
"Jadi apa yang membuat kamu jatuh cinta pada Kinan secepat ini?" tanya Riko.
"Kata Refan Kinan selalu buat ketagihan di ranjang" goda Aril.
"Hus.. kami Ril" potong Bagus.
Refan tersenyum..
"Salah satunya itu, aku gak tau apakah itu penyebab utama atau karena memang pesonanya yang membuat aku seperti itu" jawab Refan.
"What's??? Renita kalah bro?" ujar Romi.
"Dia sederhana tapi dia tau apa yang aku butuhkan. Kalian tau, kalau di rumah aku selalu diperlakukan seperti raja. Di suguhi makanan, di urus semua kebutuhanku, dilayani dengan senyuman dan tidak pernah aku dengar keluhan. Walau aku mempekerjakan dua asisten rumah tangga tapi dia melakukan semua yang bisa dia lakukan. Dia mengurus anak - anak, dia memasak dan mengurus aku" ungkap Refan.
"Ayu saja kalau pulang kantor selalu kecapean dan istirahat" ujar Bagus.
"Apalagi Renita dulu. Malah aku yang selalu ingatkan dia ini itu dan memanjakannya. Tapi Kinan berbeda, dia yang memanjakanku di rumah" ungkap Refan.
"Aku mau deh istri seperti Kinan Fan" sambut Riko.
"Enak aja kamu" balas Refan.
"Kamu jangan ceritain kelebihan Kinan sama mereka ini Fan bahaya. Soalnya mereka masih single" ujar Bagus.
"Kalian cari sendiri sono istri kalian jangan ganggu istriku. Kalau mau seperti aku dapat istri perhatian kalian hentikan kebiasaan kalian gonta ganti pacar. Saran aku ganti selera aja jangan yang kebuka mending cari yang tertutup. Toh nanti juga kebuka sendiri untuk kalian dan tidak akan bisa di lihat orang lain. Hanya kalian sendiri yang bisa melihatnya sampai puas" nasehat Refan.
"Uh udah bisa jadi ustad kamu pinter kasih nasehat. Siapa dulu coba yang bangga banget bisa dapatin Renita sejak kalian pacaran trus akhirnya menikah?" sindir Romi.
"Aku sadar sekarang setelah aku merasakan dua hal yang berbeda. Antara Renita dan Kinan jauh berbeda. Kalau orang melihat aku dengan Renita memang semua berpikir kalau aku adalah pria paling bahagia bisa menikahinya tapi kalau aku bersama Kinan aku sendiri yang merasakan kalau aku bahagia. Kalian pilih yang mana, perkataan orang atau kata hati kalian?" tanya Refan.
"Ya jelas kata hatilah. Kalau orang mah hanya tau luarnya saja" sambut Riko.
"Nah itu dia jawabanku" balas Refan.
Tanpa terasa malam semakin larut, kini para sahabat Refan pamit pulang.
"Nan kami pulang ya, makasih atas jamuan makannya. Nanti kita janjian ketemu lagi ya, sekalian aku mau belajar masak sama kamu" ujar Ayu.
Kinan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Boleh Yu, kapan saja pintu rumah ini terbuka untuk kamu" balas Kinan.
"Kalau begitu kami juga pamit pulang ya Dan, Nan. Terimakasih atas makan malamnya. Masakan kamu emang enak. Gak salah Refan muji kamu sampai kami penasaran dan akhirnya diundang makan ke rumah ini" sambut Aril.
Refan tersenyum mendengar pujian Aril pada istrinya.
"Kapan - kapan undang kami lagi ya Nan, gak perlu izin Refan kami pasti datang kok" sambung Riko.
"Enak aja kalian" protes Refan.
Kinan tersenyum melihat suaminya bertingkah seperti itu.
Benarkah kamu memuji masakanku di depan teman - teman kamu Mas? Selain itu apalagi yang kamu puji dari aku? tanya Kinan dalam hati. Dia jadi merasa malu sendiri.
Akhirnya semua teman - teman Refan pulang ke rumah mereka masing - masing. Kinan dengan bantuan Bik Nah dan Bik Mar membereskan peralatan makan yang sudah kotor sekaligus merapikan rumah.
Sedangkan Refan menggendong Salman dan membawanya ke dalam kamar. Salman sudah tertidur tadi di atas sofa. Sementara Naila sudah dari tadi terlelap di kamar di dalam box bayinya.
