
"Selamat Bapak.. Istri anda memang sedang hamil saat ini" ujar Dokter penuh dengan ceria.
"Alhamdulillah... " jawab Refan dan Kinan.
"Ini kehamilan kedua saya Dok, tapi kehamilan saya kali ini kok lebih mudah capek ya Dok?" tanya Kinan.
"Wajar bu karena bayi yang dikandung ada dua. Itu yang membuat Ibu gampang banget merasa capek" jawab Dokter.
"A.. apa tadi Dok?" tanya Refan terkejut. Dia merasa apa dia salah dengar, barusan dokter bilang bayi yang ada dalam kandungan Kinan ada dua.
"Karena Ibu mengandung anak kembar itu memang membuat Ibu gampang lelah" ungkap Dokter.
"Anak kami kembar?" tanya Refan dan Kinan bareng.
Refan sangat terkejut bahkan mata Refan sampai melotot sangking terkejutnya. Dokter tersenyum melihat wajah sepasang suami istri itu.
"Iya, selamat Pak.. Bu.. bayinya kembar" ulang Dokter.
Refan menatap wajah istrinya penuh dengan kebahagiaan.
"Alhamdulillah ya Allah.. KAU berikan kami rezeki yang tak ternilai harganya" ucap Refan.
Refan berdiri dan menggenggam tangan istrinya penuh haru.
"Ada keluhan Bu?" tanya sang Dokter.
"Kalau saya keluhannya hanya itu Dok, gampang lelah, jadi suka ngantuk dan malas banget bergerak. Pengennya diatas tempat tidur aja seharian" ungkap Kinan.
"Itu sangat wajar Bu, anak pertamanya umur berapa?" tanya Dokter.
"Tiga tahun setengah" jawab Kinan.
"Nah itu dia, pertama karena ini kehamilan anak kedua dan bayinya kembar, kedua usia Ibu juga kan semakin bertambah. Seiring bertambahnya usia kekuatan semakin berkurang Bu tidak seperti kehamilan anak pertama. Tapi ada sebagian orang mengalami kehamilan yang berbeda - beda juga. Saya tidak bisa mengatakan kalau semua kehamilan itu sama prosesnya" ujar Dokter menjelaskan.
"Ada keluhan lainnya Dok, tapi bukan dari istri saya melainkan saya. Dua hari ini saya mual dan muntah - muntah parah tidak tau apa penyebabnya. Bahkan saya sampai lemas karenanya. Saya tidak bisa mencium aroma yang terlalu mencolok. Rasanya itu sudah mengocok perut saya" ungkap Refan.
Dokter tersenyum mendengar curhatan Refan.
"Sebentar ya Pak setelah Ibu diperiksa saya akan periksa keadaan Bapak" ujar Dokter.
"Baik Dok, terimakasih" jawab Refan.
"Apakah anak - anak saya sehat dan baik - baik saja Dok?" tanya Kinan.
"Sejauh ini sehat Bu, tapi karena baru satu bulan ukuran mereka juga masih sangat kecil kita belum bisa memeriksa lebih lanjut. Kita lihat perkembangan mereka bulan depan ya. Nanti Ibu akan saya kasih resep penguat kandungan dan vitamin" jawab Dokter
"Terimakasih Dok" jawab Kinan.
Perawat selesai membersihkan perut Kinan.
__ADS_1
"Sudah selesai. Ibu bisa turun agar saya bisa memeriksa keadaan Bapak" perintah Dokter.
"Baik Dok" sambut Kinan.
Kinan turun dari atas tempat tidur kembali ke kursi sebelumnya. Gantian Refan yang berbaring di tempat tidur. Dokter menyuruh perawat memeriksa tekanan darah Refan.
"Gimana Sus?" tanya Dokter.
"Agak rendah Pak" jawab Perawat.
"Tensi Bapak rendah. Mungkin karena Bapak juga kecapekan. Tadi katanya baru pulang dari luar kota kan?" tanya Dokter.
"Iya Dok" jawab Refan.
"Tuh perutnya gempung dan kosong" komentar Dokter.
"Gak bisa diisi Dok, langsung keluar lagi" jawab Refan.
Dokter tersenyum melihat sikap Refan.
"Kalau begitu Bapak akan saya kasih obat mual ya... Ini namanya Bapak mengalami kehamilan simpatik. Jadi Ibu yang hamil Bapak yang mengalami mual dan muntah - muntah. Adil banget ya Pak.. Kalau semua Ibu yang nanggung kan kasihan. Mana bayi yang ada di dalam dua lagi. Kalau Ibu gak bisa makan kasihan kan bayinya kurang nutrisi. Untung Bapak yang ngidam. Sabar ya Pak, mudah - mudahan gak lama" ujar Dokter.
"Lho bukannya hanya tiga bulan saja Dok?" tanya Refan bingung, karena Mamanya bilang hanya tiga bulan. Tapi Refan langsung sadar Mamanya bukan Dokter.
"Kondisi kehamilan itu berbeda - beda Pak. Ada yang hanya merasakan mual di awal kehamilan sampai usia kandungan tiga bulan tapi ada juga lho yang seperti itu sepanjang kehamilanya" jawab Dokter dengan senyum ramah.
"Oh ya Allah... bagaimana kalau aku mengalami hal ini selama sembilan bulan?" gimana Refan sendiri.
"Katanya pengen punya anak, udah dikasih anak kembar lagi malah ngedumel. Maaaaas... jangan lupa bersyukur" ujar Kinan mengingatkan suaminya.
"Eh iya... iya.. aku lupa. Makasih sayang udah mengingatkan. Alhamdulillah ya Allaaaah.. Kuatkan hamba menjalani semua ini" doa Refan.
Kinan, Dokter dan perawat tersenyum melihat tingkah Refan. Dokter kembali duduk di belakang meja kerjanya. Sedangkan Kinan dan Refan sudah duduk dihadapannya.
Dokter menulis resep untuk Refan dan Kinan.
"Ini resep untuk Ibu dan ini resep untuk Bapak. Di minum sesuai aturan yang saya tuliskan ya dan minumnya setelah makan. Mudah - mudahan mual si Bapak berkurang ya Pak. Dan Ibu walaupun bawaannya malas diusahakan ya tetap olahraga sedikiiiit aja juga gak apa - apa. Jangan tidur melulu" nasehat Dokter.
"Saya kerja kok Dok jadi pasti akan bergerak. Mana mungkin tiduran terus" jawab Kinan.
"Oh bagus kalau begitu" sambut Dokter.
Refan menerima resep yang ditulis Dokter dan menyimpannya.
"Sudah selesai Dok?" tanya Refan.
"Sudah" jawab Dokter dengan ramahnya.
"Kalau begitu kami pamit undur diri dulu ya.. Sampai ketemu bulan depan" sambut Refan.
__ADS_1
"Terimakasih Dokter" ucap Kinan.
"Sama - sama Bu" jawab Dokter tersebut.
Kinan dan Refan menjabat tangan Dokter yang sudah memeriksa mereka dan keluar dengan penuh kebahagiaan. Refan terus menggandeng tangan Kinan dengan mesra.
"Yank.. anak kita dua... " ujar Refan.
Kinan tersenyum melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil sangkin senangnya.
Setelah membayar administrasi dan menebus resep dokter Refan dan Kinan berjalan menuju parkiran mobil.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil. Dan supir mulai menjalankan mobilnya.
"Maaas aku lapaaar" Rengek Kinan.
"Kamu mau makan apa yank?" tanya Refan lembut.
"Aku pengen makan sup, anget - anget malam begini pasti enak Mas" jawab Kinan.
"Ya sudah Pak kita cari Restoran terdekat ya" perintah Refan pada supirnya.
"Baik Pak" Jawab supir Refan.
Mobil berhenti dengan didepan Restoran besar yang ada tepat arah jalan pulang ke rumah mereka.
Kinan dan Refan turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam Restoran. Mereka memesan makanan sesuai dengan keinginan mereka.
Kinan makan dengan lahapnya, begitu juga dengan Refan. Mungkin karena sangat senang dengan kabar yang menggembirakan itu membuat dia bersemangat makan malam ini.
Setelah selesai makan Refan dan Kinan sama - sama meminum obat yang di resepkan dokter untuk mereka.
"Nah yank sekarang kita bagi tugas ya.. Kamu minum vitamin aku yang minum obat mualnya" ujar Refan sambil memberikan obat kepada Kinan.
"Waaah Maaas kehamilan aku kali ini enak banget, aku bisa makan dengan tenang tanpa mengalami mabuk darat. Kamu juga bisa makan kan? Alhamdulillah.. " komentar Kinan.
"Iya mungkin karena aku sangat senang sekali malam ini dan juga sangat lapar. Mudah - mudahan setelah minum obat tidak ada drama muntah - muntah lagi" jawab Refan.
"Kita pulang yuk Mas, aku udah ngantuk dan capek" ajak Kinan.
"Okey, yuk... " sambut Refan.
Refan segera menggandeng tangan Kinan dan mereka berjalan menuju parkiran mobil. Dalam keremangan malam samar - samar Kinan melihat sosok wajah seseorang yang sangat dia kenal.
Mas Bimaaa.... panggil Kinan dalam hati.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG