Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 299


__ADS_3

Esok harinya Bimo dan Refan kembali datang ke Perusahaan Pak Reno. Kali ini mereka bertemu dengan Rendy.


"Ka.. kamu.. " ucap Rendy terkejut ketika melihat Refan datang.


"Mulai hari ini Perusahaan ini aku ambil alih dan kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu" tegas Refan.


"A.. aku ti.. dak melakukan apapun" bantah Rendy.


"Kamu jawab saja semuanya di kantor polisi nanti" jawab Refan.


Tak lama polisi datang dan membawa Rendy ke kantor polisi. Refan kembali mengumpulkan para pejabat perusahaan untuk membahas masalah yang dihadapi perusahaan sekaligus mencari jalan keluarnya.


Refan dan Bimo sangat sibuk hari itu bahkan mereka hampir lupa untuk makan siang. Refan mengajak teman - temannya untuk makan siang bersama sekaligus bertukar pikiran membahas persoalan Perusahaan Pak Reno.


Mereka janjian bertemu di salah satu Restoran besar di Jakarta. Refan dan Bimo tiba di tempat lebih dulu dari teman - teman yang lain.


"Bim, kamu cari tempat saja dulu. Aku ke toilet sebentar" ujar Refan.


"Oke Fan" jawab Bimo.


Refan berjalan menuju kamar mandi. Saat dia sudah sedang mencuci tangannya Refan bertemu dengan Arga.


"Hai Fan" sapa Arga.


Refan tak bergeming, dia malas menjawab sapaan Arga.


"Aku dengar Rendy di tahan polisi pagi ini? Dia memang pria bodoh, tak pandai mengatur perusahaan makanya aku menarik investasiku di Perusahaan Pak Reno Papanya Renita" ungkap Arga.


"Ngapain tiba - tiba kamu tertarik berinvestasi di Perusahaan Papa Reno? Kamu pasti merencanakan sesuatu kan? Kamu pasti tau dari Rendy kalau Naila diasuh mereka sehingga kamu mengatur rencana" ujar Refan penuh emosi.


"Jujur aku akui ya memang aku punya rencana Fan. Papa Renita adalah kakeknya anakku. Kalau perusahaan mereka maju pasti hidup anakku akan terjamin. Itulah rencanaku dan aku berniat akan membenahi hubunganku dengan orangtua Renita. Aku ingin bertemu dengan anakku Fan tapi aku turut berduka, Pak Reno dan istrinya begitu cepat pergi" sambut Arga dengan raut wajah sedih.


Refan tidak bisa menguasai emosinya, dia segera menarik kerahasiaan Arga.


"Kamu tidak perlu berpura - pura sedih. Aku yakin kamu punya andil dalam kecelakaannya. Saat ini pelakunya sudah tertangkap, hanya menunggu waktu semua akan terbongkar. Jika hari itu tiba dan ternyata kamu terbukti dalangnya, aku pastikan hidup kamu akan hancur Arga Laksamana. Jangan kamu harap kamu bisa mengambil Naila dariku, aku akan mempertahankannya dengan segala kekuatanku" ancam Refan.


Arga melepaskan cengkraman tangan Refan pada bajunya.


"Jangan asal tuduh Fan kalau kamu tidak punya buktinya, nanti akan jadi pencemaran nama baik dan kamu akan berakhir di penjara" ujar Arga dengan wajah bengis.


"Kita lihat saja, aku akan mengusut tuntas masalah ini. Kamu tidak akan pernah mendapatkan Naila. Sampai kapanpun dia adalah anakku" tegas Refan.


Refan segera meninggalkan kamar mandi sebelum dia berbuat lebih membahayakan. Dadanya turun naik karena menahan emosi.


"Kamu kenapa Fan?" tanya Bimo ketika melihat perubahan wajah Refan yang tak seperti sebelumnya.


Refan duduk dan menarik nafas dalam.


"Aku bertemu dengan Arga. Dia memang bangsa* pura - pura bersedih atas kematian Papa Reno dan Mama Thalita. Aku yakin dia pasti ada hubungannya dengan kecelakaan mereka" umpat Refan.


"Kamu bertemu Arga seperti ini? Apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Bimo khawatir melihat emosi Refan yang meledak.


"Aku hampir saja menghajarnya di toilet, tapi aku langsung tersadar dan meninggalkan" jawab Refan.

__ADS_1


Bimo bernafas lega.


"Syukurlah Fan kamu tidak bertindak gegabah. Bisa ribet masalahnya nanti Fan. Sebaiknya kamu tahan emosi kamu Fan sampai semuanya jelas. Sabar.. sebentar lagi kita akan mengetahui siapa dalang dari semua ini" pesan Bimo.


