Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 144


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Kinan bekerja kembali setelah dia cuti selama seminggu untuk pergi ke Bali. Seperti hari - hari sebelumnya Kinan selalu diantar Refan ke kantor dan pulangnya nanti Refan akan menjemputnya kembali.


Pagi ini sepulang dari pasar tradisional Refan dan Kinan langsung bersiap - siap menuju ke kantor. Karena hari ini adalah hari Senin jalanan pasti lebih padat dari pada hari - hari biasanya. Oleh karena itu Refan dan Kinan berangkat dari rumah lebih cepat dari biasanya.


"Ma kami pergi dulu ya" Pamit Kinan pada mertuanya kemudian dia mencium tangan Suci.


"Hati - hati ya Nan" sambut Suci.


"Mama pergi kerja dulu ya sayang, jangan nakal ya sama Oma di rumah" ujar Kinan kepada Salman.


"Iya Ma" jawab Salman.


Refan juga berpamitan kepada Mamanya dan juga Salman. Kinan membawa beberapa oleh - oleh untuk teman kantornya dan juga teman dekatnya Anita.


Sesampainya di kantor Kinan langsung menghubungi Anita dan mengatur jadwal untuk janjian makan siang bersama di dekat kantor mereka.


Siang harinya Kinan dan Anita sudah duduk di warung makan langganan mereka yang tak jauh dari kantor.


"Nan aku lihat kamu rada gemukan lho.. makan kamu juga tuh banyak banget" ujar Anita yang terkejut melihat sikap sahabatnya itu.


"Iya Nit Alhamdulillah aku lagi hamil" jawab Kinan.


"Kamu hamil?" tanya Anita.


"Iya, anak yang ada di dalam perutku ini dua" ungkap Kinan sambil tersenyum mengabarkan berita bahagia ini kepada sahabatnya.


"Kamu hamil anak kembar?" tanya Anita terkejut.


"Iya Alhamdulillah... " sambut Kinan.


"Alhamdulillah Nan senangnya... " gumam Anita.


"Tapi apa kamu gak repot? Kamu kan ngurusin Naila juga trus hamil anak kembar lagi?" Anita prihatin melihat sahabatnya itu.


"Naila sekarang sudah di asuh sama Opa dan Omanya almarhumah Renita" jawab Kinan.


"Lho kenapa begitu? Emangnya dikasih izin sama Refan?" tanya Anita bingung.


"Naila ternyata bukan anak Mas Refan Nit" jawab Kinan.


"Astaghfirullah.. maksudnya Nan?" Anita sangat terkejut.


"Renita ternyata selingkuh dan dia hamil, tanpa sengaja saat Naila sakit Mas Refan melihat golongan darah mereka beda kemudian tes DNA dan terbukti Naila bukan anaknya. Akhirnya Mama dan Papa Renita membawa Naila dan sekarang mereka tinggal di luar kota" ungkap Kinan.

__ADS_1


"Ya Allah ngerinya Nan, gimana nasib Renita di sana ya. Iiih.. aku sampai merinding Nan memikirkannya" ujar Anita.


"Yang penting kita doakan saja dia, Allah kan maha pengampun Nit. Yang buruk di depan kita belum tentu buruk di mata Allah. Siapa tau di akhir hayatnya Renita bertaubat. Kita tidak tau dan tidak berhak menghakiminya" sambut Kinan.


"Iya Nan kamu benar" balas Anita.


"Eh Nit aku mau ikutan ngaji lagi. Sekarang kan udah gak ada Naila dan aku juga sudah minta izin Mas Refan. Rabu ini aku mulai ikutan ngaji lagi" ujar Kinan.


"Alhamdulillah senang bisa sering - sering ketemu kamu lagi" sambut Anita.


"Tapi aku bawa teman satu lagi ya" ucap Kinan.


"Siapa?" tanya Anita penasaran.


"Istri sahabatnya Mas Refan. Dia pengen ikut pengajian dan minta dibimbing untuk istiqomah memakai jilbab" jawab Kinan.


"MasyaAllah bawa saja Nan. Ada sahabat yang mau berjuang di jalan Allah kok di halangi" sambut Anita.


"Iya, makanya nanti aku mau ajak dia pengajian. Aku bilang dulu ke kamu biar gak terkejut" balas Kinan.


Mereka sudah selesai makan siang, tapi masih santai sejenak sambil ngobrol.


"Nit, Dini udah ada calon belum?" tanya Kinan memulai misinya.


"Emang kenapa?" tanya Anita penasaran.


"Ada salah satu sahabat Mas Refan sedang cari jodoh Nit" jawab Kinan.


"Boleh, kenalkan aja sama Dini. Siapa tau cocok dan berjodoh" sambut Anita.


"Tapi.. " ujar Kinan ragu.


"Tapi apa Nan?" tanya Anita.


"Dia mantan playboy Nit" jawab Kinan.


"Mantan kan? sudah gak lagi?" tanya Anita.


Kinan menganggukkan kepalanya.


"Iya, dia benar - benar ingin berubah. Dia serius saat mengatakannya dengan Mas Refan. Dia ingin seirua membangun rumah tangga dan ingin berubah, hidup lebih baik lagi. Dia ingin bertaubat Nit" ungkap Kinan.


"Ya sudah dikenalkan saja. Masalah cocok atau nggaknya nanti kan mereka yang putuskan. Yang penting tugas kita memberi jalan untuk mereka berkenalan" sambut Anita.

__ADS_1


"Haaaaah lega aku jadinya" Kinan menghembuskan nafas panjang.


"Oalah Nan gitu aja kok jadi terbebani" ucap Anita.


"Ya kan Dini itu adiknya kamu sahabat aku, aku takut salah kenalin orang yang gak baik buat Dini" ungkap Kinan.


"Jadi kapan rencananya mau dikenalin?" tanya Anita.


"Rencana nanti saat usia kandunganku empat bulan kami mau mengadakan pengajian di rumah. Nanti kamu ajak Dini ya ke rumah aku. Mas Refan juga sudah undang teman - temannya" jawab Kinan.


"Wah bagus juga ide kamu. Lagian saat itu Dini udah selesai sidang jadi konsentrasinya untuk lulus tidak terganggu" sambut Anita.


"Kalau begitu jangan kasih tau Dini dulu rencana kita Nit, biar aja nanti saat acara empat bulanan kehamilan aku" ujar Kinan.


"Oke, eh tapi hamil kali ini kamu kok tenang ya. Dulu waktu hamil Salman kan kamu ngidam parah Nan?" tanya Anita heran.


Kinan tersenyum mendengar pertanyaan Anita.


"Alhamdulillah aku tidak apa - apa. Semuanya baik dan aku bisa makan dengan tenang. Tapi... yang ngidam malah Mas Refan. Kalau pagi dia pasti mual dan muntah - muntah trus pengen makan yang ini dan yang itu. Banyak permintaan seperti orang hamil" jawab Kinan.


"Oh ya? Aku belum pernah dengar seperti itu lho" tanya Anita tak percaya.


"Kata Mama mertua aku dulu, Almarhum Papanya Mas Refan juga gitu setiap Mama hamil. Jadi mungkin menurun sama Mas Refan" jawab Kinan.


"Enak donk hamil kamu kali ini. Tapi syukurlah, anak kamu kan kembar. Coba kalau ngidamnya parah seperti saat hamil Salman dulu kasihan anak - anak kamu gak dapat nutrisi yang cukup juga kurang gizi" komentar Anita.


"Iya Alhamdulillah banget, hamil Salman aja dulu aku sempat opname. Mas Bima sampai kewalahan ngadepin mual aku yang cukup parah" sambung Kinan.


"Hahaha... " Anita tertawa membayangkan dulu suami sahabatnya itu sampai meminta bantuannya untuk menjaga Kinan di rumah sakit saat suaminya harus pergi ke kantor siang hari.


Kini Anita bersyukur kesedihan Kinan dulu karena kehilangan suami pertamanya kini sudah berganti dengan kebahagiaan pernikahannya yang ke dua.


Tiba - tiba Kinan terdiam dan menatap Anita karena dia teringat akan sesuatu.


"Nit, hari sabtu kemarin aku sempat melihat wajahnya Mas Bima dua kali. Hari sabtu siang saat di Bandara dan malamnya saat aku di parkiran rumah sakit. Itu pertanda apa ya Nit?" tanya Kinan serius.


"Kamu serius Nan? Kamu bisa pastikan itu nyata atau cuma khayalan kamu saja?" tanya Anita.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2