Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 350


__ADS_3

"Ini ponsel kamu Sal" ujar Aisyah sambil menyerahkan kembali ponsel yang dia pegang ke tangan Salman.


"Terimkasih Ai" jawab Salman sambil tersenyum.


Tak lama kemudian mereka tiba di Butik temannya Aisyah. Naila dan Jeta juga barengan datangnya dengan Kinan dan Jelita.


Mereka masuk ke dalam butik dan bertemu langsung dengan pemilik Butik tersebut.


"Aisyaaah... aku kangen banget, udah lama sekali gak ketemu" sambut wanita pemilik Butik.


"Rahma.. " balas Aisyah. Mereka saling berpelukan.


"Eh iya Rahma kenalin ini Salman teman sekolah aku dulu. Dan ini Mama dan Tantenya, ini adiknya dan calon suaminya" ucap Aisyah memperkenalkan semuanya.


"Sal.. man teman yang sering kamu ceritain dulu" sahut Rahma langsung.


Sontak Aisyah langsung menyenggol lengan sahabatnya.


"Eh iya kenalkan saya Rahma.. " Sambung Rahma langsung setelah menyadari kalau omongannya sudah kelewatan.


Mereka saling berjabat tangan.


"Kalau begitu lebih asik ngobrol di ruangan aku aja Tante, biar lebih santai. Kalau di sini rame" ajak Rahma.


"Boleh.. boleh.. " sambut Kinan.


Rahma dan Aisyah mengajak Salman dan keluarganya masuk ke ruangan Rahma. Aisyah dan Rahma jalan lebih dulu di depan.


"Cakep Ai.. pantesan kamu demen" bisik Rahma.


"Ssst... kamu jangan ribut ah.. " potong Aisyah.


Tibalah mereka di dalam ruang kerja Rahma.


"Jadi gimana Tante, ada yang bisa saya bantu?" tanya Rahma santun.


"Mmm.. begini Nak Rahma. Ini putri saya Naila insyaallah akan menikah bulan depan. Jadi mereka membutuhkan gaun nikah yang nanti akan dipakai. Apa Nak Rahma bisa membantu? " tanya Kinan.


"Bulan depan ya? Mau berapa gaun?" tanya Rahma balik.


"Mmm... kalau bisa dua Mbak, buat ijab kabul dan resepsi" jawab Naila.


"Mmmm.... InsyaAllah bisa" jawab Rahma.


"Alhamdulillah.. " sahut yang lainnya.


"Kamu mau model yang seperti apa?" tanya Rahma kepada Naila.


"Aku mau yang simple aja Mbak tapi tetap keren. Sederhana tapi elegant" jawab Naila.


"Baik malam ini saya akan coba buat polanya. Yang penting hari ini kita ukur badan dulu ya" ujar Rahma.


"Boleh" sambut Naila.

__ADS_1


Mereka segera mengukur tubuh Naila begitu juga dengan Jeta agar nanti bisa dipadukan pakaian mereka. Untuk pakaian pengantin laki - laki, Rahma akan meminta bantuan perancang busana khusus untuk baju laki - laki.


Tapi Jeta tak perlu repot, semua diserahkan kepada Rahma


Yang penting beberapa hari lagi menjelang pernikahan mereka pakaian pengantin mereka sudah siap.


Setelah semua selesai giliran Kinan dan Jelita campur tangan.


"Mmm.. Nak Rahma kalau kami ikutan buat seragaman bisa gak?" tanya Jelita.


"Buat berapa orang Tante?" tanya Rahma.


"Mm... tiga orang. Saya, Kinan dan Khansa adiknya Naila. Cowoknya empat, Papa Naila, Papa Jeta, Salman dan Khalid adiknya" jawab Jelita.


"Boleh Tante, nanti saya akan dibantu Aisyah. Ya kan Ai?" Rahma mengedipkan sebelah matanya kepada Aisyah.


"Mmm.. boleh - boleh. Aku siap kok bantu" sambut Aisyah.


"Lho Aisyah bisa buat gaun juga toh?" tanya Kinan.


"Bisa tapi aku gak ahli Tante. Kalau Rahma kan udah sering dipanggil sampai luar negeri buat pameran" jawab Aisyah.


"Ah Nak Aisyah ini bisa aja merendah" sambut Kinan.


Aisyah tersenyum malu.


"Kalau begitu mari Tante saya ukur. Buat yang belum ikutan boleh kok nyusul" ajak Rahma.


"Baik, besok biar Om dan adik- adik Naila datang ke sini buat ukur badan" sambung Kinan.


