Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 336


__ADS_3

Sore itu juga Refan berhasil membawa Naila kembali pulang ke rumah mereka. Semula semua biasa saja menyambut kedatangan Refan sepulang kerja. Karena itu sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya.


Tapi begitu mereka melihat Naila dan Bik Mar berjalan di belakang Refan semua berkumpul.


"Ma.. Mamaaaaa... Kak Naila pulang Ma" teriak Khansa.


Kinan yang masih berada di kamar segera keluar dan menyambut kedatangan Naila dengan suka cita.


Khalid dan Salman juga mendengar dari kamar mereka teriakan Khansa. Mereka segera buru - buru keluar kamar. Sedangkan Jeta yang baru saja selesai berenang di kolam belakang sangat terkejut sekaligus sangat senang dengan kepulangan Naila kembali ke rumah ini.


"Naila" teriak mereka kesenangan.


Semua berkumpul di ruang keluarga dan mereka saling berpelukan.


"Sayang akhirnya kamu pulang" ucap Kinan dengan mata berkaca - kaca.


"Iya.. maafkan aku ya Ma. Aku terlalu lama berpikir" ujar Naila.


"Tidak apa - apa sayang, yang penting kamu sudah lega dan tenang" jawab Kinan.


"Ternyata kita semua kalah sama Papa. Kita hampir setiap hari datang ke rumah Naila tapi Naila gak mau pulang. Giliran Papa baru satu kali langsung Naila ikut pulang" ucap Salman.


"Bener padahal aku udah beli es krim tiap hari, beli coklat bahkan aku rela jadi badut tapi aku di tolak" potong Jeta dengan wajah pura - pura bersedih.


"Bang Jetaaaa" teriak Naila.


"Bang Jeta jadi badut? Lucu gak Kak?" tanya Khalid.


"Lucu banget" sambut Naila.


"Boleh donk diulang Bang Jeta. Kami kan mau lihat Bang Jeta jadi badut" rengek Khansa.


Refan merangkul tubuh istrinya.


"Terimakasih ya sayang, kamu sudah mengembalikan kebahagian rumah ini. Kini rumah kita sudah sempurna tidak kurang satu apapun" ujar Kinan kepada Refan.


"Itu sudah menjadi tanggung jawabku sebagai kepala keluarga sayang. Aku harus memastikan semua keluargaku aman dan nyaman. Aku tidak ingin kalian tersakiti" jawab Refan.


Kinan memeluk erat tubuh suaminya.


"Lho Naila yang pulang kok Papa dan Mama yang mesra - mesraan" protes Khansa.


"Sirik aja, yuk sayang kita ke kamar" ajak Refan.


"Ngapain Pa?" tanya Khalid polos.


"Mau produksi adek bayi untuk kalian semua" jawab Refan.


"BIG NOOOOO.... " protes mereka semua sambil teriak.

__ADS_1


Kinan mencubit lembut perut suaminya sambil berjalan ke kamar.


"Kamu ini Mas usil banget sama mereka semua" ucap Kinan


"Siapa yang usil? Aku serius kok sayang" jawab Refan.


"Ih aku jadi merinding Mas. Usiaku sudah tua, aku rasa aku sudah tidak kuat lagi melahirkan anak kamu" protes Kinan.


"Ya kalau begitu kita olah raga sore aja" sahut Refan.


"Maaaas sebentar lagi adzan maghrib" elak Kinan


"Ya sudah tunda nanti malam aja. Kita ganti mandi bareng gimana?" goda Refan.


"Dasar kamu yaaaa... " Jawab Kinan sambil tertawa.


Suaminya ini selalu punya cara untuk membuatnya tidak berkutik. Kinan sangat bahagia hari ini. Akhirnya keluarga mereka kembali bersatu dan mereka semua bahagia.


****


Malam harinya Kinan memasak makanan kesukaan Naila untuk menyambutnya kembali di rumah ini. Mereka semua sudah berkumpul di depan meja makan


"Oh iya Om, Tante aku lupa ngabarin kalau besok Papa dan Mama aku datang ke Jakarta" ucap Jeta.


"Lho Jeta kamu kok baru kabari sekarang sih? Tante belum belanja lho.. Gimana nanti Tante menyambut kedatangan mereka?" protes Kinan.


