Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 176


__ADS_3

"Ucapkan lah kata - kata cinta saat orang yang kau cinta ada di hadapan kamu, itu lebih ringan dari pada kamu sudah saling mencintai tapi tak bisa mengucapkannya dan tak bisa bersatu. Itu lebih menyakitkan Fan" ujar Riko.


Riko langsung duduk di antara mereka.


"Dalem banget ucapan kamu, sepertinya pengalaman pribadi?" sindir Romi.


"Ya emang pengalaman pribadi bro.. dia kan lagi patah hati" sambut Aril.


"Mengapa kamu yakin kalau Dini juga menyukai kamu?" tanya Bagus.


"Kamu lupa Gus profesi kami sebelumnya? Kami ini playboy yang sering bertemu dengan para wanita. Kami tau mana wanita yang tulus suka, yang tertarik atau hanya menginginkan uang kami" jawab Riko.


Riko menarik nafas panjang.


"Saat aku pamitan hendak pulang, Dini mengantarkan aku sampai ke depan. Saat aku akan naik ke mobil dia mengatakan maaf sambil menundukkan wajahnya. Aku melihat dia menangis. Kamu tau apa arti tangisannya? Itu bukan air mata rasa bersalah, bukan air mata malu atau sungkan karena Papanya sudah menolakku tapi itu adalah air mata karena dia mempunyai perasaan yang sama denganku. Tapi aku tau Dini adalah anak yang baik, dia pasti akan memilih terluka dari pada melukai perasaan Papa dan Mamanya" ungkap Riko.


"Apes banget ya nasib percintaan kamu Ko? Dulu salah jatuh cinta. Suka sama wanita yang sudah menjadi pacar sahabat sendiri sekarang jatuh cinta sama wanita tapi gak dapat restu" ujar Bagus.


"Rasanya lebih sakit saat ini. Dulu pernyataan cintaku memang tak layak aku ucapkan karena aku yang salah menjadi pihak ketiga antara Refan dan Renita. Akhirnya aku memutuskan untuk menerima setiap wanita yang datang padaku. Tapi di saat aku benar - benar ingin berubah dan hanya mencintai satu wanita dimana aku yakin wanita itu juga merasakan hal yang sama padaku tapi kami tak bisa bersatu karena tidak mendapatkan restu" ungkap Riko.


"Emangnya apa alasan orang tua Dini tidak merestui kamu Ko?" tangan Refan.


"Papanya tidak terima dengan latar belakang aku yang seorang playboy. Dia ingin saat Dini menikah dia adalah yang pertama untuk Dini begitu juga sebaliknya. Bukan seperti aku yang mempunyai masa lalu yang buruk. Papa Dini juga takut kalau aku mengidap penyakit yaaah you know lah.. " jawab Riko.


"Yah gak adil tuh si Bapak jangan lihat masa lalu donk, lihat ketulusan dan keseriusan kamu donk untuk berubah. Emangnya gampang berubah menjadi lebih baik?" protes Romi.


"Ya Papanya Dini juga gak salah Rom. Namanya orang tua pasti mengingkaan hal yang terbaik untuk anaknya. Apapun itu. Coba kalau kalian posisikan diri kalian jadi si Bapak, apa yang akan kalian lakukan. Apakah kalian tega melepaskan putri yang kalian sayangi dengan sepenuh hati menikah dengan pria playboy yang belum tentu benar ingin serius. Kalian kan bisa membela aku karena kalian kenal denganku dan tau kalau aku memang benar - benar ingin berubah. Tapi si Bapak kan belum mengenal aku. Wajar dia berpikiran seperti itu" ujar Riko.


"Ya makanya Pak tak kenal maka tak sayang. Main tolak langsung bukannya kenal dulu" protes Romi.

__ADS_1


"Kalau kalian punya anak kalian pasti akan mengerti apa yang di khawatirkan Papanya Dini. Aku juga kalau punya anak perempuan mungkin akan melakukan hal yang sama" ujar Bagus.


Romi dan Aril terdiam karena mereka juga punya masa lalu yang sama seperti Riko.


