Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 234


__ADS_3

Malam harinya Reni sedang asik main bersama Salman di depan ruang TV. Bimo yang baru saja turun dari lantai dua segera menghampiri mereka.


"Uncle... " sapa Salman.


"Hai sayaaang" balas Bimo lembut.


Suara Bimo seperti itu, sapaan yang seperti itu membuat Reni mau tak mau melirik ke arah Bimo.


"Hai Ren.. sudah baikan?" tanya Bimo.


"Alhamdulillah sudah Mas" jawab Reni.


"Oh syukurlah. Dari kemari aku ingat - ingat. Apa kamu kebanyakan minum es krim ya makanya kamu jadi gak enak badan?" tanya Bimo penasaran.


"Aaah nggak Mas. Cuma biasalaaah... masalah wanita" jawab Reni.


"Ooo.. " sambut Bimo mengerti.


"Besok kami akan pindah, kamu undang di Gery ya datang ke rumah Mas. Kami akan buat syukuran untuk keluarga dan sahabat dekat saja" pesan Bimo.


"Baik Mas akan saya hubungi Gery segera. Kalau begitu aku pamit ke kamar dulu ya" jawab Reni.


Reni segera berlalu dari hadapan Bimo membuat Bimo semakin penasaran mengapa sikap Reni berubah drastis sejak pulang dari Cafe kemarin. Bahkan sampai saat ini belum berubah.


Kalau katanya karena urusan wanita pasti karena dia sedang datang bulan. Tapi kok berlarut - larut. Istrinya dulu biasanya hanya satu hari saja bertingkah aneh kalau lagi PMS.


Kinan dan Refan sudah memperhatikan sikap Reni dan Bimo tadi dari jauh. Kinan melirik ke arah suaminya.


"Sepertinya ada yang aneh dengan mereka?" tanya Kinan.


"Aneh bagaimana yank?" tanya Refan.

__ADS_1


"Reni kok seperti sedang menghindari Mas Bimo ya? Ada apa ya? Apa Mas Refan tau penyebabnya?" tanya Kinan.


Refan menarik nafas panjang kemudian mencari posisi nyaman duduk di samping istrinya.


"Kemarin kau melihat Bimo menjemput Reni ke kantor. Ternyata Bimo mengajak Reni makan siang bareng" ungkap Refan.


"Oh ya?" sambut Kinan tak percaya.


"Secara kebetulan mereka bertemu dengan Aril, Riko dan Romi. Dan akhirnya mereka makan siang bareng. Berdasarkan informasi dari para sahabat Mas dan Mas juga lihat sendiri sepertinya mereka berdua mulai saling memiliki rasa. Saat Reni pulang dari makan siang bersama Bimo, Mas melihat dia sangat senang sekali. Berjalan sambil tersenyum bahkan dia sampai tidak melihat Mas sedang memperhatikannya. Padahal jarak kami tidak jauh" jawab Refan.


Lagi - lagi Refan menarik nafas berat.


"Reni adalah adik Mas. Sejak Papa meninggal segala sesuatu yang menyangkut Reni adalah tanggung jawab Mas selaku pengganti Papa. Mas tidak ingin Reni terluka. Mas juga tidak ingin melarang dia suka pada siapapun termasuk pada Bimo. Hanya saja sejak dini Mas harus mengingatkan dia. Kalau nanti hatinya memang memilih Bimo dia harus siap dengan segala konsekuensinya" ucap Refan.


Refan mendekat ke arah istrinya dan memeluknya.


"Kita berdua sama - sama tau kan sayang bagaimana sulitnya menjalani pernikahan ke dua di awal - awal pernikahan kita. Bayang - bayang pasangan dan kisah masa lalu kita selalu membayangi. Aku dengan almarhumah istri aku dan kamu dengan almarhum suami kamu dulu. Itu yang aku ingatkan kepada Reni. Bimo adalah seorang duda dan dia sepertinya masih sangat mencintai almarhumah istrinya. Mas gak mau Reni terluka meletakkan harapan besar kepada Bimo untuk dicintai dan berharap kalau dia adalah satu - satunya wanita yang ada di hati Bimo. Mas ingatkan Reni untuk menjaga hatinya. Lebih baik dia pastikan dulu perasaan Bimo baru setelah itu dia menjatuhkan hatinya kepada Bimo. Aku gak mau dia terluka seperti dulu aku melukai kamu" ucap Refan sambil menatap Kinan dengan penuh rasa bersalah.


"Iya Mas, aku sangat tau bagaimana sakitnya menjadi istri yang tak dianggap" sambut Kinan.