Tak lama Bagus, Romi dan Aril datang menghampiri mereka.


"Riko mana?" tanya Bimo.


"Di Bandung, bidadari surganya lagi sakit katanya" jawab Aril.


"Kamu kenapa Fan?" tanya Bagus heran ketika melihat wajah Refan yang tegang.


Refan hanya diam mencoba menenangkan diri.


"Refan hampir saja bertengkar dengan Arga" jawab Bimo akhirnya.


"Apa? Kamu dan Arga bertengkar?" tanya Aril tak percaya.


"Aku geram sekali melihat wajahnya, hampir saja aku tonjok tadi wajahnya" jawab Refan.


"Tahan Fan.. jangan sampai timbul masalah baru" pesan Bagus.


"Itu juga yang aku bilang tadi padanya. Untunglah Refan masih bisa menahan emosi, dia pergi meninggalkan Arga" sambut Bimo.


"Sudah.. sudah.. lebih baik kita pesan makanan saja. Aku sudah lapar" ujar Refan.


Mereka memanggil pelayan dan memesan makan siang untuk mereka. Setelah mencatat semua permintaan mereka pelayan pergi meninggalkan meja mereka.


"Aku ingin minta tolong pada kalian untuk menginvestasikan dana kalian ke Perusahaan Papa Reno. Rendy sudah hampir berhasil membuat Perusahaan itu nyaris bangkrut" ungkap Refan.


"Jadi dimana Rendy sekarang?" tanya Bagus.


"Dia sudah di tangkap polisi tadi pagi" jawab Refan.


"Oke Fan, tidak masalah. Kami bisa menginvestasikan uang kami ke Perusahaan itu. Jadi siapa sekarang yang mengelola perusahaan itu?" tanya Romi.


"Untuk sementara aku, sampai keadaannya stabil baru aku mencari siapa yang pantas untuk mengelolanya. Karena tidak mungkin aku bisa mengurus dua Perusahaan" jawab Refan.


"Gimana kalau aku meminjamkan Ela pada kamu untuk membantu Perusahaan itu?" Romi memberikan penawaran.


"Bisa juga tuh ide kamu Rom. Ela kan pintar dalam mengurus keuangan. Tinggal diajari dikit sekalian kamu persiapkan Ela Fan, siapa tau dia bisa membantu kamu mengurus Perusahaan itu" sambut Aril.


"Boleh Rom. Kalau kamu tidak keberatan. Aku sangat berterimakasih kalau Ela bisa membantu aku. Lagian aku butuh orang yang bisa aku percayai di Perusahaan itu" jawab Refan.


"Baiklah.. nanti aku akan sampaikan pada Ela. Aku rasa dia pasti akan mau membantu kamu, walau aku yang dirugikan dalam hal ini" balas Romi.


"Rugi apanya?" tanya Bagus.


"Dia rugi karena gak bisa melihat wajah Ela setiap hari di kantor atau CCTV gedung di kantornya" potong Aril.


"Sebucin itukah kamu Rom?" sindir Bagus.


"Baru tau kamu hahaha" jawab Romi.

__ADS_1


"Aku jadi lebih lega sekarang. Pelan - pelan semua sudah bisa diatasi. Terimakasih ya, saat ini aku memang sangat membutuhkan dukungan dari kalian semua" ungkap Refan sungguh-sungguh.


"Itulah fungsinya sahabat bro. Bukan teman dikala senang saja tapi juga disaat - saat tersulit sekalipun harus selalu ada" sambut Aril.


Bimo sangat salut dengan persahabatan Refan dan teman - temannya. Dia bahkan merasa sangat beruntung ada ditengah - tengah mereka.


Tiba - tiba ponsel mereka semua bergetar. Masing - masing meraih ponselnya dan membuka pesan group.


Riko


Guys.. alhamdulillah. Sebentar lagi aku akan menikah. Ayo ucapkan selamat padaku


Romi


Serius lo Ko?


Aril


Apa? Aku kalah jauh


Bagus


Terimalah nasib buruk kamu Ril hahahaha..


Bimo


Selamat ya Ko, semoga lancar sampai hari H


Refan


Alhamdulillah.. selamat Ko. Kinan pasti sangat senang mendengar berita ini.


Bimo


Reni juga


Romi


Ela juga pastinya


Aril


Bela... coba kalau kamu terima cintaku.. Pasti aku bisa menjawab yang sama seperti yang lainnya 😭😭


Riko


Sabar bro.. kalau kamu bisa menjalaninya pasti akan indah akhirnya. Percayalah... Semangaaaaat 💪💪


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2