
"Bik Mar sudah makan?" tanya Kinan.
"Sudah Non" jawab Bik Mar.
"Kalau begitu tolong lihatin Naila di kamar ya, aku takut dia menangis saat tidak melihat siapapun di dalam kamar. Tolong temani Naila" pinta Kinan.
"Iya Non, Bibik akan tunggu Naila tidur di kamar" jawab Bik Mar.
Sementara Kinan melihat Bik Nah sedang menyuapi Salman makan. Kinan mengelus lembut rambut Salman.
"Makan yang banyak ya sayang" ujar Kinan.
"Iya Mama" jawab Salman.
Kinan berjalan menuju meja makanan Refan langsung mendekatinya.
"Kamu mau makan apa Mas?" tanya Kinan.
"Apapun yang kamu hidangkan untuk aku" jawab Refan.
Kinan menggeleng - gelengkan kepalanya, merasa aneh dengan tingkah Refan malam ini. Ingin rasanya bersorak senang tapi seperti ada alarm yang berbunyi di kepalanya untuk mengingatkan lebih waspada. Bukannya ingin berburuk sangka pada suaminya hanya saja dia ingin melindungi hatinya agar tidak terluka lagi dengan janji manis suaminya.
Kinan mengambil nasi lengkap denganlauk pauknya di dalam piring dan menyerahkannya kepada Refan yang sudah duduk di kursi kosong tak jauh dari tempat Salman duduk. Setelah itu Kinan juga mengambilkan minum untuk Refan.
"Kamu juga ambil makanan kamu lalu duduk di sini dekat aku dan temani aku makan" perintah Refan.
Kinan tidak mau berdebat apalagi ini di rumah Mamanya Refan dan banyak keluarga Refan yang sedang melihat mereka. Akhirnya Kinan mengambil makanannya kemudian duduk di samping Refan dan ikut makan menemani Refan.
"Pengantin baru maunya deketan mulu" sindir salah seorang sepupu Refan.
"Kamu kayak gak pernah nikah aja" jawab Refan cuek.
"Dunia serasa milik berdua ya Fan" goda yang lain.
Refan hanya tersenyum menanggapi sindiran para saudaranya. Kinan hanya diam disamping Refan. Setelah selesai makan Refan berbisik kepada Kinan.
"Aku pengen makan cake buatan kamu" pinta Refan.
"Sebentar ya Mas aku ambilkan" jawab Kinan.
Refan tersenyum dalam hati. Lima tahun mempunyai istri, baru kali ini rasanya dia dijamu bak raja.
Tak lama Kinan datang mendekati Refan.
__ADS_1
"Mas cakenya sudah habis semua. Kata Mama laris manis" ujar Kinan.
"Yaah sayang, padahal kan aku pengen rasain cake buatan kamu" ungkap Refan dengan wajah kecewa.
"Kamu seperti anak - anak aja Mas. Lain waktu kan bisa aku buat lagi di rumah" jawab Kinan.
"Benar ya" desak Refan manja.
"Iya" sikap Refan ini membuat wajah Kinan memerah malu. Kinan masih bingung mengapa Refan manja malam ini. Apakah pura - pura di hadapan keluarganya atau.. akh... pusing memikirkannya.
Acara arisan selesai, seluruh keluarga satu persatu berpamitan untuk pulang termasuk Fadlan dan Mamanya.
"Nan.. sini.. teman kamu ini mau pulang" panggil Suci Mamanya Refan.
"Iya Ma, sebentar" jawab Kinan. Kinan berjalan mendekati mertuanya. Refan yang melihat hal itu segera menyusul Kinan dari belakang.
"Kinan Tante pulang ya, gak tau rupanya Kinan ini teman sekantornya Fadlan" ucap Mama Fadlan.
"Ah iya Tante, hati - hati ya" Kinan menjabat tangan Mama Fadlan dengan hormat begitu juga Refan.
"Fan, kapan - kapan ajak istri kamu main ke rumah Tante, Fadlan kan teman kantornya" ucap Mama Fadlan.
"Iya Tante InsyaAllah lain waktu saya bawa" jawab Refan hormat.
"Mas Refan aku pulang ya, yuk Nan. Sampai ketemu besok di kantor" ucap Fadlan.
