
Setelah Febri dan rombongannya keluar kini hanya tinggal Refan, Bimo, Ela, Dini, Rendy dan Pak Sitompul sang Pengacara.
"Maaf Ren aku belum sampaikan kepada kamu sebelumnya. Karena kamu baru hari ini mulai bekerja. Selanjutnya Cishela yang akan menggantikan aku menjadi CEO di Perusahaan ini. Aku harap kalian bisa bekerjasama dengan baik untuk menjalankan perusahaan ini" ujar Refan kepada Rendy.
"Iya Fan, aku mengerti. Apapun keputusan kamu aku akan tetap mendukung" sambut Rendy.
Rendy menjulurkan tangannya ke arah Ela.
"Rendy Subrata" ujar Rendy.
"Cishela Budianto" sambut Ela.
"Dini Dharmawan" ucap Dini gantian.
Mereka saling berjabat tangan.
"Besok kita akan adakan rapat dengan para Pejabat di Perusahaan ini. Saya akan umumkan pergantian CEO sekaligus dengan kembalinya kamu di Perusahaan ini" ucap Refan.
"Baik Fan" jawab Rendy.
"Pak Sitompul jangan lupa besok hadir ya" pesan Refan kepada Pengacara Perusahaan.
"Pasti Pak Refan" jawab Pak Sitompul.
"Ya sudah sekarang kita sudah bisa bubar. Saya mau kembali ke ruangan saya" sambung Refan.
Bimo ikut bersama Refan. Sejak Rendy kembali ke Perusahaan, ruangan Bimo kini dipakai oleh Rendy. Sehingga beberapa hari ini sebelum Refan dan Bimo meninggalkan perusahaan ini, mereka berada di ruangan yang sama.
"Bagaimana pendapat kamu tentang Rendy?" tanya Refan kepada Bimo.
"Sejauh ini aku belum ada melihat hal - hal yang mencurigakan. Mudah - mudahan dia benar - benar berubah" jawab Bimo.
"Kalau dia berbuat sesukanya, aku akan suruh Ela menggempurnya. Bila perlu pakai jurus mematikan" ujar Refan.
"Aku lupa kalau Ela pintar bela diri" sambut Bimo.
"Eh tapi kalau Rendy suka sama Ela gimana?" sambung Bimo.
"Kalau soal itu biar Romi yang menggempurnya" balas Refan.
"Hahaha iya ya.. ngapain aku pusing. Romi aja santai" ujar Bimo.
__ADS_1
"Romi santai karena dia belum tau Rendy kembali ke kantor ini dan menjadi wakil Ela. Kalau dia tau aku rasa bakal tiap hari dia datang ke kantor ini" komentar Refan.
"Benarkah Romi seperti itu?" tanya Bimo.
"Kalau kamu gak percaya buktikan saja besok. Nanti sore kan kita mau pengajian di kantornya. Kamu ceritakan saja padanya kalau Rendy adalah wakil Ela di Kantor. Selanjutnya kita hanya tinggal menonton" usul Refan.
"Oke Fan, akan aku buktikan apa yang kamu katakan" balas Bimo.
*******
Keesokan harinya di Perusahaan Pak Reno.
Seluruh pejabat sudah berkumpul di ruangan meeting. Refan menyuruh semua pejabat hadir dalam rapat tersebut.
"Selamat pagi, hari ini saya memang sengaja mengundang Anda sekalian untuk hadir di sini untuk mengumumkan kepada semuanya yang ada di sini bahwa sejak hari ini jabatan saya sebagai CEO sementara di Perusahaan ini akan digantikan oleh Ibu Cishela Budianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Keuangan. Dan sekalian saya umumkan juga mulai hari ini Bapak Rendy Subrata akan kembali ke Perusahaan ini menjabat sebagai wakil CEO. Dan sejak besok saya dan Bapak Bimo Akarsana akan kembali ke Perusahaan kami masing - masing karena waktu kami di Perusahaan ini sudah selesai. Mulai besok kami akan kembali ke pekerjaan kami semula. Perusahaan ini sudah kembali stabil dan saya benar - benar berharap Anda - Anda sekalian dapat bekerjasama dan bekerja dengan baik bersama CEO dan wakil CEO yang baru" ungkap Refan.
