bangga sekali mempunyai istri seperti Kinan. Semua masakan Kinan malam ini memang enak - enak. Apalagi sambel petai ini.


Setelah selesai makan Kinan dan Ayu ngobrol di ruang keluarga. Sedangkan para lelaki ngobrol di teras samping rumah sambil merokok.


"Aku sedikit mendengar kisah pernikahan kamu dengan Mas Refan Nan dari Mas Bagus. Katanya kalian di jodohkan ya sama Mamanya Mas Refan?" tanya Ayu.


Kinan menganggukkan kepalanya.


"Iya, saat itu Naila putrinya Mas Refan sedang sakit, awalnya aku menolak pernikahan ini karena aku dan Mas Refan sama - sama masih terluka karena kepergian pasangan kami. Tapi aku gak tega melihat Naila, bayi yang berumur dua bulan sakit dan di rawat di Rumah Sakit. Akhirnya aku menerima pernikahan ini agar bisa merawat Naila" jawab Kinan.


"Kami hebat ya Nan bisa menerima Refan dengan seorang anak. Kalau aku jadi kamu rasanya aku gak sanggup. Ngurus anak sendiri aja udah repot apalagi ngurus anak orang lain" puji Ayu.


Kinan tersenyum menanggapi ucapan Ayu.


"Naila anak yang baik kok yu tidak rewel dan cengeng. Dia hanya nangis saat dia haus, pup ataupun basah karena popoknya penuh. Gak repot juga ngurusnya. Anakku kan juga sudah besar dan aku juga dibantu sama dua asisten rumah tangga" sambut Kinan.


"Kamu beda banget sama Almarhumah Renita. Dulu aku sih tidak dekat dengan dia karena yah gak usah deh di ceritain sudah meninggal juga orangnya. Tapi aku gak nyangka Mas Refan bisa menerima kamu secepat ini. Setau aku Mas Refan dan Istrinya itu sudah lama lho pacarannya sebelum mereka menikah. Bahkan katanya Mas Refan dulu sempat menolak di jodohkan dengan tetangga dekat rumah Mamanya karena dia lebih memilih menikahi Renita" ungkap Ayu.


"Iya kamu benar Yu dan wanita yang di tolak Mas Refan dulu ya aku" jawab Kinan tersenyum. Kini tidak ada lagi rasa sakit ketika bercerita tentang masa lalu yang pahit itu padahal dulu rasanya sangat sakit sekali.


"Apa Nan? Serius kamu? Jadi kamu dulu wanita yang dijodohkan dengan Mas Refan sebelum menikah dengan Renita?"...


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2