Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 244


__ADS_3

"Reni dan Gery pacaran ya?" tanya Bimo tiba - tiba.


Yes... akhirnya kamu cemburu Mas. Cemburu tanda cinta. Tapi kamu malu mengakuinya. Sorak Bela dalam hati.


Bela jadi punya ide yang bagus untuk mengerjain Bimo.


"Setau aku sih nggak Mas tapiiiii.... " Bela sengaja menggantung jawabannya.


"Tapi apa?" Tanya Bimo penasaran.


"Tapi kata Reni, Gery dulu pernah ngutarain perasaannya pada Reni. Tapi ditolak sama Reni. Aku rasa sampai sekarang Gery masih punya perasan kepada Reni" jawab Bela.


Sial... benarkan tebakan aku. Kalau terus - terusan dikejar seperti itu bisa - bisa hati Reni luluh. Dasar bocah ingusan. Umpat Bimo dalam hati.


Tanpa sadar Bimo memukul stir mobil.


"Lho Mas kenapa? Mas kok dari tadi bawaannya emosi aja? kenapa sih Mas? Gak mau cerita sama aku. Siapa tau aku bisa bantu?" tanya Bela.


Huuuh.... Bimo mengembuskan nafasnya kasar.


"Tadi Mas makan siang sama Reni tapi ternyata dia ajak Gery juga. Trus waktu Mas mau bayar Reni nya nolak tapi saat Gery yang bayar dia diam aja. Kamu kan tau gimana Mas dek. Pantang banget bagi Mas di traktir sama adek - adek apalagi seumuran kalian. Rasanya harga diri Mas tersinggung. Masak Reni melarang Mas bayar tagihan makan tadi" ungkap Bimo akhirnya.


"Mas ngapain makan siang sama Reni?" tanya Bela.


"Reni awalnya mau traktir karena gaji pertamanya setelah jadi karyawan" jawab Bimo.


"Oh yang kalian bicarain tadi malam. Ya sudah lah Mas ngapain di pikirin sudah berlalu juga kan? Ngapain juga dipersoalkan. Apa Mas mau ganti uangnya Si Gery?" tanya Bela.


"Bila perlu kenapa nggak?" sambut Bimo.


"Tapi kan gak enak sama Gery nya Mas. Tapi kenapa sih segitunya Mas tersinggung. Mas cemburu ya sama Gery?" tanya Bela.


"Cemburu sama Gery? Nggak lah, jauh juga antara Mas dan Gery" jawab Bimo.


"Jadi ngapain takut gitu Gery bakal rebut Reni. Percaya diri aja lagi, Mas kan lebih keren dari Gery, lebih gaya dan lebih berpengalaman" ucap Bela.


"Tapi kan status Mas duda Bel?" tanya Bimo.


"Trus kenapa kalau Duda? Yang penting kan Mas suka sama Reni?" jebak Bela.


Bimo terdiam mendengar nasehat dari Bela.


"Mas.. " panggil Bela.

__ADS_1


"Ha? Ah ya" jawab Bimo.


"Mas suka sama Reni kan?" tanya Bela.


"Siapa? Aku? Nggak" elak Bimo.


"Mas.. Mas.. udah cemburu dan galau tingkat dewa gitu masih gak ngaku kalau suka sama Reni? Mas ini laki - laki nggak sih? Masak sama perasaannya sendiri aja gak jelas gitu sih?" tanya Bela kesal pada kakaknya.


"Mas bingung Bel? Mas gak tau harus bersikap bagaimana?" tanya Bimo.


"Kenapa harus bingung sih Mas, tinggal tanya hati Mas? Apa Mas memang mencintai Reni? Kalau Mas sudah sangat yakin ya sudah utarakan semua perasaan Mas padanya, aku pasti akan dukung Mas. Aku akan bantu Mas" jawab Bela.


Bimo lagi - lagi terdiam mendengar perkataan Bela.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah. Bela keluar dari mobil dan langsung masuk ke kamarnya sedangkan Bimo langsung duduk di teras belakang dekat kolam ikan.


Setelah selesai mandi Bela keluar kamar dan melihat Bimo masih duduk termenung di teras belakang. Bimo masih belum mengganti pakaiannya.


"Maaas" panggil Bela.


Bimo tetap diam.


"Maaaas" Bela memanggil sekali lagi.


"Ha...? Kamu panggil Mas?" tanya Bimo.


Bimo menarik nafas panjang.


"Iya Bel, Mas suka sama Reni. Dulu Mas takut mengakuinya karena Mas takut dia akan terlibat dalam permasalahan antara Mas dengan keluarga almarhumah istri Mas. Tapi sekarang masalah dengan mereka hampir selesai. Mungkin sudah saatnya Mas memulai hidup baru Mas" ungkap Bimo yakin kali ini.


Bela tersenyum menatap wajah kakaknya.


"Nah gitu donk.. Akhirnya ngaku, aku sih udah lama tau kalau Mas Bimo suka sama Reni dan Reni juga suka sama Mas" jawab Bela.


"A.. apa Bel? Yang benar? Reni suka sama Mas?" tanya Bimo tak percaya.


"Mas.. Mas.. siapapun yang melihat kalian, aku, Mas Aril, Ela, Mas Refan dan Mbak Kinan. Semua sudah pada tau kalau kalian itu saling suka tapi gengsi banget ngungkapinnya. Kalau Reni sih aku mengerti mungkin karena dia perempuan dia berharap Mas yang ngutarain perasaan Mas lebih dulu. Tapi aku sebel sama Mas, lama amat sadarnya. Entar si Gery nikung dari belakang baru deh Mas tau rasa" Jawab Bela.


"Enak aja bocah ingusan mau rebut Reni ku" protes Bimo.


"Cie... yang udah bucin. Makanya resmikan hak patennya kalau Reni itu hanya milik Mas seorang" sambut Bela.


"Caranya?" tanya Bimo bingung.

__ADS_1


"Ya elah anak zaman old masih nanya gimana caranya? Ya ungkapin donk perasaannya pada Reni. I Love You, sarange... uhibbuka.. apa kek yang di sebut. Aku padamu juga bisa" ledek Bela gemas melihat Kakaknya yang sedang jatuh cinta.


"Apa masih harus seperti itu?" tanya Bimo.


"Ya harus donk, Mas pikir Reni itu punya ilmu ajian sarang walet?" tanya Bela.


"Besok kami mau makan siang bareng lagi. Mas mau traktir dia, membayar kejadian tadi siang. Tapi cuma makan berdua. Kali ini Gery gak ikut" ungkap Bimo.


"Nah ada kesempatan tuh, manfaatin donk" sambut Bela.


"How...?" tanya Bimo.


"Ih Mas Bimo benar - benar udah tua ya sampai nembak cewek aja udah lupa. Ajak makan di tempat yang romantis trus ungkapin perasaan Mas kalau Mas suka sama Reni. Tapi bukan untuk pacaran kan?" tanya Bela.


"Ya bukan donk, Mas udah tua dek. Gak zamannya lagi pacaran - pacaran" jawab Bimo.


"Ya udah kalau begitu lamar aja" sambut Bela.


"Ngelamar pakai apa dek?" tanya Bimo bingung.


"Pakai apa kek, pakai bunga, pakai cincin, pakai coklat atau pakai apa aja deh yang Reni suka" saran Bela.


"Mas cuma taunya Reni suka es krim" jawab Bimo pasrah.


"Jangan.. jangan pakai es krim. Entar es krim nya mencair habis deh cintanya hahaha" ujar Bela.


"Tapi kan cinta Mas lembut, manis dan sejuk seperti es krim" balas Bimo.


"Naaah itu bisa ngegombal. Ayooo di kembang kan lagi bakat yang dulu terpendam" ujar Bela.


"Ah kamu bisa aja godain Mas. Ayo bantuin Mas cari Cafe yang romantis" pinta Bimo.


"Oke bentar - bentar" Bela meraih ponselnya dan mulai mencari Cafe romantis yang cocok untuk Bimo dan Reni besok.


"Ahhaaaa..... ini Mas" Bela menunjukkan ponselnya kepada Bimo.


"Ya udah tolong pesanankan ya" pinta Bimo.


"Oke Mas.. Apa sih yang nggak buat Masku ini. Coba kalau dari kemarin - kemarin jujur sama Bela. Pasti Bela bantuin" jawab Bela.


"Makasih ya Dek" Bimo mengusap lembut puncak kepala adiknya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2