Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 201


__ADS_3

Bimo dan Aril kembali ke parkiran dan masuk ke dalam mobil Aril. Aril menyalakan mobilnya dan kemudian bergerak keluar dari area parkir Bandara.


"Kita mampir dulu ya Bim, mau ketemu dengan temanku dan juga teman Refan" ajak Aril.


"Boleh" jawab Bimo.


Mobil melaju menuju sebuah Cafe dimana Riko, Romi dan Bagus sudah menunggu.


"Kamu masih sendiri Ril?" tanya Bimo.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Aril.


"Tapi aku pernah lihat kamu dan Reni adiknya Refan terlihat sangat akrab. Bukannya kalian pacaran?" tanya Bimo penasaran.


"Aku dan Reni pacaran?" Aril balik bertanya.


"Iya" Bimo menganggukkan kepalanya.


"Gak mungkin Bim" jawab Aril.


"Gak mungkin gimana? Reni kan wanita Ril, cantik dan dewasa. Kenapa gak mungkin kalian untuk pacaran?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Reni itu sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri Bim. Aku dan Refan itu sudah bersahabat sejak kami mulai kuliah. Saat itu Reni masih kecil sekali, kami sering main bahkan tidur di rumah Refan. Jadi bagiku Reni itu adalah adik kecilku, sampai kapanpun" jawab Aril.


"Lantas mengapa kamu sampai sekarang masih sendiri? Refan saja sudah dua kali menikah, masak kamu sekali saja belum. Umur kita kan sudah tak muda lagi, yah walau umur kalian memang beberapa tahun di bawahku" ujar Bimo.


"Aku akui Bim, waktuku memang banyak terbuang dimasa muda hanya untuk bermain - main. Para mantanku sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Hingga sampai Kinan menikah dengan Refan dan pelan - pelan dia bisa mengubah Refan menjadi pribadi yang baik. Aku dan tiga temanku yang lain melihat perubahan pada hidup Refan. Dia terlihat sangat bahagia dengan rumah tangganya dan hidup tenang dan nyaman. Perlahan - lahan perubahan Refan juga berimbas kepada kami. Istrinya temanku Bagus bahkan jadi ikutan pakai jilbab sejak berteman dengan Kinan. Dia juga ikut pengajian dan aku tak bisa menjelaskannya dengan detail tapi akhirnya aku bersama teman - teman juga memutuskan untuk berubah dan bertaubat. Kami sekarang juga sudah buat suatu pengajian untuk geng kami. Kami tentukan jadwalnya dan kami panggil guru ngaji atau ustadz untuk ceramah dan mengajari kami ilmu agama. Pelan - pelan hidup kami kembali tertata dan berubah lebih mendekat kepadaNYA. Seperti kamu, kita pernah salah saat ego kita sangat tinggi saat remaja. Tapi kita patut bersyukur Allah masih sangat sayang kepada kita sehingga dia memberi kita peringatan dan hidayahnya dengan cara yang tidak di sangka - sangka. Kalau sekarang kamu bertanya apakah aku mau menikah? Aku jawab ya, aku sangat ingin menikah Bim. Tapi tidak dengan para mantan - mantanku dulu. Aku ingin mencari wanita baik - baik untuk menjadi bidadari di rumah dan surga nanti. Yang akan menemani aku menjalani hidup ini bersama - sama membesarkan anak - anak kami nanti. Saat ini aku sedang dalam masa pencarian. Pencarian wanita yang baik yang mau menerima aku apa adanya dengan segala kekuranganku di masa lalu dan juga masa depan Bim" ungkap Aril.


"Hebat ya kamu dan teman - teman kamu" puji Bimo.


"Yang hebat itu Kinan. Dia bisa merubah kami semua" sambut Aril.


"Yah Kinan memang wanita hebat. Bima dulu juga sempat bercerita kalau dia beruntung bertemu dan menikah dengan Kinan istrinya. Sekarang Refan yang beruntung mempunyai kesempatan menikah dengan Kinan setelah Bima meninggal" ujar Bimo.


"Refan pantas mendapatkan kebahagiannya bersama Kinan setelah melalui pahitnya rumah tangganya yang pertama" sambut Aril.


Aril menarik nafas panjang.


"Ya Refan menikah dengan Renita, wanita yang dia pacari sejak SMU. Demi menikahi Renita, Refan rela melawan perintah orang tuanya dan membatalkan perjodohannya dengan Kinan. Lima tahun pernikahan mereka Renita meninggal karena melahirkan. Meninggalnya Renita memang membuat Refan terluka tapi yang lebih membuatnya hancur ternyata selama pernikahannya dengan Renita, Refan sudah dikhianati Renita. Renita selingkuh dengan Bosnya di kantor dan anaknya bukanlah anak Refan melainkan anak Bosnya" ungkap Aril.


"Astaghfirullah.... " ucap Bimo terkejut.


"Kita memang tidak boleh membicarakan keburukan orang lain Bim, tapi mungkin dari kisah hidup mereka kita bisa mengambil pelajaran. Aku dan teman - teman juga ikut terpukul dan tersadar dengan kehidupan rumah tangga Refan. Pelajaran hidup yang sangat berharga bahwa kita harus lebih berhati - hati dalam hal mencari pendamping hidup. Kecantikan luar belum tentu sama dengan dengan yang ada di dalam. Kami melihat secara jelas perbedaan Renita dengan Kinan. Kami juga bisa membandingkan bagaimana dulu pernikahan Renita dengan Refan dan juga sekarang pernikahan Refan dengan Kinan. Itu yang memotivasi kami untuk bertaubat dan hidup dengan benar. Syukur kesalahan dan kenakalan masa muda kami tidak mengakibatkan kerugian dan bencana besar. Kami masih bermain aman, kalau saja ada benih yang lahir dari hasil kenalan kami dulu tentu anak itu yang akan menanggung akibatnya. Kami tau betapa sayangnya Refan kepada Naila anak yang dilahirkan Renita yang ternyata bukan anak kandung Refan. Mereka harus berpisah karena kenyataan yang ada setelah mereka sudah sama - sama saling menyayangi" ungkap Aril.

__ADS_1


"Jadi dimana anak itu sekarang? apakah dia diasuh oleh Bapak biologisnya?" tanya Bimo.


"Anak itu diasuh oleh orang tua Renita. Anak itu terlahir dengan nasab ibunya karena dia lahir dari hubungan diluar pernikahan dari hasil perzinahan. Kami pernah bertanya kepada ustadz tentang hal itu. Kasihan Bim, bila anak itu besar nanti pasti dia akan menanggung malu akibat perbuatan orang tuanya dulu. Saat dia menikah pasti semua orang akan menanyakan nasabnya mengapa harus bernasabkan Ibunya. Setelah ustadz memberikan pencerahan kepada kami, aku dan teman - teman playboy lainnya berjanji untuk tidak melakukan perbuatan bejat itu lagi. Dosanya sangat besar, sangat besar" ungkap Aril dengan mata berkaca - kaca. Dia sangat menyesali perbuatannya dulu.


Mengapa begitu bodohnya dia dulu dengan bangganya menyandang sebutan playboy. Semua wanita berebutan untuk dekat dengannya bahkan tidur dengannya.


Bimo menepuk bahu Aril dengan pelan.


"Lalu bagaimana dengan dosaku yang sempat meninggalkan agama ini Ril? Dosanya juga sangat besar. Tapi yakinlah.. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. DIA pasti akan mengampuni dan menghapus dosa - dosa kita dimasa lalu asalkan kita memang benar - benar serius untuk bertaubat dan tidak mengulangi kesalahan yang lalu" ucap Bimo memberi semangat.


Tanpa terasa akhirnya meraka sampai juga di Cafe yang telah diberikan alamatnya melalui pesan dari Romi.


Aril dan Bimo masuk ke dalam Cafe tersebut dan disambut hangat oleh para sahabatnya.


"Refan mana?" tanya Bagus.


"Sepertinya Refan gak bisa datang. Kan Bapak dan Ibunya Almarhum suami Kinan datang dari Surabaya. Nih aku baru antar mereka ke Bandara. Eh iya kenalkan ini Bimo saudara kembarnya almarhum suami Kinan" ucap Aril memperkenalkan Bimo kepada para sahabatnya.


"Perkenalkan aku Bimo" ucap Bimo sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Romi, Riko dan Bagus para sahabat Aril dan Refan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2