Setelah tamu pulang rumah Suci kembali sepi. Dengan bantuan asisten rumah tangga Suci dan dibantu oleh Bik Mar dan Bik Nah juga Kinan dan Reni rumah Suci dengan cepat kembali rapi.
"Nan sudah kamu gak usah bantu - bantu. Di kamar aja jagain Naila" perintah Suci.
"Gak apa Ma, ada Mas Refan di kamar yang jagain Salman dan Naila" jawab Kinan.
Tak lama Refan keluar dari kamar.
"Sudah selesai? Kita pulang yuk. Anak - anak sudah pada tidur" ajak Refan.
"Iya Mas sudah selesai kok. Bik tolong angkatin barang - barang ke mobil ya. Biar Salman di gendong Mas Refan ke mobil dan Naila aku yang gendong" perintah Kinan.
"Iya Non" jawab Bik Mar dan Bik Nah.
"Ma kami pulang ya" ucap Refan kepada Mamanya.
"Tunggu sebentar Mama bawain makanan, besok kan bisa tinggal di panasin untuk sarapan pagi" sambut Suci.
__ADS_1
Suci bergegas ke dapur dan memasukkan makanan ke dalam wadah dan memberikannya kepada Bik Mar.
"Nih Bik bawa makanan ini" ujar Suci.
"Iya Nya" jawab Bik Mar.
Refan keluar sambil menggendong Salman sedangkan Kinan menggendong Naila.
"Ma kami pulang ya" ucap Kinan.
"Terimakasih ya sayang kamu udah repot - repot bantuin Mama malam ini" ucap Suci.
"Gak apa - apa Ma sudah biasa" balas Kinan.
Kinan mencium tangan mertuanya dan cium pipi kiri dan kanan Suci. Hal baru yang Refan saksikan. Mama dan istrinya bisa sedekat ini. Tampak sekali Mamanya sangat menyayangi Suci berbeda dengan dulu.. akh.. lagi - lagi Refan teringat dulu saat menikah dengan Renita.
"Ma kami pulang ya" ucap Refan.
"Iya nak, sering - sering bawa anak istri kamu main ke sini ya. Jangan pas ada acara seperti malam ini saja. Sekali - sekali kan bisa ajak mereka jalan - jalan dan mampir ke sini" balas Suci.
"Iya Ma" jawab Refan.
Refan menggendong Salman sampai ke mobil kemudian memberikannya kepada Bik Mar yang menyambut mereka di bangku penumpang. Kinan sudah duduk manis di depan sambil memeluk Naila yang nyenyak tertidur.
Akh.. begini rasanya punya keluarga utuh. Punya istri dan anak - anak yang lengkap. Batin Refan.
Refan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Mamanya dan melaju menuju rumah mereka. Karena malam sudah semakin larut lalu lintas tidak lagi padat. Mereka sampai dengan cepat ke dalam rumah.
Refan kembali mengangkat Salman dan meletakkannya di atas tempat tidur di kamar Salman. Bik Mar dan Bik Nah membereskan semua barang - barang bawaan mereka.
Kinan langsung ke kamar untuk mengganti pakaian Naila kemudian menidurkannya di dalam box bayinya. Setelah itu Kinan menyiapkan baju ganti untuk Refan pakai tidur dan meletakkannya di atas tempat tidur. Baru Kinan masuk ke kamar Salman dan mengganti baju Salman.
Rutinitas yang biasa Kinan lakukan kalau baru saja pulang dari bepergian. Sejak lahir Salman Kinan selalu melakukannya sendirian tanpa bantuan baby sitter.
Setelah semuanya sudah beres baru Kinan kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya sendiri. Kinan melihat Refan sudah berbaring di tempat tidur dan bersiap - siap tidur.
Kinan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya juga mengganti pakaiannya. Setelah selesai Kinan keluar dan ikut bergabung dengan Refan membaringkan tubuhnya untuk istirahat.
Sungguh lelah sekali hari ini, rasa kantuk Kinan sudah tidak tertahan lagi. Kinan segera menutup matanya.
"Terimakasih ya Nan atas semuanya malam ini" ucap Refan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG