Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 131


__ADS_3

"Ueeeek.... ueeek..... ueeeek.... " Refan mengeluarkan semua isi perutnya.


Dengan penuh kelembutan Kinan memijit tengkuk Refan.


"Mas kamu sakit? Kok tiba - tiba begini? Tadi kamu baik - baik saja? Malah tadi makannya banyak" tanya Kinan.


"Aku gak tau, apa aku keracunan makanan ya?" Refan balik bertanya.


"Kalau keracunan makanan sepertinya nggak Mas. Aku kan juga ikutan makan bareng tadi. Aku tidak merasakan apapun" jawab Kinan.


Refan membersihkan kamar mandi dan mulutnya.


"Mas mungkin kecapekan dan masuk angin. Makanya jangan ngajakin aku lembut setiap malam" sindir Kinan.


"Kamu ledekin aku ya" ujar Refan gemas.


Refan langsung meraih tubuh Kinan dan memeluknya dari belakang.


"Lho udah gak pusing lagi?" tanya Kinan heran.


Refan menggelengkan kepalanya.


"Nggak, udah enakan. Mungkin karena udah keluar semuanya jadi aku udah merasa lega" jawab Refan.


"Ya sudah kalau begitu Mas ganti baju dan bersih - bersih ya. Setelah itu kita tidur, aku letih sekali hari ini. Bolehkan kalau malam ini kita tidur saja?" tanya Kinan.


Refan menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kamu duluan gih naik ke tempat tidur nanti aku nyusul ya" ujar Refan.


"Oke Mas. Aku duluan" balas Kinan.


Refan melepaskan pelukannya dan membiarkan Kinan pergi dan keluar dari kamar mandi.


Kinan naik ke atas tempat tidur, entah mengapa beberapa hari ini dia merasa cepat sekali letih. Badannya terasa pegal kalau sudah malam hari. Mungkin dia dan Refan memang benar - benar kecapekan karena begitu bersemangat menjalani malam - malam honeymoon mereka dengan penuh kehangatan.


Kinan langsung menutup matanya dan tak lama dia sudah terlelap dalam tidurnya. Saat Refan keluar dari kamar mandi dia melihat nafas Kinan sudah teratur. Pertanda bahwa Kinan sudah tertidur.


Refan ikut berbaring di samping Kinan. Sambil menatap wajah tenang Kinan yang sedang tertidur.


Wanita ini sungguh membawa banyak arti dalam hidupku. Perlahan tapi pasti aku tidak bisa lagi berjauhan dengannya membuat aku ketergantungan ingin terus berdekatan dengannya. Bahkan mungkin sekarang aku tidak bisa hidup tanpa dia.


Refan menarik tubuh Kinan dengan lembut dan pelan hingga kini Kinan sudah berada dalam pelukannya.

__ADS_1


Tubuhnya begitu hangat seperti keberadaannya yang membuat hidupku juga hangat. Aku merasa sangat nyaman tidur sambil memeluknya seperti ini. Ya Allah aku tak henti hentinya mengucapkan syukur kepadaMU karena telah mengirimkan wanita ini kepadaku. Walau dulu hadirnya dalam hidupku pernah aku tolak dengan sekuat tenaga bahkan aku sampai menyakiti perasannya tapi KAU kembali mengirimkannya untuk yang kedua kalinya didalam hidupku. Batin Refan.


Refan mempererat pelukannya dan mulai menutup matanya. Tak lama kemudian Refan juga sudah menutup matanya. Mereka tidur dengan saling berpelukan malam ini.


******


Keesokan harinya seperti janji mereka sebelumnya hari ini mereka tidak melakukan perjalanan kemana pun. Mereka hanya tiduran dan beristirahat di villa saja. Apalagi sepertinya sakit Refan terus berlanjut. Pagi - pagi dia sudah mual - mual dan lemas. Refan juga tidak selera makan. Dia hanya tiduran di tempat tidur.


"Mas panggil dokter ya?" ujar Kinan.


"Gak usah Nan, aku sudah hubungin pelayan di Villa untuk membelikan obat - obatan. Aku hanya masuk angin ini" jawab Refan.


Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa bubur nasi dan obat - obatan untuk Refan dan Kinan. Kinan segera membawanya masuk ke kamar.


"Mas makan dulu ya, aku sudah pesan bubur sama pelayan Villa untuk isi perut kamu. Nanti kalau tidak ada makanan yang masuk kamu tambah sakit. Kamu mau kita nambah lagi waktunya di sini?" tanya Kinan.


"Nggak Nan, aku udah kangen banget sama Salman" jawab Refan lemah.


