
"Iya Pa, tadi malam kami juga sudah membicarakan hal ini berdua dengan Kinan di Hotel. Kami berjanji sama - sama mencoba untuk menyimpan masa lalu dan akan menjalani rumah tangga ini dengan baik dan benar. Beri kami waktu untuk saling menyembuhkan Pa. Refan akan berusaha menjadi suami dan Papa yang baik" ucap Refan.
"Bagus kalau kalian sama - sama ingin berubah dan saling bekerjasama. Dalam menikah kan kita memang harus saling melengkapi. Karena yang menjalankan pernikahan itu bukan secara sepihak saja keduanya harus aktif. Papa harap apa yang kalian inginkan dapat terwujud" balas Ardhiyanto.
"Aamiin... " jawab Refan.
"Sebenarnya kalau kamu memang masih tetap ingin menyimpan kenangan masa lalu kamu dengan Almh. istri kamu di sini, saran Papa kalian bisa cari rumah baru untuk kalian. Jadi kamu dan Kinan sama. Kinan juga meninggalkan masa lalunya kan di rumahnya yang lama. Di rumah kalian yang baru nanti, kalian bisa mengukir kenangan baru juga di sana bersama anak - anak" usul Ardhiyanto.
Benar juga kata Papa, jadi aku tidak akan terbayang - bayang akan Renita lagi saat bersama Kinan. Batin Refan.
"Akan saya bicarakan dengan Kinan nanti Pa" sambut Refan.
"Iya sebaiknya memang kalian bicarakan karena kalian kan ingin membangun rumah impian untuk keluarga kalian" ujar Ardhiyanto.
"Mari kita kembali ke belakang" ajak Ardhiyanto.
"Iya Pa" jawab Refan singkat.
Mereka kembali ke ruang keluarga yang berhadapan dengan pintu kamar Refan dan pintu kamar anak - anak.
"Nah sudah selesai itu kamar kalian. Salman sudah berani kan bobok sendiri?" tanya Suci kepada cucu barunya.
"Sudah Oma, di rumah yang lama aku juga bobok sendiri?" jawab Salman
"Anak pintar sejak malam ini kamu bobok sendiri ya" ujar Suci.
"Kenapa Oma?" tanya Salman.
"Karena mulai malam ini Mama akan bobok sama Papa" jawab Suci.
"Biasanya kalau tidur di sini, aku boboknya sama Mama" protes Salman.
"Sekarang kan Kakak Salman udah terbiasa bobok di rumah ini jadi waktu nemani Kak Salman sudah selesai. Kan tadi katanya Kak Salman sudah berani bobok sendiri? Mulai malam ini Mama akan temani adek Naila ya di kamar Papa" bujuk Dhisti.
"Iya deh Oma, nanti kalau adek sudah besar aku boboknya sama adek aja" balas Salman bijak.
Dhisti dan Suci tersenyum mendengar jawaban Salman.
Kinan keluar dari kamar sambil menggendong Naila. Refan menatap ke arah mereka. Terlihat Kinan sangat kangen dengan Naila karena seharian di tinggal.
Kemarin saat acara syukuran gak sempat pegang Naila, malamnya di suruh menginap di Hotel. Baru siang ini Kinan bisa gendong Naila lagi.
"Bik makan siang kita sudah selesai?" tanya Suci.
__ADS_1
"Sudah Nyah" jawab Bik Mar.
"Yuk Dhis kita makan setelah itu kita pulang ke rumah. Biar mereka kembali menjalani rumah tangga baru mereka ini. Ingat ya Fan.. Mama gak mau hal yang sebelumnya terulang lagi. Awas kamu" ancam Suci.
"Iya Mas... " Refan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ayok Ma, Pa kita makan" ajak Kinan.
Kinan menitipkan Naila kepada Bik Nah kemudian mereka segera beranjak ke dapur untuk makan siang. Setelah selesai makan siang kedua orang tua mereka pergi meninggalkan rumah Refan dan kembali ke rumah mereka masing-masing.
Refan masuk ke kamarnya, Kinan sedang duduk di tempat tidur sambil memberikan Naila susu. Kinan melihat Refan masuk ke dalam kamarnya
"Maaf ya Mas, kamar kamu di rubah Mama jadi seperti ini" ucap Kinan merasa sungkan karena sekarang letak dan bentuk kamar Refan sudah berubah. Semua barang - barang Renita sudah berhasil di singkirkan dan di simpan di gudang.
Refan melihat sekeliling kamarnya. Mamanya benar - benar hebat dalam hal singkir menyingkirkan. Kamarnya benar - benar bersih dari barang - barang Renita.