Seketika suasana di ruangan meeting menjadi riuh.
"Saya harap semua bisa tenang dan bisa menerima keputusan ini. Bapak Rendy berkomitmen akan turut serta membangun dan mengembangkan perusahaan ini dengan seluruh kekuatannya. Bukan begitu Pak Rendy?" sapa Refan.
"Siap Pak Refan" jawab Rendy.
"Siap" sambut semua yang ada di ruangan itu.
Tak lama kemudian Refan dan Bimo menjabat tangan kedua pejabat baru di Perusahaan Pak Reno yaitu Ela dan Rendy. Disusul oleh para Pejabat Perusahaan yang lainnya.
"Satu lagi Kepala Departemen Keuangan akan saya kembalikan ke Pejabat semula yaitu Bapak Joko. Selamat kembali bekerja di posisi semula Pak Joko" ucap Refan.
Pak Joko menunduk tanda hormat dan menerima uluran tangan Refan. Rafat berjalan dengan sukses dan lancar. Mereka melanjutkan rapat dengan membahas kerjasama Perusahaan mereka dengan PT. ABC.
Seluruh karyawan berkomitmen akan bekerja dengan sebaik mungkin demi untuk kemajuan Perusahaan dan kesuksesan bersama.
Siang harinya setelah rapat selesai. Para Pejabat tinggi seperti Refan, Bimo, Ela, Rendy dan Dini naik ke lantai paling atas tempat ruang kerja CEO dan wakil CEO berada
Ternyata saat mereka keluar dari lift mereka sudah melihat Romi dan Riko duduk di ruangan tunggu menunggu kedatangan mereka.
"Lho kalian sudah sampai?" tanya Refan.
Bimo melirik ke arah Refan dan Refan membalasnya dengan senyuman.
"Sudah donk, kami ingin mengucapkan selamat kepada pejabat baru Perusahaan ini" jawab Romi.
__ADS_1
Romi menjabat tangan Rendy, begitu juga dengan Riko.
"Selamat ya Ren, kamu bisa kembali ke Perusahaan ini" ucap Romi tulus.
Para sahabat Refan sudah Rendy kenal sejak dulu karena mereka dulu sering main ke rumah Pak Reno sebelum Refan menikah dengan Renita. Dan setelah Refan dan Renita menikah, Rendy tetap sering bertemu dengan mereka saat ada acara di rumah Refan dan Renita.
"Kamu salah Rom, bukan aku CEOnya. Aku kembali ke Perusahaan ini tapi bukan sebagai CEO melainkan sebagai wakil CEO. CEOnya adalah Ibu Cishela" sambut Rendy.
"Kalau soal itu aku sudah tau sejak lama karena aku juga yang sudah merekomendasikan Cishela kepada Refan" ujar Romi.
"Oh ya?" tanya Rendy terkejut.
"Cishela dulu staff Keuangan di Perusahaan aku dan aku rekomendasikan kepada Refan karena prestasi Cishela yang bagus di bagian Keuangan. Dan saat ini dia juga dia adalah kandidat satu - satunya yang akan menempati calon istriku" ungkap Romi sambil tersenyum.
"Ma.. maksud kamu?" Rendy terkejut kembali.
"Kamu jangan macam - macam sama Cishela ya.. dia ini adalah calon istriku" tegas Romi.
"Dan Dini adalah calon istriku" sambung Riko.
"Di.. ni.. juga?" tanya Rendy.
"Oh tentu donk, mereka berdua sudah sold out. Jadi kamu jangan coba - coba melirik mereka berdua kalau tidak.. kreeeek.. " Romi memberi isyarat akan memenggal leher Rendy.
Refan tertawa disamping mereka dan melirik kearah Bimo.
"Apa aku bilang kemarin Bim, mereka berdua pasti akan datang" komentar Refan.
"Kamu benar Fan" jawab Bimo.
"Yuk kita ke ruangan Cishela" ajak Refan.
Refan, Bimo, Riko, Romi, Cishela dan Dini masuk ke dalam ruangan Cishela yang baru sedangkan Rendy hanya bisa menatap mereka sambil menelan salivanya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sial... belum ada niat tapi aku sudah diancam duluan" gumam Rendy.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1