"Kamu kok gak cerita bisa buat gaun?" tanya Kinan saat mereka sudah diluar Butik Rahma.


"Kalau untuk gaun pengantin aku belum pede Tante.. Tapi untuk gaun - gaun pesta bolehlah" jawab Aisyah.


"Nanti lain kali kalau Tante butuh gaun pesta bisa donk Tante minta buatin kamu" sambar Jelita.


"Mbak kan jauh, aku donk yang cocok pesan sama Aisyah" potong Kinan.


"Udah jangan rebutan, semua kebagian kok. Mbak Aisyah pasti akan buatkan untuk Mama dan Tante" ujar Naila.


"Udah hampir sore nih, ayo Sal kamu anterin Aisyah balik ke Butik. Kamu kan juga mau balik ke kantor kan? Satu arah, kami mau cari barang - barang seserahan lagi sama Naila dan Jeta" ucap Kinan.


"Apa lagi Ma yang kurang? Kok banyak banget?" tanya Naila yang sepertinya udah kelelahan.


"Nih Jet calon istri kamu paling malas diajak belanja" ujar Kinan


Jeta hanya tersenyum menatap pujaan hatinya.


"Gak apa - apa Tante, justru itu yang berbeda dari Naila. Wanita kan pada umumnya suka berbelanja tapi Naila nggak" jawab Jeta.


"Tapi kali ini harus, kan buat pernikahan kalian" sambung Jelita.


"Iya Tante.... " jawab Naila cepat.

__ADS_1


"Telinga Tante udah gatal dengar kamu panggil Tante. Udah ganti aja jadi Mama biar sama dengan Jeta. Sebentar lagi kan kamu akan jadi anaknya Mama" potong Jelita.


"I.. iya Maaaa" sahut Naila.


Kinan dan Jeta tersenyum melihat Naila pasrah. Mereka langsung berpencar. Salman dan Aisyah melaju menuju Ai - Ai Butik.


"Lucu ya lihat Naila dan Jeta. Naila sepertinya cuek banget sedangkan Jeta kelihatan cinta banget sama Naila" ucap Aisyah.


"Hahaha... itu sekarang Ai, kalau dulu kerja mereka berantem melulu. Jeta suka banget ngisengin Naila. Malah beberapa kali sampai Naila menangis" jawab Salman.


"Oh ya..?" sambut Aisyah tak percaya.


"Seperti siapa dulu teman kita di kelas. Tono dan Tini sampai mereka dapat julukan TN2" ujar Salman.


"Eh kamu tau gak Sal, mereka sekarang udah nikah lho" sambut Aisyah.


"Yang bener Ai, Tono dan Tini udah nikah sekarang? Bisa banget ya benci jadi cinta?" tanya Salman terkejut.


"Tahun lalu waktu reuni sekolah mereka datang berdua, nah di sana baru mereka umumkan kalau mereka adalah pasangan suami istri" jawab Aisyah.


"Seru kali ya kalau menikah dengan teman sekolah. Pasti banyak bahan cerita buat nostalgia" ujar Salman.


"Mungkin begitu, aku kan gak tau apa yang mereka rasakan" balas Aisyah.


"Kalau kamu mau coba boleh juga" sambung Salman.


"Ma.. maksudnya?" tanya Aisyah.


Jantungnya berdetak kencang mendengar perkataan Salman barusan. Apalagi Aisyah ingat tadi namanya disimpan di ponsel Salman pakai tanda hati.


"Ya siapa tau kamu mau nikah juga sama teman sekolah, masih bisa kan dicari calonnya" jawab Salman.


"Ah kamu ada - ada aja" balas Aisyah.


Aisyah tidak berani memperpanjang pembicaraan mereka. Rasanya dia belum mempersiapkan hatinya dengan waktu yang singkat dan tiba - tiba seperti ini.


Seketika ingatkan Aisyah kembali ke masa - masa sekolah mereka dulu.


Flashback On


"Ai.. Salman perhatiin kamu terus tuh" ucap Shifa.


"Salah lihat kamu tuh Fa, mana mungkin. Salman lagi lihat ke papan tulis kok" jawab Aisyah.


Memang ketepatan meja Aisyah berada paling depan sedangkan meja Salman dua meja dibelakang mereka.


Mana mungkin cowok pintar dan keren seperti dia perhatiin cewek seperti aku. Di sekolah ini banyak banget cewek - cewek yang suka kepadanya. Dia idola sekolah mana mungkin suka padaku yang hanya murid biasa yang tak punya kelebihan apapun. Batin Aisyah.


Flashback Off


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2