"Jadi apakah pria - pria seperti kami tidak punya kesempatan untuk mendapatkan wanita yang baik?" tanya Romi.


"Punya, kita punya banyak kesempatan dan berhak mendapatkan wanita yang baik - baik. Tapi kita harus lebih dulu perbaiki diri kita" jawab Riko.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya Ko?" tanya Refan.


"Untuk sementara aku berusaha memperbaiki diri dulu Fan. Aku akan melupakan Dini. Aku pasrahkan semuanya kepada Allah. Kalau memang Dini adalah jodohku, aku yakin kami pasti akan bertemu lagi. Tapi kalau memang Dini bukan jodohku aku yakin juga Allah akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik darinya" jawab Riko.


Refan langsung menepuk bahu Riko.


"Kamu yang sabar dan kuat ya. Jangan sampai kegagalan kamu kali ini membuat kamu terjerumus dalam lubang yang sama bahkan kamu jatuh ke lubang yang lebih dalam" pesan Refan.


"Tidak Fan.. Manusia bodoh yang akan mengulang kesalahannya yang sama. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti dulu. Cukup satu kali aku berbuat begitu. Aku sangat menyesal" ujar Riko.


"Aamiin.. terimakasih Gus" jawab Riko.


"Eh Fan kamu tau gak waktu aku ke rumah Bimo di Surabaya aku juga melihat surga. Cantik banget" ujar Aril penuh semangat.


"Siapa?" tanya Romi penasaran.


"Aku gak tau. Gak enak ah mau tanya - tanya sama Bapaknya Almarhum Bima. Saat aku sedang ngobrol dengan Bapak dan Ibu Almarhum Bima tiba - tiba wanita itu keluar dengan membawa minuman dan menyuguhkannya untukku" jawab Aril penuh semangat.


"Pembokatnya kalee" potong Romi.


"Bisa jadi tapi pembokat di Surabaya ternyata cantik - cantik ya" ujar Aril nelangsa.

__ADS_1


"Hahaha... gak nyangka playboy insaf seperti kamu turun pasaran. Sekarang targetnya pembokat" ledek Romi.


"Asem lu" umpat Aril.


"Jadi kembali nih ke masalah semula. Gimana Fan rencana kamu pada Kinan?" tanya Bagus.


"Iya Fan. Jangan sampai Kinan brojol trus lari kedalam pelukan Bemo" sambut Aril.


"Segera ucapkan cinta Fan. Wanita butuh kepastian hati agar bisa menjadi kunci hatinya. Kalian itu sama - sama mempunyai seseorang di masa lalu kalian. Bisa jadi kalian sudah saling mencintai tapi kalian salah sangka, menganggap diri kalian masih sama - sama terikat dengan orang yang ada di masa lalu" nasehat Riko.


"Benar kata Riko. Bisa jadi Kinan sudah menyukai kamu tapi dia takut berharap. Takutnya kamu masih mencintai Renita nah begitu juga dengan kamu. Kamu sudah mencintai Kinan tapi kamu takut Kinan masih mencintai Almarhum suaminya" sambut Bagus.


"Begitu aja terus sampai datang orang ketiga hadir. Tuh si Bemo, kamu di tikung dari belakang gara - gara gak kasih kepastian. Akhirnya dia yang sangat berpotensi menjadi saingan kamu mendapatkan kesempatan dan menang. Ingat wajahnya mirip Bima dan aku sudah melihat foto Bima dia adalah pria yang tampan" nasehat Aril.


Refan terdiam mendengar semua nasehat dari teman - temannya.


"Apakah aku sudah terlambat?" tanya Refan.


"Tidak ada kata terlambat Fan dari pada kamu tidak pernah mencobanya sama sekali hanya karena takut cinta kamu tak bersambut" jawab Romi.


Refan kembali terdiam dan berpikir keras. Kemudian Refan menarik nafas panjang.


"Oke.. aku akan mengungkapkan perasaanku secepatnya kepada Kinan" ucap Refan penuh dengan keyakinan.


"Good job" sambut Riko.


"Naaah gitu donk. Semangat... semangat... " ujar Bagus.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2