"Sudahlah Mas.. semua sudah berlalu. Sekarang kita kan sudah saling mencintai" balas Kinan.


"Nah belajar dari pengalaman kita aku mengingatkan Reni untuk lebih menguatkan hatinya. Agar saat hatinya sudah memilih Bimo, dia sudah siap segala sesuatu hal buruk yang akan terjadi dengan dirinya. Melupakan seseorang yang kita cinta pasti sangat sulit apalagi kenangannya masih tersimpan indah. Kisah Bimo dengan aku kan berbeda. Kalau aku kasusnya di khianati, cintaku dengan sangat cepat langsung hilang begitu aku mengetahui kalau Renita dulu mengkhianataiku. Tapi Bimo, kenangan dengan istrinya pasti lebih indah dari kisahku. Dia sangat mencintai istrinya dan istrinya pergi dengan sangat tiba - tiba seperti itu membuat Bimo lebih sulit untuk melupakan semua kenangan masa lalu" ungkap Refan.


Kinan mendengarkan keluhan Refan dengan serius. Apa yang Suaminya khawatirkan memang hal yang wajar dan benar. Karena seperti itulah kenyataan yang Kinan lihat juga.


Kenangan masa lalu Refan yang pahit membuat Refan dengan mudah bisa mencintai Kinan. Saat itu Refan sedang dalam posisi terendah dalam hidupnya.


Kinan hadir dengan kesabaran dan kasih sayang penuh yang membuat Refan menjadi nyaman dan merasa masih mempunyai arti di hati seseorang wanita.


Setelah di khianati pasti harga diri Refan sebagai seorang pria tergores. Dia sempat tidak percaya diri sebagai laki - laki. Apalagi saat Refan mengetahui kalau Naila bukan anaknya. Refan sempat berpikiran kalau dirinya mandul.

__ADS_1


Untung ada Kinan yang selalu memberikan semangat dan kekuatan untuknya dan dengan penuh kesabaran Kinan tetap melayaninya sebagai seorang suami.


Dan Allah juga sangat menyayangi mereka sehingga dalam waktu dekat mereka langsung mendapatkan keturunan. Kinan hamil bahkan anak kembar.


Hal itu membuat rasa percaya diri Refan sebagai laki - laki bangkit kembali. Perlahan - lahan rumah tangga mereka semakin baik dan semakin kuat.


"Mengapa Reni malah menjauhi Mas Bimo Mas? Nanti Mas Bimonya jadi salah sangka?" tanya Kinan.


"Mungkin cara menjaga hati Reni seperti itu sayang. Tiap - tiap orang kan punya pemikiran dan cara masing - masing. Kalau terlalu sering bertemu dengan Bimo, Reni takut tak bisa menjaga hatinya. Sementara Bimo masih belum bisa move on dari istrinya. Yang ada Reni terluka karena cinta sendiri" jawab Refan.


Kinan tersenyum menatap suaminya.


"Kamu meremehkan kekuatan wanita Mas. Sebahagian besar wanita sifatnya memendam rasa dari pada mengungkapkan. Karena wanita punya ketakutan sekaligus juga harga diri yang tinggi. Sehingga dia lebih suka memendam rasa dari pada harus mengungkapkan perasaannya. Lebih memilih sakit dari pada malu cinta ditolak. Memendam perasaan itu butuh kekuatan dan kesabaran yang besar lho Mas. Dan hal itu jarang dimiliki laki - laki. Hanya beberapa laki - laki seperti itu, contohnya Mas Riko" sambut Kinan.


Refan menatap wajah istrinya.


"Menurut kamu Reni harus bersikap seperti apa?" tanya Refan.


"Mmm.. menurut aku bersikap saja seperti biasanya. Itukan ikhtiar, salah satu cara untuk merebut hati Mas Bimo. Taaa.. pi... Reni harus mengimbanginya dengan doa kepada Allah. Pasrahkan semua hanya padaNYA. Kalau Reni sudah berusaha dan berdoa tapi bukan Mas Bimo juga jodohnya yakinlah Allah pasti akan hadirkan jodoh yang lebih baik dari Mas Bimo" jawab Kinan.


"Begitu ya?" tanya Refan meyakinkan.


"Itu sih menurut aku Mas" balas Kinan.


"Ya sudah kalau begitu nanti kamu kasih ide ke Reni ya gimana dia harus bersikap. Kamu kan lebih berpengalaman menarik perhatian seorang duda" goda Refan sambil tersenyum nakal.


"Iiih... kamu udah pinter godain aku sekarang ya... " Kinan mencubit pinggang Refan.


"Hahaha.. " tawa Refan akhirnya karena cubitan Kinan tidaklah sakit melainkan geli.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2