
"Mas... " tanya Kinan setelah dia selesai meletakkan Naila di dalam box bayi.
"Hem.. " hanya itu tanggapan dari Refan.
"Tadi Mama Suci datang, katanya syukuran pernikahan kita akan dilaksanakan minggu depan. Kamu sudah tau?" tanya Kinan.
"Sudah, tadi Mama juta telepon aku" jawab Refan.
"Jadi gimana Mas?" tanya Kinan.
"Gimana apa?" Refan balik bertanya.
"Pasti banyak keluarga kita yang datang ke sini. Keluargaku dan keluarga kamu. Aku tidak bisa melarang mereka untuk masuk ke kamar kamu dan kamar aku. Mereka pasti akan mencari Naila ke kamar aku sementara box Naila ada di kamar kamu. Bisa ketahuan kita tidur terpisah" ungkap Kinan resah.
"Jadi maksud kamu kita mau tidur satu kamar, gitu?" tanya Refan, sepertinya dia tidak suka.
Duh.. kenapa kesannya aku memaksa ingin tidur sekamar dengannya? Batin Kinan.
"Bu.. bukan itu Mas, aku hanya takut mereka tau tentang rumah tangga kita. Memang benar sih yang jalani itu kita tapi kita kan harus jaga rahasia rumah tangga kita. Aku gak mau mm.. apa ya.. aku gak mau rumah tangga kit jadi konsumsi mereka Mas. Di omongin di luar sana" ungkap Kinan.
"Jadi kamu mau gimana agar rumah tangga kita tetap terlihat baik?" Refan kini bertanya gimana keinginan Kinan.
"Maaf ya Mas, barang - barang Renita boleh gak aku singkirkan sementara dan diganti dengan barang - barangku?" tanya Kinan takut.
"Apa? Kamu mau merubah kamar ini dan menghapus kenangan Renita?" tanya Refan tidak suka.
"Mm.. nggak Mas.. bukan itu. Hanya sebagian kecil aja. Seperti bedak - bedak dan beberapa bajuku saja" pinta Kinan.
Kinan menunggu tanggapan dari Refan. Tapi Refan kelihatannya sedang berfikir.
"Setidaknya terlihat kalau aku tidur di kamar Mas. Nanti setelah selesai acara kita kembalikan seperti semula, gimana?" tanya Kinan.
Refan masih memikirkan semua yang Kinan ucapkan.
"Baik kalau begitu. Kamu saja yang urus. Suruh Bik Mar yang membeskannya dan ingat nanti saja di beresin kalau sudah dekat hari - H" tegas Refan.
"Iya Mas, aku mengerti" jawab Kinan.
Refan bersiap hendak istirahat di atas tempat tidurnya. Kinan segera bergegas meninggalkan kamar Refan dan kembali ke kamarnya untuk istirahat juga.
*****
Hari syukuran pernikahan Refan dan Kinan akan berlangsung besok. Mama Refan dan Mama Kinan sudah datang ke rumah Refan.
"Ma kok cepat banget datangnya? Kan rumah kita dekat?" tanya Kinan pada Mamanya.
"Kami emang udah janjian sama Suci mau nginap di sini" jawab Mama Kinan.
"Apa? Mama mau nginap di sini?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Iya, kenapa gak boleh?" tanya Mama Kinan curiga.
"Eh.. boleh lah Ma. Masak gak boleh, nginap di rumah anak sendiri kok gak boleh" jawab Kinan segera.
Tak lama Suci juga sampai di rumah Refan.
"Assalamu'alaikum... " ucap Suci.
"Wa'alaikumsalam... Naaaah panjang umur, baru aja di sebut" ucap Mama Kinan.
"Ada apa Dhis?" tanya Suci.
"Kinan terkejut waktu aku bilang kita mau nginap di sini" Jawab Mama Kinan.
Suci memberikan tatapan bertanya kepada Kinan.
"Eh gak apa - apa Ma.. Aku cuma heran kan acaranya besok. Rumah kita juga dekat, masak Mama mau ninggalin Papa sendiri" Kinan mencari alasan.
"Papa udah ngerti kok. Kan kami mau jagain cucu. Besok kalian mau jadi raja dan ratu sehari walau acaranya sederhana tapi harus cukup istirahatnya" jawab Kinan.
"Iya betul itu, kami sudah janjian dari kemarin - kemarin mau jagain cucu- cucu kami" sambut Suci.
"Ya sudah Ma nginap aja di sini. Gak masalah kok. Rumah ini kan rumah kalian juga. Namanya juga rumah anak sendiri, jangan sungkan - sungkan" jawab Kinan.
Kinan meraih tas Mama dan mertuanya dan membawanya ke kamar yang biasa Kinan tempati.
Tak lama Refan masuk ke kamarnya. Dia yang baru pulang dari kantor terkejut mendapati Kinan sedang mengobrak - abrik lemari pakaian Renita.
"Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh pakaian Renita" bentak Refan.
"Ma.. maaf Mas, aku hanya pindahkan beberapa pakaian almh. Renita dan meletakkan bebrapa pakaian ku di sini karena Mamaku dan Mama kamu mau menginap malam ini di sini" jawab Kinan.
"Apa kamu bilang?" tanya Refan terkejut.
"Mamaku dan Mama kamu akan tidur di sini malam ini" ulang Kinan.
"Aduuuuh... ngapain sih mereka repot - repot begini. Rumah mereka kan dekat dari sini" sambut Refan.
Kinan mengangkat kedua bahunya.
"Jadi gimana nih, aku balikin lagi baju - baju ini?" tanya Kinan.
"Ya sudah kami letak di situ saja, tapi begitu acara selesai besok kamu harus kembalikan semuanya seperti semula" jawab Refan.
"Iya Mas" jawab Kinan
Refan melepas dasinya dan bergegas ke kamar mandi.
"Mas mau mandi?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Iya, aku udah gerah banget di jalan tadi" jawab Refan. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi.
Kinan memeriksa isi lemari dan mencari pakaian Refan. Kinan mengambilkan baju kaos dan celana rumahan yang biasa Refan pakai saat dia santai di rumah.
Kemudian Kinan meletakkannya di atas tempat tidur. Setelah itu baru Kinan kembali menyiapkan pekerjaannya menyusun pakaiannya di dalam lemari.
Untung saja box Naila dan beberapa perlengkapan Naila sudah dipindahkan Bik Mar dan Bik Nah tadi pagi jadi mereka tidak perlu repot - repot lagi menyusunnya sekarang.
Huh... udah seperti orang mau pindahan aja. Ucap Kinan dalam hati.
Tak lama Refan keluar dari kamar mandi tapi begitu pintu kamar mandi terbuka Kinan langsung menjerit karena melihat tubuh Refan keluar setengah badan. Dadanya masih terlihat basah dan tidak memakai apapun.
"Kami jangan menjerit seperti itu. Nanti Mama di luar mengira kamu aku apa - apain lagi" ucap Refan dari balik pintu kamar mandi.
"Aku hanya terkejut Mas" jawab Kinan.
"Tolong ambilkan handuk, aku lupa tadi membawa handuk" pinta Refan.
Kinan mengambil handuk Refan dan memberikannya kepada Refan. Tak lama Refan sudah keluar dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya.
Walau Kinan sudah pernah melihat pemandangan seperti ini dulu saat bersama Bima tapi dengan Refan ini adalah pengalaman pertama kali. Entah mengapa jantung Kinan berdetak sangat kencang.
Kinan membuat pandangannya dan pura - pura sibuk dengan pekerjaannya. Refan mendekat ke tempat Kinan dan ingin meraih pintu lemari.
"Mau ngapain Mas?" tanya Kinan.
"Mau ambil pakaianku" jawab Refan bingung.
Aku mau ngapain di kamar aku apa harus kamu pertanyakan? Ucap Refan dalam hati.
"Itu pakaian Mas udah aku ambilkan dan aku letak di atas tempat tidur" Kinan menunjuk ke arah tempat tidur.
Refan mengikuti arah telunjuk Kinan. Benar saja di situ sudah ada pakaian Refan lengkap. Refan mendekati tempat tidur dan meraih pakaiannya.
Lima tahun aku menikah dengan Renita, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini. Aku terbiasa mengurus diriku sendiri. Renita hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Batin Refan.
Setelah semua selesai Refan dan Kinan keluar dari kamar berbarengan. Mereka bersama - sama menyambut kedatangan Mama mereka masing-masing di rumah ini.
"Malam ini kami mau tidur bersama cucu - cucu kami ya. Jadi biar malam ini Salman dan Naila tidur bersama kami" ucap Suci.
Kinan dan Refan terkejut dan saling pandang
Gawaaaat... teriak batin mereka.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1