Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 333


__ADS_3

Kini Naila tinggal di rumah Opanya yang sudah menjadi miliknya. Ditemani dengan seorang asisten rumah tangga di rumah yang besar ini membuat dia merasa kesepian.


Seharian Naila hanya mengurung diri dan menangisi nasibnya.


Tok.. tok..


"Nooon.. Non Naila... makan yuk" ajak Bik Mar


Bik Mar terus mengetuk pintu kamar Naila. Karena khawatir dengan keadaan Naila akhirnya Bik Mar memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar. Dia melihat Naila sedang menangis di dalam selimutnya.


Dengan penuh kasih sayang Bik Mar mendekati Naila.


"Noon.. Non Naila" panggil Bik Mar sambil membelai lembut tubuh Naila yang ada di dalam selimut.


"Bik.. hiks.. hiks.. aku ternyata anak.. anak haram Bik" ucap Naila sambil terisak.


"Nooon... tidak ada istilah anak haram di dunia ini. Kita semua terlahir suci termasuk Non. Istilah anak haram hanya digunakan bagi orang awam yang kurang mengerti agama" ujar Bik Mar menenangkan Naila.


"Kalau Bibik boleh berbicara, sebenarnya Non Naila ini anak yang sangat dinanti - nantikan oleh Den Refan. Bibik memang tidak mengenal Mama kandung Non karena Bibik bekerja di rumah Den Refan setelah Non Naila lahir. Bibik tau bagaimana sayangnya Den Refan kepada Non. Bibik juga menjadi saksi bagaimana sayangnya Non Kinan pada Non Naila. Dulu awal - awal pernikahan Den Refan dan Non Kinan memang tidak saling mencintai tapi pernikahan mereka terjadi karena adanya Non Naila. Non Kinan sudah lebih dulu mencintai Non dan karena Non Naila, Non Kinan menerima perjodohan mereka. Begitu juga dengan Den Refan. Padahal saat itu mereka masih sama - sama terluka dan kehilangan orang yang sangat mereka sayangi. Berkat Non Naila lah mereka bersatu dalam ikatan rumah tangga. Setelah si kembar Khansa dan Khalid lahir bibik juga menyaksikan bagaimana kasih sayang Den Refan dan Non Kinan yang tidak berubah kepada Non Naila. Mereka tidak pernah membeda - bedakan kalian semua. Den Refan dan Non Kinan sangat pintar mendidik kalian semua. Bibik sangat salut melihat rumah tangga mereka yang bisa mempersatukan dua keluarga menjadi satu. Padahal Non Kinan sudah punya Den Salman dan Den Refan memiliki Non Naila. Karena kebaikan mereka juga bibik betah bekerja bertahun - tahun di rumah mereka" ungkap Bik Mar lembut sambil tak henti mengelus Naila.


Naila membuka selimutnya sehingga wajahnya terlihat jelas. Matanya terlihat bengkak dan hidungnya memerah. Sepertinya Naila sudah sangat lama menangis.


"Tapi Bik, kehadiranku pasti akan mengingatkan Papa pada masa lalunya yang buruk. Mamaku sudah mengkhianatinya" ujar Naila.


"Pada saat Den Refan mengetahui perselingkuhan Mamanya Non Naila memang Bibik melihat beliau sangat kacau. Tapi Den Refan beruntung, saat itu ada Non Kinan yang selalu ada disisinya memberikan kekuatan sehingga Den Refan bisa melalui masa - masa sulit itu. Dan kasih sayang Den Refan yang besar mengalahkan rasa marahnya kepada Mama Non. Buktinya sampai sekarang ini dia tetap menyayangi Non Naila seperti anaknya sendiri" sambung Bik Mar.


Naila duduk dan bersandar didinding tempat tidurnya.


"Tapi Bik siapa yang mau menerima wanita sepertiku?" tanya Naila.

__ADS_1


Bik Mar tersenyum lembut kepada Naila.


"Ada, pasti ada laki - laki yang mau menerima wanita secantik dan sebaik Non Naila. Ada Bang Jeta, Bibik lihat dia benar - benar serius suka sama Non Naila" jawab Bik Mar.


"Bang Jeta menyebut aku anak haram" ujar Naila sedih.


"Kemarin Bibik bisa melihat Bang Jeta terlihat sangat menyesal sekali sudah berkata seperti itu. Dia mungkin spontan Non berkata seperti itu karena dia terkejut. Bang Jeta itu sangat sayang sama Non Naila lho, tadi dia mampir khusus untuk bawakan Non Naila es krim strawberry kesukaan Non Naila. Kata Bang Jeta biar Non Naila gak nangis lagi" ungkap Bik Mar.


"Bang Jeta datang Bik?" tanya Naila tekejut.


"Iya tapi pesannya Non Naila harus makan dulu baru bisa makan es krim" bujuk Bik Mar penuh kasih sayang.


Naila tampak sedang berpikir.


"Makan yuk Non, bibik udah lapar. Nanti bibik dimarahin Khalid dan Khansa dan di hukum Den Salman. Kata mereka Bibik gak boleh makan sebelum Non Naila makan juga" canda Bik Mar.


"Dasar mereka" Naila mulai tersenyum. Hatinya menghangat mendengar kalau ternyata saudara - saudaranya memang benar - benar sangat menyayanginya.


Mereka keluar dari kamar Naila dan berjalan menuju meja makan.


"Lho kok banyak makanan, Bibik belanja tadi? Aku kan belum kasih uang sama Bibik untuk belanja?" tanya Naila.


"Tadi Non Kinan datang bawa belanjaan dan kami masak bersama" jawab Bik Mar.


"Jadi semua ini masakan Mama?" tanya Naila tak percaya.


Bik Mar tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Iya donk" jawab Bik Mar.

__ADS_1


"Kok Mama gak nyamperin aku?" tanya Naila.


"Non Kinan gak mau ganggu waktu Non Naila untuk menenangkan diri. Kata Non Kinan biar Non Naila tenang dulu dan siap untuk bertemu mereka semua baru mereka juga akan bertemu Non" jawab Bik Mar.


Air mata Naila kembali menetes. Belum satu hari berpisah dia sudah sangat merindukan seluruh keluarga yang sangat dia cintai.


"Eh kok nangis lagi. Udahan atuh nangisnya, kita makan sekarang ya. Bibik udah laper" ajak Bik Mar.


Bik Mar segera mempersiapkan makanan mereka dan kemudian bersama - sama menikmati hidangan. Setelah selesai makan Bik Mar menyajikan hidangan penutup yaitu es krim yang dibawakan Jeta tadi.


Bang Jeta memang selalu ingat kalau aku sangat suka es krim rasa strawberry. Batin Naila.


****


Keesokan harinya Naila hanya sendirian di rumah karena Bik Mar sedang ke pasar. Tiba - tiba bel rumah berbunyi.


Ting .... Tong...


Naila berjalan dengan malasnya menuju ruang tamu. Dia membuka pintu rumah karena merasa yakin kalau Bik Mar yang pulang. Saat pintu terbuka Naila sangat terkejut melihat banyak balon dihadapannya.


Dan tak lama kemudian muncul seorang badut lalu terdengar sebuah lagu dari Ada Band yang berjudul Manusia Bodoh. Musik diputar sampai akhir setelah itu barulah sang badut membuka wig di kepalanya.


"Bang Jeta.... " ucap Naila tak percaya.


"Aku memang manusia bodoh Nai, tak pintar mengungkapkan perasaanku pada kamu. Malah kata - kata yang keluar dari bibirku selalu membuat kamu terluka. Aku minta maaf Nai, aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan kemarin.. Aku tidak bermaksud begitu, bagiku kamu tetap Naila yang aku kenal dulu dan tidak akan berubah karena kisah hidup kamu. Perasaanku tidak berubah malah aku semakin mencintai kamu dan ingin selalu berada di dekat kamu dalam susah ataupun senang. Aku ingin menjadi kekuatan kamu, mari kita berjalan bersama melewati hidup ini bahkan sampai kita tua dan kita punya banyak anak dan cucu" ungkap Jeta.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2