Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 56


__ADS_3

Jalan - jalan perdana keluarga kecil mereka tidak berjalan mulus malam ini. Sepulang dari Mall mereka Baik Kinan ataupun Refan saling berdiam diri. Salman sudah tidur terlelap di kursi penumpang sedangkan Naila tidur di dalam pangkuan Kinan.


Refan menyetir mobil menuju rumahnya. Dan mereka tiba di rumah tepat jam sembilan malam. Sesampainya di rumah Kinan membawa Naila langsung masuk ke kamar. Mengganti pakaian Naila, membersihkannya setelah itu kembali memberikan susu untuk Naila dan menidurkannya di box bayinya.


Sedangkan Refan mengangkat Salman dari mobil dan membawanya ke kamar. Saat dia masuk ke dalam rumah Refan menyuruh para asisten rumah tangganya untuk membawa semua barang - barang di mobil.


"Bik tolong ambil stroller Naila dan tas perlengkapan anak - anak" perintah Refan pada Bik Nah.


"Iya Den" jawab Bik Nah sigap. Sedangkan Bik Mar mengunci pintu pagar. Setelah semua barang - barang mereka turunkan dari mobil mereka berdua mengunci rumah dan kembali ke kamar mereka untuk istirahat.


Setelah meletakkan Salman Refan masuk ke kamar dan melihat Kinan sedang mengganti pakaiannya. Biasanya Kinan berganti pakaian di kamar mandi tapi karena malam ini dia mau cepat dan mengira kalau Refan masih di luar. Alhasil Refan melihat pemandangan indah malam itu.


Sial.. sudah puasa lebih sepuluh hari malah dapat cobaa berat seperti ini. Batin Refan.


"Eh Mas aku kira masih di luar. Salman mana?" tanya Kinan salah tingkah.


"Sudah aku bawa ke kamarnya" jawab Refan.


Kinan mengambil pakaian rumah Refan dan meletakkannya di atas tempat tidur.


"Ini baju Mas ya, aku mau bersihin Salman dulu" ujar Kinan. Kemudian dia berjalan menuju kamar Salman melalui pintu penghubung.


Kinan segera membersihkan tubuh Salman. Melap tubuhnya dengan handuk basah dan setelah itu mengolesi perut dan dada Salman dengan minyak telon agar tidak masuk angin baru setelah itu mengganti pakaian Salman.


Setelah putranya wangi dan bersih Kinan mencium keningnya penuh kasih sayang.


"Selamat tidur sayangnya Mama... hari ini kamu sudah senang kan sayang di bawa jalan - jalan sama Papa. Sehat terus ya sayang. Mama menyayangimu" bisik Kinan di telinga Salman. Walaupun Salman sudah tidur Kinan sering melakukan hal itu.


Kinan kembali ke kamarnya dan ternyata Refan sedang shalat Isya setelah selesai bersih - bersih dan ganti pakaian.


Kinan mengecek apakah tidur Naila sudah nyaman, setelah itu dia naik ke atas tempat tidur dan mulai berbaring. Refan selesai shalat dan ikut berbaring dengan Kinan di atas tempat tidur.


"Tadi Mama nelepon aku, besok kita di suruh ke rumah Mama ada arisan keluarga. Katanya kita harus datang karena mau mengenalkan kamu kepada seluruh keluarga. Kemarin waktu acara syukuran pernikahan kita belum semua keluarga datang dan mengenal kamu" ujar Refan.

__ADS_1


"Acaranya jam berapa Mas?" tanya Kinan.


"Kata Mama makan malam bersama, sekitar jam setengah delapan lah" jawab Refan.


"Biasa kalau acara seperti itu banyak yang datang?" tanya Kinan.


"Tergantung kalau banyak anggota yang berhalangan bisa sedikit yang datang tapi biasanya kalau acara di rumah Mama selalu ramai" balas Refan.


"Kita bawa apa ke sana?" tanya Kinan. Dia ingin mempelajari apa kebiasaan di keluarga Refan.


"Bawa makanan aja, kue - kue atau apalah. sebenarnya gak bawa juga Mama gak masalah kok yang penting kita datang dia sudah senang sekali" jawab Refan.


Kinan mengingat - ingat jadwal kantornya sepertinya besok setelah rapat pagi sampai siang kerjaannya sudah selesai. Sepertinya dia bisa pulang cepat sekali - sekali dan membuat kue untuk dibawa ke rumah mertuanya.


"Ya sudah besok aku akan buat kue sepulang kerja" balas Kinan.


"Gak usah repot, beli aja nanti di toko kue pas jalan mau ke rumah Mama" sambut Refan.


"Hasil buatan tangan sendiri lebih puas lho Mas ngasinya apalagi untuk Mama" ujar Kinan.


"Iya, gak akan telat. Aku buat kue yang simpel aja kok tapi enak" jawab Kinan.


Refan mulai mengambil posisi nyaman untuk tidur di samping Kinan.


Ih Mas Refan kenapa dekat - dekat gini sih tidurnya. Giliran malam aja maunya deket - deket, apa gak ingat tadi baru ngajak aku bertengkar waktu di Restoran. Ini cowok apa pikun kali ya. Gak sadar udah nyakiti perasaan orang, sekarang malah dekat - dekat seperti gak ada kejadian. Bok pakai manis - manis gitu kata - katanya minta maaf atau apalah. Huuh... Kinan masih kesal mengingat kejadian di Restoran tadi saat mereka makan malam.


Nan.. pengen peluk kamu. Kamu cepetan gih tidurnya biar aku bisa puas peluk kamu tanpa kamu sadar. Batin Refan.


Akhirnya malam itu merek berdua sama - sama tertidur setelah lelah bertahan siapa yang palinga lama tidur. Dan sudah menjadi kebiasaan mereka tanpa mereka sadari. Keduanya saling tarik menarik dan tidur saling berpelukan.


*****


Keesokan harinya di kantor Kinan.

__ADS_1


"Nan ini dia revisi yang aku ceritain tadi malam waktu ketemu kamu di Mall" ujar Fadlan sambil menyerahkan data revisi laporan pelatihan mereka minggu lalu.


Kinan menerimanya dari tangan Refan dan memeriksanya.


"Boleh juga ini Fad, ya sudah langsung di gabung aja datanya biar cepat. Sebentar lagi kita mau meeting" sambut Kinan.


Fadlan segera membantu Kinan menyiapkan data yang akan mereka bawa meeting pagi ini. Meeting berjalan dengan lancar dengan hasil yang memuaskan.


Kini Fadlan sedang membantu Kinan membereskan semua berkas - berkas yang mereka bawa tadi.


"Tadi malam kamu dan Mas Refan baik - baik saja kan?" pancing Fadlan.


Kinan terdiam sesaat. Apa maksud Fadlan menanyakan ini? Apakah dia melihat kami bertengkar tadi malam. Batin Kinan.


"Kami baik - baik saja, gak ada masalah" jawab Kinan berbohong. Karena itu adalah rahasia rumah tangganya sudah sepantasnya Kinan menyembunyikannya apalagi kepada Fadlan yang bukan siapa - siapa Kinan.


"Oh syukurlah, aku lihat sepertinya dia tidak menyukaiku" ujar Fadlan.


"Itu perasaan kamu saja Fad. Mas Refan memang agak dingin pada orang yang belum dia kenal betul. Tapi kalau sudah kenal dekat gak seperti itu kok" bela Kinan.


"Kalau ada apa - apa jangan sungkan cerita padaku ya Nan. Aku bersedia menjadi tempat curhat kamu" ujar Fadlan.


Kinan kembali terdiam mendengar ucapan Fadlan.


Mana mungkin aku curhat pada kamu Fad, kamu itu laki - laki dan masih single sedangkan aku wanita yang sudah beristri bahkan sudah dua kali menikah. Apa coba kata orang kalau melihat aku dekat sama kamu. Fad.. Fad.. ngaco kamu. Ujar Kinan dalam hati.


"Terimakasih Fad, tapi aku sedang tidak ada masalah dan tidak butuh tempat curhat" tolak Kinan halus.


Akhirnya selesai juga semuanya dan karena sudah kosong jadwal kerja mereka Kinan permisi kepada atasannya untuk pulang lebih awal.


Kinan segera bergegas ke ruangannya dan mengambil tas dan kunci mobilnya setelah itu dia pulang ke rumahnya untuk membuat kue yang akan dibawa ke rumah mertuanya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2