Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 67


__ADS_3

"Lho Mas kita mau kemana?" tanya Kinan bingung. Refan mengarahkan mobilnya bukan ke arah rumahnya.


"Aku lapar. Telepon Bik Mar kita telat pulang dan dia cukup masak untuk makan mereka saja" perintah Refan.


"Iya Mas" jawab Kinan.


Kinan segera meraih ponselnya untuk menghubungi Bik Mar.


"Assalamu'alaikum Bik Mar" sapa Kinan.


"Wa'alaikumsalam Non Kinan" jawab Bik Mar.


"Bik nanti malam masaknya sedikit aja ya, untuk kalian saja. Aku dan Mas Refan pulang telat dan kami makan di luar" ucap Kinan.


"Iya Non. Eeh.. Non ini Salman mau bicara" jawab Bik Mar.


"Halo Mama.. " ucap Salman.


"Assalamu'alaikum sayaaaang" sapa Kinan.


Refan melirik ke wajah Kinan saat mengucapkan sayang. Wajahnya cantik penuh kelembutan dan kasih sayang. Refan tersenyum tipis karena senang melihatnya.


"Wa'alaikumsalam, Mama udah pulang?" tanya Salman.


"Udah tapi Mama sama Papa pulangnya telat ya sayang ada sedikit urusan. Kamu baik - baik ya di rumah, jaga adik dan jangan nakal ya" jawab Kinan.


"Oke Mama" balas Salman.


"Ya udah dulu ya sayang.. Daaaah Kakak Salmaaan" Kinan menutup teleponnya.


Refan tersenyum mendengar ucapan Kinan. Gak salah memang punya istri lemah lembut dan perhatian seperti Kinan.


Refan mengarahkan mobilnya ke sebuah Restoran yang besar, lumayan ramai tapi kelihatannya sangat nyaman berada di dalamnya.


Sepertinya Mas Refan sudah pernah datang ke sini? Batin Kinan.


"Yuk kita turun" ajak Refan.


Kinan turun dari mobilnya dan disambut oleh Refan. Refan menggenggam tangan Kinan saat memasuki Restoran itu dan memilih tempat di sudut yang sedikit tertutup tapi entah mengapa tampak sangat romantis.


Duh kenapa jantung aku berdebar ya.. perasaan kami lagi kencan. Mas Refan ngajak aku dinner. Batin Kinan.


Mereka duduk ditempat yang telah di pilih Refan.


"Sebaiknya kita shalat maghrib aja dulu ya baru makan. Biar makannya gak buru - buru" ajak Refan.


"Iya Mas" Balas Kinan.


Mereka berjalan menuju mushala Restoran yang letaknya berada di belakang gedung. Bersiap - siap menunggu adzan maghrib tiba. Tak lama kemudian adzan pun berkumandang.


Refan dan Kinan shalat berjamaah dengan para pengunjung Restoran yang juga melaksanakan shalat magrib senja itu. Mungkin karena sudah akhir minggu Restoran ini tampak ramai.


Setelah selesai shalat maghrib Kinan dan Refan kembali ke meja mereka sebelumnya. Tak lama pelayan datang membawa daftar menu di Restoran itu.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Refan lembut.

__ADS_1


Kali ini Refan yang lebih aktif bertanya kepada Kinan, Kinan hanya menunggu dan melihat saja.


"Mm.. aku pengen makan tom yam Mas, sepertinya seger makan itu" jawab Kinan.


"Pakai nasi atau pakai mie?" tanya pelayan.


"Pakai nasi putih aja" jawab Kinan.


"Ya sudah Mas, tom yam pakai nasi putih 1, saya kepiting saus padangnya satu sama capcaynya satu ya" sambut Refan.


"Minumnya apa?" tanya pelayan itu lagi.


"Saya jus belimbing ya, kamu?" tanya Refan pada Kinan.


"Aku jus semangka ya Mas" jawab Kinan.


"Baik Mbak. Saya ulang pesanannya ya.. Tom yam 1, kepiting saos padang 1, capcay 1, nasi putih 2, jus belimbing 1 dan jus semangka 1. Ada lagi Mas?" tanya Pelayan.


"Ada lagi Nan?" tanya Refan kepada Kinan.


"Aku sudah cukup Mas, kamu mungkin?" jawab Kinan.


"Itu aja dulu Mas, nanti kalau ada kami pesan lagi" ujar Refan kepada pelayan.


"Baik Pak, tunggu sebentar ya. Kami akan siapkan secepatnya" jawab Pelayan.


Pelayan pergi meninggalkan Refan dan Kinan yang sedang duduk santai di tempat mereka.


Refan terus memandang Kinan dengan intens membuat Kinan jadi salah tingkah.


"Iya Mas aku mengerti kok" jawab Kinan.


"Kamu mau kan mulai lagi dari awal pernikahan kita ini?" tanya Refan.


"Maksud kamu kita mulai dari ijab kabul lagi?" goda Kinan.


"Naaaaaan" protes Refan.


Kinan tersenyum melihat wajah bersalah Refan. Baru kali ini dia bisa puas mengerjai Refan.