Setelah selesai beberes seperti biasa Kinan memeriksa keadaan Salman dulu, mengganti bajunya agar lebih nyaman tidurnya setelah itu baru Kinan ke kamarnya melalui pintu penghubung.
Refan sedang memandangi putrinya yang sedang lelap tertidur. Semakin besar putrinya entah mengapa dia merasa Naila semakin mirip Mamanya. Tidak ada sedikitpun kemiripan dengan wajahnya.
Biarlah ya sayang.. kamu mirip Mama kamu agar kamu ingat seperti apa wajah Mama kamu dulu. Kamu tidak perlu melihat fotonya cukup melihat wajah kamu di cermin. Sehat terus ya sayang. Batin Refan.
"Belum di sediain bajuanya" jawab Refan pura - pura ngambek.
"Kebiasaan deh.. padahal kan kalau aku tugas luar kota kamu bisa ambil sendiri" sambut Kinan.
Refan tersenyum dan mendekati Kinan. Dia menarik tangan Kinan dan menggenggamnya
"Makasih ya Nan, kamu sudah melakukan yang terbaik untukku. Kamu menjaga marwah dan harga diriku di depan teman - temanku" ujar Refan.
"Suami istri itu memang seperti itu Mas. Keburukan pasangan kita adalah keburukan kita juga, begitu sebaliknya. Sudah semestinya aku menjaga nama baik kamu di depan teman - teman kamu karena kamu adalah suamiku" tegas Kinan.
Kinan segera mengambil pakaian santai Refan untuk tidur dan mulai membuka jilbabnya.
"Nih baju kamu, cepetan sana ganti baju. Udah malam, besok kan kita kerja" Perintah Kinan.
"Oke istriku" jawab Refan.
__ADS_1
Kinan tersenyum dengan sikap Refan yang semakin lama semakin manis padanya. Selain mengakui Kinan sebagai istrinya, Refan kini juga sudah berani membelanya contohnya tadi di depan keluarga Renita. Refan juga ternyata suka memuji dan membanggakannKinan di depan teman - temannya.
Semoga rumah tangga ini semakin baik lagi ke depannya ya Allah. Doa Kinan dalam hati.
Sambil menunggu Refan keluar dari kamar mandi Kinan membuatkan susu Naila di dalam botol susu dan memberikannya kepada Naila.
Kinan perlahan menggendong Naila dan memerikan Naila susu.
Kok perasaan aku tubuh Naila hangat ya? Tapi dia tidak rewel kok. Apa hanya perasaan aku saja ya atau mungkin akunya yang kedinginan karena kecapean hari ini. Batin Kinan.
Setelah Refan selesai dari kamar mandi baru Kinan meletakkan Naila kembali ke dalam box dan gantian mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi.
Tak lama kemudian Kinan sudah ikut bergabung dengan Refan berbaring di atas tempat tidur. Kinan melihat Refan ternyata belum tidur.
"Kamu capek ya malam ini?" tanya Refan.
Wah gawat nih kalau Mas Refan udah bertanya begini? Apakah dia mau ngajak aku olahraga malam ya? Batin Kinan.
"Iya Mas sedikit tapi lebih pada ngantuk" Kinan menguap.
"Besok tetap aku antar ya ke kantor" ujar Refan.
"Iya Mas" balas Kinan.
Refan menghadap ke arah Kinan lalu tersenyum. Jantung Kinan berdetak kencang.
Gimana nolaknya ya masak Mas Refan mintanya tiap malam? Tapi kan dosa kalau aku tolak. Batin Kinan.
Refan mendekatkan bibirnya kearah kening Kinan lalu mengecup kening Kinan dengan lembut.
"Sekarang kita tidur ya.. Selamat tidur istriku. Semoga kamu mimpi indah" ucap Refan lemah lembut.
"Eh iya Mas" jawab Kinan cepat.
Kinan bisa menarik nafas lega. Aaaah.... Alhamdulillah gak terjadi apa - apa. Aku kira tadi dia akan meminta jatahnya. Ucap Kinan dalam hati.
Kini mereka tidur saling berpelukan. Hari ini Kinan bisa merubah mood Refan yang sebelumnya rusak setelah pulang dari rumah mantan mertuanya menjadi bagus kembali karena pelayanan Kinan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG