
Acara makan malam romantis akhirnya selesai sekitar jam sembilan malam. Karena ini malam pertama mereka di Bali dan tadi juga sampainya sudah malam. mereka memutuskan untuk istirahat di villa. Besok baru mereka jalan - jalan menyusuri pelosok kota Bali.
Dengan diantar menggunakan Buggy Car Refan dan Kinan kembali ke Villa mereka yang letaknya tak jauh dari hotel. Refan memegang tangan Kinan saat turun dari Buggy Car.
"Terimakasih Mas" ucap Kinan.
"Sama - sama pacarku" jawab Refan dengan senyuman nakal dan menggoda.
Kinan tersenyum lebar melihat tingkah Refan yang seperti itu.
Ternyata kamu hangat juga Mas, aku salah menilai selama ini. Batin Kinan.
Tiba - tiba Kinan teringat ucapan Mama Renita.
"Saat Refan menjadi suami Renita dia memperlakukan Renita dengan baik dan hangat. Dia suami yang baik, mencintai istrinya dengan sepenuh hati dan juga menyayangi dengan tulus" ujar Talita saat mereka ada di rumah sakit.
Kinan jadi berfikir, apakah Refan melakukan semua ini karena Refan memang sudah mencintainya. Tapi apakah secepat itu Refan bisa melupakan cintanya kepada Renita. Sementara Kinan sangat tau, Renita adalah cinta pertama Refan dan dia teramat sangat mencintai Renita. Sampai - sampai Renita menyalahgunakan kasih sayang Refan dengan mengkhianati Refan di belakangnya.
Bagaimana sulitnya melupakan cinta pertama tak perlu Kinan harus bertanya pada orang lain karena dia sendiri tau bagaimana sulitnya dia untuk melupakan Refan dulu.
Kinan tidak berani berharap kalau Refan sudah mencintainya. Refan baru merasa nyaman menikah dan beristrikan dirinya. Kalau untuk cinta sepertinya perasaan Refan belum sampai ke tahap itu.
"Nan.. kok bengong?" tanya Refan setelah dia selesai membuka pintu Villa.
"Eh iya, kita udah sampai di Villa" jawab Kinan.
"Ih malah melamun, udah dari tadi Nyonya Refan. Kamu sudah dari tadi sampai di Villa. Tidur ya saat di jalan" goda Refan.
Refan menarik mesra tangan istrinya dan membawanya masuk ke dalam villa. Refan dan Kinan naik ke lantai dua menuju kamar mereka.
Kinan segera membuka koper mereka dan menyiapkan pakaian tidur untuk Refan.
"Mas ini pakaian kamu" ujar Kinan sambil meletakkan pakaian Refan.
"Okey.. " Refan segera meraihnya dan membawanya ke kamar mandi.
Tak begitu lama Refan sudah keluar dengan menggunakan pakaian tidurnya. Sepertinya Refan tadi mencuci wajahnya karena Kinan dapat melihat wajah Refan basah dan terlihat segar.
__ADS_1
Kini bergantian Kinan yang masuk ke dalam kamar mandi. Kinan duduk di pinggiran bathup untuk menetralkan jantungnya.
Pakaian tidur ini sengaja dia bawa untuk jaga - jaga siapa tau di butuhkan. Sekarang Kinan memegang baju tidur itu dan menimbang - nimbang apakah dia harus memakai baju ini sekarang.
Kinan mengingat kerja keras Refan untuk membuatnya bahagia. Honeymoon mereka, makan malam romantis dan perlakuan Refan yang sangat lembut hari ini kepadanya membuatnya berpikir harus memberikan balasan kepada Refan.
Bagaimanapun dia adalah istri Refan, dia harus pintar membuat Refan bahagia dan merasa di layani dengan puas. Itulah pungsi seorang istri. Salah satunya membuat suami terpuaskan di atas ranjang.
Sudah terlalu lama Kinan berdiam diri di dalam kamar mandi. Dia harus segera keluar sebelum Refan menggedor pintu kamar mandi dan memanggil namanya.
Kinan menarik nafas panjang dan memakai lingerie yang sengaja ia bawa dari rumah tadi. Kinan menutupi bagian dadanya.
Duh.. apa aku gak terlihat seperti wanita penggoda? Batin Kinan.
Eh tapi menggoda suami sendiri kok bukan suami orang, malah aku dapat pahala besar kalau sampai dia tergoda. Suara hati Kinan yang lain.
Kinan merasa seperti ini adalah pengalaman pertama kembali, padahal dia sudah pernah menikah sebelumnya dan dengan Refan pernikahan mereka juga sudah berlangsung beberapa bulan.
Tapi mengapa dia masih merasa tegang sekali malam ini. Seperti wanita yang akan menjalani malam pertama.
Kinan segera membersihkan makeupnya lalu mencuci wajahnya dan menggosok giginya. Semua dia lakukan dengan jantung yang tak berhenti berdetak kencang.
"Bismillahirrahmanirrahim... ridhoi usahaku malam ini ya Allah untuk meraih cinta suamiku. Semoga dia menyukai dan menghargai usahaku ini dan bisa mencintai aku dengan tulus seperti aku yang sudah mencintainya sejak dulu" ucap Kinan dalam hati.
Kinan membuka pintu kamar mandi. Refan yang sebelumnya sedang menunggu Kinan keluar dari kamar mandi sambil memainkan ponselnya. Sangat terkejut melihat penampilan Kinan malam ini.
Waaah istriku ternyata pinter banget membuat aku senang malam ini. Dia cantik sekali dengan pakaian itu. Membuat sesuatu yang terpendam di dalam diriku segera bangkit dengan cepatnya.
"Nan.... " panggil Refan dengan suara serak.
Kinan tertunduk malu dan berjalan dengan tergesa-gesa dan langsung naik ke atas tempat tidur. Kinan segera menutupi seluruh badannya dengan selimut yang ada di atas tempat tidur.
Bahkan sangkin groginya Kinan juga ikut menutupi wajahnya sehingga seluruh tubuh Kinan dari ujung kaki sampai kepala terbungkus selimut.
Refan yang menyaksikan adegan itu lansung tersenyum dan tertawa lebar. Dia merasa lucu melihat Kinan yang bertingkah seperti itu dengan malu - malu.
Kinan yang selama ini dia nilai sebagai wanita yang kuat dan mandiri, tegas juga bijaksana ternyata bisa juga bersikap malu - malu seperti gadis remaja yang baru saja jatuh cinta dan bertemu dengan cinta pertamanya.
__ADS_1
Refan jadi ingat saat dia menemani Kinan berbelanja ke pasar tradisional. Kinan tanpa rasa takut memegang ikan yang masih hidup. Memegang daging yang masih berdarah dan memegang cumi - cumi yang penuh dengan tinta hitam yang keluar dari tubuh cumi - cumi itu.
Kinan melakukannya dengan penuh percaya diri dan sangat berani. Membuat Refan merasa sangat salut dengan keberanian Kinan.
Tapi saat ini Kinan seperti gadis remaja yang malu - malu kucing. Membuat Refan semakin gemas dan segera ingin menggoda istrinya ini.
Refan menggelitik pinggang Kinan hingga Kinan bergerak - gerak di bawah selimut. Kinan kesulitan bernafas dan menurunkan selimut yang menutupi wajahnya.
"Maaaaas tolong hentikan... " teriak Kinan.
"Hahaha.... " Refan tertawa renyah melihat tingkah laku Kinan malam ini.
Dia benar - benar bahagia malam ini bersama dengan wanita yang kini sangat dia cintai.
"Kamu lucu Nan bertingkah malu - malu seperti itu" ujar Refan.
"Ya aku kan memang sangat malu Maaaas" sambut Kinan.
"Sama aku kok malu - malu sih, aku kan suami kamu" potong Refan.
"Tapi aku baru kali ini melakukannya di hadapan kamu" jawab Kinan.
"Kalau begitu mulai saat ini kamu harus sering melakukannya agar kamu tidak malu lagi kepadaku" pinta Refan.
"Aaaaah kamu Maaaas" Kinan ingin menarik kembali selimut yang dia pegang untuk menutupi wajahnya.
"Jangan di tutup lagi donk, nanti bagaimana kita akan memulainya kalau kamu menutup seluruh tubuh kamu seperti itu" tahan Refan.
Dengan jantung yang berdebar akhirnya Kinan tetap membiarkan selimutnya di buka oleh Refan. Refan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kinan.
Tiba - tiba Kinan menahan wajah Refan dengan kedua tangannya.
"Mas jangan lupa baca doa dulu.... " teriak Kinan.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG