Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 298


__ADS_3

Refan tiba di rumahnya bersama Bimo jam sepuluh malam. Kinan dan Reni menyambut mereka dengan suka cita.


"Kalian tidur saja malam ini di rumahku" ucap Refan.


Bimo melirik istrinya. Reni menggelengkan kepalanya.


"Aku udah kangen rumah Mas" ujar Reni.


Bimo melirik ke arah Refan.


"Maaf Fan lain kali saja. Istriku sudah kangen rumah katanya" ucap Bimo.


"Baiklah, hati - hati dan makasih ya Bim atas segalanya" jawab Refan.


"Santai aja bro" balas Refan.


Bimo dan Reni berpamitan pada Refan dan Kinan.


"Mama mana?" tanya Bimo.


"Mama sudah tidur Mas dari tadi. Tadi aku sudah bilang kok sama Mama kalau Mas datang aku mau pulang" jawab Reni.


"Ya sudah kalau begitu titip salam ya Fan sama Mama. Besok kami ke sini lagi kok" ujar Bimo.


"Ya, besok kan kita mau ke Perusahaan Papa Reno lagi" sambut Refan.


"Oke Fan sampai ketemu besok" ujar Refan.


Bimo dan Reni masuk ke dalam mobil tentu saja Reni tetap duduk di belakang karena takut mual dekat - dekat Bimo. Setelah kepergian Bimo dan Reni, Refan dan Kinan masuk ke dalam kamar mereka.


"Anak - anak gimana keadaannya sayang?" tanya Refan.


"Alhamdulillah mereka semua baik - baik saja Mas. Mas mau mandi?" Kinan balik bertanya.


"Iya sayang aku mau mandi dulu. Badanku sudah lengket banget ini dari pagi belum ganti pakaian. Dari Labuhan Bajo langsung ke Perusahaan Papa Reno. Aku mau mandi setelah itu mau lihat anak - anak. Kangen mereka semua" jawab Refan.


Kinan memberikan handuk kepada suaminya kemudian mempersiapkan pakaian tidur untuk Refan. Setelah selesai mandi Refan memakai pakaiannya kemudian berjalan ke kamar anak - anaknya dengan pintu penghubung antara kamar mereka dengan kamar anak - anak.


Refan melihat Salman tidur dengan nyenyaknya di atas tempat tidurnya. Begitu juga dengan Naila. Sedangkan si kembar Khalid dan Khansa tidur di dalam box tidur mereka masing-masing.


Refan menciumi anak - anaknya setelah itu saling berpelukan dengan Kinan sambil berjalan kembali ke kamar mereka.


"Ada apa dengan Perusahaan Pak Reno Mas. Mengapa Mas sampai selarut ini pulang ke rumah?" tanya Kinan.


"Ada kebocoran dana yank. Dan semuanya mengarah pada kebijakan Rendy. Sepertinya dia memang sudah merencanakan sesuatu" jawab Refan.


"Kabar pelaku yang sedang di tahan di kantor polisi Labuhan Bajo bagaimana?" tanya Kinan lagi.

__ADS_1


"Dia belum mau buka suara siapa yang menyuruhnya untuk mengejar Papa Reno. Dia hanya menjawab semua ini terjadi karena harta" balas Refan.


"Apa semua ini ada hubungannya dengan Rendy Mas?" tanya Kinan.


"Aku gak tau sayang. Tapi aku juga sama seperti kamu. Aku dan Bimo curiga semua ini berhubungan, kami juga curiga kalau Rendy bekerjasama karena sepertinya ada campur tangan Arga di balik semua ini" jawab Refan.


Mereka naik ke atas tempat tidur dan saling berpelukan melepaskan kerinduan karena sudah beberapa hari tidak bertemu.


"Ya sudah kita istirahat saja sekarang ya. Besok baru kita pikirkan lagi Mas semuanya" ucap Kinan.


"Iya sayang" Refan mencium kening Kinan dengan lembut.


"Miss you honey.. " ucap Refan sebelum tidur.


Sementara di rumah Bimo. Reni sudah menyiapkan semua pakaian ganti Bimo dan menunggu Bimo keluar dari kamar mandi. Bimo keluar dengan hanya memakai handuk yang dia lilitkan di pinggangnya.


Tetesan air yang jatuh dari rambutnya membuat tubuh Bimo terlihat bersinar. Reni semakin tajam melihat pemandangan di hadapannya.


"Sayang kamu ganti sabun dan shampoo kita?" tanya Bimo.


"Iya, kemarin aku pergi sama Mbak Kinan ke Mall dan mencari aroma sabun dan shampoo yang membuatku tidak mual. Kata Mbak Kinan siapa tau aroma baru ini membuat aku betah dekat - dekat Mas Bimo" jawab Reni.


Bimo menatap istrinya dengan tatapan kerinduan. Tanpa bisa Bimo cegah lagi Bimo langsung memeluk istrinya penuh kelembutan. Bimo mengecup puncak kepala istrinya.


"Aku sangat merindukan kamu sayang. Berjauhan dengan kamu dan tidur tanpa memeluk kamu adalah siksaan bagiku" ungkap Bimo.


Bimo mengelus lembut perut Reni dan berjongkok di hadapan Reni.


"Kamu baik - baik saja di dalam kan sayang? Selama Papa pergi, kamu gak nakalkan sama Mama?" tanya Bimo di hadapan perut Reni.


"Anak kita baik budi Mas. Selama kamu gak ada kami kuat makannya" jawab Reni.


Bimo kembali berdiri dan memeluk Reni dengan mesra. Mereka berpelukan untuk beberapa saat, tiba - tiba Bimo tersadar. Reni tidak bereaksi sedikitpun saat dia peluk. Bimo menatap Reni dengan tatapan penuh tanya.


"Yank kamu gak mual lagi berdekatan dengan aku?" tanya Bimo.


Reni terdiam dan mencoba merasakan sesuatu. Kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Nggak Mas" jawab Reni.


Bimo langsung tersenyum bahagia dan kembali memeluk erat tubuh istrinya.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa memeluk istriku lagi ya Allah" ucap Bimo.


Tiba - tiba sesuatu yang dibawah sana yang belum terbungkus bergejolak. Bimo langsung menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


"Aww... Maaaas" Reni mencoba memprotes.

__ADS_1


"Sepertinya anakku merindukanku sayang sehingga kamu tidak mual malam ini. Aku harus segera menjenguknya agar dia tidak ngambek dan marah lagi padaku besok" ungkap Bimo.


Reni yang mengetahui maksud dari perkataan suaminya langsung memukul manja dada Bimo.


"Modus ah Mas Bimo" sambut Reni.


Dia juga merasa sangat senang sekali malam ini. Karena bukan hanya anak mereka saja yang merindukan Bimo tapi dirinya juga. Bahkan setiap malam selama Bimo di Labuhan Bajo Reni tidak bisa tidur dengan tenang. Dan sempat beberapa kali menangis karena merindukan Bimo.


"Modus tapi kamu suka kan sayang... Ayolah katakan kalau kamu memang menginginkannya juga" goda Bimo.


Bimo mulai meraba area sensitif Reni.


"I.. iya Mas.. aku juga menginginkannya" ungkap Reni.


Pengakuan Reni barusan membuat tubuh Bimo semakin panas. Satu persatu pakaian istrinya sudah ia lucuti dan melemparkannya ke atas lantai kamar mereka.


Kesempatan yang langka sejak Reni hamil sehingga Bimo tidak mau menyia - nyiakan kesempatan ini. Bimo benar - benar merindukan dan menginginkan istrinya malam ini.


"Mas" ucap Reni tiba - tiba dengan wajah yang tak bisa Bimo artikan.


"Kenapa sayang? Apa kamu merasa mual?" tanya Bimo khawatir.


Lagi - lagi Reni menggelengkan kepalanya.


"Nggak" jawab Reni.


"Kalau begitu apa lagi sayang?" tanya Bimo sedikit lega.


"Apakah kita boleh melakukannya? Aku kan sedang hamil?" tanya Reni.


"Aku rasa tidak apa - apa. Mana mungkin setiap laki - laki akan berpuasa selama kehamilan istrinya" jawab Bimo.


Reni tampak sedang berpikir.


"Kalau begitu lakukanlah tapi pelan - pelan ya Mas" perintah Reni.


Begitu mendengar perkataan Reni, Bimo kembali bersemangat dan melanjutkan aksinya untuk melepaskan rindu kepada anak dan istrinya.


"Bersiaplah sayang, aku akan membuat kamu semakin merindukanku besok dan besoknya lagi" bisik Bimo tepat ditelinga Reni.


Membuat Reni semakin merasa melambung tinggi dibuai Bimo malam ini. Bimo dan Reni akhirnya berhasil saling melepaskan rindu setelah beberapa minggu tak bisa berdekatan karena ngidamnya Reni.


Malam semakin larut dan terasa semakin panas di dalam kamar Bimo dan Reni. Karena dua insan manusia saling memadu kasih untuk melepaskan kerinduan mereka.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2