Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 62


__ADS_3

"Makanya bro segeralah menikah dan kalau kamu mau mendengarkan nasehat aku. Jangan lihat dan nilai wanita itu dari luarnya saja. Apa yang kamu lihat di luar belum tentu sama dengan apa yang akan kamu dapatkan" nasehat Refan.


"Kalau mau cari istri seperti Kinan dimana ya carinya?" tanya Romi.


"Enak aja kamu mau cari seperti Kinan. Kinan itu hanya ada satu, itu juga Mama aku yang cariin" balas Refan.


"Duh langsung bucin nih anak. Takut banget kehilangan Kinan, padahal dulu sama Renita cinta mati ternyata baru empat bulan di tinggal udah jatuh cinta lagi" sindir Romi.


"Aku gak menyangka Rom bisa secepat ini melupakan Renita. Yah walaupun tidak melupakan semuanya. Aku pikir bisa bertahun - tahun aku bisa menerima Kinan sebagai istriku" jawab Refan.


"Kinan benar - benar hebat ya, coba kalau ada dua Kinan di dunia ini aku mau tuh pesan satu lagi" goda Romi.


"Enak saja kamu, awas ya" ancam Refan.


"Hahaha... keluar yuks, udah lama gak ngumpul" ajak Romi.


"Sorry bro.. aku mau jemput Kinan sore ini. Tadi ban mobilnya kempes jadi tadi pagi aku antar dia kekantor, sore ini aku janji jemput dia lagi" jawab Refan.


"Ah susah kalau sudah bucin, pasti gak mau jauh - jauh dari istri. Kapan - kapan undang aku donk ke rumah kamu, aku mau lihat seperti apa Kinan membuat kamu seperti Raja di dalam rumah" ujar Romi.


"Nanti ya aku undang kamu, masakan Kinan juga enak, makanya aku gendut sekarang. Makan terus, aku harus rajin olahraga nih sepertinya" balas Refan.


"Ngapain pusing, ajak aja Kinan sekalian olahraga enak malam hari" goda Romi.


"Hahaha... iya ya" Refan jadi kangen Kinan.


"Ya sudah deh kalau kamu gak bisa pergi. Lebih baik aku ajak yang lain. Udah hampir sore juga nih kamu mau jemput Kinan kan ke kantornya?" tanya Romi. .


"Iya, aku mau beres - beres sebentar lagi baru pulang" balas Refan.


"Oke deh kalau gitu aku cabut ya. Salam buat Kinan" ucap Romi.


"Nanti akan aku sampaikan salam kamu" jawab Refan.


Romi bangun dari duduknya kemudian pergi meninggalkan kantor Refan. Refan kembali melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.


Jam tiga lewat Refan sudah bersiap untuk menjemput Kinan di kantornya. Dia langsung menuju parkir mobil dan keluar dari area kantor.


Ternyata jalanan ramai karena sudah masuk jam pulang kerja. Refan melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul empat lewat sepuluh menit. Sudah telat dari janji Refan menjemput Kinan.


Refan segera meraih ponselnya dan menghubungi Kinan.


"Halo Mas Refan, Kinan lagi Shalat Ashar, tunggu sebentar ya" ucap Fadlan.

__ADS_1


"Siapa ini?" tanya Refan dengan nada mulai emosi.


"Fadlan Mas, maaf waktu aku lewat ruangan Kinan ponselnya berdering dan aku lihat Mas yang telepon makanya aku jawab teleponnya" jawab Fadlan.


"Tolong bilang sama Kinan saya lagi di jalan mau jemput dia, tunggu sebentar jalan macet" ujar Refan.


"Baik Mas nanti saya sampaikan" balas Fadlan.


Telepon terputus.


"Enak saja kamu angkat telepon Kinan, walau kamu teman sekantornya tapi kamu harus tau diri, Kinan itu sudah punya suami dan yang telepon ini adalah suaminya. Walau kamu saudara jauh aku tapi kamu tidak bisa seperti itu pada istriku" Umpat Refan di mobil.


Refan semakin kesal karena jalanan macet.


Sementara Kinan baru saja selesai shalat dan kembali ke ruangannya.


"Nan pulang yuk" ajak Fadlan


"Duluan aja Fad, aku nunggu Mas Refan" jawab Kinan.