"Santai aja Tante, Mama Papa pasti suka apa aja yang Tante masak. Apalagi Papa pasti banget ketagihan Tante. Soalnya Mama gak pintar masak" jawab Jeta.


Akankah kedua orang tua Jeta bisa menerima Naila dengan apa adanya tanpa menjelek - jelekkan Naila. Apalagi Jeta itu anak tunggal. Pasti kedua orang tuanya sangat berharap kalau anak mereka mendapatkan pendamping hidup yang baik dan jelas asal usulnya. Bukan seperti dia punya hidup yang cacat karena kedua orang tua kandungnya.


"Nai besok jadi kan?" tanya Salman.


"Kemana Kak?" tanya Naila.


"Tapi tadi kamu bilang mau minta temani ke Butik cari gaun" ujar Salman sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Aku cari gaun, untuk apa?" tanya Naila belum sadar dengan kode Salman.


"Itu lho Nanti, ke butiknya si Ai.. Ai.. " potong Jeta.


"Ooooh.. Kak Salman aja deh yang pergi sendiri" elak Naila.


"Lho emang Salman mau pakai gaun?" tanya Refan ikut bicara.


"Bukan Pa, Kak Salman mau ketemu sama cewek tapi gak berani sendiri" jawab Naila.


"Kak Salman mau ketemu cewek? Waaah kabar gembira ni" sambut Khalid.


Kinan tersenyum mengerti kalau putra sulungnya saat ini sedang menyukai seorang gadis.

__ADS_1


"Ajak Mama donk Sal sekali - sekali. Mama juga mau cari gaun" sindir Kinan.


Wajah Salman memerah karena malu.


"Aku juga mau Kak Sal, pengen cari gaun pesta ya kan Ma" sambung Khansa sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mamanya.


"Gimana kalau Papa aja yang temani? Tanya sama Salman dimana Butik si Ai.. Ai.. itu?" Refan ikutan menggoda Salman.


Semua kompak mengerjain Salman, membuat Salman jadi mati kutu.


"Aaah Papa Mama... sabar dulu donk. Nanti kalau sudah pasti baru aku kenalin pada semua. Sekarang biarin aku mendekatinya dulu ya.. " ungkap Salman akhirnya.


"Kak Nai gimana wajah si Ai.. Ai.. itu?" tanya Khansa penasaran.


"Jelek" jawab Naila cuek.


"Yeee... cantik lho Nai.. Tapi bagiku lebih cantik kamu" potong Jeta.


"Cieeeee yang paling cantik di hatinya bang Jetaaaa" goda Khansa.


Refan dan Kinan tersenyum mendengar obrolan anak - anaknya.


"Bang Jet cerita donk tentang si Ai.. Ai..?" Khansa masih penasaran.


"Dia memakai jilbab, cantik dan lemah lembut. Anggun banget deh, beda banget sama Naila yang tomboy. Jangan marah ya Nai, kamu tetap yang terdepan di hati Bang Jeta" jawab Jeta.


"Bisa diabetes nih Kak Naila. Gombalan Bang Jeta manis banget" sindir Khansa.


"Hahaha... aku mau ah belajar gombal sama Bang Jeta" sambut Khalid.


"Kamu belum waktunya Khal, selesain dulu kuliah kamu lalu kerja. Setelah itu baru cari bidadari surga kamu" potong Refan.


Khalid menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya sudah Kak, besok saat istirahat siang kita perginya. Butiknya kan dekat dari kantor, sekalian aja ajak si Ai.. Ai.. makan siang" ujar Naila.


"Nah gitu donk, itu baru namanya adek Kak Salman" sambut Salman senang.


"Kasih bocoran donk Kak Nai.. besok mau makan siang dimana? Aku dan Khalid kan bisa nyusul" pinta Khansa.


"Anak kecil gak boleh ikut, belajar aja yang benar biar cepat lulus" jawab Naila.


"Yaaaaaaaaaah" sambut Khansa dan Khalid lesu.


Refan dan Kinan tersenyum bahagia melihat interaksi anak - anaknya. Mereka berhasil mendidik anak - anaknya untuk saling menyayangi seperti ini. Mereka terlihat sangat kompak walau ada pertengkaran kecil tapi akhirnya mereka akan akur kembali. Sungguh keluarga yang sangat harmonis.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2