"Ya sudah kalau begitu duduk yuk biar aku suapin buburnya. Setelah itu minum obat" perintah Kinan dengan lemah lembut.


Refan duduk dan bersandar di dinding tempat tidur. Kinan mulai menyuapkan bubur ke dalam mulut Refan. Pelan - pelan sampai akhirnya semua bubur itu habis.


Setelah itu Kinan memberikan obat kepada Refan dan membiarkan Refan untuk tidur kembali. Selama Refan tidur Kinan mulai packing karena besok pagi mereka harus pulang kembali ke rumah mereka.


"Assalamu'alaikum Ma" ucap Kinan memulai teleponnya.


"Wa'alaikumsalam Nan. Kamu dimana ini?" tanya Mama Kinan.


"Aku di villa Ma, hari ini gak kemana - mana. Mas Refan lagi sakit. Dari tadi malam dia mual - mual dan muntah - muntah. Sekarang sepertinya udah mendingan, dia udah makan bubur dan minum obat. Sekarang udah tidur lagi" jawab Kinan.


"Lho honeymoon kok malah sakit" ujar Mama Kinan.


Kinan tersenyum mendengar ucapan Mamanya. Andai saja Mamanya tau alasan Refan sakit, pasti Kinan malu sekali. Refan masuk angin dan kelelahan karena setiap malam capek menggempur Kinan. Dan akhirnya Refan KO dan sakit.


"Namanya mau sakit ya gak pilih - pilih tempat Ma" sambut Kinan.


"Eh iya Ma.. Salman mana?" tanya Kinan.


"Ada lagi main sama Opa. Tunggu sebentar Mama panggil ya" Dhisti langsung berjalan mendekati Salman dan memberikan handphonenya kepada Salman.


"Assalamu'alaikum Sayaaaang" sapa Kinan.


"Wa'alaikumsalam Mamaaa.. Papa mana?" tanya Salman semangat.

__ADS_1


"Papanya lagi tidur sayang, Papanya sakit" jawab Kinan.


Refan terbangun karena mendengar suara Salman yang memang sudah sangat dia rindukan.


"Salman? Sini.. aku mau ngomong sama dia" pinta Refan.


Kinan mendekat ketempat tidur dan duduk di samping Refan.


"Sayaaaang" sapa Refan. Setelah makan, minum obat dan tiduran sekarang tubuh Refan sudah segar kembali.


"Papa... Papa kata Mama sakit? Sakit apa?" tanya Salman.


"Papa cuma masuk angin aja. Papa kangen Salman" jawab Refan.


"Salman juga kangen banget sama Papa. Kapan pulang?" tanya Salman.


"Papa pulang besok ya sayang. Papa bawa oleh - oleh yang banyak untuk kamu" jawab Refan sambil tersenyum.


"Benarkah? Waaaah senangnyaaaa" teriak Salman.


Refan dan Kinan tersenyum melihat wajah bahagia Salman.


"Udah dulu ya sayang Papa dan Mama mau istirahat lagi. Sampai jumpa besok ya.. Assalamu'alaikum.. " Refan mengakhiri teleponnya.


"Wa'alaikumsalam" jawab Salman.


Teleponnya pun akhirnya terputus. Refan dan Kinan melanjutkan istirahat mereka di kamar saja dan menghabiskan waktu hari terakhir mereka honeymoon di Pulau Dewata.


Keesokan harinya mereka sudah bersiap - siap hendak pulang. Setelah shalat subuh Refan dan Kinan tidak tidur lagi. Mereka menyusun semua barang dan bersiap untuk dijemput oleh pihak hotel kemudian diantar ke Bandara.


Dua jam kemudian Refan dan Kinan sudah sampai di kota mereka tinggal. Kini Refan dan Kinan sedang menunggu di tempat penantian koper dan barang - barang bawaan mereka lainnya.


Refan sudah mengambil troli dan membawanya mendekat. Satu persatu koper mereka ditemukan dan Refan menyusunnya ke dalam troli. Setelah semua sudah terkumpul mereka berjalan menuju ke pintu luar kedatangan dalam negeri.


Refan dan Kinan sedang berjalan menuju parkiran mobil. Tiba - tiba Kinan melihat sebuah bayangan seorang pria yang pernah hadir dalam hidupnya. Dan bersama dengan itu Kinan merasakan pusing yang sangat berat.


"Mas Bima... " Kinan terjatuh dan langsung tak sadarkan diri. Refan sangat terkejut melihat Kinan sudah tergeletak di lantai.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2