"Jam segini belum datang Nan pasti dia gak akan datang" ujar Fadlan.


Kamu hanya pencitraan Mas, aku sudah dengar dari Mamaku tadi malam kalau kamu menikahi Kinan karena terpaksa setelah Renita istri kamu meninggal. Pantas saja Kinan bilang kamu hanya menganggap Kinan sebagai pengasuh putri kamu karena kamu masih mencintai istri kamu. Lepaskan saja Kinan Mas biar aku yang akan membahagiakannya. Batin Fadlan.


Fadlan tak bisa memaksa Kinan karena dia takut Kinan jadi benci kepadanya.


"Kalau begitu aku temani kamu aja ya sambil nunggu Mas Refan datang, kasihan kamu sendirian nunggu di kantor yang lain sudah pada pulang" ujar Fadlan.


"Gak apa - apa Fad, ada security kok di depan. Lagian masih terang. Duluan aja" tolak Kinan halus.


"Jangan sungkan Nan, gini - gini kan aku saudara jauhnya Mas Refan. Sudah selayaknya aku menjaga istrinya kan" jawab Fadlan meyakinkan. Dia berkata sambil tersenyum manis.


Kinan tak enak hati mendesak Fadlan agar segera pulang padahal dari tadi dia sudah menolak Fadlan. Akhirnya Kinan diam dan keluar dari ruangannya.


"Lho mau kemana Nan?" tanya Fadlan.


"Mau nunggu Mas Refan di depan aja Fad, biar kelihatan kalau dia datang" jawab Kinan.


"Eh iya aku sampai lupa. Ngapain juga kita di dalam, mana gak ada orang lagi" balas Fadlan. Fadlan keluar mengikuti Kinan.


Setengah jam kemudian mobil Refan sudah sampai di depan kantor Kinan. Refan memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk ke kantor Kinan.


Dia melihat Kinan sedang berduaan degan Fadlan di dalam sementara kantor sudah sepi tidak ada orang lagi kecuali dia security yang menjaga di pos satpam.

__ADS_1


Ngapain anak itu masih bersama Kinan? Apa mereka masih punya kerjaan yang belum selesai? Kalau tidak ada kepentingan lagi ngapain dia nemani Kinan menungguku datang? Mau cari muka dia biar dikira Kinan dia tipe setia. Cih... akal busuk.. Aku semakin geram melihatmu. Umpat Refan.


"Cari siapa Mas?" tanya Security.


"Mau jemput Kinan" jawab Refan.


"Oh Non Kinan iya masih ada di dalam sama Dengan Fadlan. Tunggu sebentar saya panggil ya" ujar Security.


Security itu segera masuk ke dalam kantor.


"Non Kinan ada yang jemput di depan" ujar Security.


Kinan langsung melirik ke arah kaca pintu kantornya ternyata mobil Refan memang sudah menunggu di depan.


"Oh iya Pak, itu suami saya" jawab Kinan.


"Lho bukannya suami Non Kinan sudah meninggal?" tanya Security itu terkejut.


Kinan malu - malu menjawab.


"Saya sudah menikah lagi Pak, dan itu adalah suami saya yang sekarang" jawab Kinan.


"Ooo... " ujar Pria itu bengong.


"Fad aku duluan ya, Mas Refan udah jemput. Makasih ya udah nemani aku menunggu di sini" ujar Kinan.


"Eh iya Nan, aku juga langsung cabut. Ya udah yuk kita sama - sama keluar" ajak Fadlan.


Mereka sama - sama melangkah keluar dari kantor dan berpisah di luar. Kinan langsung berjalan menuju mobil Refan sedangkan Fadlan berjalan menuju mobilnya.


Kinan masuk ke dalam mobil Refan dan mobil melaju menuju arah pulang. Kinan merasa ada aura dingin di antara mereka.


Mengapa Mas Refan kembali seperti ini? Bukankah dua hari ini dia sudah berubah hangat, sekarang kenapa jadi seperti ini lagi? Apa ada yang salah denganku? tanya Kinan dalam hati.


"Mas... kok diam aja?" tanya Kinan.


"Ngapain kalian berdua saja tadi di dalam kantor? Sementara yang lain sudah pada pulang? Kalian pacaran?" tanya Refan dengan nada marah.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2