"Hahaha.. aku bercanda Mas, dari tadi wajah Mas Refan serius banget aku jadi tergoda untuk mengerjai Mas" ungkap Kinan.


Refan tersenyum memandang wajah Kinan, rasa lega sudah membuat dada Refan longgar. Rasanya tidak ada lagi tekanan di dalam hatinya.


"Kita mulai dengan berteman ya dan tidak akan bertengkar lagi. Gimana?" tanya Refan.


"Boleh" jawab Kinan.


Kinan sadar diantara mereka masih ada bayang - bayang masa lalu. Kinan tidak bisa memaksa Refan untuk secepatnya bisa melupakan istrinya karena dirinya sendiri juga belum bisa memastikan kalau di hatinya sudah tidak ada Mas Bima lagi.


Awal seperti ini saja sudah sangat baik yang penting mereka kini sudah sama - sama punya niat untuk menjalani rumah tangga mereka selayaknya rumah tangga sebenarnya.


"Itu artinya kita akan menjalankan kewajiban kita sesuai tugas kita. Aku janji mulai sekarang akan menjalankan tugasku sebagai seorang suami kepada kamu" janji Refan.


Kinan tersenyum.

__ADS_1


"Apakah aku harus...?" tanya Kinan.


"Tidak.. selama ini kamu sudah menjalankan tugas kamu sebagai seorang istri dengan baik. Malah sangat baik, bukan hanya sebagai seorang istri dan ibu tapi sebagai seorang menantu kamu juga sudah bersikap sangat baik. Makasih ya Nan kamu sudah membantu aku menyusun kembali masa depan dan hidupku yang sudah sempat porak poranda. Kita sama - sama pernah merasakan sakitnya kehilangan.Aku harap kita bisa saling menyembuhkan luka kita" ujar Refan.


"Kamu jangan terlalu memujiku seperti itu Mas, aku juga merasa kalau selama ini aku belum benar - benar menjalankan tugasku sebagai seorang istri buktinya aku sudah membuat mas marah masalah Fadlan. Itu karena aku tidak peka dan lupa posisiku sebagai istri kamu" ungkap Kinan.


"Tidak Nan bagiku kamu sudah sangat baik, malah aku yang sering menyakiti kamu membuat kamu bersedih dan menangis" balas Refan.


"Sudahlah Mas kalau terus seperti ini gak akan selesai - selesai" ujar Kinan.


Refan menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Rasanya sangat lega sekali.


"Yang penting semuanya sudah jelas. Naaah makanan kita sudah datang. Ayo kita makan" sambut Refan.


Pelayan menyajikan makanan yang tadi sudah mereka pesan. Refan dan Kinan menyantap makan malam mereka dengan penuh kenikmatan. Mungkin karena perasaan dan hati mereka sudah sama - sama lega.Makan malam mereka berjalan dengan lancar.


Setelah selesai mereka kembali ke rumah. Saat sampai di rumah ternyata Salman dan Naila sudah tidur di ruang TV di temani oleh Bik Mar dan Bik Nah.


Refan mengangkat tubuh Salman dan memindahkannya ke kamar begitu juga Kinan membawa Naila ke kamar dan meletakkannya ke dalam box nya.


Setelah itu Kinan menyiapkan pakaian ganti untuk Refan dan dia juga bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian. Rasanya sangat gerah sekali seharian tubuhnya berpeluh keringat.


Kinan baru saja selesai mandi ketika Refan masuk ke dalam kamar.


"Mandi Mas, pakaian kamu sudah aku siapkan. Air di bathup juga sudah ku isi air hangat" jawab Kinan.


Istriku memang sangat perhatian. Batin Refan.


Refan segera masuk ke kamar mandi dan mandi. Beberapa menit kemudian Refan sudah keluar dengan wajah yang segar. Kinan sedang asik memberikan susu kepada Naila dan menggendongnya.


"Kamu sudah shalat?" tanya Refan.


"Belum Mas" jawab Kinan.


"Shalat bareng yuk" ajak Refan.


"Sebentar ya aku letakkan Naila dulu lalu aku berwudhu" Kinan kemudian meletakkan Naila yang sudah tidur dengan lelap setelah itu berwudhu ke kamar mandi.


Mereka melaksanakan shalat Isya berjamaah. Setelah selesai shalat baru mereka istirahat dah berbaring di tempat tidur.


"Mas.. " panggil Kinan


"Hem.. " jawab Refan, dia masih asik mengecek handphonenya.


"Besok jangan lupa temani aku belanja. Kamu kan kemarin janji mau temani aku belanja untuk membeli bahan makanan yang akan aku masak buat teman - teman kamu?" Ucap Kinan mengingatkan.


"Eh iya ya" Refan meletakkan ponselnya di atas nakas dekat tempat tidur dan mulai ikut berbaring di samping Kinan.


"Oke deh besok aku temani kamu belanja ya tapi malam ini temani aku olahraga. Tadi aku makan kepitingnya kebanyakan ada yang harus aku keluarkan malam ini" Refan tersenyum nakal.


"Mas Refaaaaaan"..


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2