"Gak apa - apa Nan. Maaf kalau selama ini aku yang salah" jawab Refan.
"Aku ngerti kok Mas" balas Kinan.
Kini Naila sudah tertidur, Kinan membawa dan meletakkan Naila ke dalam box bayinya. Naila terlihat sangat nyenyak sekali tidurnya. Refan menghampiri Naila dan menciumnya.
Kini hanya Naila penghubung kenangannya bersama Almh. istrinya yang pertama. Refan melihat Kinan tampak sedang berbaring di tempat tidur. Mungkin karena tadi malam mereka kurang tidur akibat pertarungan dua ronde mereka, membuat Kinan kurang tidur dan ngantuk.
Wanita ini punya banyak keistimewaan tapi mengapa aku belum bisa move on dari Renita ya. Refan ikut berbaring di dekat Kinan dan menghadap ke arah Kinan.
"Nan.. buka dulu jilbabnya kalau tidur" perintah Refan.
"Ah iya Mas maaf aku ketiduran karena ngantuk" jawab Kinan.
Kinan segera membuka jilbabnya dan melanjutkan tidurnya kembali. Refan memandangi wajah Kinan yang sudah tidak terhalang jilbabnya lagi.
Rambut hitam lurus dan panjang yang dimiliki Kinan kini membuatnya memiliki hobby baru untuk membelainya. Dulu Renita memiliki rambut yang berwarna karena dia suka mencat rambutnya.
Duh kenapa lagi - lagi aku membandingkan mereka. Batin Refan.
Tak lama rasa kantuk menyerang Refan. Akhirnya mereka sama - sama tidur setelah melewati siang hari yang panjang bersama kedua orang tua mereka.
Malam harinya Kinan sudah sibuk dengan kegiatan rutinnya, memasak untuk suami dan anaknya di dapur. Sedangkan Refan sedang bermain bersama Naila dan Salman di depan ruang TV.
"Mas makan yuk" panggil Kinan.
"Sudah selesai masaknya?" Refan balik bertanya.
__ADS_1
"Sudah, yuk" jawab Kinan sambil tersenyum.
"Bik tolong jagain Naila ya, saya mau makan. Yuk Salman kita makan" anak Refan.
Refan dan Salman berjalan menuju meja makan, mereka disambut dengan wanginya hasil masakan Kinan.
"Hemm.. wangi sekali Ma" ucap Salman.
"Iya donk, Mama masak makanan kesukaan kamu sayang" jawab Kinan.
Refan melirik semua hidangan di meja makan. Ada cumi goreng tepung, ada capcay dan ayam di semur. Dari wanginya saja sudah menggugah selera.
Refan segera duduk di hadapan Kinan sedang kan Salman duduk di samping Kinan. Dengan cekatan Kinan mengambilkan makanan ke dalam piring Refan.
Refan sudah terbiasa dengan pelayanan Kinan yang maksimal. Dia hanya menunggu, semua makanan udah dihidangkan Kinan di dalam piringnya.
"Makan Mas" perintah Kinan.
Refan mulai menyendok nasi dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
"Kamu makan sendiri yang sayang" ucap Kinan kepada Salman.
"Oke Ma... " balas Salman.
Setelah selesai makan malam mereka menyempatkan bermain bersama dengan Naila dan Salman di ruang TV sambil menonton TV. Bergantian dengan Bik Mar dan Bik Nah yang kini sedang menyantap makan malam mereka di dapur.
"Sudah malam Kak, tidur yuk.. " ajak Kinan.
Sebelumnya Kinan sudah menidurkan Naila dan membawanya ke kamar mereka kemudian meletakkannya di box bayi. Kini giliran Salman yang harus di temani tidur.
Salman turun dan sofa dan ikut dengan Mamanya ke kamar. Setelah Salman tidur baru Kinan kembali ke kamarnya melalui pintu penghubung. Kinan melihat Refan sudah duduk santai sambil memainkan ponselnya di atas tempat tidur.
"Lho Mas udah masuk rupanya. Aku kira masih asik nonton di luar" ucap Kinan sambil merapikan ikatan rambutnya.
Refan memperhatikan semua gerakan Kinan dengan seksama membuat Kinan jadi salah tingkah.
"Kenapa Mas, kok gitu amat lihatnya?" Tanya Kinan penasaran.
"Aku cuma mau bilang, Naila dan Salman barusan udah kamu temani bobok. Bolehkan sekarang giliran aku yang di temani..... "
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG